KARBOHIDRAT

Sejarah Karbohidrat
• Pada awalnya gula tebu ditemukan di papua new Guinea , kemudian menyebar ke India, asia dan cina pada tahun 510 Sebelum Masehi. • Ketika orang-orang Arab menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gula. Selama ekspansi berlanjut mereka mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol. • Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini. Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspansi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula.

Sejarah Karbohidrat
• Dalam salah satu perjalanannya Columbus membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia dan mendirikan sebuah industri gula, Selanjutnya tanaman tebu dibudidayakan di berbagai perkebunan besar di kawasan-kawasan lain di dunia (India, Indonesia, Filipina dan kawasan Pasifik) untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa dan lokal. • Gula bit pertama kali diketahui sebagai sumber gula pada tahun 1747 dan baru pada tahun 1880 gula bit menggantikan gula tebu sebagai sumber utama gula di benua Eropa. Masuknya gula bit ke Inggris tertunda sampai dengan Perang dunia Pertama ketika impor gula Britain terancam. Sebelumnya Britain mengimpor gula tebu dari jajahannya di kawasan tropis.

dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan. hidrat arang) atau sakarida (bahasa Yunani sákcharon. terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa). • Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup. cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan).DEFINISI KARBOHIDRAT • Karbohidrat ('hidrat dari karbon'. kitin pada hewan dan jamur). . berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi.

. • karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n. terdapat pula karbohidrat yang mengandung nitrogen. yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air. fosforus. atau sulfur.• Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. • Namun demikian.

dan fruktosa. • Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang. disebut polisakarida.• Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida. misalnya glukosa. • terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida). galaktosa. misalnya pati. kitin. dan selulosa. .

Klasifikasi karbohidrat 1. Karbohidrat sederhana – Monosakarida – Disakarida – Gula alkohol – Oligosakarida 2. Karbohidrat komplek .

• Manosa • Pentosa . maka monosakarida dikenal pula sebagai bentuk yang paling sederhana • Glukosa (dekstrosa /gula anggur) glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang beredar di dalam tubuh dan di dalam sel dan merupakan sumber energi. • Galaktosa tidak terdapat bebas karena sebagai hasil pencernaan laktosa. Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis.Monosakarida Karena senyawa ini tidak mengalami hidrolisis. namun strukturnya berbeda. C6H12O6. • Fruktosa (levulosa / gula buah) Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa.

Disakarida (C12H22O11 ) Senyawa ini terdiri dari dua monosakarida. Gula tersebut manisnya kurang lebih sepertiga manisnya sukrosa. merupakan gula yang digunakan sehari-hari dan digunakan untuk masak. Sukrosa terdapat pula dalam buah-buahan masak. • Trehalosa Terdiri atas dua mol glukosa . • Laktosa Laktosa adalah gula susu dan hanya terdapat dalam susu (atau hasil-hasil dari susu). Zat tersebut terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. dan getah pohon serta tersebar luas di alam. Karena pengaruh asam senyawa ini dapat mengalami hidrolisis menjadi bentuk bentuk monosakarida penyusunnya • Sukrosa Sukrosa mengandung satu molekul glukosa (dekstrosa) dan satu molekul fruktosa (levulosa). • Maltosa Maltosa ditemukan dalam biji yang sedang tumbuh dan mengandung dua molekul glikosa.

• Inositol alkohol siklis yang menyerupai glukosa.. terutama dalam sekam serealia.Gula Alkohol Gula alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara sintesis. . terdapat di dalam beberapa jenis buah dan secara komersial dibuat dari glukosa. Pengaruhnya terhadap kadar gula darah lebih kecil daripada sukrosa • Manitol dan Dulsitol alkohol yang dibuat dari monosakarida manosa dan galaktosa. Terdapat dalam banyak bahan makanan. • Sorbitol Sorbitol. Enzim aldosa reduktase dapat mengubah gugus aldehida (CHO) dalam glukosa menjadi alkohol (CH2OH).

oligosakarida • Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida .

• Pati merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia .Karbohidrat kompleks • Karbohidrat kompleks ini dapat mengandung sampai tiga ribu unit gula sederhana yang tersusun dalam bentuk rantai panjang lurus atau bercabang. glikogen. dan polisakarida nonpati. dekstrin. Jenis polisakarida yang penting dalam ilmu gizi adalah pati.

Pati yang ada dalam kentang. Struktur rantai lurus ini membentuk untaian heliks PATI . Jumlah kedua polisakarida ini tergantung dari jenis pati. yaitu amilum dan amilopektin. jagung dan tumbuhan lain mengandung amilopektin sekitar 75 – 80% dan amilum sekitar 20-25%.• Granula pati mengandung campuran dari dua polisakarida berbeda. • Komponen amilum merupakan polisakarida rantai lurus tak bercabang terdiri dari molekul DGlukopiranosa yang berikatan α (1→ 4) glikosida.

.• Amilopektin merupakan polimer yang tersusun atas monomoer D-glukopiranosa yang berikatan α (1→ 4) glikosida dan juga mengandung ikatan silang α (1→6) glikosida. Adanya ikatan silang ini menyebabkan molekul amilopektin bercabang.cabang.

galaktosa.Proses Pemecahan pati • Proses pemecahan polisakarida (pati) maupun disakarida menjadimonosakarida (gula sederhana) seperti glukosa. Enzim ini menghidrolisis pati menjadi maltosa dan glukosa. dan fruktosa terjadi di sepanjang saluran pencernaan dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. . • Ketika makanan dikunyah. makanan akan bercampur dengan saliva yang mengandung enzim ptialin.

sekitar 30-40% pati dihidrolisis menjadi maltosa. . sehingga hanya 3-5%pati yang telah terhidrolisis pada saat makanan ditelan.• Makanan berada didalam mulut dalam waktu yang relatif singkat. kerja ptialin akan dihambat oleh asam yang dikeluarkan oleh lambung karena ptialin merupakan enzirn yang tidak aktif saat pH medium turun di bawah 4. • Di lambung.

dan maltosa) dan polimer glukosa akan dipecah menjadi monosakarida oleh empat enzim yaitu laktase. maltase. • Selanjutnya disakarida (laktosa. dan dekstrinase • Laktosa dipecah menjadi satu molekul glukosa dan galaktosa.• Di duodenum (usus dua belas jari). makanan bercampur dengan getah pankreas yang mengandung c-amilase. Enzim ini memiliki fungsi yang sama dengan enzim ptialin. • Maltosa dan polimer glukosa akan dipecah menjadi molekul-molekul glukosa. . sukrase.sukrosa. • Sukrosa dipecah menjadi satu molekul glukosa dan sat umolekul fruktosa.

namun jumlah serat pangan yang dikonsumsi hanya berkisar antara 12-17 g/hari . karena walaupun termasuk dalam kategori pati. namun dianalisa sebagai serat pangan. hal ini dibuktikan di mana jumlah yang direkomendasikan sekitar 20-35 g/hari. • Serat pangan yang selama ini dikenal akan efek fisiologisnya tidak mampu dikonsumsi.Pati resisten • Pati resisten adalah pati yang tidak tercerna dalam usus halus tapi terfermentasi pada usus besar oleh mikroflora • Pati resisten adalah senyawa yang unik.

• Metabolisme pati resisten membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari. • Selain itu.• sifat pati resisten yang tidak tercerna dalam usus halus dapat dimanfaatkan sebagai substrat untuk pertumbuhan probiotik. • Mikroorganisme probiotik yang memanfaatkan pati resisten sebagai substratnya adalah Bifidobacterium. mengkonsumsi makanan yang mengandung pati resisten dapat mengontrol kenaikan gula darah akibat pelepasan glukosanya yang lambat sehingga dapat menurunkan respon insulin tubuh dan menormalkan kembali gula darahnya. waktu yang lama ini dapat menurunkan respon insulin sehingga dapat menurunkan kecepatan gula darah yang mengakibatkan kebutuhan energi turun dan menunda rasa lapar .

Prebiotik sebagai bahan makanan yang tidak dapat tercerna dan memberi efek menguntungkan dengan mendorong pertumbuhan dan aktivitas dari satu atau sejumlah koloni bakteri yang dapat meningkatkan kesehatan kolon .• pati resisten diimplikasikan sebagai prebiotik.

baik yang larut maupun tidak dapat larut  difermentasikan oleh bakteri dlm colon • Diet serat tinggi  dapat menurunkan insiden ca colon  mekanisme (belum pasti): – Mempercepat pergerakan colon – Mengurangi absorpsi zat kimia – Penyerapan agent karsinogenik oleh serat .Diet serat • Definisi: semua tanaman polisakarida dan lignin yang resisten terhadap hidrolisis oleh enzim pencernaan • Serat .

asam. terdapat 4 sensasi rasa: manis. • Konsep modern menyatakan bahwa manis bukan merupakan suatu kesatuan kualitas rasa  namun merupakan kualitas rasa manis yang berbeda dari pemanis yang berbeda • Standar rasa manis yang umumnya digunakan adalah sukrosa (dengan manis 100%) .Fungsi Gula • Secara klasik. asin dan pahit dengan segala kombinasinya.

penampilan. kini.180 Maltosa (manis syrup) : 43 .50 Laktosa : 15 – 40 • Pendapat lama menyatakan bahwa manis identik dengan sumber energi • Selain itu. tekstur.• Berdasarkan standar tersebut. pengawet dan fermentasi (roti dan minuman alkohol) • Gula yang ‘tersembunyi’ ini  mengakibatkan penilaian asupan sukrosa menjadi sulit . berikut kadar manis pemanis lainnya: – – – – Glukosa : 61-70 Fruktosa (manis buah) : 130 . gula (terutama sukrosa) digunakan secara luas dalam produksi makanan untuk memberi rasa.

Masuknya Glukosa ke dalam sel • Sumber utama energi metabolik pada hampir sebagian besar sel mamalia adalah oksidasi Dglukosa • Membran sel tersebut. relatif impermeable terhadap molekul polar hidrofilik seperti glukosa Diperlukan proses transport khusus untuk memungkinkan masuk dan keluarnya glukosa dari sel .yang kaya lipid.

energinya berasal dari perbedaan konsentrasi tersebut – Kotransporter glukosa Na+ • memungkinkan perpindahan glukosa melawan perbedaan konsentrasi  transport aktif .• Carrier protein (terletak di membran plasma sel)  mengikat glukosa  membawa glukosa melalui barier lipid membran  lalu melepaskan hexosa ke dalam sitoplasma sel atau cairan tubuh • Terdapat 2 jenis : – Transporter glukosa fasilitatif • Carrier protein tersebut membawa glukosa dari konsentrasi tinggi ke rendah  disebut difusi fasilitatif.

bersama dengan hormon yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat memungkinkan kontrol konsentrasi glukosa dalam plasma dan menjaga kesinambungan penyediaan sumber energi sel .• kerjasama antara dua jenis transporter glukosa tersebut.

dimana penamaan berdasarkan: – Urutan penemuan – Protein dengan struktur molekul yang sama • Mueckler menggambarkan model GLUT 1 di membran plasma sebagai berikut: – Memiliki 3 molekul utama: • 12 ɑ-helices dengan ujung protein N dan C terletak disisi sitoplasma membran sel • Domain intraseluler 65 asam amino hidrofilik (antara M6 dan M7) • Segmen 33 asam amino ekstraseluler (antara M1 dan M2) .Transporter glukosa fasilitatif-difusi • Terdapat 5 transporter hexosa . GLUT 1 – 5.

.

GLUT 1 (Carrier eritrhoid-otak) • Merupakan transporter glukosa pada sel darah merah • Terdiri atas 492 residu asam amino • Gen yang mengekspresikannya terdapat pada kromosom 1 • Tersebar luas pula pada berbagai jaringan seperti jantung. namun sangat sedikit pada otot dan hepar . ginjal. fibroblas. plasenta dan otak (merupakan bagian dari blood brain barrier). sel lemak.

• Asimetris ini menjadikan transporter efektif ketika glukosa ekstrasel rendah dan kebutuhan intrasel tinggi . sedangkan untuk pengeluaran glukosa sekitar 20-30 mmol/L • Asimetris ini tampak menjadi allosterical  diatur oleh ATP. karena afinitas (Km) penyerapannya sekitar 1-2 mmol/L.GLUT 1 • proses transportasi d-glukosa dalam sel merah  asimetris.

ginjal (sel tubulus).GLUT 2(Transporter glukosa pada Hepar) • 55% asam amino pada GLUT2 memiliki urutan yang sama dengan GLUT1 dan memperlihatkan pengaturan topologi membran sel yang sama dengan GLUT1. • Terdiri atas 524 asam amino • Diekspresikan pada hepar (membran sinusoid). usus halus (enterosit) dan pancreas (sel β yang mensekresikan insulin) .

GLUT 2 • Memiliki afinitas yang rendah terhadap glukosa dan menunjukkan transport yang simetris Berguna untuk pengeluaran glukosa secara cepat setelah glukoneogenesis • GLUT 2  selain glukosa. mannosa dan fruktosa • Transport fruktosa hanya dapat dilakukan oleh GLUT 2 dan GLUT 5 . dapat mentransport galaktosa.

namun diekspresikan terbanyak pada otak (pada neuron).GLUT 3(Transporter glukosa padaotak) • Terdiri atas 496 residu asam amino • Menunjukkan 64% kesamaan dengan GLUT 1 dan 52% dengan GLUT 2 • GLUT 3 mRNA terdapat pada semua jaringan.otot polos dan spermatozoa • Afinitas terhadap transport glukosa relatif rendah (10 mmol/L) . • Dapat ditemukan pula pada fibroblas. ginjal dan plasenta.

lemak coklat dan putih. GLUT 3 (58%) • Merupakan transporter utama pada jaringan yang sensitif terhadap insulin. GLUT 2 (54%). otot lurik dan otot jantung • Stimulasi insulin mempercepat transport glukosa karena terjadi translokasi terhadap membran menyatu  lalu melepaskan molekul .GLUT 4(Transporter glukosa insulin-responsif) • Terdiri atas 509 residu asam amino dengan kesamaan dengan GLUT 1(65%).

GLUT 4 • Proses tsb menyebabkan: – meningkatnya kemampuan memindahkan glukosa dari ekstrasel ke intrasel. – meningkatkan Vmaks (Kecepatan maksimal) penyerapan glukosa • Oleh karena itu. GLUT 4 merupakan komponen penting dalam homeostasis glukosa • Perannya dalam penyakit diabetes telah banyak diteliti .

otot skelet. adiposa.GLUT 5 (Transporter fruktosa) • Terdiri atas 501 residu asam amino dengan kesamaan dengan GLUT 1(42%). GLUT 3 (39%) dan GLUT 4 (42%) • Diekspresikan pada jejunum • Namun ditemukan pula (dlm jumlah sedikit) pada ginjal. GLUT 2 (40%). cel mikroglial dan blood brain barrier • Lebih banyak berperan untuk transportasi fruktosa • Ditemukan dalam kadar yang tinggi pada spermatozoa matang. dimana telah diketahui memerlukan fruktosa sebagai sumber energinya .

terdapat beberapa stop kodon serta terjadi pergeseran frame  sehingga tidak dapat menyandikan protein transporter glukosa yang berfungsi – Terdapat pada lengan panjang kromosom 5 • GLUT 7 – Memiliki kesamaan dengan GLUT 2 (65%) – Merupakan transporter internal atau intraseluler – Kemungkinan berperan dalam ditemukannya kompleks Glukosa-6-phosphatase dalam retikulum endoplasma hepatosit – .Transporter lain • GLUT 6 – urutan pada sebagian GLUT 6 memiliki 80% kesamaan dengan GLUT 3 pada otak manusia  Namun.

• Injeksi suatu hormon (ex:insulin) dalam upaya menurunkan level glukosa darah secara cepat bisa mengarah ke tidaksadaran diri bahkan kematian apabila penggunaan tidak tepat. Puasa  3. Ketika makan ( KH) 6. dan hanya 130g/hari yang bisa diperoleh dari sumber-sumber non KH. Otak bisa beradaptasi pada kondisi level lebih rendah bahkan menggunakan badan keton dari pemecahan lemak apabila adaptasi berlangsung sangat lambat.3-3.2 mmol/L (115-130 mg/100mL) tinggi sementara waktu. disaat otak manusia dewasa menggunakan kira-kira 140g/hari glukosa . .metabolik • Konsentrasi glukosa dalam darah pada dewasa: Normal 3.8 mmol/L (70-105 mg/100mL).9 – 5. • Otak membutuhkan suplai glukosa terus-menerus.5-7.9 mmol/L ( 60-70 mg/ 100mL). • Hal ini menjadi sangat penting selama terjadi kelaparan.

. Pada tikus uptake dan output sama yaitu 8. • Level glukosa yang tinggi menuju hati menurunkan produksi glukosa oleh hati. • Glukosa yang memasuki darah selama makan ditangani oleh hati dan jaringan tepi. glukosa 6 fosfat. mempunyai afinitas lebih rendah terhadap glukosa dan bisa meningkatkan aktivitasnya melebihi rentang glukosa normal dalam darah. Enzim hati glukokinase tidak begitu berpengaruh. • Langkah pertama adalah fosforilasi. Pada level glukosa normal.• Glukosa memasuki darah (kira2 6 g) berasal dari sejumlah sumber. Pada kondisi normal sesudah absorpsi pada manusia. Dalam jaringan fosforilasi oleh enzim heksokinase. gambaran plasma darah  rata-rata 8 -10 g/ jam. hati adalah produsen glukosa.3 mmol/ L. • Baik galaktosa dan fruktosa dapat diubah menjadi glukosa oleh selsel hati. galaktosa dan fruktosa dan ditranportasikan oleh darah ke hati dan ginjal. • Makanan yang mengandung KH akhirnya akan dihidrolisa menjadi glukosa. suatu enzim yang berperan terhadap feedback inhibisi oleh produk. Darah diganti setiap 2 jam.

diubah menjadi glukosa tanpa melalui recycle. khususnya selama kondisi kelaparan dan propionate.Siklus Cori • Glukosa bisa dibuat dalam hati dan ginjal dari 2 komponen kelompok yang berbeda yang berlangsung secara glukoneogenesis. Kelompok ke-1 yaitu asam amino. . proses ini dikenal sebagai Cori atau siklus asam laktik • Siklus Cori diperkirakan 40% dari normal glukosa plasma yang diperbaharui. Kelompok ke-2 yaitu dibentuk dari glukosa selama metabolisme parsial diberbagai jaringan • Baik otot maupun sel2 darah merah mengoksidasi glukosa menjadi laktat yang memasuki hati disintesis kembali menjadi glukosa. Glukosa yang baru dibentuk ini kembali ke sirkulasi jaringan .

sel2 hidrolisa lemak (acylglycerols) dan membentuk gliserol yang tidak bisa dimetabolisme oleh sel2 adipocyte. • Gliserol berdifusi dari sel2 masuk darah dan ditransportasikan ke hati dan ginjal. Akhirnya glukosa juga dilepaskan ke darah melalui proses glycogenolysis dari cadangan glycogen yang besar dalam hati. . kemudian kembali diubah menjadi glukosa.• Dalam jaringan lemak.

2. • Hormon yang mengantur level glukosa adalah. 3. 5. 4. 6. Insulin Glucagon Epinephrin (adrenalin) HormonTiroid Glukokortikoid Growth hormon . 1.Hormon • Level glukosa dalam darah diatur oleh hormon dan mekanisme metabolik.

15-20% disimpan dalam kelenjar. Level glukosa darah rendah (hipoglikemia) hambat sekresi insulin. • Apabila pancreas tidak sanggup menghasilkan insulin atau produksi sedikit kondisi ini dikenal dengan diabetes mellitus (penyakit ke-3 terbanyak di barat).Insulin • Diabetes mellitus dibedakan atas 2 tipe. • • • • Berperan utama dalam pengaturan gula darah. Disekresi oleh sel2 pulau Langerhans( pancreas manusia). Produksi setiap hari 40-50 unit. . yaitu: tipe 1 Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) tipe 2 Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Level glukosa darah mengontrol lepasnya insuli : Level glukosa darah tinggi (hiperglikemia) sekresi insulin.

• Umumnya mengenai anak-anak dan dewasa muda • Penyakit menetap bila 80% sel2 rusak. • Tidak bisa membuat insulin • Membutuhkan terapi suntik insulin setiap hari. .IDDM (tipe 1) • Mempunyai penyakit autoimmun terhadap sel2  .

• Sekresi hormon dan respon metabolik terhadap resisten insulin tepi menurun. 2. . Resitensi insulin mungkin menyebabkan kerusakan dalam translokasi GLUT 4 terhadap membran otot. penyebab turun masih didentifikasi. ada perdebatan tentang peranan GLUT 4 dalam sensitivitasnta. Terdapat berubahan kecil (18%) berkurang. yaitu : 1.NIDDM (tipe 2) • Mengenai dewasa matang. Tidak ada perubahan dalam GLUT 4 mRNA atau protein.

• Ini mendepolarisasi membran sel dan membuka gerbang channel Ca2+. • Padakondisi normal channel ini terbuka tetapi menutup mengikuti metabolisme glukosa ketika ada kesamaan yang meningkat dalam perbandingan ATP: ADP.Mekanisme sekresi insulin • Mekanisme regulasi sekresi insulin oleh level glukosa eksternal telah dipelajari menggunakan “patch clamp technique” untukmengontrol chanel ion dalam membran sel .bebas intraseluler yang meningkat mengaktifkan sekresi insulin melalui exocytosis. penyatuan insulin yang mengandung granula dengan membran plasma dan melepaskan kandungannya. • Potensial membran istirahat sel dipelihara dengan adanya enzim NA+K ATP ase dan ATP sensitif K+ channel ( K+ ATP channels). . • Konsentrasi Ca2.

badan keton dan hormon glukagon dan sekretin. • Hormon lain spt: epinephrin dan norepinephrin (noradrealin) menghambat sekresi insulin. . • Bagian dari level glukagon tinggi dalam darah. yaitu lactogen. • Level insulin lebih tinggi pada wanita hamil daripada tidak hamil.• Sejumlah obat-obatan (sulfonylureas) seperti tolbutamide dan glibenclamide  menyebabkan sekresi insulin dengan menghambat channel K ATP sel   digunakan untuk terapi NIDDM. yaitu :Asam amino. • Hormon plasenta. estrogen dan progesteron  semuanya meningkat kan sekresi hormon insulin. asam lemak bebas. berbagai komponen meningkatkan sekresi insulin.

• Kontrol lokal oleh autocrine. termasuk peptide pancreastatin. somatostatin. paracrine dan neurocrine adalah terlibat dalam inhibisi sekresi insulin.• Mekanisme inhibisi adalah penting karena melindungi sel2 dari over responding dan yang melemahkan. calcitonin gene related peptide (CGRP). galanin dan amylin (islet amyloid polypeptide / IAPP). . neuropeptideY( NPY).

• Glukosa masuk sel2 hati tidak dimediasi oleh berubahnya fungsi transporter glukosa.• Insulin bertindak merendahkan level glukosa darah dengan memfasilitasi masuknya ke dalam jaringan yang sensitif terhadap insulin dan hati. • Pada hati insulin merangsang penyimpanan glukosa sebagai glikogen atau mempertinggi metabolismenya melalui jalur glikolitik. • Insulin melakukannya dengan menaikkan level transporter2 dalam jaringan seperti otot. . meskipun kenyataannya hepatocytes mempunyai transporter2 ini berada dalam membran sinusoid.

. • Periportal hepatocytes lebih glukoneogenik dari sel2 perivenous lebih glikolitik. GLUT 2 mempunyai ekspresi lebih tinggi dalam periportal hepatocytes dari pada dalam perivenous hepatocytes. • Pada daerah perivenous GLUT 1 juga ada di membran sinusoidal hepatocytes yang membentuk barisan mengelilingi terminal venula hepatik.• Terdapat spesialisasi fungsi dalam hati dalam hal disposisi GLUTs 1 dan 2.

sedangkan GLUT 5 sebagai transporter fruktose tidak terekspres dalam hati. • Selain insulin berpengaruh utama pada homeostasis glukosa.• Diduga bahwa GLUT 2 mentransportasikan fruktosa. insulin juga mempengaruhi banyak fungsi sel lainnya . • Namun demikian GLUT 1 dalam perivenous sel2 hati bertujuan efisiensi fungsi jalur glikolitik.

5 Influence of Glucose via Insulin Positive Effects Glucose uptake Amino acid uptake Acetyl-CoAFatty acid Glucoseglycogen Negative Effects Pyruvate glucose Apoptosis Gene expression Protein synthesis DNA-synthesis Na+K+ pump Gene expression .Table 3.

.Glukagon • Disekresi oleh sel2  islet Langerhans dalam pancreas. • Stimulus utama untuk sekresinya adalah hypoglikemia (low blood glucose level). • Glucagon bertindak pada sel hepatik menyebabkan glikogenolisis dengan mengaktifkan enzim fosforilase untuk memecah glikogen. • Kerja hormon glukagon opposite dengan kerja hormon insulin. • Selain itu jg meninggikan proses glukoneogenesis ( pembentukan glukosa) dari asam amino dan laktat.

usus besar atau otak . reseptor glukagon mRNA teramati pada hati. • Tidak ditemukan pada testes. tymus dan stmach. tiroid dan otot rangka. namun juga pada jantung. dan pancreas.• Menggunakan reseptor mRNA glukagon spesifik pada jaringan tikus. jaringan adiposa. usus halus. ginjal. • Level rendah ditemukan pada kelenjar adrenal. limpa. lung.

 menyebabkan produksi epinephrin meningkat. hypoglikemia. ex: fear.Epinephrine • Disekresikan oleh sel kromafin medula adrenal. • Bertindak pada hati dan otot untuk proses glikogenolisis dengan mengaktifkan enzim fosforilase melepaskan glukosa untuk metabolisme otot. dan blood loss. • Sering disebut hormon “fight or flight” karena menegangkan. excitement. .

• Mempunyai kerja biphasic pada hewan.Thyroid • Pada manusia. • Hormon tiroid menaikkan kerja epinephrin dalam meningkatkan proses glikolisis dan glukoneogenesis dan potensial dalam kerja insulin pada sintesa glikogen dan pemanfaatab glukosa. level glukosa darah saat puasa tinggi pada pasien hypertiroid dan rendah pada hypotiroid pasien. sedangkan pada dosis tinggi meningkatkan proses glikogenolisis. pada dosis rendah meninggikan sintesa glikogen. .

meninggikan uptake asam amino oleh hati. • Meningkatkan proses glikoneogenesis dan menghambat pemanfaatan glukosa dalam jaringan ekstrahepatik.Glukokortikoid • Glukokortikoid ( 11-oxysteroid) disekresikan oleh kortek adrenal. Meningkatkan proses glukoneogenesis diaktivasi oleh glukokortikoid melibatkan: peningkatan katabolisme protein dalam jaringan. dan meningkatkan aktivitas transamin dan enzim2 lain yang terlibat dengan proses glukoneogenesis hepatik. • Kerja berlawanan dengan insulin. .

• Mempunyai efek secara langsung maupun tidak langsung pada penurunan uptake glukosa pada jaringan tertentu seperti jaringan otot. • Sebagian dari efek ini menyebabkan liberasi asam lemak dari jaringan adiposa  kemudian menghambat metabolisme glukosa. • Jika growth hormon menurun secara kronis. • Sekresi meningkat pada kondisi hypoglikemia. . menyebabkan kondisi hyperglikemia yang persisten yang merangsang sekresi insulin.Growth Hormon • Disekresi oleh kelenjar pituitary anterior. Sel2 akhirnya akan melemah dan diabetes terjadi.

Transport Hexose Transepithelial – usus dan ginjal Na+ Glucose Contransporters (SGLTs) .

• Transporter glukosa ini berlokasi pada tepi membran sel epithelial. D-galaktosa. yaitu D-glukosa. dan Dfruktosa. .• Usus dan ginjal adalah dua organ utama yang mempunyai epitelial dengan fungsi spesifik dari vectorially transferring hexose menyilang sel2 nya masuk aliran darah. sel2 tubulus proksimal menangkap glukosa dari glomerulus filtrat untuk mengembalikan nya ke darah. • Pada usus transporter enterocytes yang mature menangkap hexose dari lumen setelah memecah polisakarida menjadi simpel hexoses. • Pada ginjal.

. oleh karenanya dinamakan Na+glukosa cotransporter.• Glukosa transporter ini mentranspor glukosa menyeberang sel membran yang mempunyai hexose dan ikatan Na+ pada sisinya.

Penyimpanan Glukosa • Glikogen Glukosa disimpan dalam hati & otot (hewan& manusia) – polimer bercabang glikogen Terdiri dari 10-18 rantai panjang residu α-Dglucopyranose (ikatan glukosida α(1 4)) dan percabangan dengan ikatan glukosida α(16) .

• Konsentrasi glikogen dalam hepar 6 %. kontrol glukosa darah • Glikogen liver hanya cukup untuk cadangan puasa selama 12-18 jam. . transfer. sedangkan dalam otot 1 % (massa otot > hepar  glikogen otot 3 – 4 x dari hepar) • Glikogen otot  kontraksi • Glikogen hepar  penyimpanan.

Pembentukan & pemecahan glikogen .

• Setelah terbentuk 11 glukose residu, branching enzyme (amylo (14)  (16) transglucosidase), memindahkan rantai 14 dari glukosa residu ke rantai samping membentuk rantai cabang 16 • Rantai glikogen terus memanjang pada point 14 dan 16 menyebabkan bertambahnya reaktif side pada molekul yang akan mempercepat terjadi glikogenesis dan glikogenolisis

Glikogenolisis: Pemecahan glikogen  glukosa perlu 3 enzim: • phosphorylase aktif pada ikatan 14 • α(14)  α(14) glucan transferase yang memindahkan trisaccharide unit dari point 14 ke point 14 lain sehingga point 16 terekspos • memungkinkan debranching enzyme (amylo(16) glucosidase) bekerja memotong point 16 • Pemotongan cabang selanjutnya oleh enzim phosphorylase

enzim spesifik glucose 6phosphatase yang berfungsi mendesfosforilasi glukosa sehingga dapat berdifusi dari sel ke aliran darah • Enzim yang mengontrol metabolisme glikogen diregulasi oleh proses fosforilasi dan defosforilasi dan dipengaruhi hormon insulin dan glukagon .• Di hati dan ginjal.

VI. Defisiensi glucose-6-phosphatase Defisiensi asam α-glukoside Defisiensi amylo 1.6-glikosidase Defisiensi branching enzym Defisiensi muscle phosphorylase Defisiensi liver phosphorylase / phosphorylase B kinase VII. Defisiensi muscle fructokinase . V. III. IV. lokasi. II. struktur yang abnormal • Tipe: I.Gangguan penyimpanan glikogen • Genetik (gangguan enzimatik & transpor)  jumlah.

VII (juga II dan subgrup VI) penyediaan glukosa terganggu kontraksi otot terganggu  gejala memberat pada saat remaja . hiperglukagonemia. VI  hepar tidak dapat mengubah glikogen menjadi glukosa  pembesaran hepar. retardasi pertumbuhan • Tipe V. hipoglikemia. hiperlipidemia. hipoinsulinemia.• Tipe I. III.

tenis.Karbohidrat & Atlet • Karbohidrat (tenaga utama) otot (300g). dapat diresintesis secara anaerob untuk tambahan 5-8” dengan menggunakan phosphate yang berasal dari creatinin phosphate (cth: sprinter 100 m. hockey. senam & angkat beban) • Pemakaian tenaga maximum > 30”  pemecahan glikogen otot  pembentukan glukosa & asam laktat • Durasi waktu dan intensitas latihan menentukan jenis energi yang dipakai. hepar (90g). sepak bola. trigliserida dalam otot – Aktivitas sedang: lipid & karbohidrat dalam jumlah sama – Aktivitas ↑  penggunaan karbohidrat ↑ • Cadangan karbohidrat hanya cukup untuk 2 – 3 jam latihan fisik • Cadangan ↓  fatigue . – Waktu istirahat/ aktivitas ringan: ± 60% energi dari free fatty acid. cairan tubuh (30 g) • ATP dalam otot menghasilkan tenaga besar dalam beberapa detik.

pada awalnya mereka merasa lelah secara mental dan fisik.Diet & Cadangan Glikogen • Carbohydrate loading  peningkatan cadangan glikogen otot dan hepar dengan diet tinggi karbohidrat • 3 hari seorang atlet latihan fisik dengan diet rendah karbohidrat diikuti oleh 3 hari istirahat dengan diet tinggi karbohidrat  atlet tidak menyukai kedua fase. sehingga kehilangan glikogen otot lebih lambat . pada fase kedua mereka merasa kembung karena glikogen menahan air • Pada umumnya atlet makan karbohidrat banyak untuk meningkatkan penyimpanan glikogen untuk latihan beberapa jam tiap harinya • Makanan padat tidak dianjurkan sebelum latihan berat  solusi : minum glukosa / jus buah manis. • Konsumsi fruktosa menyebabkan sedikit peningkatan glukosa darah dan kadar insulin.

atau laktosa). dan defisiensi trehalase sangat jarang (intoleransi terhadap trehalosa dalam jamur) – Sekunder Penyakit lain (cth : infeksi sal.Intoleransi Karbohidrat • Intoleransi = Gangguan pencernaan dan absorpsi karbohidrat dan menyebabkan air masuk dalam usus  mengaktifkan peristaltik • Karbohidrat tidak tercerna di colon akan difermentasikan  tekanan osmotik tinggi colon  peningkatan influx air  diare • Penyebab : – Congenital Defisiensi sukrase-maltase (diare setelah menelan makanan yang mengandung sukrosa). malabsorbsi glukosagalaktosa (akibat ingesti glukosa. cerna  intoleransi laktosa sementara). gangguan pencernaan disakarida / penyerapan monosakarida . galaktosa. alactasia (tidak adanya laktase. diare dari mengkonsumsi susu).

sel usus. • Kandungan laktosa dalam susu (40 g/ lt susu sapi) merupakan sumber energi untuk bayi • Mamalia dewasa & kebanyakan orang sesudah penyapihan timbul aktivitas lactase pada bayi (yang diperlukan untuk mencerna laktose ASI) • Penurunan laktase pada dewasa sudah terprogam.Lactose intolerance • Ketidakmampuan untuk mengubah laktosa menjadi monosakarida yang dapat diabsorpsi oleh usus karena berkurang/ tidak ada enzym laktase di usus kecil. . pemberian diet tinggi laktosa tidak mencegah penurunan laktase • Diperlukan lebih banyak sinyal mRNA untuk laktase untuk mengimbangi pengurangan aktivitas laktase di sel .

hiperlipidemia & orang normal .Diagnosis Intoleransi Karbohidrat • Tes toleransi gula: pengukuran kuantitatif pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Minum glukosa 75 g dalam 5 menit  cek gula darah dalam interval waktu tertentu dan dibandingkan kadar normal • Tes nafas hidrogen: Karbohidrat yang tidak diabsorpsi mencapai colon  difermentasi oleh bakteri menjadi gas hidrogen diekskresi melalui pernafasan • Tes toleransi oral & Glikemik index: Jenis makanan berkabohidrat yang berbeda mempunyai efek berbeda-beda pada blood glucose dan respon hormon sesudah makan. Diet dengan index glikemik rendah bagus untuk penderita diabetes.

bakteriAsam laktat dan asetatdemineralisasi email. fluoride.dentin& cementum . plak bakteri.Hubungan gula dan carries gigi • Penyebab Caries : multifaktorial (komposisi makanan dalam diet. mineral.komposisi air ludah.umur & ras) • Bakteri penyebab plak: Streptococcus mutans • Gula(sukrosa)--.

Karbohidrat dan kesehatan • Konsumsi sukrosa dan fruktosa pada negara berkembang 25% intake kalori. • Penelitian sekarang menyatakan intake sukrosa tidak menjadi masalah pada orang normal. resistensi insulin). namun hati hati pada orang hipertrigliseridemia . • Diet Sukrosa tinggi (50 kg/tahun/orang) akan mempengaruhi kesehatan manusia (caries. hiperlipidemi. Fruktosa lebih lipogenik dari glukosa.

penderita Alzheimer dan sindrom Down.Glukosa & Fungsi Otak • Glukosa meningkatkan daya ingat • Pada penelitian dengan tikus dengan menyuntikan glukosa ke medium septum dan amygdala otak melemahkan efek inhibisi efek morfin terhadap kemampuan tikus. . • Metabolit glukosa (piruvat) dikatakan dapat membantu mekanisme regulasi fungsi sel otak • Glukosa dapat meningkatkan memori dan fungsi kognitif lain pada orang tua.

Daftar Pustaka • Shils ME. Mc Graw Hill 2006 : 160-162 . 27th Ed. Granner DK. Rodwell VW.. et. Lippincot Williams & Wilkins. • Murray RK. Modern Nutrition in Health & Disease. Harper’s Illustrated Biochemistry.. 1999: 61-64. al. 9th Ed.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful