You are on page 1of 18

Click to edit Master subtitle style

PEMBIMBING Dr. Mayorita, Sp.PD
INTI HERDIANTI 030.05.119
8/26/12

Pendahuluan

8/26/12

Sindrom metabolik atau sindrom dismetabolik atau sindrom resistensi merupakan sebutan untuk sekelompok kelainan-kelainan dengan berbagai konsekuensi klinis, yang di tandai dengan adanya gangguan toleransi glukosa, resistensi insulin, dislipidemi, hipertensi, kelainan koagulasi dan obesitas visceral.11

Definisi
Sindrom

metabolik adalah kelompok berbagai komponen faktor risiko yang terdiri dari obesitas sentral, dislipidemia (meningkatnya trigliserida dan menurunnya kolesterol HDL), hipertensi, dan gangguan toleransi glukosa yang ditandai dengan meningkatnya glukosa darah puasa. metabolik ini dapat

8/26/12

Disfungsi

Epidemiologi
Dari

8/26/12

100 orang peserta, didapatkan 34 orang prevalensi sindrom metabolik. Sesuai kriteria sindrom metabolik modifikasi NCEP-ATP III 2001 pada penelitian didapatkan proporsi Obesitas sentral 29/34 (85,29%), proporsi hipertrigliseridemia 29/34 (85,29%), proporsi HDL kolesterol yang rendah 18/34 (52,94%), proporsi

Etiologi
Penyebab

primer adalah resistensi insulin yang berhubungan dengan obesitas sentral yang ditandai dengan timbunan lemak viseral yang dapat ditentukan dengan pengukuran lingkar pinggang (waist to hip ratio). antara resistensi insulin dan penyakit kardiovaskular dimediasi oleh terjadinya stres oksidatif yang menimbulkan disfungsi endotel yang 8/26/12 akan menyebabkan kerusakan vaskular

Hubungan

Diagnosis
Komponen Kriteria diagnosis WHO : Resistensi insulin plus : Obesitas sentral abdominal/Waist to hip ratio : Laki2 : > 0.90; Wanita : > 0.85, atau Tigliserida HDL Cholesterol Hipertensi Kadar tinggi Mikroalbuminuri glukosa IMB > 30 kg >150 mg/dl (> 1.7 mmol/L) ♂<35 mg/dl (< 0.9 mmol/L) Kriteria diagnosis ATP III yang di modifikasi : 3 komponen dibawah ini Lingkar perut : Laki2 : > 90 cm Wanita : > 80 cm >150 mg/dl (> 1.7 mmol/L) ♂ < 40 mg/dl (< 1.036 mmol/L)

♀<39 mg/dl (< 1.0 mmol/L) ♀ < 50 mg/dl (< 1.295 mmol/L) TD > 140/90 mmHg atau riwayatTD >130/85 mmHg atau riwayat terapi anti hipertensif darahToleransi glukosa glukosa puasa terganggu, resistensi insulin atau DM Ratio albumin urin dan kreatinin 30 mg/g atau laju ekskresi albumin 20 mcg/menit terapi anti hipertensif terganggu,>110 mg/dl atau> 6.1 mmol/L

8/26/12

8/26/12

Patofisiologi

8/26/12

8/26/12

Pemeriksaan Klinis

8/26/12

Pemeriksaan fisik
Pengukuran Pengukuran

tinggi badan, berat badan dan tekanan darah Indeks Massa Tubuh (IMT)

Lalu

di lihat hasilnya melalui table

BMI
8/26/12

Pengukuran lingkaran pinggang merupakan prediktor yang lebih baik terhadap risiko kardiovaskular

8/26/12

Pemeriksaan laboratorium
Kadar

glukosa plasma dan profil lipid puasa. HOMA (homeostasis model assessment) untuk menilai resistensi insulin secara akurat biasanya hanya dilakukan dalam penelitian dan tidak praktis diterapkan dalam penilaian klinis. sensitive C-reactive protein

Pemeriksaan

Highly
8/26/12

Penatalaksanaan

8/26/12

Medikamentosa

8/26/12

KESIMPULAN
Sindrom

metabolik adalah kelompok berbagai komponen faktor risiko yang terdiri dari hipertensi, gangguan toleransi glukosa, obesitas sentral dan dislipidemia yang ditandai dengan meningkatnya trigliserida dan menurunnya kolesterol HDL yang dapat menimbulkan konsekuensi klinik yang serius berupa penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus 8/26/12

DAFTAR PUSTAKA
Bethene,

Ervin. Prevalence of Metabolic Syndrome Among Adults 20 Years of Age and Over, by Sex, Age, Race and Ethnicity, and Body Mass Index: United States, 2003– 2006. 2009.Division of Health and Nutrition Examination Surveys

Sidartawan. Sindrom Metabolik dalam Buku Ajar Penyakit Dalam. 2006: pg 1871 -1872 8/26/12

Sugondo,

8/26/12