Disampaikan oleh

:

MELI MUCHLIAN

PROGRAM STUDI FISIKA

PASCASARJANA
22/09/2012

UNIVERSITAS ANDALAS

1

Volcanic Explosivity Index (VEI) adalah sebuah standar pengukuran letusan gunung api yang pertama kali dikemukakan tahun 1982 oleh Chris Newhall (USGS) dan Steve Self (Univ. Hawaii)
Pengukuran pada skala VEI bergantung pada volume abu (tephra), dan tinggi abunya yang mencapai atmosfir.
22/09/2012 2

Letusan Hawaiian  Lava basaltic cair keluar dari celah, jarang keluar dari kepundan, turun melalui atau mengisi celahcelah di sisi gunung  Effusive, semburan lava sepanjang celah  Aktivitas letusan jarang  Membentuk gunung berupa kubah yang melandai – volkan tameng (shield volcano) Contoh: gunung berapi Kilauae
22/09/2012

Erupsi gunung Kilauea ini berlangsung dari 3 januari 1983 hingga SEKARANG! membentuk tanah baru di pasifik

3

Letusan strombolian  Stromboli adalah suatu gunung berbentuk kerucut curam, letusan melalui pipa saluran , bukan dari celah  Keluar asap hitam  Lava cair dengan kekentalan yang tinggi, sehingga aliran lava cair tidak terlalu jauh, membentuk kerucut yang curam  Lava basaltik yang lebih kental dp. Hawaiian  Aktivitas letusan lebih sering dp Hawaiian, dengan frekuensi 15 -20 menit mengeluarkan letusan kecil berupa ledakan gas yang melemparkan semburan lava cair ke udara  Letusan berupa bahan fragmental
Erupsi besar terakhir Gunung Stromboli di Italia terjadi pada april 2009

Contoh: gunung berapi Stromboli Italia

22/09/2012

4

Letusan Vulcanian  Lava kental  Letusan yang sangat kuat, letusan membentuk membentuk cerobong awan abu hitam yang terdiri dari gas, dan bahan fragmental padat dan tersebar luas  Gulungan awan terbentuk pada awal letusan, hasil letusan cukup tebal, lava mengalir lemah  Pada setiap periode letusan, deposit abu biasanya mendahului aliran lahar yang kental, Gunung Sinabung di kerucut  Lapisan-lapisan lava dan abu menghasilkan suatu Indonesia terakhir erupsi pada september stratovolcano yang curam ( kerucut gabungan)2010  Letusan tipe ini didasarkan atas Gunung Galeras di Colombia terjadi pada 25 kekuatan erupsi dan kedalaman dapur magmanya. agustus 2010.tahun 1993 yang terparah dan
dikenal dengan nama Galeras Tragedy.

Contoh: gunung Galeras dan Sinabung
22/09/2012 5

Letusan Pilian  Lava kental  Letusan khas Gunung Pelee pada tahun 1902 yang membunuh 29.000 orang  Letusan berupa abu dan gas yang menyebar luas  letusan bersifat sangat merusak karena cenderung menghasilkan longsoran abu panas dengan kecepatan sangat tinggi (>100 km/jam)  Luncuran ini disebut dengan luncuran piroklastik Contoh: gunung Gunung Nevado del RuizSoufrière Hills di Monsteratt Gunung Nevado del Ruiz di Kolombia Gunung dan Soufrière Hills erupsi terakhir terjadi pada 1991. kepulauan Karibia erupsi terakhir terjadi pada februari 2010

22/09/2012

6

Letusan level 4 level ini mirip dengan level 3 dan letusan level 5. Volume tephra > 0.1 km³ dan tinggi kolom plume 10-25 Km. Contoh: Gunung Pelée dan Gunung Eyjafjallajökull
Gunung Pelée di Martinique erupsi besar terjadi pada 1902.

22/09/2012

Gunung Eyjafjallajökull di Islandia erupsi terakhir 7 pada mei 2010.

Letusan Plinian/ 'letusan Vesuvian’ Jenis letusan gunung berapi ini disebabkan karena oleh kesamaan dengan letusan Gunung Vesuvius. Letusan Plinian ditandai dengan kolom gas dan abu vulkanik meluas tinggi ke stratosfer, lapisan atmosfer tinggi. Karakteristiknya yaitu semburan sejumlah besar batu apung yang sangat kuat dan letusan ledakan gas terus menerus. Volume tephra > 1 km³ dan ketinggian plume 20 – 35 km. Contoh: Gunung Vesuvius dan Gunung St. Helens ll
Mount Vesuvius di Italia erupsi terakhir terjadi pada 1944. erupsi besar terjadi pada 79 SM yang menyebabkan perubahan bentuk gunung.
22/09/2012

Mount St. Helens di Amerika Serikat erupsi terakhir pada 1980 menewaskan 81 orang.

8

Letusan Ultra-Plinian 1 Letusan tipe ini sangat berbahaya dan sangat merusak lingkungan. Material yang dilemparkan pada letusan tipe ini mencapai ketinggian sekitar 80 km. Letusan tipe ini dapat melemparkan kepundan atau membobol puncak gunung, sehingga dinding kawah melorot. Contoh: Gunung Krakatau dan Gunung Pinatubo
Erupsi besar gunung Pinatubo di Filipina terjadi pada juni 1991 menewaskan 847 orang.
Gunung Krakatau di Indonesia pada tahun 1883 meletus dahsyat yang menyebabkan 22/09/2012 tsunami.

9

Letusan Ultra-Plinian 2 Menurut Volcanic Explosivity Index Smithsonian Institution, VEI 6 sampai 7 diklasifikasikan sebagai "Ultra Plinian." Mereka didefinisikan karena tinggi abu plume mencapai lebih dari 25 km ( 16 mil ) dan volume bahan meletus 10 km3 . Contoh: Gunung Tambora dan Gunung Thera
Gunung Tambora di Indonesia meletus dahsyat pada 1815.

22/09/2012

Karena dahsyatnya letusannya, gunungnya tak berbekas. Yang terjadi sekitar 3600 tahun yang lalu. Ini gambar sisa yang paling nyata dari Thera di yunani.10

Letusan Supervolcanoic

Letusan Toba ( peristiwa Toba ) terjadi pada atau yang sekarang Sangat dahsyat!!!! Danau Toba sekitar 67.500 sampai 75.500 tahun yang lalu. Letusan Toba Contoh: Super vulkano Toba dan Supervulkano Yellowstone serangkaian adalah yang terakhir dari setidaknya tiga letusan pembentukan kaldera yang terjadi di gunung berapi, Letusan skala penuh terakhir dari dengan kaldera yang terbentuk supervolcano Yellowstone, Creek Lava sebelumnya sekitar 700.000 dan letusan yang terjadi hampir 640.000 tahun 840.000 tahun yang lalu. letusan yang lalu, memuntahkan sekitar 240 terakhir memiliki Explosivity Index kilometer kubik (vulkanik 83() digambarkan diperkirakan 1.000 km dari batu dan debu ke langit. Dan- gunung ini sehingga sebagai "mega kolosal" ), masih aktif! kemungkinan letusan gunung berapi terbesar ledakan dalam 25 juta tahun terakhir.
22/09/2012 11

SEKIAN

22/09/2012

12

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful