PENGATURAN KECEPATAN PUTAR MOTOR INDUKSI 1 FASA MENGGUNAKAN PWM BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

DEDE MIFTAH (523063389) LIF NOER AFIVAH (5223063393) Alumni Program Studi D3. Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta Termasuk dalam kategori jurnal keteknikan. Dosen Pembimbing Drs. Irzan Zakir, M.Pd Dosen Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta Jaka Utama Mahasiswa Program Studi D3. Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta No. Reg : 5223117071

ABSTRACT
Automatic Object Delivery Robot Based on AVR ATMega8535 Microcontroller is a robot that delivers goods to a certain location and move back to its initial position automatically, and avoids obstacles to reach any location. This Robot is built by using two stepper motors for moving forward and backward, and SHARP GP2D12 infra red sensor connected mechanically to the servo motor in order to turn the sensor around 45 degrees to detect the existence of any obstacle at a certain distance around the robot. Transmitter in the sensor will transmit infra red light and if there are obstacles at a distance of 10 to 36.7 cm, the infra red light will be reflected to the sensor. AVR ATMega8535 Microcontroller as the processor will analyze the area of the obstacles at certain distance and move the robot to the area where there is no obstacle. After being assembled and tested, this robot can go to its destination and back to its initial position as programmed. There are errors as the robot reaches its destination. For example, the destination coordinate is x=2 and y=6 becomes x=1,95 and y=6, and the initial position coordinate is x=2 and y=0 becomes x=1,7 and y=0 when tested without obstacles, and the coordinate becomes x=1,4 and y=0 when tested with obstacles. These errors occur due to inaccuracy of stepper motor rotation.

2.1 Motor Listrik Motor listrik adalah alat untuk mengubah 1rista listrik menjadi 1rista mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah 1rista mekanik menjadi 1rista listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu. Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis 1rista (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun 1ristal1 (kW). Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan. Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisiensi dari EU. Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya. Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik. Sebagai contoh, dalam sebuah 1ristal1 rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan 1rista listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan.

2. 2 Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah sebuah 2rista 2ristal2 fungsional dalam sebuah chip. Di dalamnya terkandung sebuah inti prosesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori program, atau keduanya), dan perlengkapan input output. Dengan kata lain, mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang 2ris ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri Anda saat mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah 2ris melakukan hal itu Anda 2ris membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan sebagainya, dan Andapun 2ris pula menulis hal-hal sebaliknya. Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan menulis data maka Anda dapat membuat program untuk membuat suatu 2rista pengaturan otomatik menggunakan mikrokontroler sesuai keinginan Anda. Mikrokontroler merupakan 2ristal2 didalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Secara harfiahnya 2ris disebut “pengendali kecil” dimana sebuah 2rista elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini. Mikrokonktroler digunakan dalam produk dan alat yang dikendalikan secara automatis, seperti 2rista kontrol mesin, remote controls, mesin kantor, peralatan rumah tangga, alat berat, dan mainan. Dengan mengurangi ukuran, biaya, dan konsumsi tenaga dibandingkan dengan mendesain menggunakan mikroprosesor memori, dan alat input output yang terpisah, kehadiran mikrokontroler membuat kontrol elektrik untuk berbagai proses menjadi lebih ekonomis. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka : • Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas • Rancang bangun 2rista elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari 2rista adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi • Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak Namun demikian tidak sepenuhnya mikrokontroler 2ris mereduksi komponen IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran (I/O). Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah 2ristal2 karena mikrokontroler sudah mengandung beberapa 2ristal22e yang langsung 2ris dimanfaatkan, misalnya port 2ristal2, port serial, komparator, konversi digital ke analog (DAC), konversi analog ke digital dan sebagainya hanya menggunakan 2rista minimum yang tidak rumit atau kompleks. Agar sebuah mikrokontroler dapat berfungsi, maka mikrokontroler tersebut memerlukan komponen eksternal yang kemudian disebut dengan 2rista minimum. Untuk membuat 2rista minimal paling tidak dibutuhkan 2rista clock dan reset, walaupun pada beberapa mikrokontroler sudah menyediakan 2rista clock internal, sehingga tanpa rangkaian eksternal pun mikrokontroler sudah beroperasi.

Untuk merancang sebuah 3rista berbasis mikrokontroler, kita memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu: 1. 3rista minimal mikrokontroler 2. software pemrograman dan 3ristal3, serta downloader Yang dimaksud dengan 3rista minimal adalah sebuah rangkaian mikrokontroler yang sudah dapat digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi. Sebuah IC mikrokontroler tidakakan berarti bila hanya berdiri sendiri. Pada dasarnya sebuah 3rista minimal mikrokontroler AVR memiliki prinsip yang sama, yang terdiri dari 4 bagian, yaitu : 1. prosesor, yaitu mikrokontroler itu sendiri 2. rangkaian reset agar mikrokontroler dapat menjalankan program mulai dari awal 3. rangkaian clock, yang digunakan untuk memberi detak pada CPU 4. rangkaian catu daya, yang digunakan untuk memberi sumberdaya Pada mikrokontroler jenis2 tertentu (AVR misalnya), poin2 pada no 2 ,3 sudah tersedia didalam mikrokontroler tersebut dengan frekuensi yang sudah diseting dari vendornya (biasanya 1MHz,2MHz,4MHz,8MHz), sehingga pengguna tidak perlu memerlukan rangkaian tambahan, namun bila ingin merancang 3rista dengan spesifikasi tertentu (3rista ingin komunikasi dengan PC atau handphone), maka pengguna harus menggunakan rangkaian clock yang sesuai dengan karakteristik PC atau HP tersebut, biasanya menggunakan 3ristal 11,0592 MHz, untuk menghasilkan komunikasi yang sesuai dengan baud rate PC atau HP tersebut. 2.2.1 AVR ATMega8535 ATMega8535 merupakan salah satu mikrokontroler 8 bit buatan Atmel untuk keluarga AVR yang diproduksi secara masal pada tahun 2006. Karena merupakan keluarga AVR, maka ATMega8535 juga menggunakan arsitektur RISC. ATMega8535 memiliki bagian-bagian sebagai berikut: 1. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C, dan Port D. 2. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran. 3. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan pembandingan. 4. CPU yang terdiri atas 32 buah register. 5. Watchdog Timer dengan osilator internal. 6. SRAM sebesar 512 byte.

7. Memori Flash sebesar 8 kb dengan kemampuan Read While Write. 8. Unit interupsi internal dan eksternal. 9. Port antarmuka SPI. 10. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat 4ristal44 saat operasi. 11. Antarmuka komparator analog. 12. Port USART untuk komunikasi serial

2.2.2 Fitur-Fitur ATMega8535 Secara singkat, ATMega8535 memiliki beberapa kemampuan: 1. Sistem mikrokontroler 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz. 2. Memiliki memori flash 8 KB, SRAM sebesar 512 byte dan EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) sebesar 512 byte. 3. Memiliki ADC (Pengubah analog-ke-digital) internal dengan ketelitian 10 bit sebanyak 8 saluran. 4. Memiliki PWM (Pulse Wide Modulation) internal sebanyak 4 saluran. 5. Portal komunikasi serial (USART) dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps. 6. Enam pilihan mode sleep, untuk menghemat penggunaan daya listrik. 2.2.3 Konfigurasi Pin Mikrokontroler Mikrokontroler ATMega8535 memiliki 40 pin untuk model PDIP, dan 44 pin untuk model TQFP dan PLCC. Nama-nama pin pada mikrokontroler ini adalah
1. VCC untuk tegangan pencatu daya positif. 2. GND untuk tegangan pencatu daya 4ristal4. 3. PortA (PA0 – PA7) sebagai port Input/Output dan memiliki kemampuan lain yaitu sebagai

input untuk ADC PortB (PB0 – PB7) sebagai port Input/Output dan juga memiliki kemampuan yang lain. PortC (PC0 – PC7) sebagai port Input/Output untuk ATMega8535. PortD (PD0 – PD7) sebagai port Input/Output dan juga memiliki kemampuan yang lain. RESET untuk melakukan reset program dalam mikrokontroler. XTAL1 dan XTAL2 untuk input pembangkit sinyal clock. AVCC untuk pin masukan tegangan pencatu daya untuk ADC. 10. AREF untuk pin tegangan referensi ADC. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

2.2.4 Blok Diagram Mikrokontroler Atmega8535

2.3 PWM

PWM adalah singkatan dari Pulse Width Modulation, merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengontrol daya yang berkaitan dengan power supply, contohnya pada power supply PC. Selain fungsi PWM yang digunakan untuk mengontrol daya power supply, PWM juga dapat difungsikan sebagai pengatur gerak perangkat elektronika, misalnya pada motor servo. Sesuai dengan namanya Pulse Width Modulation, maka dalam penerapannya sinyal tegangan-lah yang di rubah lebarnya. Sistem pengontrolan dengan PWM ini merupakan 6rista digital, yang jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan 6rista konfensional. Komponen yang biasa digunakan untuk membangkitkan sinyal PWM adalah sejenis IC digital yaitu IC 555 atau mikrokontroler. 2.4 TRIAC TRIAC, atau Triode for Alternating Current (Trioda untuk arus bolak-balik) adalah sebuah komponen elektronik yang kira-kira ekivalen dengan dua SCR yang disambungkan antiparalel dan kaki gerbangnya disambungkan bersama. Nama resmi untuk TRIAC adalah Bidirectional Triode Thyristor. Ini menunjukkan sakelar dwiarah yang dapat mengalirkan arus listrik ke kedua arah ketika dipicu (dihidupkan). Ini dapat disulut baik dengan tegangan positif ataupun 6ristal6 pada 6ristal66 gerbang. Sekali disulut, komponen ini akan terus menghantar hingga arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya, 6rista pada akhir paruh siklus dari arus bolak-balik. Hal tersebut membuat TRIAC sangat cocok untuk mengendalikan kalang AC, memungkinkan pengendalian arus yang sangat tinggi dengan arus kendali yang sangat rendah. Sebagai tambahan, memberikan pulsa sulut pada titik tertentu dalam siklus AC memungkinkan pengendalian persentase arus yang mengalir melalui TRIAC (pengendalian fase). Low-Current TRIAC dapat mengontak hingga kuat arus 1 ampere dan mempunyai maksimal tegangan sampai beberapa ratus volt. Medium-Current TRIACS dapat mengontak sampai kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal tegangan hingga 1.000 volt.

2.5 IC (Integrated Circuit) Sirkuit terpadu (bahasa Inggris: integrated circuit atau IC) adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika. Pada komputer, IC yang dipakai adalah mikroprosesor. Dalam sebuah mikroprosesor Intel Pentium 4 dengan ferkuensi 1,8 trilyun getaran per detik terdapat 16 juta transistor, belum termasuk komponen lain. Fabrikasi yang dipakai oleh mikroprosesor adalah 60nm.

Sirkuit terpadu dimungkinkan oleh teknologi pertengahan abad ke-20 dalam fabrikasi alat semikonduktor dan penemuan eksperimen yang menunjukkan bahwa alat semikonduktor dapat melakukan fungsi yang dilakukan oleh tabung vakum. Pengintegrasian transistor kecil yang banyak jumlahnya ke dalam sebuah chip yang kecil merupakan peningkatan yang sangat besar bagi perakitan tube-vakum sebesar-jari. Ukuran IC yang kecil, tepercaya, kecepatan “switch”, konsumsi listrik rendah, produksi massal, dan kemudahan dalam menambahkan jumlahnya dengan cepat menyingkirkan tabung vakum. Hanya setengah abad setelah penemuannya, IC telah digunakan dimana-mana. Radio, 7ristal7, komputer, telepon selular, dan peralatan digital lainnya yang merupakan bagian penting dari masyarakat modern. Contohnya, 7rista transportasi, internet, dll tergantung dari keberadaan alat ini. Banyak skolar percaya bahwa revolusi digital yang dibawa oleh sirkuit terpadu merupakan salah satu kejadian penting dalam sejarah umat manusia. IC mempunyai ukuran seukuran tutup pena sampai ukuran ibu jari dan dapat diisi sampai 250 kali dan digunakan pada alat elektronika seperti:
   

Telepon Kalkulator Ponsel Radio

2.5.1 IC LM324 IC LM324 merupakan IC Operational Amplifier, IC ini mempunyai 4 buah op-amp yang berfungsi sebagai comparator. IC ini mempunyai tegangan kerja antara +5 V sampai +15V untuk +Vcc dan -5V sampai -15V untuk –Vcc. Adapun definisi dari masing-masing pin IC LM324 adalah sebagai berikut : : Pin 1,7,8,14 (Output) Merupakan sinyal output. b. Pin 2,6,9,13 (Inverting Input) Semua sinyal input yang berada di pin ini akan mempunyai output yang berkebalikan dari input. c. Pin 3,5,10,12 (Non-inverting input) Semua sinyal input yang berada di pin ini akan mempunyai output yang sama dengan input (tidak berkebalikan). d. Pin 4 (+Vcc) Pin ini dapat beroperasi pada tegangan antara +5 Volt sampai +15 Volt. e. Pin 11 (-Vcc) Pin ini dapat beroperasi pada tegangan antara -5 Volt sampai -15 Volt.

2.6 Sensor

Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. Variabel keluaran dari sensor yang diubah menjadi besaran listrik disebut Transduser. Pada saat ini, sensor tersebut telah dibuat dengan ukuran sangat kecil dengan orde nanometer. Ukuran yang sangat kecil ini sangat memudahkan pemakaian dan menghemat energi. 2.6.1 Photodioda Photodioda adalah dioda yang bekerja berdasarkan intensitas cahaya, jika photodioda terkena cahaya maka photodioda bekerja seperti dioda pada umumnya, tetapi jika tidak mendapat cahaya maka photodioda akan berperan seperti resistor dengan nilai tahanan yang besar sehingga arus listrik tidak dapat mengalir. Photodioda merupakan sensor cahaya semikonduktor yang dapat mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Photodioda merupakan sebuah dioda dengan sambungan p-n yang dipengaruhi cahaya dalam kerjanya. Cahaya yang dapat dideteksi oleh photodioda ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Prinsip kerja, karena photodioda terbuat dari semikonduktor p-n junction maka cahaya yang diserap oleh photodioda akan mengakibatkan terjadinya pergeseran foton yang akan menghasilkan pasangan electron-hole dikedua sisi dari sambungan. Ketika elektron-elektron yang dihasilkan itu masuk ke pita konduksi maka elektron-elektron itu akan mengalir ke arah positif sumber tegangan sedangkan hole yang dihasilkan mengalir ke arah negatif sumber tegangan sehingga arus akan mengalir di dalam rangkaian. Besarnya pasangan elektron ataupun hole yang dihasilkan tergantung dari besarnya intensitas cahaya yang diserap oleh photodioda. Sifat dari Photodioda adalah : 1. Jika terkena cahaya maka resistansi nya berkurang 2. Jika tidak terkena cahaya maka resistansi nya meningkat. Kenapa Photodioda dipasang reverse?? Berdasarkan teori mengenai dioda. Pada saat dioda dipasang reverse, maka arus tidak akan mengalir karena hambatan yg sangat besar sekali. Jadi bisa dikatakan ini dioda sebagai kondisi Open Circuit jika dianalogikan seperti sakelar. namun pada photodioda, hambatan yang besar tadi bisa menjadi kecil karena pengaruh cahaya yang masuk. Hal seperti ini bisa menyebabkan arus mengalir sehingga kondisi seperti ini bisa dikatakan sebagai Close Circuit jika dianalogikan seperti sakelar. 2.7 IC MOC3020 Fungsi MOC adalah sebagai isolator dengan bagian DC dari rangkaian kendali utama agar tidak terhubung secara langsung ke jaringan AC. Selain sebagai isolator MOC tersebut sebagai antarmuka antara bagian kendali (rangkaian DC) agar dapat berkomunikasi dengan jaringan AC.

Spesifikasi IC MOC3020 adalah : a. Tegangan masukan dioda membalik 3V. b. Arus masukan dioda panjar maju 500mA. c. Pada daerah keluaran, bekerja pada rentang frekuensi 50-60 Hz. d. Suhu pengoperasian sekitar -40oC hingga 100oC. e. Tegangan blokir maksimal 400V. f. Tegangan puncak input-output, durasi maksimal 5 sekon, 60 Hz. 2.8 LCD Penampil kristal cair (Inggris: liquid crystal display; LCD) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya dalam alat-alat elektronik seperti televisi, kalkulator ataupun layar komputer. Kini LCD mendominasi jenis tampilan untuk komputer meja maupun notebook karena membutuhkan daya listrik yang rendah, bentuknya tipis, mengeluarkan sedikit panas, dan memiliki resolusi tinggi. Pada LCD berwarna semacam monitor, terdapat banyak sekali titik cahaya (piksel) yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik cahaya. Walau disebut sebagai titik cahaya, kristal cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya di dalam sebuah perangkat LCD adalah lampu neon berwarna putih di bagian belakang susunan kristal cair tadi. Titik cahaya yang jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan inilah yang membentuk tampilan citra. Kutub kristal cair yang dilewati arus listrik akan berubah karena pengaruh polarisasi medan magnetik yang timbul dan oleh karenanya akan hanya membiarkan beberapa warna diteruskan sedangkan warna lainnya tersaring.

3.1 Perancangan Alat Pada perancangan alat pengatur kecepatan motor induksi 1 fasa ini terdiri dari beberapa

langkah, yaitu: 3.1.1 Persiapan Alat dan Bahan Bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dalam pembuatan alat ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Alat Pembuatan Rangkaian No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Nama Alat Tang kombinasi Tang potong Tang kupas Obeng (+) Obeng (–) Gergaji besi Ferid Clorida (FeCL3) Mesin bor Mata bor Penggores ĭ 1 mm 8 mm Spesifikasi Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya 1 buah 1 buah 1 buah

11 12 13 14 15

Penitik Solder Desoldering pump Tenol Multimeter

2,5 mm 30 watt

1 buah 1 buah 1 buah secukupnya

digital

1 buah

Bahan Pembuatan Rangkaian
No 1. Resistor Bahan spesifikasi 68 KŸ 180 Ÿ 2. 3. Potensiometer Kapasitor 250 Ÿ 220 nF 100 nF 4. 5. 6. 7. Induktor Triac Diac Motor 1 fasa 200 µH 1 buah BTA 10 – 400 1 buah ER 900 1 buah 120 W 1 buah
1

Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah b uah

3.1.2 Proses Pembuatan PCB Perencanaan PCB terlebih dahulu dilakukan dengan merancang tata letak dari komponen, sehingga jarak antar komponen dapat terlihat rapi dan sedapat mungkin antar komponen tersebut tidak sampai bersentuhan, guna menghindari rambatan panas antar komponen ataupun hubung singkat sehingga dapat menyebabkan komponen menjadi rusak. Didalam perencanaan ini meliputi: pembuatan lay out, pelarutan dan pelapisan serta pengeboran

a. Pembuatan Lay Out Pada tahap ini pertama – tama merancang ukuran PCB sehingga membentuk ukuran posisi dan lay out yang bagus, baik dan benar. Kemudian merancang tata letak komponen dan merancang jalur antar komponen sehingga membentuk jalur yang singkat, rapi dan

benar. Setelah semua selesai dilanjutkan dengan memotong PCB sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Kemudian memindahkan hasil rancangan alur tadi ke PCB. Proses pembuatan layout ada yang menggunakan penggambaran manual.proses pelarutan dan pelapisan. b. Proses pelarutan dan pelapisan Adapun langkah langkah dari proses pelarutan ini antara lain: 1) Melarutkan PCB yang telah tergambar jalur PCB dengan Ferri Chloride untuk menghilangkan lapisan tembaga yang tidak terpakai 2) Mengangkat PCB dari Ferri Chloride apabila lapisan tembaga yang tidak terpakai sudah terlarut semua. Kemudian mencuci PCB tersebut dengan air sampai bersih. 3) Membersihkan sisa lapisan cat sablon pada jalur PCB dengan menggunakan tinner.

3.1.3 Pemasangan Komponen dan Perakitan Pemasangan komponen dilakukan sesuai dengan layout yang telah dibuat. Setelah komponen terpasang kemudian dilakukan penyolderan. Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pemasangan adalah pada saat menyolder jangan sembarangan dalam penyolderan. Sebab bila kurang memperhatikan perihal tersebut boleh jadi kmponen yang hendak dipasang sudah lebih dahulu rusak sebelum dipakai.

Cara terbaik dalam penyolderan komponen adalah dengan menjepit kaki komponen yang

akan disolder, sebab dengan menjepit kaki komponen yang hendak disolder maka panas yang datang dari solder akan terhambat dan tidak terus langsung ke badan komponen. Dengan demikian kerusakan yang mungkin terjadi akibat panas solder dapat dihindari. Untuk memasang IC sebaiknya menggunakan soket dahulu karena IC adalah salah satu komponen yang sensitive terhadap panas.

3.2 Rangkaian Pengubah Tegangan AC
Rangkaian perubah tegangan AC adalah mempunyai kemampuan merubah tegangan AC dari sebuah tegangan masukan 220 volt/50 Hz menjadi variabel tegangan dari 125 volt sampai dengan 220 volt pada frekuensi 50 Hz. Rangkaian ini memanfaatkan sebuah TRIAC. TRIAC dan rangkaian penyulut gate akan kita susun sebagai berikut.

3.3 Prinsip Kerja Rangkaian
Rangkaian pengatur tegangan ini memperoleh supply dari tegangan 220 Volt AC, sebelum

supply tegangan diumpankan ke motor besarnya tegangan yang diinginkan dikemudikan oleh triac. Triac bekerja setelah mendapatkan sulutan tegangan dari diac. Besarnya tegangan sulut dari diac ditentukan oleh VR1 dan VR2. Kedudukan tahanan VR1 dan VR2diatur sedikit demi sedikit sehingga tahanannya menjadi berkurang, menyebabkan tegangan kapasitor terpenuhi dan memberikan pengapian pada diac. Karena diac sudah ON maka akan mentrigger triac yang selanjutnya triac akan bekerja.. Rangkaian ini adalah rangkaian optimal tria-diac yang menggunakan sudut sulut tetap dan untuk perubahan tegangannya menggunakan sistem penyulut AC pada gatenya dengan menggunakan potensiometer.

4.1 Persiapan Peralatan

Alat atau perangkat pengambilan data dalam suatu percobaan akan sangat menentukan kualitas penentuan kualitas penelitian. Alat pengambil data harus diperlakukan dengan cermat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk percobaan ini, alat atau perangkat pengambilan data berupa alat-alat ukur yang terdiri dari: 1. AVO meter digital Merk DT – 830B Sensitivitas Input Batas ukur Tegangan ukur arus DC 2. AVO meter analog Merk Seri ukur tegangan AC Batas ukur tegangan DC Batas ukur arus DC Batas ukur tahanan : Sunwa : GE-360TRes batas : 750 V : 1000V : 500mA : x 1-x 100 MŸ : Digital Multimeter Seri : : 50 KŸ / V Impedansi : 1 MŸ : 0,001 mV-1000 V Batas : 0,00ȝA-10A

3. Osiloskop Merk Tipe : Leader : LBO-524

Batas ukur frekuensi : 20 MHZ 4. Tachometer Digital Merk

: Sanwa Model : SE-100 5. Seperangkat Komputer 6. Kabel secukupnya 4.2 Ketelitian dan ketepatan dalam pengujian Ketelitian menyatakan tingkat kesesuain atau dekatnya suatu hasil pengukuran terhadap harga yang sebenarnya. Sedangkan untuk ketepatan (presisi ) menyatakan tingkat kesamaan didalam sekelompok pengukuran atau sejumlah instrumen. Setiap pengukuran tidak semua menghasilkan hasil yang sempurna. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain : 4.2.1 Kesalahan–kesalahan umum ( gross error ) Kebanyakan disebabkan oleh kesalahan manusia, diantaranya adalah kesalahan pembacaan alat ukur, penyetelan yang tidak tepat dan pemakaian intrumen yang tidak sesuai. 4.2.2 Kesalahan-kesalahan sistematis ( systematic error ) Disebabkan oleh kekurangan-kekurangan pada instrumen sendiri, seperti kerusakan, adanya bagian–bagian yang aus dan pengaruh lingkungan terhadap peralatan atau pemakai. 4.2.3 Kesalahan–kesalahan yang tidak disengaja ( random error ) Diakibatkan oleh penyebab–penyebab yang tidak langsung diketahui sebab perubahan parameter atau sistem pengukuran terjadi secara acak.

4.3 Langkah-langkah Pengujian Pengujian yang dilakukan meliputi langkah-langkah sebagai berikut: 1. Hubungkan alat dengan sumber tegangan 220 Volt AC 2. Hubungkan motor induksi I fasa dengan pengatur tegangan AC tersebut.

3. Pasang Voltmeter pada terminal keluaran alat sebelum terhubung dengan motor dengan cara memparalelnya. 4. Pasang Amperemeter pada terminal keluaran alat sebelum terhubung dengan motor dengan cara seri 5. Setelah semua terhubung hidupkan alat pengatur kecepatan dengan menekan tombol ON 6. Pasang Tachometer pada poros motor, dan catat kecepatannya tiap terjadi perubahan tegangan. 7. Lakukan pengukuran tegangan, arus, dan bentuk gelombang yang terjadi dengan memutar pengatur kecepatan secara bertahap.

4.4 Hasil Pengujian 1. Pengujian Kecapatan Putaran Motor data kecepatan putaran motor universal dengan merubah tegangan sumber pada frekuensi 50 Hz

No

Tegangan (Volt) Masuk Keluar 50 75 100 125 150 175 190 200 210 215 1

Kecepatan Putaran (RPM) 2 2031 6380 8840 10480 11460 12270 12560 12920 13220 15420 Rata-rata 1690 6305 8855 10270 11495 12275 12595 12995 13280 14690

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

220 220 220 220 220 220 220 220 220 220

1350 6230 8870 10060 11530 12280 12630 13070 13340 13960

2. Pengujian Arus hubungan antara tegangan dengan arus motor No Tegangan (Volt) Arus (Ampere)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

50 75 100 125 150 175 190 200 210 215

0,11 0,17 0,21 0,27 0,31 0,36 0,37 0,38 0,39 0,41

4.5 Pembahasan 4.5.1 Pengaruh perubahan tegangan terhadap kecepatan putaran motor Dari data perubahan tegangan tersebut terlihat bahwa adanya perubahan tegangan mengakibatkan terjadinya perubahan kecepatan. Seperti dalam teori yang dibahas sebelumnya, bahwa kopel sebanding dengan pangkat dua tegangan yang diberikan terminal primernya. Maka saat tegangan diturunkan, kopel yang diterima rotor juga akan ikut turun. Penurunan kopel akan yang diterima berkurang sesuai oleh rotor ini akan mengakibatkan kecepatan putaran motor juga Hal inilah yang menjadi dasar

dengan

penurunan tegangan.

pengaturan kecepatan motor dengan mengubah sumber tegangan (line voltage control).

Dalam pengaturan putaran dengan mengubah tegangan ini masih terdapat beberapa kelemahan yang timbul. Dimana dalam pengaturan ini kadang diperoleh putaran yang tidak stabil (berubah-ubah) terutama untuk putaran rendah. Hal ini terjadi karena motor yang digunakan

adalah motor dengan tegangan stabil. Sehingga saat tegangan diturunkan, putaran motor menjadi tidak stabil, karena motor akan berputar dengan sempurna pada tegangan yang diperkenakan yang telah ditentukan dalam plat penunjuk daya (name plate) yang sudah disesuaikan pada motor tersebut. Dari tabel perubahan tegangan terhadap kecepatan menghasilkan karakteristik perubahan tegangan terhadap kecepatan sebagai berikut:

4.5.2 Pengaruh perubahan tegangan terhadap arus motor

Berdasarkan grafik hubungan arus terhadap perubahan terlihat bahwa arus berbanding lurus dengan tegangan, semakin kecil tegangan yang turunkan, maka besarnya arus juga semakin turun. Dan sebaliknya semakin kecil tegangan yang diberikan maka semakin kecil pula arus yang mengalir,. Sehingga apabila motor dapat diatur pada tegangan yang rendah dulu sebelum dioperasikan pada tegangan kerja motor yang sebenarnya maka arus starsing atau arus awal yang tinggi dapat dihindari/dikurangi. 4.5.3 Pengaruh bentuk gelombang yang dihasilkan Berdasarkan gelombang yang dihasilkan pada pengatur tegangan dapat terlihat jelas bahwa gelombang berbentuk sinusoida karena motor universal tersebut menggunakan sumber

tegangan AC. Dari pada tabel perubahan tegangan terhadap bentuk gelombang terlihat cukup jelas, bahwa semakin besar tegangan maka bentuk sempurna gelombang sinusnya. gelombang sinus yang terjadi semakin

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful