dr. Mgs.

Roni Saleh SpBP Departemen Bedah RSMH/FKUNSRI Palembang

GIGITAN ULAR

Gigi taring ular berbisa merupakan suatu
pipa yang berlubang yang melekat di

rahang atas.

Zat berbisa melalui pipa tersebut.

MANIFESTASI

LOKAL

DAPAT TERJADI EDEMA, ERYTHEMA, NYERI YANG HEBAT, EKIMOSIS DAN BULA.

SISTEMIK

SISTEMIK NEKROSI JARINGAN YANG MASIF, LISIS DARI BUTIR-BUTIR DARAH MERAH, HEMATOKRIT MENURUN DAN PLATELET BERKURANG YANG MENYOLOK. TERJADINYA HEMATURIA, HEMATEMESIS, EPISTAKSIS DAN HEMOFTISIS.
TERJADI EDEMA PARU, PERDARAHAN PERITONIUM ATAU PERIKARDIUM. SEMUA INI BERSAMA-SAMA DENGAN EFEKTOKSIN LANGSUNG PADA SEL-SEL MIOKARDIUM. KERUSAKAN GINJAL BISA TERJADI PADA GLOMERULUS ATAU PADA TUBULUS SEHINGGA TERJADI GAGAL GINJAL AKUT.

PENANGANAN
HINDARI RASA PANIK DAN TINDAKAN BERLEBIHAN, PANDUAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT;
1. 2. 3. 4. 5.

MEMPERLAMBAT ABSORBSI BISA MENGELUARKAN BISA SEBANYAK MUNGKIN DARI LUKA. NETRALISASI BISA MENCEGAH ATAU MENGURANGI EFEK BISA MENCEGAH KOMPLIKASI ; DAPAT DIBERIKAN ANTITETANUS ANTIBIOTIK SPEKTRUM LUAS, OBAT-OBATAN SIMPTOMATIS UNTUK MENCEGAH MUNTAH, HIPERSALIVASI, KONVULSI. MUNGKIN PERLU BANTUAN VENTILASI DAN PEMANTAUAN FUNGSI GINJAL.

RABIES
MERUPAKAN SUATU INFEKSI VIRUS YANG MENGENAI SSP YANG DITULARKAN OLEH BINATANG SEPERTI : ANJING, KELELAWAR, KUCING, MONYET DLL

TERAPI

  

LUKA DIBERSIHKAN DENGAN AIR DAN SABUN DILANJUTKAN DENGAN DEBRIDEMENT LUKA DIBIARKAN TERBUKA BINATANG DIKARANTINA UNTUK KEMUNGKINAN TERINFEKSI VIRUS JIKA BINATANG TIDAK TERTANGKAP BERARTI DIANGGAP TERINFEKSI.

PENGOBATAN
ANTI SERUM SEBAGAI PROFILAKSIS  ANTI SERUM YANG BERASAL DARI MANUSIA

GIGITAN MANUSIA
ADA 3 BENTUK 1. LUKA AKIBAT TERTANAMNYA GIGI ORANG LAIN 2. GIGITAN DIRI SENDIRI MISALNYA PADA LIDAH, BIBIR 3. LUKA PADA TANGAN PADA SAAT MENINJU ORANG LAIN

BAKTERIOLOGIS

INFEKSI YANG TERBERAT SEHINGGA HARUS DIOBATI

TERAPI
CUCI DENGAN SABUN BILAS DENGAN SALIN  DEBRIDEMENT  BIARKAN LUKA TERBUKA  BERIKAN ANTI TETANUS  ANTIBIOTIKA SPEKTRUM LUAS

GIGITAN TAWON

REAKSI ALERGI YANG HEBAT YANG MENYEBABKAN KEMATIAN TERAPI
 DIBERIKAN

EFINEFRIN 1:1000 SEBANYAK 0,3 –

0,5 MM  ANTI HISTAMIN

PERAWATAN LOKAL
 CUCI

DENGAN SABUN  DAPAT DIBERIKAN LIDOCAIN

GIGITAN ULAR BERBISA
: KING KOBRA NEUROTOKSIN  FAM VIPERIDOE : ULAR TANAH, ULAR HIJAU POHON, ULAR BATU KORAL HEMOTOKSIN  FAM HYDROPIDAE

FAM ElAPIDAE

TANDA
 KEPALA

SEGITIGA  MATA ELIPS  TARING/FONG  LUBANG ANTARA HIDUNG DAN MATA

BISA ULAR
1.

POLI PEPTIDA ENZIM
FOSFOLIPASE  HIALURONIDASE  ATP-ASE  5 NUKLEOTIDASE  KOLIN ESTERASE  PROTEASE  FOSFOMONDESTERASE  RNA ASE  DNA ASE DESTRUKSI LOKAL, TOKSIK TERHADAP SYARAF, HEMOLITIK, HISTAMIN RELEASE HIALURONIDASE MERUSAK BAHAN DASAR SEL MEMUDAHKAN PENYEBARAN RACUN

2.

POLI PEPTIDA NON – ENZIM
   

HAEMORAGIC NEUROTOKSIN CARDIOTOKSIN SITOTOKSIN MIOTOKSIN

GEJALA KLINIS
NYERI HEBAT  EDEMA, ERITEMA, PETEKIE, EKIMOSIS, BULLA  NEKROSIS JARINGAN  HIPOTENSI, MENGGIGIL, MUAL, MUNTAH DAN GEJALA SISTEMIK LAINNYA

KLASIFIKASI LUKA GIGITAN (PARRISH)

GRADE 0 : BEKAS TARING +, RASA SAKIT MINIMAL, OEDEMA DAN ERITEMA < 2,5 CM DALAM 12 JAM PERTAMA, GEJALA SISTEMIK – GRADE 1 :FANG MARK +, KERACUNAN MINIMAL, NYERI HEBAT, OEDEMA DAN ERITEMA 2,5 – 12,5 CM DALAM 12 JAM PERTAMA, GEJALA SISTEMIK GRADE 2 : FANG MARK +, KERACUNAN SEDANG, NYERI HEBAT, OEDEMA DAN ERITEMA 15 - 30 CM DALAM 12 JAM PERTAMA, KADANG- KADANG GEJALA SISTEMIK + GRADE 3 : FANG MARK +, KERACUNAN BERAT, OEDEMA DAN ERITEMA > 30 CM, GEJALA SISTEMIK UMUM GRADE 4 : FANG MARK +, KERACUNAN BERAT, NYERI HEBAT, OEDEMA DAN ERITEMA MELEWATI EKSTRIMITAS, GEJALA SISTEMIK SELALU ADA BERUPA RENAL FAILURE DAN COMA

GRADE 0 – 1 DIBERIKAN SABU  GRADE 2 DIBERIKAN SABU 3 – 4 VIAL  GRADE 3 DIBERIKAN SABU 5 – 15 VIAL

PENATALAKSANAAN

  


  


RESUSITASI TOURNIKET INSISI DAN PENGHISAPAN EKSISI SABU KORTIKOSTEROID ANALGETIK DAN SEDATIF ANTIBIOTIK ANTI TETANUS SERUM FASCIOTOMY

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful