JUDUL SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN ANTENATAL CARE PADA

IBU PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR TAHUN 2012
OLEH: MUHAMMAD RUSTAM NIM: 08 3145 105 100 PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN STIKes MEGA REZKY MAKASSAR 2012

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Batua Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini berlangsung selama satu hari yaitu 29 Juni 2012. Besaran sampel diperoleh dari data sekunder yang diambil dari data di Puskesmas Batua, dan penetapan sampel dilakukan secara Nonprobability Sampling. Jumlah sampel yang memenuhi syarat penelitian sebanyak 40 orang.

1. Analisa Univariat
a. Distribusi Responden Berdasarkan Usia
Tabel Distrubusi Responden Berdasarkan Usia di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli Tahun 2012
No
1

Umur Ibu
< 20 tahun

Frekuensi
11

%
27,5

2 3

20 - 35 tahun > 35 tahun
Total

26 3
40

65,0 7,5
100

b. Distibusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan.
Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli Tahun 2012.
No
1 2

Tingkat Pendidikan
SD SLTP

Frekuensi
3 8

%
7,5 20,0

3
4

SMU
Diploma

21
8

52,5
20,0

Total

40

100

c. Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan.
Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli 2012.
No
1

Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga

Frekuensi
31

%
77,5

2

Wiraswasta

5

12,5

3

Pegawai Negeri

1

2,5

4

Pegawai Swasta

3

7,5

Total

40

100

d. Distribusi Responden Berdasarkan Usia Kehamilan.
Tabel Distribusi Responden Berdasarkan usia kehamilan di Puskesmas Batua Kota Makassar bulan Juli Tahun 2012.
No Usia Kehamilan Frekuensi %

1

> 1 bulan

1

2,5

2

1-3 bulan

12

30,0

3

> 3 bulan

27

67,5

Total

40

100

e. Distribusi Responden Berdasarkan Sumber Informasi
Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Sumber Informasi di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli Tahun 2012.
No Mendapatkan Informasi Tentang Kehamilan
Televisi

Frekuensi

%

1

19

47,5

2

Radio

1

2,5

3

Penyuluhan Oleh Tenaga Kesehatan

20

50,0

Total

40

100

2. Analisis Bivariat
a. Dastribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan
Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli 2012.
No Pengetahuan Frekuensi %

1

Baik

30

75,0

2

Kurang

10

25,0

Total

40

100

b. Distribusi Responden Berdasarkan Sikap
Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Sikap di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli 2012.

No

Sikap

Frekuensi

%

1

Baik

26

65,0

2

Kurang

14

35,0

Total

40

100

c. Distribusi Responden Berdasarkan Kepatuhan
Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Kepatuhan di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli Tahun 2012.
No
1

Kepatuhan
Baik

Frekuensi
27

%
67,5

2

Kurang

13

32,5

Total

40

100

d. Analisa Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida Tentang
Kehamilan dengan Kepatuhan Pelaksanaan Antenatal Care
Tabel Analisa Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida Tentang Kehamilan Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Antenatal Care di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli Tahun 2012.
Kepatuhan Pengetahuan
Baik Baik Kurang 25 2 % 83,3 20,0 Kurang 5 8 % 16,7 80,0 Total 30 10 % 100 100

Total

27

67,5

13
p = 0,001 < α = 0,05

32,5

40

100

Berdasarkan analis diatas yaitu pengetahuan ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan antenatal care menunjukkan hampir sebagian besar responden yaitu 83,3% atau 25 responden mempunyai pengetahuan baik dengan kepatuhan baik, dan 20,0% atau 2 responden dengan pengetahuan kurang dan kepatuhan kurang. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan (p) = 0,001 dengan taraf signifikan α = 0,05. Oleh karena nilai p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan pengetahuan ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan melaksanakan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar Tahun 2012.

e. Analisa Hubungan Sikap Ibu Primigravida Tentang Kehamilan dengan Kepatuhan Pelaksanaan Antenatal Care Tabel Analisa Hubungan Sikap Ibu Primigravida Tentang Kehamilan Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Antenatal Care di Puskesmas Batua Kota Makassar Bulan Juli 2012.
Kepatuhan
Sikap Baik Baik Kurang Total 23 4 27 % 88,5 28,6 67,5 Kurang 3 10 13 p = 0,000 < α = 0,05 % 11,5 71,4 32,5 Total 26 14 40 % 100 100 100

Berdasarkan analisis diatas yaitu sikap ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan antenatal care menunjukkan sebagian besar yaitu 88,5% atau 23 responden mempunyai sikap baik dan kepatuhan baik, 11,5% atau 3 responden bersikap baik namun kepatuhannya kurang. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan (p) = 0,000 dengan taraf signifikan α = 0,05. Oleh karena nilai p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan sikap ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan melaksanakan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar Tahun 2012.

B. Pembahasan
1. Pengetahuan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 30 responden (75%) berada pada kategori pengetahuan tinggi, sedangkan 10 responden (25%) berada pada kategori pengetahuan kurang. Dominasi tingginya tingkat pengetahuan tentang antenatal care didukung oleh latar belakang pendidikan ibu terbanyak yaitu SMU. Adanya fasilitas pos pelayanan terpadu dan poliklinik bersalin kelurahan mendukung tingginya tingkat pengetahuan ibu serta menjadikan tenaga kesehatan sebagai sumber informasi yang paling banyak mentransfer pengetahuan tentang perawatan antenatal. Sesuai dengan pendapat dari I B Mantra (2007) yang dikutip oleh Sentana bahwa makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah seorang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun media massa, semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan.

2. Sikap
Dari hasil penelitian ini, sikap ibu hamil terhadap antenatal care menunjukkan hampir seluruh responden yaitu 65,0% (26 orang) berada pada kategori baik dan hanya 35.0% (14 orang) pada kategori kurang. Adanya sikap yang baik dan respon mendukung terhadap perawatan ibu hamil dimungkinkan karena dirasakan perlu untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan selama kehamilan. Pentingnya antisipasi ini adalah membentuk sikap yang baik terhadap pelaksanaan antenatal care pada ibu hamil. Oleh karena itu adanya penjelasan oleh tenaga kesehatan sebagai sumber informasi, latar belakang pendidikan yang memadai serta belum adanya pengalaman kehamilan sebelumnya menyebabkan ibu primigravida mempunyai sikap yang baik dan mendukung terhadap upaya-upaya perawatan kehamilannya.

Adanya pergeseran nilai dan kebudayaan dimasyarakat dan semakin banyaknya media dimasyarakat seperti media cetak dan elektronik sebagai pilihan lain penyedia informasi dapat memberikan wawasan tentang manfaat perawatan selama kehamilan. Kondisi ini akan mendorong ibu untuk lebih bersikap baik dan mendukung terhadap beberapa upaya – upaya perawatan pada kehamilannya.

3. Kepatuhan
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan ibu hamil terhadap antenatal care sebagian besar yaitu 67,5% (27 orang) pada kategori baik dan hanya 32.5% (13 orang ) pada kategori kurang. Salah satu faktor pendukung yang dapat mempengaruhi kepatuhan ibu dalam melaksanakan antenatal care adalah karena adanya kesadaran dari ibu tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sedini mungkin yang di lakukan secara teratur selama kehamilan, kesadaran ini berawal dari pengetahuan ibu yang baik tentang kehamilan. Sehingga baik saran maupun informasi yang di dapat melalui media massa ataupun dari tenaga kesehatan yang lain dapat dengan mudah di terima dan di fahami oleh ibu, sehingga ketentuan kunjungan serta beberapa aktivitas selama kunjungan antenatal seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, pemeriksaan tinggi fundus uteri, suntikan Tetanus Toxoid, pemberian tablet tambah darah dan calk serta konseling kehamilan telah dilakukan oleh ibu.

4. Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Dari hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji Chi Square, tapi karena tabel 2X2 ini tidak layak untuk di uji chi-square karena sel expected-nya kurang dari 50% jumlah sel (yaitu sel c dan sel d), oleh karena itu uji yang dipakai adalah uji alternatifnya yaitu uji fisher. Tabel kedua menunjukan hasil uji fisher nilai siknificancy adalah 0,001 untuk 2 sided dan 0,001 untuk 1 sided ( one-tail). Karena nilai p < 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan ibu melaksanakan antenatal care.

Pada penelitian ini didapatkan bahwa frekuensi pengetahuan baik sebayak 83,3% atau 25 responden mempunyai pengetahuan tinggi dengan kepatuhan baik, pengetahuan tinggi dengan kepatuhan kurang terdapat 16,7% atau 5 responden dan 20,0% atau 2 responden dengan pengetahuan kurang dan kepatuhan kurang. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan (p) = 0,001 dengan taraf signifikan α = 0,05. Oleh karena nilai p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan pengetahuan ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan melaksanakan antenatal care. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pengetahuan yang baik maka kepatuhan ibu melaksanakan antenatal care semakin baik. Dengan melihat hasil atau kejadian dari penelitian ini maka peneliti menyimpulakan perlunya sosialisasi kepada keluarga maupun masyarat sebagai orang yang pertama dalam mengetahui masalah ini.

Dengan memberikan informasi tentang kehamilan, tanda-tanda kehamilan, cara memelihara kehamilan dan tanda bahaya kehamilan akan meningkatkan pengetahuan ibu primigravida tentang hal tersebut. Pengetahuan responden yang baik tentang kehamilan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kepatuhan dari ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal. Adanya hubungan yang kuat antara pengetahuan dengan kepatuhan di dukung pula oleh salah satu faktor demografi dimana dari data yang di dapat menunjukkan bahwa sebagian besar informasi yang di peroleh ibu tentang kehamilan berasal dari penyuluhan yang di berikan oleh tenaga kesehatan. Selanjutnya dengan pengetahuan itu akan menimbulkan kesadaran mereka, dan akhirnya akan menyebabkan ibu berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

5. Hubungan Sikap dengan Kepatuhan Dari hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji Chi Square, tapi karena tabel 2 X 2 ini tidak layak untuk di uji chi-square karena sel expected-nya kurang dari 50% jumlah sel (yaitu sel c dan sel d), oleh karena itu uji yang dipakai adalah uji alternatifnya yaitu uji fisher. Tabel kedua menunjukan hasil uji fisher nilai siknificancy adalah 0,000 untuk 2 sided dan 0,000 untuk 1 sided ( onetail). Karena nilai p < 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan ibu melaksanakan antenatal care.

Pada penelitian ini didapatkan bahwa frekuensi sikap baik sebayak 88,5% atau 23 responden mempunyai sikap yang baik dengan kepatuhan baik, sikap yang baik dengan kepatuhan kurang terdapat 11,5% atau 3 responden dan 28,6% atau 4 responden dengan sikap yang kurang dan kepatuhan kurang. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan (p) = 0,000 dengan taraf signifikan α = 0,05. Oleh karena nilai p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan sikap ibu primigravida tentang kehamilan dengan kepatuhan melaksanakan antenatal care. Hal ini menunjukkan bahwa dengan sikap yang baik maka kepatuhan ibu melaksanakan antenatal care semakin baik. Dengan melihat hasil atau kejadian dari penelitian ini maka peneliti menyimpulakan perlunya sosialisasi kepada keluarga maupun masyarat sebagai orang yang pertama dalam mengetahui masalah ini.

Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup terhadap stimulus atau obyek yang berupa kesiapan atau kesediaan untuk bertindak. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan responden tentang kehamilan maka semakin baik pula sikapnya. Selain itu faktor budaya, pengalaman pribadi dan orang lain yang di anggap penting dapat mempengaruhi pembentukan sikap dari ibu tersebut. Dari sebaran kuisioner yang telah di berikan selain tingkat pendidikan responden yang sebagian besar adalah SMU, penyuluhan yang di berikan oleh tenaga kesehatan yang merupakan orang yang di anggap penting dalam masyarakat dapat pula mempengaruhi sikap ibu. Adanya sikap yang baik pada ibu primigravida terhadap kehamilannya akan dapat meningkatkan perilaku berupa kepatuhan dalam pelaksanaan ante natal care.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 1. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, dari 40 responden yang menjawab pertanyaan dengan menggunakan kusioner hampir sebagian besar pengetahuan ibu primigravida tentang kehamilan dalam kategori baik yaitu sebanyak 75,0% atau 30 responden. 2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sikap ibu primigravida tentang kehamilan hampir sebagian besar bersikap baik yaitu 65,0% atau 26 responden. 3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, kepatuhan ibu primigravida tentang pemeriksaan antenatal care berkategori baik yaitu 67,7% atau 27 responden, ini dikarenakan pengetahuan dan sikap ibu primigravida sangat baik. 4. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ada hubungan yang kuat antara pengetahuan tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan antenatal care pada ibu primigravida. 5. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, adanya hubungan yang kuat antara sikap tentang kehamilan dengan kepatuhan pelaksanaan antenatal care pada ibu primigravida.

B. Saran 1. Perlunya meningkatkan pengetahuan yang lebih baik lagi bagi ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan baik melalui penyuluhan maupun kunjungan posyandu. 2. Bagi pemberi pelayanan kesehatan (puskesmas, polindes dan posyandu) perlu meningkatkan penguasaan tehnik wawancara yang baik, sehingga mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan lebih jauh agar lebih optimal. 3. Bagi peneliti berikutnya dapat melakukan studi mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam perawatan antenatal dan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi.

TERIMAH

KASIH