Anestesi Umum dengan Sungkup Muka

Pembimbing : dr. Noor, SpAn. Presentan : Sarry Handayani (1110221080)

Pendahuluan
Ny. EP, perempuan, 45 thn, masuk RSPAD tgl. 30 Mei 2012. Diagnosis bedah : multiple mioma uteri. Rencana bedah : dilatasi dan kuretase (D&C). Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang didapatkan status fisik ASA kelas II dengan anemia dan trombositopenia. Rencana anestesi : teknik anestesia umum napas spontan dengan sungkup muka.

Autoanamnesa tgl. 4 Juni 2012
KU : Perdarahan yg berlebihan saat menstruasi sejak 2 hari SMRS. KT : Nyeri perut bagian bawah. RPS : ps datang mengeluh menstruasi dgn perdarahan yg berlebihan & lama. 12 hari SMRS terdapat flek kecoklatan lalu diikuti dengan 2 hari perdarahan yang tidak bisa berhenti. Perdarahan berwarna merah tua dgn gumpalan seperti daging. Keluhan ini disertai nyeri perut bagian bawah. Ps mengganti pembalut 1 jam sekali karena pembalut yg dipakai selalu penuh. Keluhan ini dirasakan ps sejak 1,5 thn yg lalu.

volume menstruasi banyak.Autoanamnesa tgl. Alergi obatobatan / makanan. R/ pernikahan : Menikah dengan 1 anak. penyakit paru & jantung disangkal. 6. R/ obstetri : Anak 1. . hipertensi. diabetes melitus. 4 Juni 2012 R/ haid : Menarche usia 13 thn. mengganti pembalut 1 jam sekali. RPD : Pasien mengaku memiliki riwayat asma & radang ginjal sebelah kanan sejak SMA. lama menstruasi 1 minggu – 10 hari. persalinan normal.5 thn. R/ KB : Tidak ada. laki-laki. siklus tdk teratur.

4 Juni 2012 • Riwayat operasi dan anestesi : Pasien mengatakan belum pernah melakukan operasi sebelumnya. . • Kebiasaan : Pasien menyangkal kebiasaan merokok. maupun obat-obatan.Autoanamnesa tgl. mengkonsumsi alkohol. • Lain-lain : Pasien mengaku tidak ada gigi yang goyang maupun menggunakan gigi palsu.

4 Juni 2012 • • • • • • • • Keadaan umum : Tampak sakit ringan Kesadaran : Compos mentis Tinggi badan : 152 cm Berat badan : 74 kg BMI = 32.PF tgl.5 OC .02 (obese I)4 Tekanan darah : 150/90 mmHg Nadi : 80 x/menit Pernafasan : 18 x/menit Suhu : 36.

SI -/-. RCL +/+. pupil isokor. pembesaran KGB (-) . RCTL +/+ Telinga : Normotia. Mallampati I • Leher : Trakea terletak di tengah. discharge -/Gilut : Oral higiene baik.PF tgl. 4 Juni 2012 • • • • • Kepala : Normocephal Mata : CA +/+. liang telinga lapang +/+ normal Hidung :Tidak ada deviasi septum. lidah bersih. bibir tidak kering.

wheezing -/• Abdomen : Supel. 4 Juni 2012 • Jantung : Bunyi jantung I-II reguler. tidak ada kelainan bentuk pada tulang belakang • Ekstremitas : Akral hangat. sianosis (-) . murmur (-). edema (-). teraba massa pada bagian bawah tengah. gallop (-) • Paru : Suara nafas dasar vesikuler +/+. bising usus (+) • Vertebrae : Tidak ada tanda peradangan. ronkhi -/-.PF tgl.

400000/μl 80 .9 38 4.9 6000 115000 77 22 29 4’10’’ 5’45’’ 12 .0 juta/μl 4800 .3 menit 1 .36 g/dl 1 .16 g/dl 37 .6 menit Nilai rujukan .10800/μl 150000 .32 pg 32 .Px.96 fl 27 .3 .47% 4. Laboratorium Pemeriksaan HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC Bleeding Time Clotting Time Hasil 03/06/2012 10.6.

4 Juni 2012 • • • • • • Pemeriksaan Elektrokardiografi Kesan: sinus takikardi Pemeriksaan Fungsi Paru Kesan : dalam batas normal Pemeriksaan Radiologi USG Abdomen : multipel mioma dengan neoplasma ovarium kistik • Foto Thorax : Cor pulmo dalam batas normal dengan CTR < 50% .PF tgl.

datang dengan keluhan menstruasi dengan perdarahan yang berlebihan dan lama. 45 tahun. Perdarahan berwarna merah tua dgn gumpalan seperti daging. 12 hari SMRS terdapat flek kecoklatan lalu diikuti dengan 2 hari perdarahan yang tidak bisa berhenti. Keluhan ini disertai nyeri perut bagian bawah.Resume • Pasien perempuan. Ps mengganti pembalut 1 jam sekali karena pembalut yg dipakai selalu penuh.5 thn yg lalu. . Keluhan ini dirasakan ps sejak 1.

batuk. dan teraba massa pada bagian bawah tengah. status generalis lain dalam batas normal. Alergi obat-obatan / makanan. mengkonsumsi alkohol. obese I. Pasien menyangkal kebiasaan merokok. gigi goyang.Resume • Saat ini ps menyangkal ada demam. dan Mallampati I. fisik ditemukan prehipertensi. Pada px. DM. maupun obat-obatan. dan gigi palsu disangkal. hipertensi. Ps mengaku memiliki riwayat asma & penyakit radang ginjal kanan sejak SMA. . dan pilek. • Ps belum pernah operasi sebelumnya. konjungtiva anemis. penyakit paru & jantung.

anemia dan trombositopenia. Pada px. usia 45 tahun.Resume • Pada px. • Diagnosa : Multiple mioma uteri • Diagnosa Anestesi : Status fisik ASA II. perempuan. laboratorium terdapat anemia & trombositopenia. Pada pemeriksaan paru dan foto thoraks tidak ditemukan kelainan. pro kuretase. pre hipertensi. EKG didapatkan adanya sinus takikardi. • Rencana Pembedahan : Dilatasi dan kuretase (D&C) • Rencana Anestesi : Anestesi umum nafas spontan dengan sungkup muka . dengan obese I.

Persiapan anestesia pre-op .

Pembersihan wajah dan kuku pasien dari kosmetik agar tidak mengganggu pemeriksaan selama anestesi.Persiapan Pasien • • • • • • • • • • • Informed consent Surat persetujuan Pasien dipuasakan 6-8 jam sebelum operasi. Pemeriksaan fisik pasien di ruang persiapan TD : 150/90 mm Hg RR : 18 x/menit Nadi : 100 x/menit Suhu : 36. Pasien memakai pakaian operasi yang telah tersedia di ruang operasi. Pengosongan kandung kemih dilakukan sesaat sebelum operasi.5oC .

Persiapan Alat dan Obat Anestesi umum Persiapan alat intubasi Persiapan Obat Anestesia Umum Persiapan Obat Emergency Persiapan Obat-obat lain Cairan .

Anaesthetic machine Gas Sources Flow Meter Vaporizer Y-piece / circle system Carbo Absorber .

Pelaksanaan Anestesia .

• Pukul 1000 WIB • Pukul 1015 WIB (Diberikan deksametason 10 mg. midazolam 2. ranitidin 50 mg IV) • Pukul 1030 WIB • Pukul 1045 WIB (Diberikan propofol 100 mg IV + bantuan nafas) • Pukul 1050 WIB (Dilakukan tindakan operasi (D&C)) • Pukul 1105 WIB (Tindakan operasi selesai dilakukan dan pasien mulai dibangunkan) .5 mg + fentanil 75 mcg.

• Jumlah cairan yang diberikan selama anestesi: 1. RL 500 cc • Jumlah cairan yang keluar selama operasi: Urin + 50 ml Perdarahan + 50 ml + Jumlah + 100 ml .

Infus RL  20 tpm. transamin 1 x 1 gr. Pengobatan : Cefadroxyl 3 x 1 tab. • • • • • • .Post Operasi • • • • • Pada pukul 11. Boleh dihentikan bila intake sudah adekuat. Pasien diperbolehkan makan atau minum bila tidak ada mual atau muntah.05 WIB pasien dibawa ke ruang pemulihan. Selanjutnya awasi tiap 1 jam. Perhatian khusus yaitu tirah baring selama 6 jam sesudah anestesi. asam mefenamat 3 x 1 tab. Tekanan darah : 129/80 mmHg Nadi : 83 x/menit Saturasi O2 : 99% Aldrette Score : Kesadaran : 2 Respirasi : 2 Warna kulit : 2 Kardiovaskular : 2 Aktivitas : 2 Instruksi post-operasi Awasi TTV tiap 15 menit selama 1 jam pertama.

Pembahasan .

Latar Belakang pemilihan teknik anestesi Ny. maka teknik anestesi yang digunakan adalah anestesia umum teknik sungkup muka nafas spontan. Tindakan operasi tersebut termasuk operasi sedang yang membutuhkan waktu singkat dengan resiko perdarahan minimal.1 jam) • Keadaan umum baik (ASA I-II) • Lambung harus kosong . Berdasarkan pertimbangan lamanya waktu operasi yang dibutuhkan. EP dengan diagnosis bedah multiple mioma uteri dan tindakan pembedahan adalah dilatasi dan kuretase. lokasi daerah operasi dan status ASA pasien. indikasi : • Tindakan singkat (½ .

Hipertensi Grade I (Tekanan darah : 150/90 mmHg) dan dari pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia dan trombositopenia . pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang pada pasien ini maka didapatkan kesimpulan bahwa status fisik anestesi pasien ini adalah ASA II Pasien digolongkan dalam kelas ini.Penentuan Status ASA Dari hasil anamnesis.02). karena dari pemeriksaan fisik termasuk ke dalam obese I (BMI 32.

terutama untuk induksi anestesia atau tindakan singkat. Parenteral Anestesia umum yang diberikan secara parenteral baik intravena maupun intramuskular biasanya digunakan untuk tindakan yang singkat atau untuk induksi anestesia. Perektal Anestesia umum yang diberikan melalui rektal kebanyakan dipakai pada anak. 2. .METODE ANESTESIA UMUM DILIHAT DARI CARA PEMBERIAN OBAT 1. 3. Perinhalasi Anestesia umum yang menggunakan gas atau cairan anestetika yang mudah menguap (volatile agent) sebagai zat anestetika melalui udara pernafasan.

Faktor lain (ventilasi. suhu) . Respirasi 2.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANESTESIA UMUM 1. curah jantung. Zat anestetika 5. Jaringan 4. Sirkulasi 3.

STADIUM ANESTESI Stadium I (analgesia) Stadium II (eksitasi. delirium) Stadium III (Anestesi bedah  plana 1-4) Stadium IV (intoksikasi) .

Reflek kelopak mata Dengan menarik kelopak mata secara aktif. Reflek pupil Pada keadaan teranestesi maka reflek pupil akan miosis apabila anestesinya dangkal. Refleks ini hilang pada akhir stadium I awal stadium II. midriasis maksimal menandakan pasien mati. 2. permulaan plana 3. . 3.MACAM DAN TANDA REFLEK PADA MATA 1. Refleks ini hilang saat masuk stadium III. timbul kontraksi (tahanan). timbul miosis. Refleks ini hilang pada stadium III. 4. Reflek bulu mata Dengan meraba bulu mata. midriasis ringan menandakan anestesi reaksinya cukup dan baik/ stadium yang paling baik untuk dilakukan pembedahan. Reflek cahaya Dengan menyinari cahaya di tengah mata. menyebabkan kontraksi kelopak mata.

. Kontra indikasi mutlak : pasien sama sekali tidak boleh diberikan anestesi umum sebab akan menyebabkan kematian. infeksi akut. DM tak terkontrol. AV blok derajat II – total (tidak ada gelombang P).KONTRA INDIKASI ANESTESI UMUM – Mutlak : dekompensasio kordis derajat III–IV . – Relatif : hipertensi berat/tak terkontrol (diastolik >110 mmHg). sepsis. Kontra indikasi relatif : pada saat itu tidak bisa dilakukan anestesi umum tetapi melihat perbaikan kondisi pasien hingga stabil mungkin baru bisa diberikan anestesi umum.

Teknik anestesi napas spontan dengan pipa endotrakea 3. Teknik anestesi napas spontan dengan sungkup muka 2.TEKNIK ANESTESI UMUM 1. Teknik anestesi napas kendali dengan pipa endotrakea .

Sirkuit Nafas .

.

.

.

SYARAT JALAN NAFAS PADA ANESTESI UMUM • Airway bebas dan napas harus lancar • Guedel atau ET digunakan apabila napas dan airway tidak lancar • Hati-hati obstruksi Tanda-tanda obstruksi parsial Tanda-tanda obstruksi total Sebab-sebab obstruksi .

obat yang digunakan adalah (BB = 74 kg): • Midazolam (dosis premedikasi 0.Untuk anestesinya.7 mg disuntikkan 15-60 menit pre op IV • Fentanil (1-2 mcg/kgBB)  74 – 144 mcg IV • Propofol (2-3 mg/kgBB)  144 – 218 mg IV .05mg/kgBB)  3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful