BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Rukun aqidah yang kedua setelah iman kepada Allah, adalah iman Kepada adanya malaikat. Iman kepada malaikat lebih didahulukan daripada iman Kepada nabi dan rasul, hal ini dikaitkan dengan salah satu fungsi utama malaikat,yaitu sebagai penyampai wahyu Allah kepada nabinya. Salah satu dalil untuk nengetahui keberadaan malaikat adalah melalui berita yang Mutawatir (akurat), dan satu-satunya berita paling akurat adalah berita yang dibawa Nabi Muhammad SAW , yaitu AL-Qur'an masalah malaikat disebutkan lebih dari 75 kali, tersebar dalam 33 surat. Iman kepada malaikat merupakan bagian dari aqidah. Apabilah hal itu hilang, Gugurlah ke islaman kita.

B. Rumusan masalah Di dalam makalah ini membahas tentang arti iman baik menurut bahasa maupun istilah, dan beberapa sifat-sifat yang dimiliki Allah SWT baik dari sifat yang wajib, jaiz, mustahil dan nafsiyah dan juga cara-Cara kita mengimani Allah SWT , Adanya alam semesta ini merupakan bukti bahwa Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan yang menciptakan alam semesta dan yang mengaturnya. Tidak ada Tuhan selain Allah SWT yang wajib disembah.

C. Tujuan pembahasan Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab Nya, Rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian maka sesungguhya orang itu telah sesat Sejauh-jauhnya. 1. Agar selalau melakukan perbuatan baik dan merasa najis serta anti melakukan perbuatankarena dirinya selalu diawasi oleh malaikat. 2. berupaya masuk kedalam syurga yang dijaga oleh malaikat Ridwan dengan bertakwa dan beriman kepada Allah SWT serta berlomba-lomba mendapatkanlailatul Qodar . 3. Meningkatkan keiklasan,keimanan kedisiplinana kita untuk mengikuti atau meniru sifat dan perbuatan malaikat. 4. Selalu berfikir berhati hati dalam melaksanakan setiap perbuatan karma setiap Perbuatan baik yang baik maupun yang buruk akan di pertangung jawabkan diakhirat kelak

1

Keyakinan itu diucapkan dalam kalimat : ‫أشهد أن الإله إال هللا‬ Artinya . Firman Allah SWT : Yang Artinya “Dan ingatlah. . yakni menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dengan modal iman inilah kita akan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. . sedangkan menurut istilah berarti kepercayaan tentang adanya Allah sekaligus membenarkan apa saja yang datang dari Allah dengan cara meyakini dalam hati. ketika TuhanMu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab : “Betul Engkau Tuhan kami. dan membuktikan dengan amal nyata. Al-A’raf : 172) 2 . A. Bahkan manusia telah menyatakan keimanannya kepada Allah SWT sejak ia berada di alam arwah. Allah Maha Esa. Pada hakekatnya kepercayaan kepada Allah SWT sudah dimiliki manusia sejak ia lahir. Tidak ada Tuhan selain Allah SWT yang wajib disembah. harus diikuti dengan perbuatan. Rukun Iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT yang merupakan dasar dari seluruh ajaran Islam. Umat islam meyakini adanya Allah SWT dan mengetahui sifat-sifatnya. Tuhan yang menciptakan alam semesta dan yang mengaturnya. . dan memperbuat dengan anggota badan (beramal). . . kami bersaksi. agar menjadi mukmin sejati.” (QS. Dengan demikian iman kepada Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT itu ada. Iman adalah membenarkan dengan hati. Orang yang akan memeluk agama Islam terlebih dahulu harus mengucapkan kalimat syahadat. . .BAB II PEMBAHASAN Iman Kepada Allah SWT Adanya alam semesta ini merupakan bukti bahwa Allah SWT.“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah” Sebagai perwujudan dari keyakinan dan ucapan itu. Tuhan Yang Maha Kuasa. menyatakan dengan lisan. Arti Iman Kepada Allah Iman menurut bahasa berarti keyakinan atau kepercayaan. mengucapkan dengan lisan.

yakni Allah SWT. pengucapan lisan. Wahyu Allah atau Al-Qur‟an c. Iman Kepada Hari akhir 6. Sebab jika iman kepada Allah SWT tidak tertanam dengan benar. maka keimanan kepada Allah SWT harus tertanam dengan benar kepada diri seseorang. serta qadha dan qadar Nya. rasul-rasul Nya. Dasar Beriman Kepada Allah a. Sebagaimana diungkapkan di dalam AlQur‟an : B. Pengakuan hati merupakan dasar iman. Untuk mencapai keimanan yang benar tidak hanya berdasarkan fitrah pengakuan hati nurani saja. Iman Kepada Rasul Allah 5. Mereka mengerti bahwa yang menciptakan alam semesta dan yang harus disembah adalah dzat yang Maha Pencipta. orang-orang jahiliyah juga sudah mengenal Allah SWT. Namun dengan pengakuan hati tidak akan ada artinya. hari kiamat. Tetapi dengan rasa kecenderungan hati secara fitrah itu tidak cukup. tanpa ucapan lisan dan pengalaman anggota tubuh. kitab-kitab Nya. Iman Kepada qadha dan Qadar D. Iman Kepada Malaikat Allah 3. maka ketidak-benaran ini akan berlanjut kepada keimanan yang lain. tetapi harus dipadukan dengan Al-Qur‟an dan Hadits. ada kecenderungan hatinya untuk percaya kepada kekuatan ghaib yang bersifat Maha Kuasa. dan pengalaman anggota tubuh merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Rukun Iman Ada 6 : 1. seperti iman kepada malaikat-malaikat Nya. C. Karena iman kepada Allah SWT merupakan pokok dari keimanan yang lain. Cara Beriman Kepada Allah SWT Iman kepada Allah SWT merupakan pokok dari seluruh iman yang tergabung dalam rukun iman.Jauh sebelum datangnya agama Islam. Iman Kepada Allah 2. Petunjuk Rasulullah atau Hadits Setiap manusia secara fitrah. Dan pada akhirnya 3 . Iman Kepada Kitab Allah 4. Sebab antara pengakuan hati. Kecenderungan dan pengakuan hati b.

Di masyarakat tidak jarang kita jumpai cara-cara beribadah seorang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. padahal orang tersebut mengaku beragama Islam. Maka wujud ( Ada ) – disisi Imam Fakhru Razi dan Imam Abu Mansur AlMaturidi bukan ia a‟in maujud dan bukan lain daripada a‟in maujud . maka hukumnya adalah mustahil dan batil. E. Firman Allah SWT. Maka apabila disebut Allah SWT. Di dalam Ilmu Tauhid ada satu perkataan yang sama maknanya dengan Qadim Yaitu Azali. bukan saja di sisi agama Islam tetapi semua kepercayaan di dalam dunia ini mengaku menyatakan Tuhan itu ada. Adalah qadim dengan nisbah kepada nama terbahagi kepada empat bagian : · · · · Qadim Sifati ( Tiada permulaan sifat Allah Ta‟ala ) Qadim Zati ( Tiada permulaan zat Allah Ta‟ala ) Qadim Idhafi ( Terdahulu sesuatu atas sesuatu seperti terdahulu bapa nisbah kepada anak) Qadim Zamani ( Lalu masa atas sesuatu sekurang-kurangnya satu tahun ) Maka Qadim Haqiqi ( Qadim Sifati dan Qadim Zati ) tidak harus dikatakan lain daripada Allah Ta‟ala. yang bermaksud : ” Dan jika kamu tanya orang-orang kafir itu siapa yang menjadikan langit dan bumi nescaya berkata mereka itu Allah yang menjadikan……………” ( Surah Luqman : Ayat 25 ) 2. Adapun yang lain daripada Allah Ta‟ala .akan merusak ibadah seseorang secara keseluruhan. Baqa‟ : Artinya Kekal Sentiasa ada. Dan bagi tiap-tiap qadim itu azali tetapi tidak boleh sebaliknya. ada yang kekal dan tidak binasa Selama-lamanya tetapi bukan dinamakan kekal yang hakiki ( yang 4 . Wujud : Artinya Ada Yaitu tetap dan benar yang wajib bagi zat Allah Ta‟ala yang tiada disebabkan dengan sesuatu sebab. karena wujud itu zat maujud karena tidak disebutkan wujud melainkan kepada zat. maka atas qaul ini adalah wujud itu Haliyyah ( yang menepati antara ada dengan tiada) . 3. Yaitu tiap-tiap azali tidak boleh disebut qadim. kekal ada dan tiada akhirnya Allah SWT . Jika sekiranya Allah Ta‟ala tidak lebih dahulu daripada tiap-tiap sesuatu. menjadikan tiap-tiap suatu yang ada. 20 sifat wajib allah 1. yang demikian tidak dapat tidak keadaannya lebih dahulu daripada tiap-tiap sesuatu itu. Setengah ulama menyatakan bahwa kedua-dua perkataan ini sama maknanya Yaitu sesuatu yang tiada permulaan baginya. bersifat Qidam maka jadilah ia qadim. Pada hakikatnya ialah menafikan ada kesudahan bagi wujud Allah Ta‟ala. Qidam : Artinya Sedia Pada hakikatnya menafikan ada permulaan wujud Allah SWT karena Allah SWT. Kepercayaan bahwa wujudnya Allah SWT. Tetapi pada pendapat Imam Abu Hassan Al-Ashaari wujud itu „ain Al-maujud . Maka qadim itu khas dan azali itu am.

Allah SWT menjadikan sesuatu ( segala makhluk ) adalah karena kelebihan dan belas kasihannya bukan berhajat kepada faedah. Sesungguhnya di dalam Al-Quraan dan Al-Hadith yang menyebut muka dan tangan Allah SWT.tiada bertempat dan tiada dalam masa. syurga dan lain-lain lagi. Kursi. Luh Mahfuz . Perkara –perkara tersebut kekal secara mendatang tatkala ia bertakluq dengan Sifat dan Qudrat dan Iradat Allah Ta‟ala pada mengekalkannya. Pada hakikat nya adalah menafikan Allah Ta‟ala menyerupai dengan yang baharu pada zatnya . yang bermaksud : ” Barangsiapa berbuat amal yang soleh ( baik ) maka pahalanya itu pada dirinya jua dan barangsiapa berbuat jahat maka balasannya (siksaannya ) itu tertanggung ke atas dirinya jua 5 . Dan sesungguhnya sifat Allah Ta‟ala itu tiada bersamaan dengan sifat yang baharu karena sifat Allah Ta‟ala itu qadim lagi azali dan melengkapi ta‟aluqnya. Neraka. 5. Allah SWT itu terkaya dan tidak berhajat kepada sesuatu sama adapada perbuatannya atau hukumannya. Qiyamuhu Ta‟ala Binafsihi : Artinya : Berdiri Allah Ta‟ala dengan sendirinya . Allah SWT.sebenar ) Bahkan kekal yang aradhi ( yang mendatang jua seperti Arasy. Sifat Sama‟ ( Maha Mendengar ) bagi Allah Ta‟ala berta‟aluq ia pada segala maujudat tetapi bagi mendengar pada makhluk hanya pada suara saja. Firman Allah SWT. · Ada permulaan tetapi tiada kesudahan Yaitu seperti Arash. Roh. Syurga. tumbuh-tumbuhan . Sesungguhnya zat Allah Ta‟ala bukannya berjirim dan bukan aradh Dan tiada sesekali zatnya berdarah . jisim atau jasad para Nabi dan Rasul ). berdaging . . maka perkataan itu hendaklah kita iktiqadkan thabit ( tetap ) secara yang layak dengan Allah Ta‟ala Yang Maha Suci daripada berjisim dan Maha Suci Allah Ta‟ala bersifat dengan segala sifat yang baharu. bertulang dan juga bukan jenis leburan . · Ada permulaan dan ada kesudahan Yaitu segala makhluk yang lain daripada perkara yang diatas tadi ( Kedua ). tiada berpihak . Tidak berkehendak kepada tempat berdiri ( pada zat ) dan tidak berkehendak kepada yang menjadikannya Maka hakikatnya ibarat daripada menafikan Allah SWT. itulah benih anak Adam ketika bangkit daripada kubur kelak ). Apa yang diperintahkan atau ditegah pada hambahambanya adalah perkara yang kembali faedah dan manafaatnya kepada hamba-hambaNya jua. Allah SWT menjadikan tiap-tiap sesuatu dan mengadakan undang-undang semuanya untuk faedah dan maslahah yang kembali kepada sekalian makhluk . Mukhalafatuhu Ta‟ala Lilhawadith. Segala jisim semuanya binasa melainkan „ajbu Azzanabi ( tulang kecil seperti biji sawi letaknya di tungking manusia. Qalam. 4. Disini nyatalah perkara yang diiktibarkan permulaan dan kesudahan itu terbahagi kepada 3 bagian : · Tiada permulaan dan tiada kesudahan Yaitu zat dan sifat Alllah SWT. yang telahada atau yang belum ada. Pada zat . sifat atau perbuatannya sama ada yang baru . berkehendak kepada tempat berdiri dan kepada yang menjadikannya. Maha Terkaya daripada mengambil apa-apa manafaat di atas kataatan hambahambanya dan tidak sesekali menjadi mudharat kepada Allah Ta‟ala atas sebab kemaksiatan dan kemungkaran hamba-hambanya. sifatnya atau perbuatannya. Jasad semua nabi-nabi dan jasad orang-orang syahid berjihad Fi Sabilillah yang mana ianya adalah kekal aradhi jua. Luh Mahfuz. Artinya : Bersalahan Allah Ta‟ala dengan segala yang baharu.

2. · Terkaya daripada zat tempat berdiri tetapi berkehendak kepada yang menjadikannya Yaitu segala jirim.semuanya perbuatan Allah SWT dan tidak sekali-kali hamba mempunyai perbuatan pada hakikatnya hanya pada usaha dan ikhtiar yang tiada memberi bekas. 6 . ( Segala zat yang baharu ) . Wahdaniyyah. · Terkaya daripada yang menjadikannya dan berdiri ia pada zat Yaitu sifat Allah Ta‟ala. Makna Esa Allah SWT pada zat itu Yaitu menafikan Kam Muttasil pada Zat ( menafikan bilangan yang berhubung dengan zat ) seperti tiada zat Allah Ta‟ala tersusun daripada darah . Syeikh Suhaimi r. Maka wajiblah bagi Allah Ta‟ala bersifat Wahdaniyyah dan ternafi bagi Kam yang lima itu Yaitu : 1. pada sifat & pada perbuatan. tulang . Kam Munfasil pada zat. 6. 3. Artinya : Esa Allah Ta‟ala pada zat. Makna Esa Allah SWT pada sifat Yaitu menafikan Kam muttasil pada Sifat ( menafikan bilangan yang berhubung pada sifatnya ) Yaitu tidak sekali-kali bagi Allah Ta‟ala pada satusatu jenis sifatnya dua qudrat dan menafikan Kam Munfasil pada sifat ( menafikan bilangan –bilangan yang bercerai pada sifat ) Yaitu tidak ada sifat yang lain menyamai sebagaimana sifat Allah SWT. 4.h berkata adalah segala yang maujudat itu dengan nisbah berkehendak kepada tempat dan kepada yang menjadikannya. Kam Munfasil pada sifat. Maka hakikatnya ibarat daripada menafikan berbilang pada zat. Kam Munfasil pada perbuatan. pada sifat dan pada perbuatan sama ada bilangan yang muttasil (yang berhubung ) atau bilangan yang munfasil ( yang bercerai ). Dan menafikan Kam Munfasil pada zat ( menafikan bilangan yang bercerai pada zat Allah Ta‟ala )seperti tiada zat yang lain menyamai zat Allah Ta‟ala.urat dan lain-lain. ( Surah Fussilat : Ayat 46 ). daging .a. · Berkehendak kepada tempat berdiri dan kepada yang menjadikannya Yaitu segala aradh ( segala sifat yang baharu ). Makna Esa Allah SWT pada perbuatan Yaitu menafikan Kam Muttasil pada perbuatan ( menafikan bilangan yang bercerai–cerai pada perbuatan ) Yaitu tidak ada perbuatan yang lain menyamai seperti perbuatan Allah bahkan segala apa yang berlaku di dalam alam semuanya perbuatan Allah SWT sama ada perbuatan itu baik rupanya dan hakikatnya seperti iman dan taat atau jahat rupanya tiada pada hakikat-nya seperti kufur dan maksiat sama ada perbuatan dirinya atau perbuatan yang lainnya . terbahagi kepada empat bagian : · Terkaya daripada tempat berdiri dan daripada yang menjadikannya Yaitu zat Allah SWT. Kam Muttasil pada sifat. yang Maha Sempurna. Kam Muttasil pada zat. 5.“.

Iradah : Artinya : Menghendaki Allah Ta‟ala. 7. Kepercayaan dan iktiqad manusia di dalam perkara ini berbagai-bagaiFikiran dan fahaman seterusnya membawa berbagai-bagai kepercayaan dan iktiqad. Iktiqad Qadariah : Perkataan qadariah Yaitu nisbah kepada qudrat . baik . jahat . Umat Islam beriktiqad akan segala hal yang telah berlaku dan yang akan berlaku adalah dengan mendapat ketentuan daripada Allah Ta‟ala tentang rezeki . Iktiqad Jabariah : Perkataan Jabariah itu nisbah kepada Jabar ( Tergagah ) dan maksudnya orang yang beriktiqad manusia dan makhluk bergantung kepada qadak dan qadar Allah semata-mata ( tiada usaha dan ikhtiar atau boleh memilih samasekali ). kaya . Memberi bekas pada mengadakan meniadakan tiap-tiap sesuatu. Sebenarnya adalah sifat yang qadim lagi azali thabit berdiri pada Zat Allah Ta‟ala yang menentukan segala perkara yang harus atau setengah yang harus atas mumkin . sifat yang lain dan perbuatan yang lain menyamai dengan zat . Maka Allah Ta‟ala yang selayaknya menghendaki tiap-tiap sesuatu apa yang diperbuatnya. (Surah Al – Qasash : Ayat 77). 8. hanya usaha dan ikhtiar pada jalan menjayakan sesuatu . b. c. Iktiqad Ahli Sunnah Wal – Jamaah : Perkataan Ahli Sunnah Wal Jamaahialah orang yang mengikut perjalanan Nabi dan perjalanan orang-orang Islam Yaitu beriktiqad bahwa hamba itu tidak digagahi semata-mata dan tidak memberi bekas segala perbuatan yang disengajanya. sifat dan perbuatan Allah SWT .ala jua. Al – Qudrah : Artinya : Kuasa qudrah Allah SWT. yang mengadakan tiap-tiap yang ada dan meniadakan tiap-tiap yang tiada bersetuju dengan iradah. Maksudnya menentukan segala mumkin ttg adanya atau tiadanya. Maka pada segala makhluk ada usaha dan ikhtiar pada zahir dan tergagah pada batin dan ikhtiar serta usaha hamba adalah tempat pergantungan taklif ( hukum ) ke atasnya dengan suruhan dan tegahan ( ada pahala dan dosa ). yang bermaksud : ” Janganlah kamu lupakan nasib ( bagian ) kamudi dalam dunia ” . a. Pada hakikatnya ialah satu sifat yang qadim lagi azali yang thabit ( tetap ) berdiri pada zat Allah SWT. Dan tertolak segala kepercayaan-kepercayaan yang membawa kepada menyekutukan Allah Ta‟ala dan perkara-perkara yang menjejaskan serta merusakkan iman. miskin dan sebagainya serta wajib pula beriktiqad manusia ada mempunyai nasib ( bagian ) di dalam dunia ini sebagaimana firman Allah SWT.Maka tiada zat yang lain . Maksudnya orang yang beriktiqad akan segala perbuatan yang dilakukan manusia itu sama ada baik atau jahat semuanya terbit atau berpunca daripada usaha dan ikhtiar manusia itu sendiri dan sedikitpun tiada bersangkut-paut dengan kuasa Allah SWT. Adalah bagi manusia itu usaha dan ikhtiar tidak boleh memberi bekas pada mengadakan atau meniadakan . Kesimpulannya ialah umat Islam mestilah 7 . umur . tetapi ada perbuatan yang di sengaja pada zahir itu yang dikatakan usaha dan ikhtiar yang tiada memberi bekas sebenarnya sengaja hamba itu daripada Allah Ta.

Dan daripada yang harus sebagaimana firman Allah Ta‟ala yang bermaksud : ” Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu perbuat itu”. Sama‟ : Artinya : Mendengar Allah Ta‟ala. bersuara . (Surah Ash. Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada . yang qadim lagi azali . tiada tuhan melainkan Aku ………”. Maka ‟ilmu Allah Ta‟ala Maha Luas meliputi tiap-tiap sesuatu diAlam yang fana‟ ini.( kata orang Nasrani ) bahwasanya Allah Ta‟ala yang ketiga daripada tiga………. tidak bersuara dan sebagainya. Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap qadim lagi azali berdiri pada zat Allah Ta‟ala . Tiada terhijab (terdinding ) seperti dengan sebab jauh . jauh atau dekat . Allah Ta‟ala Maha Mengetahui akan segala sesuatu sama ada perkara. Hakikatnya ialah sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada Zat Allah Ta‟ala. bising . 9. 11. Itu tersembunyi atau rahasia dan juga yang terang dan nyata. Yaitu dengan terang dan nyata pada tiap-tiap yang maujud sama ada yang maujud itu qadim seperti ia mendengar kalamnya atau yang ada itu harus sama ada atau telah ada atau yang akan diadakan. ( Surah Taha – Ayat 14 ) Dan daripada yang mustahil sebagaimana firman Allah Ta‟ala yang bermaksud : ” ……. Maksudnya nyata dan terang meliputi tiap-tiap sesuatu sama ada yangMaujud (ada) atau yang Ma‟adum ( tiada ). Allah Ta‟ala Maha Mendengar akan segala yang terang dan yang tersembunyi. maka ia menunjukkan atas yang wajib sebagaimana firman Allah Ta‟ala yang bermaksud : ” Aku Allah . Ilmu . iradat . Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada zat Allah Ta‟ala. Artinya : Hidup Allah Ta‟ala. zahir atau tersembunyi dan sebagainya. Menunjukkan apa yang diketahui oleh ilmu daripada yang wajib.”. Firman Allah Ta‟ala yang bermaksud : ” Dan Allah Maha Melihat akan segala yang mereka kerjakan “.. Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada ( thabit ) qadim lagi azali berdiri pada zat Allah Ta‟ala. Allah Ta‟ala wajib bersifat Maha Melihat sama ada yang dapat dilihat oleh manusia atau tidak. ( Surah An-Nisa‟a – Ayat 148 ) 12. ( Surah Ali Imran – Ayat 163 ) 13 . Sama‟ Bashar dan Kalam. Sebagaimana firman Allah Ta‟ala yang bermaksud : ” Dan ingatlah Allah sentiasa Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “. terang atau gelap . 10. Shaffaat – 8 . (Surah Al-Mai‟dah – Ayat 73). Segala sifat yang ada berdiri pada zat daripada sifat Idrak ( pendapat ) Yaitu : sifat qudrat. Hayat . Bashar : Artinya : Melihat Allah Ta‟ala .Kalam : Artinya : Berkata-kata Allah Ta‟ala. „Ilmu : Artinya : Mengetahui Allah Ta‟ala .bersungguh-sungguh untuk kemajuan di dunia dan akhirat di mana menjunjung titah perintah Allah Ta‟aladan menjauhi akan segala larangan dan tegahannyadan bermohon dan berserah kepada Allah SWT. berdiri pada zat Allah Ta‟ala.

18.Kaunuhu „Aliman : Artinya : Keadaan Allah Ta‟ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu. Menunjuk kepada khabar ( berita ) seperti kisah-kisah Firaundan lain-lain. 4. Yaitu lain daripada sifat Sama‟. Menunjuk kepada nahyu ( tegahan ) seperti tegahan mencuri dan lain-lain larangan. 3. Yaitu lain daripada sifat Bashar.Kaunuhu Bashiran : Artinya : Keadaan Allah Ta‟ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ). 9 . tiada ia maujud dan tiada ia ma‟adum . tiada ia maujud dan tiada ia ma‟adum . tiada ia maujud dan tiada ia ma‟adum . Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta‟ala. 15. 16. Yaitu lain daripada sifat Iradat. tiada ia maujud dan tiada ia ma‟adum. Yaitu lain daripada sifat ‚Ilmu. Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta‟ala. 2. Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta‟ala.Kaunuhu Hayyun : Artinya : Keadaan Allah Ta‟ala Yang Hidup. Kaunuhu Qadiran : Artinya : Keadaan Allah Ta‟ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan. 5. Yaitu lain daripada sifat Hayat. 14. Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta‟ala . Menunjuk kepada wa‟ad ( janji baik ) seperti orang yang taat dan beramal soleh akan dapat balasan syurga dan lain-lain. 17. Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta‟ala. Tetapi ia berbagai-bagai jika dipandang dari perkara yang dikatakan Yaitu : 1. Menunjuk kepada „amar ( perintah ) seperti tuntutan mendirikan solat dan lain-lain kefardhuan. tiada ia maujud dan tiada ia ma‟adum . Kalam Allah Ta‟ala itu satu sifat jua tiada berbilang. 19. Yaitu lain daripada sifat Qudrat. tiada ia maujud dan tiada ia ma‟adum . Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta‟ala.Ayat 96).Kaunuhu Sami‟an : Artinya : Keadaan Allah Ta‟ala Yang Mendengar akan tiap-tiap yang Maujud.Kaunuhu Muridan : Artinya : Keadaan Allah Ta‟ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu. Menunjuk kepada wa‟ud ( janji balasan siksa ) seperti orang yang mendurhaka kepada ibu & bapak akan dibalas dengan azab siksa yang amat berat.

Yaitu lain daripada sifat Kalam. „Adam beerti “tiada” 2. Ta‟addud beerti “berbilang-bilang” 7. F. Kaunuhu „Ajizan beerti “keadaannya yang lemah” 15. Kaunuhu A‟ma beerti “keadaannya yang buta” 20. Mumathalatuhu Lilhawadith beerti “menyerupai makhluk” 5. tiada ia maujud dan tiada ia ma‟adum .Kaunuhu Mutakalliman : Artinya : Keadaan Allah Ta‟ala Yang Berkata-kata. Samam beerti “tuli” 12. Mawt beerti “mati” 11. Bukm beerti “bisu” 14. Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta‟ala. 20 SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLAH S.W. Fana‟ beerti “binasa” 4.T Wajib atas tiap-tiap mukallaf mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi Allah yang menjadi lawan daripada dua puluh sifat yang wajib baginya. Karahah beerti “terpaksa” 9. Qiyamuhu Bighayrih beerti “berdiri dengan yang lain” 6.20. Kaunuhu Mayyitan beerti “keadaannya yang mati” 18. Kaunuhu Abkam beerti “keadaannya yang bisu” 10 . „Umy beerti “buta” 13. „Ajz beerti “lemah” 8. Kaunuhu Karihan beerti “keadaannya yang terpaksa” 16. Maka dengan sebab itulah di nyatakan di sini sifat-sifat yang mustahil satu-persatu : 1. Kaunuhu Jahilan beerti “keadaannya yang jahil/bodoh” 17. Huduth beerti “baharu” 3. Kaunuhu Asam beerti “keadaannya yang tuli” 19. Jahl beerti “jahil/bodoh” 10.

Ingatlah. Basiran Maha Melihat A‟ma Yang maha buta 7. Adapun kemuliaan didunia itu meliputi : 1. 4. Hayyan Maha Hidup Mayyitun Yang mati 5.G.” I. SIFAT WAJIB YANG MENUNJUKAN MAKNA “MAHA” adalah sebagai berkut. 5. Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan. Artinya : “ orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. rendah hati. Orang yang beriman meiliki sikap dan jiwa sosial. Aliman Maha Mengetahui Jahilun Yang maha bodoh 4. tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri. Artinya : “Allah Telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh. Muridan Maha Berkehendak Mukrahan Yang maha terpaksa 3. Hatinya tenang. Wujud Wujud berarti ada. Firman Allah dalam Alqur‟an surat Ar ra‟d ayat 28. dan mengahrgai sesama orang lain. oleh karena itu apa yang dilakukannya adalah perbuatran-perbuatan baik dan terpuji 3. No Sifat Maknawiyah Artinya Sifat Mustahil Artinya 1. Adapun sifat mustahil-Nya 11 . Orang yang berimman akan selalu mendapat bimbingan dari alahh swt. bahkan terhadapsemua makhluk ciptaan tuhan.” 2. Orang yang beriman akan selalu Melakukan amalan-amalan saleh. Dalil Naqli dan Aqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT. menyantuni fakir miskin. 1. Mutakaliman Maha Berfirman Abkama Yang maha bisu H. menyayangi anak yatim. Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. tidak goyah atau terombang ambing oleh ajakan nafsu jahat atau orang yang akan menyesatkan. HIKMAH BERIMAN KEPADA ALLAH SWT Orang – orang yang beriman kepada Allah swt dengan kesungguhan hati dengan tak ada keraguan sedikitpun dalam hatinya. Sami‟an Maha Mendengar Ashamma Yang maha tuli 6. Qadiran Maha Kuasa Ajzun Yang Maha Lemah 2. maka Allah akan memberikan kemuliaan kepada mereka baik didunia maupun diakhirat. baik hewan atau tumbuh-tumbuhan. kasih sayang terhadap sesame manusia. (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. Allah akan memasukkan orang yang berimanb kedalam surga sebagai rahmatnya dana pahala atas ketaatan serta kepatuhannya selama hidup didunia firman Allah swt dalam surat Al Maidah ayat 9.

dan dia Maha mengetahui segala sesuatu”. suatu saat akan menjadi tua dan mati. Hanya Allah SWT Sang Pencipta yang bersifat kekal. (QS. seperti manusia dengan segala perlengkapan hidupnya di dunia ini. Kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan atau penghabisan. sebagai bukti dengan adanya alam beserta isinya. planet dan bintang akan rusak atau binasa sehingga disebut baru sebab ada awal dan ada akhirnya.Al-Hadiid:3) Adanya Allah itu pasti lebih awal daripada mahluk ciptaanNya. Firman Allah SWT : ‫ش‬ ‫ش‬ ﴿ ‫﴾3» د ذح‬Artinya: “Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]. penglihatan dan hati. tidak mungkin ciptaannya lebih dahulu daripada yang menciptakan.(QS. Kepercayaan ada dan tidak adanya Allah SWT bergantung pada manusia itu sendiri yang bisa menggunakan akal sehatnya. Tentu kita bisa berfikir bahwa semua yang ada pasti ada yang menciptakan. Selain melihat alam semesta. Maka apakah kamu tidak berfikir?” (QS. Firman Allah SWT : ﴿26﴾ ‫ر س‬ ‫ش‬ ﴿27﴾ ﴿ ‫ش‬ »٢٧–٢٦﴾Artinya : Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Sifat mustahilnya adalah fana‟ artinya rusak atau binasa. Betapa tidak patutnya kita berbangga diri dengan kehebatan yang kita miliki karena segala kehebatan itu hanyalah bersifat sementara. Dan Dialah yang menghidupkn dan mematikan dan Dialah yang mengatur pertukaran malam da siang. Allah SWT bukan mahluk melainkan Khalik (Maha Pencipta). Da Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpun. tumbuhan. binatang. kita juga dapat melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya. Allah SWT mempunyai sifat terdahulu karena tidak ada yang mendahului. Jika kita perhatikan. Manusia betapapun gagah perkasa dirinya. Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan hasil ciptaan12 . Seandainya keberadaan Allah didahului oleh mahluk-Nya.Al Muminun :78-80) 2. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. maka semua ciptaan Allah ini akan hancur berantakan. Terkait dengan hal ini Allah SWT berfirman : ‫ز‬ ‫س‬ ‫ذ‬ ‫ش‬ ﴿78﴾ ‫ز‬ ‫رس‬ ‫س‬ ‫ش‬ ﴿79﴾ ‫ز‬ ‫س‬ ﴿80﴾ ﴿ ‫ؤ‬ »٧٨–٨٠﴾ Artinya : “Dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran.Ar Rahman :26-27) 4. Demikian halnya dengan tumbuhan yang semula tumbuh subur maka lama kelamaan akan layu dan mati. Hal ini tentu mustahil bagi Allah karena Allah Maha pencipta. Mukhalafatu lil Hawadisi Mukhalafatu lil Hawadisi berarti berbeda dengan semua yang baru (mahluk). maka dari mana alam semesta itu berasal? Siapakah Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Agung itu? Dialah Allah SWT yang Maha Suci dan Maha Tinggi. yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa ( Allah SWT). Sungguh betapa hina dan lemahnya kita berbangga diri di hadapan Allah SWT. termasuk diri kita. 3. Sifat mustahil-Nya adalah Hudus yang artinya baru. Baqa Baqa‟ berarti kekal. Allah SWT tidak berpermulaan sebab sesuatu yang berpermulaan itu adalah baru dan sesuatu yang baru itu namanya mahluk (yang diciptakan). Sifat mustahilnya adalah mumasalatu lil hawadisi artinya serupa dengan semua yang baru(mahluk). Qidam Qidam berarti terdahulu. wajah elok nan rupawan. Dialah yang mengadakan segala sesuatu di alam ini. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Semua mahluk yang ada di alam semesta seperti manusia.adalah adam yang berarti tidak ada. Oleh karena itu Allah SWT wajib bersifat qidam.

Maksudnya. Wahdaniyah Wahdaniyah berarti esa atau tunggal. sebagai manusia kita juga harus memiliki sifat mandiri supaa tidak bergantung pada orang lain.. Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya. dia tidak beranak dan 13 . Sifat mustahilnya adalah ihtiyaju lighairihi. sifat-Nya. ada tulang.. Firman Allah SWT : . daging. kalau terjadi demikian pasti alam semesta tidak akan terwujud. artinya membutuhkan bantuan yang lain. Firman Allah SWT : ﴿ ‫ى‬ ‫﴾٢» ش‬ Artinya : “Allah tidak ada Tuhan selain Dia.. ‫ش‬ ﴿ ‫﴾١١» ىش‬ Artinya :”. seperti wujudnya manusia. Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa. Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu.Nya. Akan tetapi. kulit dan seterusnya.”(QS Asyura‟: 11) Senada dengan ayat tersebut Allah SWT juga berfirman dalam ayat yang lain yang berbunyi : ‫﴾٤» ص خ أ ﴿ حذ‬ Artinya : “. bahkan robot yang paling canggih dan mirip manusia sekalipun tidak akan sama dengan manusia yang membuatnya. sedangkan Allah SWT adalah Maha Pencipta... Tidak satupun dari mahluk-Nya yang menyerupai-Nya. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada_Nya segala sesuatu . Allah SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun. Dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS Al Ikhlas :4) Dari dua ayat di atas dapat diambil pelajaran bahwa yang dimaksud dengan tidak setara itu adalah tentang keagungan. Seandainya lebih dari satu pasti terjadi saling bersaing dalam menentukan segala sesuatunya. Coba kita perhatikan tukang jahit hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama dengan baju yang dibuat orang lain. Sifat mustahil-Nya adalah ta‟adud artinya berbilang atau lebih dari satu. Begitu juga dengan tukang pembuat sepatu tidak mungkin sama dengan sepatu yang dibuatnya. Mereka pasti saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya karena mereka mahluk (yang diciptakan)... 5.. Yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Berbeda dengan mahluk..” (QS Ali Imran:2) Sadarlah ternyata kita ini mahluk yang sangat lemah karena tidak mampu hidup tanpa bantuan orang lain. malas dan sombong. Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu.. manusia hidup di dunia ini tidak bisa hidup sendirisendiri. Contohnya. baik esa zat-Nya. Allah SWT mustahil (tidak mungkin) lebih dari satu. Dialah Tuhan Yang Maha Esa ....Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia(Allah). keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan.... Tidak sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Berbeda sekali dengan manusia. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini : ‫ذ ﴾1﴿ حذ‬ ﴿2﴾ ‫ذ‬ ‫﴾3﴿ ذ‬ ‫﴾ 4 ﴿ حذ‬Artinya :”Katakanlah (Muhammad )... maupun perbuata-Nya.. Allah SWT berbuat karena kehendakNya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang... mahluk diciptakan dari berbagai unsur. 6. seperti marah. Qiyamuhu Binafsihi Qiyamuhu Binafsihi berarti Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain. kebesaran. kekuasaan dan ketinggian sifatNya.

sedangkan Allah SWT memiliki kehendak yang tidak terbatas. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta. yaiut dengan membaca syahadat tauhid yang berbunyi : “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Bagi Allah SWT. artinya terpaksa.. Jika Allah SWT bersifat karahah (terpaksa) pasti alam jagat raya yang kita tempai ini tidak terwujud sebab karahah itu adalah sifat kekurangan. Sifat mustahilnya adalah „ajzu.tidak diperanakkan. Allah SWT berfirman : ‫سد ر ش‬ ﴿ ‫ ﴾٢٧» س‬Artinya : “Sesungguhnya perintah-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:”Jadilah”maka terjadilah”. baik terhadap zat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. dan berinovasi. tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi. Berbeda dengan kehendak atau kemauan manusia.. Qudrat Qudrat berarti kuasa.” 7. kekuasaan Presiden RI. bergantung pada pengakuan tentang ke-Esa-an Allah SWT. Oleh karena itu. Allah SWT tetap bersifat kudrat (kuasa) dan mustahil bersifat „ajzu (lemah). keinginan. maka tidak ada satu pun yang dapat menghalangin-Nya. apa yang dirahasiakan didalam hati manusia sekali pun. Yasin : 82) Sebagai manusia kita harus mempunyai kemauan. ‫﴾٠٢» ﴿ ش ذ ش‬ Artinya : “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu”. Hal ini menunjukan bahwa manusia memiliki keterbatasan. berkreasi. Sifat mustahilnya adalah Jahlun yang artinya bodoh. sedangkan Allah SWT. 8. jika sudah berkehendak melakukan atau melakukan sesuatu. tidak sedikit manusia mempunyai keinginan. Apabila manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. begitu juga setiap setiap Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi. Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna. 9. Iradat Iradat berarti berkehendak. artinya lemah. Kekuasaan Allah SWT. Firman Allah SWT : . Dengan demikian. Allah SWT. Seseorang dianggap muslim atau tidak . Bahkan. Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas kehendakNya sendiri. dibatasi oleh undang-undang dan batas kekuasaannya hanya untuk negara Indonesia. baik yang tampak maupun yang gaib. (QS. Dengan demikian. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara bersaksi terhadap Allah SWT. atas segala sesuatu itu mutlak. tetapi keinginan itu kandas di tengah jalan. Wajib bersifat iradah (berkehendak) mustahil bersifat karahah (terpaksa). dan cita-cita yang bertujuan membangun hari esok yang lebih baik karena kita hidup di muka bumi ini hanya bersifat sementara. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi. artinya ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT tidak mungkin bersifat lemah.. tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari siapa pun Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti terjadi. wajib bersifat kesempurnaan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Adapun sifat mustahilnya adalah karahah. Contohnya. 14 . (QS. apapun yang kita cita-citakan dengan tujuan mengharap rida Allah SWT. Oleh karena itu.Al Baqarah:20) Sungguh idak patut manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki karena sebesar apapun Allah SWT. kita sebagai hamba Allah yang hidup di muka bumi harus berkarya. Untuk menguatkan keyakinan kita. Pasti lebih kuasa. Ilmu Ilmu berarti mengetahui. Bukti kesempurnaan ilmu Allah SWT.” (QS Al Ikhlas :1-4) Meyakini ke-Esa-an Allah SWT merupakan hal yang paling prinsip. Pasti keinginan itu tidak terwujud.

sebagai hamba Allah SWT. Sifat mustahilnya adalah mautun yang artinya mati. 12. Oleh karena itu. Karena Allah SWT pasti mendengar segala perkataan m. Allah SWT hidup selama-lamanya. Pendengaran Allah SWT berbeda dengan pendengaran mahluk –Nya karena tidak terhalang oleh suatu apapun. Sadarkah kita bahwa ilmu tersebut hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan Allah SWT kepada kita ?.. manusia ada yang menghidupkan.ibarat air laut menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Allah SWT.. minuman. Kita sadar bahwa sebanyak apapun ilmu yang telah kita ketahui. Hayat Hayat berarti hidup. tidak mengalami kematian bahkan mengantuk pun tidak. bersikap.” (QS Al Hujurat:16).Allah SWT mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. seperti suara bisikan hati dan jiwa manusia. Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini.. Seandainya Allah SWT itu buta pasti alam semesta ini tidak akan ada karena Allah SWT tidak dapat melihat apa yang diciptakanNya.. Allah SWT wajib bersifat kesempurnaan. Sifat mustahil-Nya adalah „umyun.. 10. penglihatan Allah bersifat mutlak. tampak atau tidak tampak.. ﴿ ‫ش‬ »225﴾ Artinya:”Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. dan sebagainya. Allah SWT mustahil bersifat tuli (tidak mendengar) sebab sekiranya Allah SWT tidak mendengar pasti segala permohonan dan pernyataa syukur hamba-Nya tidak akan diterima-Nya. Selain itu penghiaan orang kafir. seharusnya terdorong untuk terus menimba ilmu. Firman Allah SWT : . Sifat mustahilnya adalah summun artinya tuli (tidak mendengar). orang musrik. Yidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun suara itu lemah dan pelan.(QS Al Maidah :76) Sebagai seorang muslim seharusnya kita senantiasa bertingkah laku. Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini . ‫س‬ ﴿ ‫ ﴾٦١» س‬Artinya :”. Sama‟ Sama‟ berarti mendengar . . berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya. Contohnya.. dan lain sebagainya tidak dihiraukan-Nya. Kelak di akhirat seluruh amalan tersebut akan kita pertanggungjawabkan. hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan karena gerak gerik kita akan di awasi dicatat Allah SWT.. tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun mendatangkan tambahan air yang banyak seperti semula.. Oleh karena itu. Akan tetapi. Firman Allah SWT sebagai berikut. baik terucap maupun di dalam hati..anusia. Firman Allah SWT : ‫ز‬ ‫س‬ . (QS Al Baqarah: 255) Allah SWT selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. ‫﴾٥٦٢ » ش﴿ ش‬Artinya 15 . tidak mengantuk dan tidak tidur”. Basar Basar berarti melihat. masih lebih banyak lagi ilmu yang belum kita ketahui. artinya tidak dibatasi oleh jarak( jauh atau dekat) dan tidak dapat dihalangi oleh dinding (tipis atau tebal). tidur. 11. pasti semuanya terlihat oleh Allah SWT. istirahat. Hidupnya Allah tidak ada yang menhidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna. Oleh karena itu Allah SWT tetap bersifat sama‟ mustahil bersifat summun .. kecil maupun besar. Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini. artinya buta. sedangkan pendengaran mahluk-Nya dibatasi ruang dan waktu.. dan berbicara dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik lagi bermanfaat. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Kita juga takjub akan indahnya karya dan canggihnya tekhnologi yang diciptakan manusia. ﴿ ‫ ﴾٦٧» ذ‬Artinya :”Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. orang munafiq. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al Maidah berikut.. Selain itu. mereka juga mmebutuhkan makanan..

Padahal kenyataannya semua itu tidak mungkin terjadi. Selain itu. Firman Allah SWT dalam surah An Nisa‟ : 164. berbuat baiklah supaya kita tidak perlu cemas jika Kita harus mempertanggung jawabkannya kelak di akhirat.:”.Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas. Allah SWT bersifat kalam artinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya.”(al-Baqarah: 265) Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat. ‫س‬ ﴿ ‫ ﴾٤٦١»أ س‬artinya :”. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT. 13. Mungkin kita bisa berbohong kepada manusia. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena Allah SWT tidak berorgan (panca indra). 16 ..(QS AnNisa‟ :164) Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri mengucapkan kalimatkalimat tayyibah.Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan. artinya bisu. Apabila kita menerima nikmat... maka segeralah membaca istighfar.. Seandainya Allah SWT bersifat bisu mana mungkin para utusan-Nya bisa mengerti maksud wahyu yang diturunkan kepada tersebut. artinya kata-kata yang mulia. Sifat mustahi-Nya adalah bukmun. Oleh karena itu .. Allah SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. atau teman. guru.. seperti orang tua.. seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia.. maka segeralah mengucapkan hamdalah.... seperti ketika kita berbuat salah. Allah SWT mustahil bersifat bisu. baik dalam bentuk perintah maupun larangan.... kita juga harus membiasakan diri bertutur kata yang lemah lembut dan sopan santun dengan sesama manusia. Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa al qur‟an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. Kalam Kalam berarti berfirman atau berbicara.

Tuhan yang menciptakan alam semesta dan yang mengaturnya. merealisasikan ibadah kepada allah dengan mengerjakan apa yang diperintahkannya dan menjauhi larangannya. serta mengagungkannya sesuai namanya yang indah dan sifat-sifatnya yang maha tinggi. kita harus menyempurnakan kecintaan terhadap allah. KESIMPULAN Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa adanya alam semesta ini merupakan bukti bahwa Allah SWT. SARAN dengan kita mempelajari iman kepada allah. Tidak ada Tuhan selain Allah SWT yang wajib disembah. hendaknya kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt sebagai bentuk pertanggungjawaban kita sebagi hambanya. 17 . Tuhan Yang Maha Kuasa. B.BAB III PENUTUP A.

blogspot.com/2011/05/2-iman-kepada-allah3.com/2011/10/iman-kepada-allah.com/2011/11/materi-pancasila.GOOGLE.files.blogspot.html http://referensiagama.ID 18 .DAFTAR PUSTAKA http://terunesolah.wordpress.html http://motivasinet.pdf WWW.CO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful