You are on page 1of 13

TUKAK DUODENUM (Ulkus Duodenum

)
Insiden : Laki-laki 4 kali lebih banyak dari wanita Usia 20-60 tahun, indonesia 30-50 tahun Usia terbanyak pada decade 40

Sifat penyakit ini :
Adanya periode remisi yang lama dan periode kambuh antara beberapa hari sampai beberapa bulan.

Keluhan utama :
# Sakit di daerah epigastrium atau sedikit kearah hipokondrium kanan.
# Seringkali penderita terbangun setelah tidur 2-3 jam, kerena sakit. # Sakit akan hilang setelah makan, minum susu atau dengan obat antasid. # Biasanya penderita dapat tidur lagi. # Sakit di daerah jantung, atau nyeri substernal seperti terbakar sering terjadi akibat regurgitasi lambung ke esophagus. # Bila sakit tidak hilang dengan antasid, biasanya ulcus menembus daerah belakang (posterior). # Insiden ulkus duodenum dilaporkan meningkat pada keadaan/penyakit-penyakit : 1. hiperparatiroid
2. isitemia vera 3. penyakit hati kronis 4. uremia 5. kegagalan paru-paru kronis

ETIOLOGI
Kerusakan mukosa akibat ketidakseimbangan antara faktor pertahanan mukosa dan faktor perusak asam lambung. Pemakaian obat-obatan NSAID, kostikosteroid, alkohol, nikotin akan memperburuk kondisi mukosa. Ada peran hipersekresi as lambung dan pertahanan mukosa lambung yang tidak efektif. Peningkatan as lambung terjadi karena kenaikkan jumlah sel parietal atau meningkatnya rangsangan pada sel paietal karena : 1. faktor genetik 2. obstruksi pilorus parsial sehingga terjadi pelepasan gastrin karena adanya distensi antrum/lambung.

Mukosa duodenum dapat rusak oleh as bikarbonat yang dihasilkan mukosa lambung dan pankreas. Asam ini melakukan auto digesti pada mukosa duodenum sehingga mukosa duodenum menjadi rentan.

Ulkus/tukak dapat menembus sehingga terjadi komplikasi : perdarahan penetrasi ke pankreas perforasi

Gambaran klinik nyeri esogastrium

Sifat sakit :
• • • • Nyeri Rasa terbakar Rasa pedih Khas : sakit beberapa jam setelah makan pagi nyeri hilang setelah makan. Sering kambuh sore hari, dan timbul lagi beberapa jam setelah makan malam/waktu tidur.

Pemeriksaan fisik: Nyeri epigastrium Laboratorium: Adanya darah samar pada tinja bila tukak berdarah Radiologi: Pemeriksaan OMD Endoskopi: Gastroduodenoskopi

Komplikasi: $ Perforasi $ Perdarahan  Obstruksi akibat fibrosis tukak kronis

Pengobatan: Medis Operasi : Vagotomi + piloroplasti Antrektomi/gastrektomi

Karsinoma Lambung
Angka kejadian: E Banyak di Jepang, Cina, Chili. E Jarang pada usia dibawah 40 tahun. E Tertinggi pada decade 6. E Laki-laki lebih banyak dari wanita. Penyebab (etiologi) Faktor penyebab: J Diit rendah serat. J Makananan terlalu asin, asam, pedas. J Alkohol. J Tukak lambung. J Gastritis atrofikan.

Bentuk tumor: 1. Ulseratif 2. Polipoid 3. Superficial 4. Llinitis plastika (seluruh lambung)

Gambaran klinik:
 Gejala timbul setelah massa tumor yang cukup besar, terjadi gangguan pasase lambung (tumor di pilorus/antrum).  Nyeri epigastrium.  Kembung.  Penurunan berat badan.  Tumor dikardia atau fundus akan memberi keluhan disfagia.  Tumor yang sudah lanjut memberi gambaran : ** nyeri perut ** asites ** hepatomegali ** pembesaran kelenjar limfe supra clavikula kiri (kel. virchow) ** ikterus karena penyebaran ke daerah porta

Diagnosis: 1. Foto kontras ganda lambung (OMD). Dapat dilihat * deformilas * tukak * tonjolan lumen 2. Gastroskopi + biopsi

Stadium : Berdasarkan klasifikasi TNM
Terapi : Operasi Radikal: gastrektomi subtotal atau total dengan deseksi kelenjar limfe regional. Pasca reseksi lambung diperlukan rekonstruksi saluran cerna. Ada beberapa macam rekonstruksi 1. Gastro jejunustomi Roux en Y 2. Gastro jejunostomi dengan anastomose jejunustomi side to side. 3. Gastro jejunustomi billroth II.

Pada total gastrectomi dilakukan rekonstruksi dengan cara : $ Interposisi jejunum, anastomosis esofago jejunostomi end to side dan duodeno jejunostomi end to end. $ Esofagojejunostomi end to side (Roux en Y).

Komplikasi pembedahan
 Komplikasi segera :  Dilatasi lambung akut  Sekeresi asam lambung meningkat.  Lambung membesar.  Isi lambung dapat sampai 4-5 l.  Dehidrasi dan syok  Desakan diafragma ke arah dada sehingga terjadi gangguan fungsi paru-paru. Tindakan : rekompresi lambung, atasi syok.  Obstruksi anastomose (stoma) Bisa karena udem pada daerah anastomose Tindakan : konserfatif reoperasi  Kebocoran anastomose relaporatomi

 Komplikasi lanjut : - sindroma dumping - pengososongan lambung terlalu cepat

Ada 2 macam dumping A. Dumping dini : terjadi beberapa menit setelah makan. palpilasi berkeringat banyak wajah memerah sinkope

B. Dumping lanjut 1-2 jam setelah makan terjadi iperglikemia, hiperinsulinemia akibatnya terjadi hipoglikemia sekunder.