sedangkan tujuan pemeriksaan adalah untuk menentukan apakah hasil pengujian itu relatif dapat diterima menurut standarstandar kualitas tertentu atau tidak dengan kata lain tujuan pengujian dan pemeriksaan adalah untuk menjamin kualitas dan memberikan kepercayaan terhadap konstruksi yang dilas.Tujuan dilakukannya pengujian adalah untuk menentukan kualitas produk-produk atau spesimen-spesimen tertentu. .

.

Pemeriksaan dalam dapat dideteksi 100% bisa dengan mudah.Destruktif 1.Metode pengujian Destruktif Non . Sifat-sifat mekanis dapat ditentukan secara akurat. Kerusakan di bagian 1. Manfaat 2. . Sampel pengujian dapat dipakai sebagai hasil pengelasan. dilakukan. 2.

1. titik mulur (kekuatan lentur) las. pemanjangan dan pengurangan material las. Spesimen bentuk material tertentu dan ukuran tertentu seperti tampak pada GAMBAR dapat digunakan sebagai material tes . Uji tarik Uji tarik dilaksanakan untuk menentukan kekuatan tarik.

3. Uji lengkung Uji lengkung dilaksanakan untuk memeriksa pipa saluran dankeutuhan mekanis dari material las. ada dua jenis uji lengkung.2. yaitu: uji lengkung kendali dan uji lengkung gulungan . Seperti tampak pada Gb. V.

. Uji hentakan dilaksanakan untuk menentukan kekuatan material las. Uji Hentakan Jenis-jenis logam tertentu dapat menahan beban statis yang berat tetapi mudah patah walaupun berada dibawah tekanan beban dinamis yang ringan sekalipun.3.

4. seringkali dilaksanakan . Uji kekerasan. seperti halnya uji tarik. Uji Kekerasan Kekerasan material logam merupakan faktor penting dalam menentukan sifat-sifat mekanis dari material tersebut.

Berbagai metode uji kekerasan Penggolongan Lambang Jenis Material dan bentuk alat pelekuk atau palu Uji Brinell (JIS Z 2213) Uji Rockwell Skala B Skala C (JIS X 2245) Uji Vickers (JIS Z 2244) Uji Shore (JIS Z 2246) HB HR HRB HRC Pelekukan Bola baja yang dikeraskan Bola baja yang dikeraskan Mata intan HV HS Jenis hentakan Mata intan Palu dengan intan di ujungnya .

Dalam uji makroskopik. untuk menentukan sifatsifat materialnya. kemudian potongan-potongan diletakkan di bawah dan dikikis dengan material alat penggores yang sesuai. Uji struktur ini dilaksanakan secara makroskopik atau mikroskopik. material logam dipotong-potong. permukaan spesimen diperiksa dengan mata telanjang atau melalui loupe untuk mengetahui status penetrasi. permukaan spesimen diperiksa melalui mikroskop metalurgi untuk mengetahui jenis struktur dan rasio komponen-komponennya. . Untuk keperluan pengujian. Uji struktur Uji struktur mempelajari struktur material logam.5. dan kerusakannya. jangkauan yang terkena panas. Dalam pemeriksaan mikroskopik.

Setelah pengelasan adalah ketepatan ukuran hasil pengelasan. penembusan. . bentuk sambungan. B. selain itu juga penguatan. Uji visual tidak memerlukan peralatan tertentu dan oleh karenanya relatif murah selain juga cepat dan mudah dilaksanakan Sasaran pengujian yang dilaksanakan meliputi : A.Uji visual (VT) merupakan salah satu metode pemeriksaan terpenting yang paling banyak digunakan. panjang kaki. tampilan rigi-rigi. perlakuan terhadap lubang-lubang dan kerusakan pada bagian luar. Sebelum dan selama dilakukannya pengelasan adalah jenis dan bentuk material. dari logam las. misalnya retakan pada permukaan dan potongan-bawah. dan pemanasan sebelum pengelasan. pemanasan setelah pengelasan serta temperatur antar-lapisan.

Jika terjadi kerusakan pada lapisan permukaan.bagian tertentu dari spesimen. atau elektromagnet dapat digunakan pada. Busa yang tiris ke udara itu akan membentuk dua kutub magnet. yaitu kutub utara (N) dan kutub selatan (S). maka partikel-partikel magnet akan ditarik oleh dan mengikuti kedua kutub tersebut sambil juga tarikmenarik satu sama lain . untuk menghasilkan fluksi magnetik yang akan mengalir di dalam spesimen. Arus listrik dapat mengalir ke dalam.9 (A). maka fluksi tersebut sebagian akan mengarah ke sekitar daerah kerusakan sedangkan sebagian lagi akan tiris ke udara. pada kedua sisi daerah kerusakan. IV. seperti tampak pada Gb.Uji Partikel Magnet (MT) Prinsip kerja sebagai berikut. Karena kedua kutub magnet tersebut memiliki daya tarik lebih besar daripada permukaan material di sekelilingnya.

.

.Uji Zat Penetran (PT) Untuk menguji zat penetran. digunakan cairan berdaya penetrasi tinggi terhadap spesimen. uji zat penetran dapat digunakan untuk hampir semua material. Berbeda dengan uji partikel magnet. Cairan tersebut menembus celah-celah kecil atau daerah-daerah kerusakan serupa yang terbuka terhadap permukaan spesimen. karena adanya daya kapiler. dan pengujian ini akan efektif jika spesimennya memiliki kerusakan pada rongga yang dapat dimasuki oleh zat penetran. Daerah yang terkena zat penetran itu kemudian diproses untuk mengungkapkan kerusakan secara visual.

Metode pengujian ini dapat diterapkan pada material konduktif non-magnetik. . termasuk putaran arus listrik di dalam spesimen. Sebagai akibatnya. maka putaran arus listrik itu akan berubah besaran dan arahnya. maka akan dihasilkan medan magnet. yang menyebabkan induksi tegangan listrik pada koil akan berubah. jika terdapat kerusakan pada spesimen itu di dekat permukaan. tegangan listrik AC baru terinduksi ke dalam koil.Uji elektromagnet Seperti tampak pada gambar . Putaran arus listrik itu menghasilkan medan magnet baru yang arahnya berlawanan dengan arah medan magnet yang pertama. Pada saat ini. Pengujian terhadap putaran arus listrik akan menentukan lokasi kerusakan dengan mendeteksi perubahan pada induksi tegangan listrik tersebut. misalnya baja antikarat austenitik. apabila koil yang dialiri arus listrik AC didekatkan ke spesimen non-magnetik.

Uji Ultrasonik (UT) Uji ultrasonik memanfaatkan sifat gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kerusakan las di bagian dalam. frekuensi yang biasa digunakan adalah antara 2 sampai 5 Mhz. Frekuensi gelombang ultrasonik yang digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada logam secara umum adalah antara 0.5 sampai 10 MHz. . Untuk mendeteksi kerusakan pada logam ini.

Uji radiografi menggunakan sifat sinar tersebut dan fungsi fotografis radiasi untuk mendeteksi benda asing dan perubahan ketebalan materialnya. Daya transmisinya bergantung pada jenis. sehingga dapat mengidentifikasi kerusakan pada bagian dalam. ditransmisikan suatu unsur. . misalnya sinar X dan sinar gamma. kepadatan dan ketebalan unsur tersebut.Uji Radiografi (RT) Sinar radiasi.

.

Sekian Matur suwun .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful