PERUBAHAN PSIKOLOGIS (STRES, GAGGUAN EMOSI, TAKUT, CEMAS, Dan DEPRESI) BAGI PEREMPUAN PADA MASA MENOPAUSE

DAN CARA MENGATASINYA

===============================================
OLEH : Dr. Hj. RACHMA HASIBUAN, M.Kes *) Dr. HADI ISMONO, dr, M.Kes *) PENDAHULUAN

Kehidupan pada dasarnya merupakan suatu proses perubahan yang kontinyu atau serangkaian perkembangan yang kontinyu dari lahir sampai mati. Jadi perkembangan akan dialami oleh setiap individu. Setiap perkembangan mengandung pengertian adanya suatu proses menuju pada suatu kemasakan dan kematangan yang meliputi aspek jasmaniah, rohaniah dan sosialnya. Bila seorang individu telah mencapai periode kemasakan, baik aspek fisik, psikis maupun sosial, yang umumnya dapat dicapai pada usia remaja - dewasa, maka periode berikutnya adalah tahap kemantapan dan untuk selanjutnya adalah peiode penurunan. Menjadi tua adalah suatu proses yang merupakan bagian dari kehidupan seseorang, dan sudah terjadi sejak konsepsi dalam kandungan yang berlangsung terus sepanjang kehidupan. Usia lanjut mengandung pengertian adanya perubahan yang progresif pada organisme yang telah mencapai kemasakan, perubahan ini bersifat umum dan irreversible (tidak dapat kembali). Sudah merupakan hukum alam (sunnatullah), bahwa dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan diri dari peristiwa-peristiwa kehidupan yang menekan atau yang dikenal dengan stressor - crises. Krisis yang dialami manusia secara garis besar, dibedakan menjadi macro stressor dan krisis perkembangan (development crises). Macro stressor adalah peristiwa-peristiwa “besar dan berat” yang dialami seseorang dan berdampak sangat menekan, seperti kematian orang yang dicintai, mengalami bencana alam, kehilangan pekerjaan dsb. Krisis perkembangan adalah peristiwa “menekan” yang pada dasarnya akan dialami oleh semua manusia, sebagai ….

*) Kaprodi PG-PAUD FIP Unesa, Dosen MataKuliah Antropobiologi di PG-PAUD **) Dosen (DLB) PG-PAUD, dokter RS Bayangkara, Polda Jawa Timur

resiko dari perkembangan manusia. juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis. yaitu ketika individu telah mampu menyesuaikan dengan kondisinya. Yang jadi pertanyaan apakah semua perempuan pada masa menopause akan mengalami gangguan fisik. sedang menopause terjadi karena ovarium tidak menghasilkan atau tidak memproduksi hormon estrogen. karena akan banyak gangguangangguan psikologis yang akan dialaminya. adalah periode sesudah pasca menopause. menstruasi. 2. Sejalan dengan proses ketuaan yang pasti dialami setiap orang. Biasanya periode ini disebut juga dengan pramenopause. terjadi pula kemunduran fungsi organ-organ tubuh termasuk salah satu organ reproduksi perempuan. Menopause merupakan suatu gejala dalam kehidupan perempuan yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi. Ada tiga periode menopause.Apakah ada . Menopause seperti halnya menarche dan kehamilan dianggap sebagai peristiwa yang sangat berarti bagi kehidupan perempuan. Menopause. seksual. Menopause adalah fase alami dalam kehidupan setiap perempuan yang menandai berakhirnya masa subur. munculnya gejala atau gangguan fisik sebagai akibat dari berhentinya produksi hormon estrogen. adalah saat haid terakhir. Menarche pada remaja perempuan. dan ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya menopause. yaitu ovarium. yaitu: 1. Bagaimanakah gejala. Terganggunya fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya produksi hormon estrogen. seperti krisis identitas pada remaja.gejala yang muncul ?. Klimakterium. dan ini akan menimbulkan beberapa penurunan atau gangguan pada aspek fisik-biologis – seksual. menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur. Pada sebagian perempuan. Senium. 3. sosial dan gangguan psikologis ?. menunjukkan mulai diproduksinya hormon estrogen. yaitu merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium. dan sosialnya Penurunan kadar estrogen. sehingga tidak mengalami gangguan fisik Ketiga hal tersebut diatas pasti akan dialami oleh semua perempuan dan bahkan hal tersebut dianggap sangat menakutkan bagi perempuan. dan bila sesudah manopause disebut pasca menopause. pensiun dari pekerjaan nya dan menopause pada perempuan.

pasrah. Bagaimana cara mempersiapkan dan mengatasinya sehingga menopause dapat dilalui perempuan dengan penuh semangat dan bergairah. dan tawakal. relaks. pernafasan. tetapi secara biologis menopause berarti berhentinya menstruasi. maka perempuan mengalami perubahan atau penurunan berfungsinya aspek fisiologis yang meliputi sistem-sistem panca indera. menjelaskan definisi menopause bukan hanya dari segi fisik yaitu berhentinya menstruasi. pausa. PENGERTIAN Pengertian menopause. Pada umumnya perempuan akan mengalami menopause antara usia 40 –55 tahun. hilangnya menopause diartikan sebagai berhentinya secara definitif menstruasi Pakasi (1996). tetapi dari segi usia yaitu dimulai pada akhir masa menopause dan berakhir pada awal lanjut usia (senium) yaitu sekitar 40 . dan suatu fase membawa dari kehidupan perempuan yang ditandai dengan berhentinya menstruasi. ASPEK FISIOLOGIS MENOPAUSE Bersamaan dengan bertambahnya usia. Masa menopause ditandai dengan masa transisi kira-kira lima tahun dari berhentinya fungsi reproduksi. sehingga dapat diperoleh pengertian mengenai periode menopause secara obyektif. “pause. lokomosi. Berdasarkan produksi sel uraian diatas. Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa aspek dari menopase.perempuan yang mengalami menopause tanpa mengalami berbagai keluhan baik fisik. pertahanan tubuh dan sistem syaraf. pembuluh darah. penuh penerimaan. pausis. psikologis dan sosial ? Bagaimana caranya agar perempuan dapat melalui menopause dengan alamiah. Menurut Kartono (1992). bahwa “men” berarti bulan. berhentinya perubahan dan kemunduran baik secara fisik maupun psikis. walaupun ada beberapa perkecualian. pencernakan. dapat disimpulkan menopause adalah telur. paudo” berarti periode atau tanda berhenti. Perubahan-perubahan ini dialami manusia secara bertahap. urogenitalitas. hilangnya kemampuan melahirkan anak. Periode ini disebut sebagai periode klimakterium yang menggambarkan hilangnya kemampuan untuk reproduksi .65 tahun.

Hipofisis ini memproduksi sejumlah besar hormon. Setiap bayi perempuan yang baru lahir dilengkapi dengan berjuta-juta telur yang belum matang didalam rahim. kejadian ini tidak akan sama pada . dan telur ini akan masak beberapa saat setelah haid pertama. demikian seterusnya sampai satu atau dua tahun sebelum menopause. Indung telur selain menyimpan telur-telur yang belum matang juga memproduksi dua hormon yaitu hormon estrogen dan progesteron. akhir haid juga bervariasi antara perempuan yang satu dengan perempuan yang lainnya.(menurunkan). Bersamaan dengan bertambahnya usia seorang perempuan. hipotalamus dapat memerintah hormon untuk berhenti sementara waktu. sisa-sisa folikel sel telur yang berada di indung telur akan menghilang. Menjelang menopause persediaan telur akan habis dan ini akan merupakan salah satu faktor pencetus menopause. Pengendalian ini dapat menghentikan sistem hormon jika tiba-tiba seseorang mengalami stres atau mengalami kejutan. yaitu masa yang ditandai dengan berkurang dan menurunnya vitalitas manusia. Proses ini berlangsung tiga sampai lima tahun yang disebut masa klimakterik atau perimenapouse. salah satunya adalah hormon yang membuat seorang manusia menjadi tumbuh dan berkembang. Disebut menopause jika seseorang tidak lagi menstruasi selama satu tahun. Sedangkan hipofisis adalah suatu kelenjar yang memang hanya memproduksi hormon. selain itu hipofisis juga mengendalikan indung telur atau ovarium. Umumnya terjadi pada usia 50-an tahun. Dengan berhentinya menstruasi berarti proses ovulasi atau pembuahan sel telur juga berhenti. Hal inilah yang menyebabkan bila seseorang sedang mengalami stres siklus haidnya mundur. Sebagaimana awal haid. Hipotalamus sering dianggap sebagai otak emosional atau sebagai otak konduktor sistem endoktrin. Periode ini dianggap sebagai masa transisi atau peralihan ke masa tua. seperti misalnya suatu kecelakaan atau kematian keluarga terdekat. Matangnya telur-telur sejak masa pubertas sampai menopause diatur oleh suatu jaringan pengendali hormon yang disebut hipotalamus dan hipofisis. Menopause merupakan tahap akhir proses biologi yang dialami perempuan berupa penurunan produksi hormon seks perempuan yaitu estrogen dan progesteron pada indung telur. perantara kimiawi yang berkeliling dari suatu tempat ketempat lainnya dalam tubuh memberitahukan bagian-bagian lain untuk menjalankan semacam tugas.

Mengenai terjadinya menopause ini Sheldon. payudara menjadi lembik. paha. pertumbuhan payudara. hot . Namun bukan berarti perempuan yang mengalami menopause harus menghindari hubungan seksual. Jadi menurun bahkan berhentinya estrogen akan mengakibatkan dinding liang rahim menjadi kering dan kaku. Disamping itu. Dan hal ini lah yang ditakuti perempuan bahkan bila tidak ada kesiapan mental akan mengakibatkan depresi. penurunan drastis kadar hormon estrogen dan progresteron akan diikuti berbagai perubahan fisik seperti kulit mengendur. antara lain: mempersiapkan rahim menerima janin. dan perasaan keperempuanannya juga berubah. memperhalus kulit. Berhentinya haid sebenarnya adalah ketuaan indung telur itu sendiri sehingga kurang bereaksi terhadap hormon estrogen. Elastisitas jaringan genital ini dapat dikembalikan dengan memberikan hormon pengganti estrogen. kulit berkeriput dan rambut menjadi kering dan berkeriput. Ada sebagian perempuan. hormon estrogen berpengaruh pada perkembangan seksual tubuh perempuan. timbul kantung dibawah mata. Salah satu fungsi dari hormon estrogen adalah bertanggung jawab atas sebagian besar karateristik perempuan. Dalam kehidupan perempuan. Juga menjaga perkembangan alat kelamin. Rangkaian peristiwa dalam tahap perubahan ini diawali dengan berkurangnya kepekaan folikel sel telur terhadap rangsangan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofise. melebutkan suara dan menghambat tumbuhnya kumis dan rambut di sekitar wajah. sehingga menurunnya hormon estrogen mengakibatkan hilangnya jaringan di vagina yang berarti terjadi pengerutan. dan pantat. Keadaan ini menyebabkan hubungan kelamin menjadi sakit. jantung berdebar-debar. namun makin lama haid menjadi jarang dan akhirnya akan berhenti. walaupun haid sudah berhenti indung telur masih tetap memproduksi estrogen. menyebutkan bahwa mula-mula estrogen hanya menghalangi ovulasi atau pelepasan telur tetapi menstruasi masih tetap berlangsung. atau yang memberikan ciri khas pada perempuan. dengan berhentinya haid bukan berarti sudah tidak ada estrogen sama sekali. yang mengeluh setelah menopause gairah seksual menurun. inkontinensia (gangguan kontrol berkemih) pada waktu beraktivitas. penimbunan jaringan lemak di bawah kulit seperti di pinggul. Meskipun demikian.setiap perempuan dan akan terjadi diantara usia 45 – 55 tahun itupun tidak terjadi secara mendadak tetapi akan berlangsung secara bertahap yaitu dari masa aktif menjadi tidak aktif lagi ketika perempuan mulai memasuki usia menopause.

. sulit tidur. nyeri pada tulang dan otot. mudah lupa. Semua gejala tersebut sebenarnya tergantung pada kadar hormon estrogen yang ada pada diri seseorang. sakit kepala.flushes (peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba). rasa semutan pada tangan dan kaki. sehingga bisa berlangsung sebentar dan bisa pula menetap pada seseorang. Dalam jangka panjang rendahnya kadar hormon estrogen setelah menopause akan menimbulkan ancaman osteoporosis (pengeroposan tulang) yang membuat mudah patah tulang serta peningkatan resiko gangguan kardiovaskuler.

menginterpretasi. ketakutan. Tetapi apakah semua perempuan akan mengalami gangguan psikologis dalam menghadapi menopause ? Kenyataannya tidak semua perempuan tengah baya mengalami kecemasan. cemas. sulit konsentrasi. kemungkinan stres yang dialami tidak seberat dibanding perempuan yang mempersepsikan menopause itu sebagai “momok” atau “kiamat”. pada dasarnya gangguan emosi (takut. Mengapa demikian? Berat ringannya stres yang dialami perempuan dalam menghadapi dan mengatasi menopause sangat dipengaruhi oleh bagaimana penilaiannya terhadap menopause dan kesiapan mental nya. Jadi ada juga perempuan yang tidak merasakan adanya gangguan pada kondisi psikisnya. atau mempersepsikan peristiwa yang dialaminya. lekas marah. Pada perempuan yang mengalami menopause keluhan yang sering dirasakan antara lain: merasa cemas. takut. gugup. gelisah tetapi ada juga yang biasa. mudah tersinggung. Bila perempuan memandang menopause sebagai hal yang “mengerikan” maka iapun akan menghadapi menopause dengan penuh kecemasan.ASPEK PSIKOLOGIS MENOPAUSE Pada perempuan yang menghadapi periode menopause. Menopause seperti halnya menarche pada gadis remaja (awal dari masaknya hormom estrogen). Bagi perempuan yang menilai atau menganggap menopause itu sebagai peristiwa yang menakutkan (stressor) dan berusaha untuk menghindarinya. Menurut pendekatan kognitif. merasa tidak berguna . Jadi. Atau. stres bahkan depresi. . stres dan bahkan ada yang mengalami depresi. maka stress pun sulit dihindari. munculnya simtom-simtom psikologis sangat dipengaruhi oleh adanya perubahan pada aspek fisik-fisiologis sebagai akibat dari berkurang dan berhentinya produksi hormon estrogen. maka ia tidak akan mengalami stres. dalam ilmu psikologi. Sebaliknya bagi perempuan yang menganggap menopause sebagai suatu ketentuan yang akan dihadapi semua perempuan. Ia akan merasa sangat menderita karena kehilangan tanda-tanda keperempuanan yang selama ini dibanggakannya. sangat ditentukan oleh bagaimana individu menilai. remaja ada yang cemas.tidak berharga. stres) yang dialami manusia. bagaimana individu mempersepsikan atau menilai menopause akan berpengaruh pada kondisi emosi-psikologisnya. ketakutan bahkan depresi saat menghadapi menopause.

begitu diyakini sehingga menggiring perempuan untuk mengalami perasaan-perasaan negatif saat mengalami menopause. Disamping itu dengan menurun bahkan berhentinya hormon estrogen akan berpengaruh pada hilangnya tanda-tanda kecantikan yang selama ini merupakan ciri khas perempuan yang dibanggakan. Kecemasan perempuan masa menopause menjadi bertambah karena dia khawatir kalau suaminya mencari pasangan lagi yang lebih muda dan menggairahkan.MITOS-MITOS TENTANG MENOPAUSE Pada umumnya. Perempuan yang mengalami menopause otomatis berpredikat “menjadi tua” atau “waktunya sudah lewat”. Perasaan negatif yang sering menyertai adalah tidak cantik lagi. pada individu – masyarakat tentang menopause. cemas. dsb. Kebanyakan mitos atau kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat tentang menopause. tidak dibutuhkan. Bagi perempuan yang sangat mengagungagungkan kecantikan. pandangan dan penilaian perempuan tentang menopause banyak dipengaruhi mitos atau keyakinan yang belum tentu benar. Keyakinan ini membuat perempuan merasa dirinya sudah tidak menarik lagi dan sudah tidak keibuan lagi. Dengan berhentinya menstruasi. Mitos atau keyakinan yang tidak rasional tentang menopause tersebut antara lain bahwa : 1. berarti tidak lagi mampu mengemban tugas/peran sebagai penerus generasi. takut membayangkan munculnya keriput-keriput pada kulitnya dan tanda-tanda lainnya. maka hilangnya tanda-tanda kecantikan merupakan sesuatu yang sangat ditakutkan. yang meyakini bahwa penampilan atau kecantikan adalah hal yang sangat penting untuk kesuksesan pergaulan di masyarakat ataupun di dunia pekerjaan. berarti perempuan tidak lagi mampu melahirkan anak. . tidak berharga.

Sebagian besar perempuan mengalami menopause. Mereka sibuk dengan kegiatannya. karena jaringan genitalnya berkurang elasitisitasnya. . kebanyakan suami disibukkan dengan urusan pekerjaan sehingga waktu untuk istri berkurang. Perempuan yang mengalami menopause. sehingga tidak lagi “merusuhi” ibunya bahkan ada kesan anak tidak lagi “membutuhkan” ibunya. Iapun tidak dapat menikmati hubungan intim dengan suaminya.2. Sebagian besar anak-anaknyapun sudah menginjak usia remaja-dewasa awal. akan menimbulkan perasaan bahwa dirinya sudah tidak berharga dan tidak dibutuhkan lagi. Perasaan bahwa dirinya tidak dibutuhkan dan tidak dihargai lagi. Kondisi ini akan memicu munculnya problem suami-istri yang lebih komplek. kehilangan daya tarik seksualnya dan menurun aktivitas seksualnya. tidak bisa memberi kepuasan seksual bagi suaminya. ini akan menurunkan bahkan menghentikannya keinginannya untuk melakukan aktivitas. Bagi perempuan yang selama ini mengabdikan total pada keluarga berkurangnya kerepotan mengurus suami dan anak. Dalam kondisi ini. Menopause dikaitkan dengan “lengsernya” peran sebagai istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya. Ada beberapa perempuan yang beranggapan sesudah menopause. Keyakinan ini menggiring perempuan untuk mengurangi atau menghindari aktivitas seksual. Bahkan ada anggapan perempuan yang sudah menopause seyogyanya tidak melakukan hubungan seksual karena akan mengakibatkan munculnya penyakit. hampir bersamaan waktunya dengan pencapaian karir puncak suaminya dalam pekerjaannya. Iapun akan makin mengisolir dan menyingkir dari aktivitas sosial dan kemasyarakatan. 3. yang akan berpengaruh pada berkurangnya keharmonisan hubungan suami istri. Hal inilah yang membuat perempuan/ibu/istri merasa sudah tidak dibutuhkan oleh anak-anaknya dan sudah tidak menarik/tidak cantik bagi suaminya.

yang berakibat pada sensitif terhadap emosi. Tetapi tidak berarti semua perempuan pada masa ini mengalami gangguan emosi.4. Cemas. 3. maka iapun akan menghadapinya dengan penuh penerimaan dan keikhlasan sehingga berbagai gangguan fisiologis yang dialaminya tidak berdampak pada gangguan psikologis. Depresi. cinta dan depresi • Macam emosi akibat dari perubahan psikis perempuan dalam menghadapi menopause 1. 2. yaitu munculnya gejala rasa takut. gugup. karena sebenarnya bagaimana individu menanggapi suatu peristiwa itu sangat ditentukan oleh faktor kepribadiannya khususnya bagaimana ia mengintrepetasi atau menilai peristiwa tersebut. mudah tersinggung. stres dan depresi. bagaimana pencegahan dan pengatasan menopause sangat diperlukan bagi perempuan yang berusia di atas 40 . Dari apa yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa ada perempuan yang mengalami gangguan emosi – psikologi saat menghadapi dan mengalami menopause. Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa semua emosi negatif yang muncul itu sangat dipengaruhi oleh penilaian negatif atas menopause. tegang. orang bergerak meninggalkan sumber frustasi. marah. sedih . • PERUBAHAN PSIKIS YANG MUNCUL Pada perempuan pramenoupose muncul kekawatiran. Mitos lainnya yaitu bahwa periode menopause sama dengan periode goncangan jiwa. Marah. Bila menopause dipandang sebagai hal yang alamiah/sunnatullah bahkan disyukuri atas kenikmatan yang diberikan Allah. orang bergerak menentang sumber frustasi. yaitu : takut.50 tahun. yang disebabkan oleh perubahan fisik dan hormonalnya. Disamping itu perempuan yang sangat mencemaskan menopause besar kemungkinannya karena ia kurang mempunyai informasi yang benar mengenai seluk beluk menopause. Atas dasar arah aktifitasnya emosi dibagi menjadi empat macam. orang menghentikan respon-respon terbukanya dan mengalihkan emosi kedalam dirinya sendiri. lekas marah. BAGAIMANA CARA MENGATASINYA? .

mineral dan serat dalam makanan itu akan membantu pencernaan dan metabolisme tubuh. pengiriman oksigen ke otakpun meningkat.♦ Berbagai keluhan fisik pada perempuan yang mengalami menopause. biji-bijian. Hidup tanpa sesuatu yang menyenangkan rasanya hambar. dan memperbaiki suasana hati. Vitamin. apapun peristiwa yang dialami (termasuk menopause) ♦ Terlibat dalam aktivitas-aktivitas keagamaan-sosial. Makanlah makanan yang rendah lemak. Jarang berolahraga menyebabkan peredaran darah kurang lancar. mengatur berat badan. ♦ Tetaplah berkarya dan usahakan dapat memberikan manfaat bagi orang lain. dengan olah raga produksi endorphine dalam otak meningkat. darah tinggi. Olahraga teratur akan menyehatkan jantung dan tulang. kegemukan. Upaya ini dapat meningkatkan perasaan bahwa diri kita masih mampu memberi manfaat bagi orang lain ♦ Berpikirlah bahwa menopause itu sesuatu yang wajar. ♦ Makanan yang baik. Disamping itu juga bisa menngkonsumsi vitamin yang fungsinya memperlambat proses penuaan. masa tulang cepat berkurang. Pemberian obat ini digunakan untuk memulihkan sel-sel yang mengalami kemunduran. otot lemah. Hal ini menyebabkan rentan terhadap gangguan kardiovaskuler. Banyak peluang atau usaha yang dapat dijalani. Untuk pengatasan ini perlu konsultasi dengan dokter yang berwewenang. dan mereka tidak merasa terganggu. Jutaan perempuan telah mengalami. napas pendek. Disamping itu berpikirlah secara positif. kondisi ini dapat memelihara keceriaan dan kegembiraan. buah. diabetes. dengan memberikan apa yang di miliki baik itu pengetahuan atau ketrampilan pada orang lain. datangnya menopause tidak perlu dipandang sebagai penderitaan. Bahkan sampai sekarang perempuan di desa tidak pernah merasa ada gangguan saat menopause. maka terlibat lah dengan aktivitas yang merupakan hobi dapat mengusir kebosanan dan mengatasi ketegangan-ketegangan dalam hidup termasuk krisis pada menopause. nyeri tulang. Banyak makan sayuran. sehingga ketegangan otot dan berbagai gangguan fisik pun sirna. menyegarkan tubuh. Keterlibatan dalam berbagai . yang dapat memberi pekerjaan bagi orang lain. dapat diatasi dengan pemberian obat yang bersifat mengganti hormon estrogen. ♦ Olah raga yang sesuai dengan usia tengah baya. ♦ Melakukan hobi. akan dapat mengurangi perasaan-perasaan negatif yang mungkin muncul. osteoporosis dan depresi.

Lebih baik bila keterbukaan ini juga ditumbuhkan dalam keluarga secara keseluruhan. lahir. ♦ Komunikasikan masalah dengan suami. itu semua sudah merupakan merupakan perwujutan dari ketentuan Allah yang harus dijalani dalam kehidupan dunia.aktivitas juga dapat mempertebal kepercayaan diri dan meningkatkan citra diri yang mulai menurun. dekatkan diri pada Allah SWT. sebelum memasuki kehidupan akhirat yang kekal dan tidak berakhir. DAFTAR PUSTAKA Andi Baso. Pustaka Pelajar . bahkan merupakan saat yang tepat untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT Selain fisik. perubahan psikis pada masa menopouse sangat tergantung pada masing-masing individu. Zohra. penerimaan dan dukungan dari suami sangat besar artinya bagi perempuan yang mengalami menopause. ♦ Dan yang paling penting adalah tingkatkan ibadah. Pengaruh ini sangat tergantung pada pandangan masing-masing perempuan terhadap menopouse. Pertemuan yang memungkinkan untuk saling “berbagi rasa berbagi duka” sehingga beban itu tidak hanya dirasakan sendiri. yang akan memperkaya kehidupan rochani dan menyadari sepenuhnya bila tujuan hidup ini untuk mengabdi pada Allah SWT. berbagai perubahan maupun gangguan fisik- psikis-sosial yang dirasakan perlu diketahui suami. Pandanglah bahwa semua yang dialami sebagai kenikmatan dari Allah SWT. Memang. Pengetahuan yang cukup akan membantu mereka memahami dan mempersiapkan dirinya menjalani masa ini dengan lebih baik. Pengertian. dapat berfungsi sebagai obat. Kesehatan Reproduksi. perubahan psikis juga sangat mempengaruhi kualitas hidup seorang perempuan dalam menjalani masa menopouse. Menopause bukan akhir dari suatu kehidupan. 1998. sehingga ketegangan yang muncul dapat di cegah. ♦ Disamping itu bersilaturahmi atau bertemu dengan teman yang mungkin mempunyai masalah yang sama. artinya anakanak juga memberikan dukungan. Yakinlah bahwa semua proses kehidupan manusia sejak dalam kandungan. tumbuh dan meninggal.

Puspa Swara. Edisi Kedua. Ilmu Kebidanan. EGC. 2005. Yayasan Bina Pustaka.Kasdu Dini. Ilmu Kandungan. EGC. 2002. co. Jakarta --------------------------------. Kiat Sehat dan Bahagia di Usia Menopause. 1998. 2000. Penyakit Kandungan. Jakarta UNHAS FKM. Peranan Kesehatan Seksual Dalam Membina Keluarga Bahagia. 1992. Jakarta Prawirohardjo. Jakarta Menuaba. 1999. Ida Bagus Gede. Arcan. Jakarta Nugroho. 2002. Wahyudi. Sarwono. Hasil Seminar www. Ilmu Kebidanan. Jakarta Sarwono Prawiroharjo. Bina Pustaka. Memahami kesehatan Reproduksi Wanita. Sinarharapan. Edisi Ketiga.id/iptek/kesehatan/2004 . Keperawatan Gerontik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful