PENGECATAN BAKTERI

DISUSUN OLEH:

IRIANTI SETYA WIDYANINGRUM 1711079

YAYASAN KEPERAWATAN YOGYAKARTA AKADEMI KEPERAWATAN “YKY” YOGYAKARTA 2012

khamir dan protozoa (Divisio Protista). Fungi. Jasad eukariotik multiseluler dan multinukleat yaitu Divisio Fungi. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingkat perkembangan.001 mm). LATAR BELAKANG Jasad hidup yang ukurannya kecil sering disebut sebagai mikroba. sehingga sukar dilihat dengan mata biasa. Pembagiannya yaitu terdiri dari: 1. dan Divisio Animalia. 2. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron (1 mikron adalah 0. Jasad renik disebut sebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil. 3.BAB I PENDAHULUAN A. Arkhaebacteria. tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan jasad tingkat tinggi. mikroorganisme atau jasad renik. dan 3. walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehingga dapat dilihat tanpa alat pembesar. Divisio Plantae. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop. Eukaryota (Protozoa. dan Eubacteria. jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (Divisio Monera). yaitu: 1. Bakteri tidak berklorofil kecuali beberapa yang bersifat . 2. Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal. Sedangkan Woese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul yang terdapat di dalam sel. Bakteri merupakan mikroba prokariotik uniselular yang berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan sel. Tumbuhan dan Binatang). Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang ukurannya kurang dari 0.1 mm.

Bakteri dibagi menjadi 1 kelompok (grup). dalam tanah. B. . sifat gram. 2. Bakteri ada yang dapat hidup bebas. namun bentuk bakteri juga dapat dipengaruhi oleh umur. batang. Bakteri tersebar luas di alam. dan lingkungan. TUJUAN 1. Mempelajari cara pengecatan gram dan mengamati bentuk serta sifat-sifat bakteri terhadap pengecatan gram. Mempelajari cara membuat preparat bakteri baru dengan latar belakang gelap dan mengamati bentuk sel. yaitu bentuk yang bermacam-macam dan teratur walaupun ditumbuhkan pada syarat pertumbuhan yang sesuai. Bakteri mempunyai bentuk bulat. tehnik pewarnaan bakteri digunakan sebagai pembantu dalam penentuan diagnosa bakteri penyebab penyakit tertentu seperti Mycobacterium tuberculosa yang merupakan bakteri penyebab penyakit TBC. kebutuhan oksigen. atmosfer (sampai + 10 km diatas bumi). Mempelajari cara mengidentifikasi bakteri yang tahan asam (acid fast) dan bakteri tidak tahan asam (non acid fast) C.5-10 μ.fotosintetik. dan lengkung. 3. Umumnya bakteri berukuran 0. patogen pada manusia. Mempelajari cara pengecatan bakteri dengan satu cat warna (methylene blue) dan mengamati sel-sel yang kontras dengan sekelilingnya. suhu. Pembagian ini berdasarkan bentuk. juga dapat mengalami pleomorfi. saprofit. MANFAAT Dalam dunia kesehatan. parasit. 4. dengan Cyanobacteria pada grup 20. Bakteri diklasifikasikan berdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiologi. hewan dan tumbuhan. dan apabila tidak dapat dibedakan menurut ketiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. di dalam lumpur. dan di laut. Bakteri dapat mengalami perubahan bentuk yang disebabkan faktor makanan.

Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana. Untuk semua prosedur pewarnaan mikrobiologi dibutuhkan pembuatan apusan lebih dahulu sebelum melaksanakan beberapa teknik pewarnaan yang spesifik.jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis. berdasarkan respon sel bakteri terhadap zat pewarna dan sistem pewarnaan yang digunakan untuk pemisahan kelompok bakteri digunakan pewarnaan Gram. dan pewarnaan “acid-fast”(tahan asam) untuk genus Mycobacterium. dan pewarnaan nukleus. pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. Pemberian warna pada bakteri atau jasad. flagella dan pengecatan kapsul. dinamakan pewarnaan sederhana. Macam-Macam Pewarnaan Secara garis besar teknik pewarnaan bakteri dapat dikategorikan sebagai berikut : . Teknik pewarnaan dikelompokkan menjadi beberapa tipe. Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel microbe atau bagian-bagian sel microbe disebut teknik pewarnaan diferensial. Pewarnaan Neisser atau Albert digunakan untuk melihat granula metakromatik (volutin bodies) pada Corynebacterium diphtheriae. Termasuk dalam pengecatan ini adalah pengecatan endospora. pengecatan negatif. pewarnaan spora. begitu pula dengan bakteri. yang sudah difiksasi. MATERI Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. struktur dan sifatsifat yang khas. Untuk melihat struktur digunakan pewarnaan flagela. Sedangkan pengecatan struktural hanya mewarnai satu bagian dari sel sehingga dapat membedakan bagian-bagian dari sel. atau olesan.BAB II ISI A. pewarnaan kapsul.

yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. ungu kristal (10 detik) dan fukhsin-karbol (5 detik). Penjelasan sebagai berikut: a.1. Oleh karena itu. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. Pewarnaan Sederhana merupakan satu cara yang cepat untuk melihat morfologi bakteri secara umum. pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai . Pewarnaan differensial dibagi pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam Pewarnaan differensial adalah Pewarnaan bakteri yang menggunakan lebih dari satu zat warna seperti pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Zat warna yang dipakai hanya terdiri dari satu zat yang dilarutkan dalam bahan pelarut. Pewarnaan sederhana Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) tujuan hanya untuk melihat bentuk sel. Beberapa contoh zat warna yang banyak digunakan adalah biru metilen (3060 detik). Pewarnaan Gram Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. merupakan pewarna yang paling umum digunakan. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Pewarnaan sederhana. spirilum. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. Dengan metode pewarnaan Gram. bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua. 2. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. yaitu mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja. basil. yakni gram-positif dan gram-negatif. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana.

3. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu 1. 4.dinding sel seperti Mycoplasma sp Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam. sementara bakteri gram-negatif tidak. yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. Dalam pewarnaan gram diperlukan empat reagen yaitu :   Zat warna utama (violet kristal) Mordan (larutan Iodin) yaitu senyawa yang digunakan untuk mengintensifkan warna utama. Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. Bakteribakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin . Pada uji pewarnaan Gram. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka. yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda.  Pencuci / peluntur zat warna (alcohol / aseton) yaitu solven organic yang digunakan uantuk melunturkan zat warna utama. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. seperti pewarnaan sederhana atau Gram. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu.  Zat warna kedua / cat penutup (safranin) digunakan untuk mewarnai kembali selsel yang telah kehilangan cat utama setelah perlakuan denga alcohol. 2. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram.

sekitar 15-80 nm.Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. peptidoglikan terdapat didalam  lapisan kaku. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif. sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alcohol memungkinkan hilang dari sel. Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif yaitu: Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu:   Struktur dinding selnya tipis. berlapis tiga atau multilayer. Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.   Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Mengandung asam tekoat. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm). tidak mengandung asam tekoat. Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%).      Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat Peka terhadap streptomisin Toksin yang dibentuk Endotoksin Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu:   Struktur dinding selnya tebal. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. .  Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. berlapis tunggal atau monolayer. sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering. sekitar 10 – 15 mm. Tidak resisten terhadap gangguan fisik.

. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. Pewarnaan Tahan Asam Pewarnaan ini ditujukan terhadap bakteri yang mengandung lemak dalam konsentrasi tinggi sehingga sukar menyerap zat warna.(anonymous.tidak akan menembus atau berpenetrasi ke dalam sel karena negative charge pada permukaan bakteri. Karena itu bakteri ini disebut bakteri tahan asam (BTA). Pewarnaan negatif memerlukan pewarna asam seperti eosin atau negrosin. namun jika bakteri diberi zat warna khusus misalnya karbolfukhsin melalui proses pemanasan. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina. Lebih resisten terhadap gangguan fisik.pewarna asam memiliki negatif charge kromogen. maka akan menyerap zat warna dan akan tahan diikat tanpa mampu dilunturkan oleh peluntur yang kuat sekalipun seperti asam-alkohol.2009) 3. oleh karena itu. Ada beberapa cara pewarnaan tahan asam.      Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. Teknik pewarnaan ini dapat digunakan untuk mendiagnosa keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis yaitu Mycobacterium tuberculosis . Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut Tidak peka terhadap streptomisin Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin b. Pewarnaan negatif Pewarnaan negatif. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. namun yang paling banyak adalah cara menurut Ziehl-Neelsen. sel tidak berwarna mudah dilihat dengan latar belakang berwarna.

pengecatan negatif. pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. spirilum. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer.jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. 2008). dinamakan pewarnaan sederhana. Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana. TINJAUAN PUSTAKA Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jimmo. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. peluntur warna . dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. struktur dan sifatsifat yang khas. 1994).B. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). atau olesan. begitu pula dengan bakteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel microbe atau bagian-bagian sel microbe disebut teknik pewarnaan . Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. 1990). Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. substrat. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. yang sudah difiksasi. basil. Pemberian warna pada bakteri atau jasad.

diferensial. Penggunaan zat warna memungkinkan pengamatan strukur seperti spora. Sedangkan pengecatan struktural hanya mewarnai satu bagian dari sel sehingga dapat membedakan bagian-bagian dari sel. Zat warna mengadsorbsi dan membiaskan cahaya sehingga kontras mikroba dengan sekelilingnya dapat ditingkatkan. Pewarnaan Neisser atau Albert digunakan untuk melihat granula metakromatik (volutin bodies) pada Corynebacterium diphtheriae. Termasuk dalam pengecatan ini adalah pengecatan endospora. flagela. namun yang paling banyak adalah cara menurut ZiehlNeelsen.2010) Mikroba sulit dilihat dengan cahaya karena tidak mengadsorbsi atau membiaskan cahaya. Teknik pewarnaan tahan asam dapat digunakan untuk mendiagnosa keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis yaitu Mycobacterium tuberculosis . Untuk melihat struktur digunakan pewarnaan flagela. Olek karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Rizki. 2003) Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit.2009) . kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. pewarnaan spora. dan pewarnaan nukleus.(waluyo. Untuk semua prosedur pewarnaan mikrobiologi dibutuhkan pembuatan apusan lebih dahulu sebelum melaksanakan beberapa teknik pewarnaan yang spesifik (Pelezar. 2008). sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri. Alasan inilah yang menyebabkan zat warna digunakan untuk mewarnai mikroorganisme. dan bahan inklusi yng mengandung zat pati dan granula fosfat (Entjang.(anonymous. flagella dan pengecatan kapsul. pewarnaan kapsul.2008). Ada beberapa cara pewarnaan tahan asam.

E. Subtillis terlihat tumbuh berkoloni dengan latar belakang gelap. Coli dan Bacillus Subtillis berbentuk basil dan kokus. Coli yang berwarna biru. Coli berwarna merah. Pengecatan gram ditujukan untuk melihat apakah bakteri yang dicat merupakan bakteri gram positif atau gram negatif. Berdasarkan pengecatan gram bakteri E. bakteri B. Subtillis yang merupakan bakteri berbentuk basil menurut teori disini tampak kokus. . Coli dan B. tumbuh menyebar dan berbentuk basil merupakan bakteri gram positif. berkoloni dan berbentuk basil merupakan bakteri tahan asam (acid fast) Pada tiap percobaan dijumpai preparat berwarna agak gelap sehinggan sulit untuk mengamati warna yang seharusnya muncul. tumbuh berkoloni dan berwarna transparan dengan latar belakang biru. dikarenakan kemungkinan adanya kontaminasi. Coli dan B.C. Bakteri E. PEMBAHASAN Pengecatan sederhana pada praktikum ini menunjukkan bahwa E. Berdasarkan pengecatan gram bakteri B. Subtillis berwarna biru keunguan. hal ini dikarenakan proses fiksasi yang mungkin saja terlalu lama atau terlalu dekat dengan nyala api spiritus. Pengecatan negatif digunakan sebagai cara pembuatan preparat baru dengan latar belakang gelap. berkoloni dan berbentuk basil merupakan bakteri tidak tahan asam (non acid fast). Subtillis yang berwarna merah kecoklatan. berkoloni dan berbentuk basil. merupakan bakteri gram negatif. terlihat dimana bakteri berbentuk basil dan berwarna transparan bagi yang hidup. Pengecatan acid fast (zn) menunjukkan bakteri E.

Coli dan B. Subtillis yang berwarna merah kecoklatan merupakan bakteri tahan asam (acid fast) . Coli berwarna merah dan merupakan bakteri gram negatif 3. Berdasarkan pengecatan sederhana bakteri E.BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. Berdasarkan pengecatan gram bakteri E. 2. Subtillis berbentuk basil. Berdasarkan pengecatan acid fast (zn) maka bakteri E. Subtillis berwarna biru keunguan dan merupakan bakteri gram positif. Coli yang berwarna biru merupakan bakteri tidak tahan asam (non acid fast) 5. Berdasarkan pengecatan acid fast (zn) maka bakteri B. 4. Berdasarkan pengecatan gram bakteri B.

DAFTAR PUSTAKA http://aguskrisnoblog.com/2009/03/mikrobiologi-pewarnaan-bakteri.wordpress.html http://www.com/doc/56235973/TEKNIK-PEWARNAAN-MIKROORGANISME .blogspot.blogspot.scribd.com/bakteri-gram-dan-pewarnaannya-2/ http://ekmon-saurus.wordpress.html http://makalahdanskripsi.com/doc/58343775/pewarnaan-bakteri-2 http://www.scribd.html http://sitzkrieg-awan.com/2008/11/bab-2-media-pertumbuhan.blogspot.com/2008/08/pewarnaan.com/2011/01/12/macam-macam-teknik-pewarnaan-bakteri/ http://rudyregobiz.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful