SINDROMA MATA KERING

TIU Pada akhir semester 7 diharapkan mahasiswa S1 Kedokteran Unair mampu mendiagnosis dan menerapi penderita dengan sindroma mata kering .

 Mahasiswa S1 Kedokteran mampu menyebutkan gejala dan tanda klinis dari sindroma mata kering.TIK  Mahasiswa S1 Kedokteran mampu menyebutkan definisi dari sindroma mata kering  Mahasiswa S1 Kedokteran mampu menguraikan penyebab terjadinya sindroma mata kering.  Mahasiswa S1 Kedokteran mampu menyebutkan langkah-langkah tes schirmer.  Mahasiswa S1 Kedokteran mampu menyebutkan tatalaksana sindroma mata kering .

TEAR FILM Permukaan mata normal dilapisi oleh tear film. Mempunyai 3 lapisan : • Lipid • Aqueous • mucin .

Outer lipid layer  Disekresi  Fungsi klj meibom dan zeis : mengurangi penguapan menurunkan tegangan permukaan lubrikasi eyelid .

kornea ireguler .Middle aqueous layer  Disekresi  Fungsi klj lakrimalis : suplai oksigen pada epitel kornea antibakteri mengurangi permk.

kripta henle. klj .Inner mucin layer  Disekresi manz  Mengubah epitel kornea yg hidofobik => hidrofilik shg aqueous bs menempel sel goblet konjungtiva.

immunoglobulin.336 . lisosim dan betalisin pH 7. osmolaritas 302 mOsm perliter & volume 7 l pada tear film prekorneal Indeks refraksi 1.Sifat tear film : Nutrisi esensial & oksigen utk kornea.2 . Bakterisidal  lactoferin.

• Kedipan palpebra yg komplit dan periodik  penyebaran tear film ke seluruh permukaan mata & membersihkan air mata menuju sistem drainase dan sirkulasi air mata.Dibutuhkan faktor hidrodinamik : • Tear film yg stabil. • Angka waktu berkedip rata rata 6 – 10 kali permenit .

DRY EYES  Keratoconjungtivitis kering  Perubahan patologis permk. sindroma mata .bola mata => krgnya prod.aqueous adl penyebab utama sicca.air mata/ketidakstabilan air mata  Defisiensi lap.

DERAJAT SINDROMA MATA KERING  DERAJAT RINGAN tanpa disertai kelainan kornea  DERAJAT BERAT disertai kelainan kornea yang parah seperti ulkus atau perforasi kornea .

Gejala klinis  Mata terasa kering  Perasaan adanya benda asing  Perih atau rasa terbakar  Gatal  Rasa berat pada kelopak  Kadang2 kabur  Penumpukan kotoran pada sakus konjungtiva .

DIAGNOSA  Gejala klinis  Pemeriksaan : slitlamp tes schirmer rose bengal break up time .

TES SCHIRMER : • Tes Schirmer  Tujuan: memeriksa fungsi sekresi sistem lakrimal. dgn mengukur sekresi basal dan reflek sekresi. .

• Pemeriksaan selama lima menit • Ukur pembasahan kertas saring dimulai dari lipatan memakai penggaris millimeter .Teknik Pemeriksaan Tes Schirmer • Pasang strip kertas saring di fornik inferior dengan menempatkan kertas yang terlipat inferior • Posisikan kertas saring tersebut pada sepertiga lateral kelopak mata • Pasien diminta untuk menutup mata dengan pelan pelan.

Interpretasi • Mata normal  antara 10 sampai 30 mm • Hasilnya kurang dari 10 mm dipertimbang sebagai sindroma mata kering. .

TERAPI  Air mata buatan  Salep lubrikasi  Kompres hangat  Pemijatan kelopak  Pada kasus berat. oklusi pungtum dan tarsorafi .

Terimakasih  .