Nama Kelompok : Aulia U R (5) Gerry P F (12) Lukman H R (14) Mukti Ali (16) Naufal I R (17) Rukmo W (26) Tommy A (28) Damara Ibnu A (35) Egi Kenandi (36

)

Kronologis
• 30 September 1965 • • • •

Terjadinya pemberontakan G30S PKI 11 Maret 1966 Letjen Soeharto menerima Supersemar dari presiden Soekarno untuk melakukan pengamanan 12 Maret 1966 Dengan memegang Supersemar, Soeharto mengumumkan pembubaran PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang 22 Februari 1967 Soeharto menerima penyerahan kekuasaan pemerintahan dari presiden Soekarno 7 Maret 1967 Melalui sidang istimewa MPRS, Soeharto ditunjuka sebagai pejabat presiden sampai terpilihnya presiden oleh MPR hasil pemilu 12 Maret 1967 Jenderal Soeharto dilantik menjadi presiden Indonesia kedua sekaligus menjadi masa awal mula lahirnya era orde baru

Tepatnya pada saat runtuhnya kekuasaan Soekarno yang lalu digantikan oleh Soeharto. Terlebih lagi karena adanya peristiwa pemberontakan G30S PKI. Salah satu penyebab yang melatarbelakangi runtuhnya orde lama dan lahirnya orde baru adalah keadaan keamanan dalam negri yang tidak kondusif pada masa orde lama.Latar Belakang • Lahirnya era orde baru dilatarbelakangi oleh runtuhnya orde lama. Hal ini menyebabkan presiden Soekarno memberikan mandat kepada Soeharto untuk melaksanakan kegiatan pengamanan di indonesia melalui surat .

Dengan Tap MPRS No. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto . Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto. 12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 23 Februari 1967.Langkah-langkah Menuju Orde Baru  Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada       kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI.

Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan. • Perkembangannya.Yudikatif.Proses Pelaksanaan Pemerintahan ORBA dengan Sistem Demokrasi Pancasila • Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. • Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika(dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif. kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin. .

Landasan ORBA antara lain Landasan Idiil : Pancasila Landasan Konstitusional : UUD 1945 Landasan Operasional : GBHN .

Haluan ORBA antara lain TAP-TAP MPRS (Sidang Umum VI: 20 Juni–5 Juli 1966) (Sidang Umum V: Keputusan Menteri .

• Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara. • Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur.Upaya Pelaksanaan • Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. .

Penataan Politik • Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968. 1. . 4. 2. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan. 3. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut.

IX Tahun 1966. . + Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia.. + Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan : + Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No.• Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan. ketenangan.

• Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida. yang meliputi : _-_Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi _-_Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama _-_Pelaksanaan Pemilihan Umum _-_Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 3o September _-_Pembersihan aparatur negara di pusat .

Partai Katolik.Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU. merupakan fusi dari PNI. PSII. IPKI. dan Parkindo (kelompok partai .• Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. Partai Murba. Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik. Parmusi. Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program.Partai Demokrasi Indonesia (PDI). dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam) . yaitu : .

1977. yaitu: tahun 1971. Partai Katolik (3 kursi).558. Partai Nahdlatul Ulama (58 kursi).Pemilu 1971 diikuti oleh 58. dan 1997. Partai Nasional Indonesia (20 kursi). . 1982. .Organisasai politik yang dapat ikut pemilu adalah parpol yang pada saat pemilu sudah ada dan diakui mempunyai wakil di DPR/DPRD. .776pemilih untuk memilih 460 orang anggota DPR dimana 360 orang anggota dipilih dan 100 orang diangkat. 1992. Partai Islam Perti (2 kursi). . Partai Murba dan Partai IPKI (tak satu kursipun). 1987.• Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali.Diikuti oleh 10 organisasi peserta pemilu yaitu Partai Golongan Karya (236 kursi). Partai Muslimin Indonesia (24 kusi).Pejabat negara harus bersikap netral berbeda dengan pemilu 1955 dimana para pejabat negara termasuk perdana menteri yang berasal dari partai peserta pemilu dapat ikut menjadi calon partai secara formal. Partai Kristen Indonesia (7 kursi). 1) Pemilu 1971 .

3) Pemilu 1982 Pelaksanaan Pemilu ketiga pada tanggal 4 Mei 1982. Hasilnya perolehan suara Golkar secara nasional meningkat. Golkar berhasil memperoleh tambahan 10 .• 2) Pemilu 1977 Sebelum dilaksanakan Pemilu 1977 pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No. Hasil dari Pemilu 1977 yang diikuti oleh 3 kontestan menghasilkan 232 kursi untuk Golkar.3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar. 99 kursi untuk PPP dan 29 kursi untuk PDI. Golkar gagal memperoleh kemenangan di Aceh tetapi di Jakarta dan Kalimantan Selatan Golkar berhasil merebut kemenangan dari PPP.

Hasilnya perolehan Golkar menurun dari 299 kursi menjadi 282 kursi.• 4) Pemilu 1987 Pemilu tahun 1987 dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. . _ PDI memperoleh kenaikan 40 kursi karena PDI berhasil membentuk DPP PDI sebagai hasil kongres tahun 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam. sedangkan PPP memperoleh 62 kursi dan PDI meningkat menjadi 56 kursi. 5) Pemilu 1992 Pemilu tahun 1992 diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 1992 menunjukkan perubahan yang cukup mengagetkan. Hasil dari Pemilu 1987 adalah: _ PPP memperoleh 61 kursi mengalami pengurangan 33 kursi dibanding dengan pemilu 1982 hal ini dikarenakan adanya larangan penggunaan asas Islam (pemerintah mewajibkan hanya ada satu asas tunggal yaitu Pancasila) dan diubahnya lambang partai dari kabah menjadi bintang. _ Sementara Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi.

51 % dengan perolehan kursi 325 kursi. setiap Pertangungjawaban. -PDI mengalami kemerosotan perolehan suara karena hanya  mendapat 11 kursi di DPR. dan Rahasia). Umum. Hasilnya: -Golkar memperoleh suara mayoritas perolehan suara mencapai  74. Bebas. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dan PDI Megawati Soekarno Putri. Selain itu.• 6) Pemilu 1997 Pemilu keenam dilaksanakan pada 29 Mei 1997. Kenyataannya pemilu diarahkan pada kemenangan peserta tertentu yaitu Golongan Karya (Golkar) yang selalu mencolok sejak pemilu 1971-1997. Apalagi pemilu itu berlangsung secara tertib dan dijiwai oleh asas LUBER(Langsung. Perimbangan tersebut memungkinkan Suharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. Rancangan Undang-undang.43 %  dengan perolehan kursi 27 kursi. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. Kemenangan Golkar yang selalu mendominasi tersebut sangat menguntungkan pemerintah dimana terjadi perimbangan suara di MPR dan DPR. . -PPP mengalami peningkatan perolehan suara sebesar 5. Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama Orde Baru menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia sudah tercipta.

Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator.Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial. . Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan.

• Pada tanggal 12 April 1976. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. Pelaksanaan Penataran P4 tersebut menunjukkan bahwa Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru. sistem budaya. Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal sebagai P4. . dan sistem sosial masyarakat Indonesia. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. Hal ini tampak dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal.

Penataan Ekonomi • Pada masa Demokrasi Terpimpin. Kerja Sama Luar Negeri 3. negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. Oleh karena itu pemerintah menempuh cara sebagai berikut. 1. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 2. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Sehingga. Pembangunan Nasional .

merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan.Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu. 1) Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun 2) Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun). .

yaitu : Pelita I Pelita II Pelita III Pelita IV Pelita V Pelita VI .Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita.

Terjadilah pengrusakan dan . karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. perluasan lapangan kerja.Pelita I • Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. perumahan rakyat. dan kesejahteraan rohani. Sandang. Sasaran Pelita I : Pangan. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Perbaikan prasarana. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia.

inflasi turun menjadi 9. Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II. sarana dan prasarana. .perumahan. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%.5%.Pelita II • Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. sandang. Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun.

dan perumahan. khususnya sandang. Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. pangan. .Pelita III • Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat.

Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.Pelita IV • Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. .

Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan.8 % per tahun.Pelita V Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. . Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6.

Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan .Pelita VI • Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999.

Pertanyaan Mengapa partai Golkar diuntungkan dengan adanya penggabungan partai besar dan kecil? Dari sisi apa yang menjadi tidak adanya perbedaan antara Orde Baru dan Demokrasi Terpimpin Sebutkan trilogi pembangunan yang merupakan tumpuan dari Orde Baru Mengapa kedudukan tentara sama dengan kedudukan MPR/DPR .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful