Gangguan Penggunaan Zat Psikoaktif

Kelompok IV Aditya Akbar Anis Zafirah. A Rahajeng A.P

Zat Psikoaktif

Zat yang pemberiannya bisa menimbulkan efek yang relatif cepat pada susunan saraf pusat, termasuk perubahan tingkat kesadaran dan kejiwaan. (Klasifikasi ICD 10)

Definisi
Intoksikasi Akut

Penggunaan berbahaya

Toleransi

Keadaan Putus Zat

Sindrome Ketergantungan • Perasaan puas Ketergantungan • Dorongan psikologis untuk menggunakan psikologis secara periodik • Kondisi adaptif Ketergantungan • Gangguan fisik hebat bila penggunaan Fisik dihentikan .

F.10 Alkohol Konsumsi Alkohol Berlebihan • Gangguan Gastro intestinal • Malnutrisi • Kerusakan hati • Komplikasi Haematologi • Krusakan Janin pd kehamilan Morbiditas Psikiatri • mood • Keipribadian sementara • Amnesia jangka pendek • Halusinosis Alkoholik • Fugue states • Sindrome Amnestik Morbiditas Sosial • Keretakan hubungan rumah tangga • Prestasi Kerja Buruk • Kecelakaan • Kejahatan .

Penilaian Anamnesis:  Masalah pekerjaan. berulangkali kehilangan dan berapa kali bolos kerja  Masalah psikoseksual dan hubungan  Kecelakaan berulang  Riwayat hukum  Riwayat alkohol di keluarganya  .

Bukti psikopatologi terkait konsumsi alkohol berat dan kronik harus dicari  Suasana mood hypotim  Kecemburuan berwaham  Konfabulasi  .

Pemeriksaan Fisik Gejala putus alkohol: Tremor. berkelahi  Tanda penyalahgunaan narkoba  . flushing  Penyakit hepar: spider nevi.hepatomegali  Kecelakaan.

Pemeriksaan Penunjang MCV  AST  ᵧGT  Alkometer (menganalisis konsentrasi alkohol pada udara ekspirasi)  .

penurunan libido. muntah.mengantuk.F. depresi pernafasan (dosis besar)  . konstipasi.11 Opioid Analgesik dan antitusif Euforia  Efek Samping: mual. anoreksia.

Opioid… .

rhinorea  Dilatasi pupil  Gelisah. insomnia  .Gejala Putus Zat Rasa addicted yang hebat  Mual muntah  Nyeri otot dan sendi  Lacrymasi.

F. serta zat sintetik yang punya daya kerja mirip tetrahidrokanabinol Rute pemberian:  Seperti menghisap rokok  Dicampur dengan makanan  .12 Cannabis  Zat yg berasal di tumbuhan cannabis. seperti marijuana dan hashish.

Gejala Gejala Fisik • Injeksi Conjungtiva • Mulut kering dan batuk • Takikardia • Nafsu makan meningkat • • • • Efek Psikologis Euforia Anxietas Curiga Perasaan waktu berjalan lamban • Menarik diri dari pergaulan .

halusinasi Waham Kejar Kecurigaan Cannabis . derealisasi.Depersonalisasi.

barbiturate. turunan chloral hydrate  .13 Sedatif dan Hipnotik Kelompok zat psikoaktif yang secara klinis digunakan sebagai sedatif dsn hipnotik:  Benzodiazepine.F.

Cara pemberian tersering Oral  IV (larutan dari tablet yang dipanaskan dahulu)  .

mood labil Gg fungsi pekerjaan dan sosial .Gejala Gejala Neurologis • Bicara pelo • Berjalan sempoyongan • Gangguan atensi atau ingatan • • • Gejala Psikologis • Peningkatan paradoksal impuls agresif Permusuhan Sekdual akibat disinhibisi.

berat badan turun  Delirium (1 minggu setelah stop pemberian)  . mudah marah  Hipotensi ortostatik. kejang grand mal  Hilang nafsu makan.malaise.takikardia dan berkeringat berlebihan. lidah dan kelopak mata  Insomnia.Gejala Putus Zat Biasanya terjadi setelah > 3minggu tidak mengkonsumsi zat tersebut  Mual. muntah. cemas. tremor kasar pd tangan.

14 Kokain  Didapat dari daun koka. . secara klinis sebagai anestetil lokal seperti tetes mata.F.

Jenis Penyalahgunaan Kokain Daun kokain yang dikunyah Pasta koka (hisap) Kokrokloridain hidroklorida ( hisap. IV) Crack cocaine “free base” “rock” .

rasa takabur. dilatasi pupil.Intoksikasi Kokain Takikardia. waham. gg fungsi sosial dan kerja  Formikasi: merasa ada serangga merambat di bawah kulit “Cocaine bug”  High dose: minat seksual meningkat. ide-ide referensi  . muntah  Euforia. agitasi. mual. bekeringat. Peningkatan tekanan darah.

mudah tersinggung. pikiran paranoid  Penghentian mendadak : Delerium 24 jam  . cemas. akan terjadi kebalikannya  Mood disforik.Gejala Putus Obat Ketika perasaan nikmat itu menghilang. dapat terjadi gejala sama disertai insomnia. ide bunuh diri. kelelahan  Bila dosis diturunkan. lebih banyak kokain.

Amphetamin) Klinis untuk pengobatan narkolepsi dan adjuvan hiperkinesis anak  Fenfluramine. dexfluramine: Supresan nafsu makan  .15 Stimulan Lain (1.F.

gelisah. peningkatan hasrat. peningkatan rasa percaya diri.Efek  Euforia. berkurangnya kebutuhan tidur . perasaan nyaman.

Stadium Akut Psikosis yang disebabkan penggunaan amphetamine secara klinis sulit dibedakan dengan skizofrenia  Setelah 24 jam. dapat timbul delerium  .

insomnia  Agitasi  Gejala berlangsung lebih dari 24 jam setelah obat dihentikan  .Gejala Putus zat setelah penghentian kronik Mood disforia (depresi. mudah tersinggung)  Kelelahan.

kopi.15 2) Kafein Dikonsumsi sebagai minuman the. cola dan coklat  Zat ini oleh farmasi dimasukan ke dalam obat flu  .F.

Intoksikasi Kafein Dosis sedikitnya 250 mg Gambaran klinis seperti gangguan panik  Gangguan cemas menyeluruh  Hipomania  .

periode tidak mudah lelah  .gelisah. takikardia. diuresis.Efek Kafein  Efek hanya sementara saat dikonsumsi Insomnia.otot berkedut.

16 Halusinogen Zat terkait dengan neurotransmiter 5hidroksitriptamin (serotonin) • Lysergic acid diethylamine • Dimethyltriptamine Phenylcyclidine & zat terkait ailsikloheksilamin 3.4metilendioksimetamfe tamin • Ectasy • XTC • “Adam” • Ketamin .F.

 Zat ini digunakan oral dan biasanya tidak menyebabkan ketergantungan kecuali Ectasy .

gg fungsi sosial dan kerja .depresi. palpitasi • Pandangan kabur. tremor Efek Fisik Efek Psikologis • Persepsi abnormal.depersonalisasi.gagasan paranoid. • Cemas. derealisasi.Efek Halusinogen • Takikardia.

17 Tembakau Rokok.F. pipa dan cerutu  Efek nikotin pada otak terjadi paling cepat ketika menghisap rokok  .

Gejala Putus Zat Addicted nikotin  Mudah tersinggung  Marah-marah  Nafsu makan bertambah  Cemas  Konsentrasi buruk  .

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful