You are on page 1of 30

BLOK AESTHETIC DENTISTRY-1 TA.

2012-2013

-drg. Dian Noviyanti Agus Imam -

Siapkan selembar kertas

Kisah Bunga
Bunga, 21 tahun dtg ke RSGMP UNSOED, berkonsultasi mengenai gigi depan kiri atasnya yang berlubang. Ia merasa minder dg kondisi gigi tsb. Gigi tersebut belum pernah diperiksakan ke drg. Dari anamnesis diketahui, pasien pernah bengkak pd regio tersebut. Pada pemeriksaan IO, ditemukan adanya gumboil pada apek 21. ketika di palpasi tidak terasa sakit. Saat disondasi, pasien tdk merasakan sakit. Perkusi terasa berbeda dengan gigi sebelahnya, namun dpt ditoleransi. Pemeriksaan dengan chloretyl tdk menunjukkan rasa ngilu. Pasien sgt berharap anda dpt menyelesaikan permasalahannya

Jika anda dentist yang menangani Bunga, perawatan apa yang akan anda sarankan ?

(DEFINISI, tujuan, ruang lingkup)

ENDODONTIK

ILMU KONSERVASI GIGI Mempelajari penyimpangan pada jaringan keras gigi, pulpa dan periapikal serta menanggulangi penyimpangan secara preventif, promotif, kuratif & rehabilitatif guna mengembalian fungsi gigi dlm system stomatognatik.

OPERATIVE DENTISTRY

ENDODONTICS Berhubungan dengan PULPA gigi

CARIOLOGY

ENDODONTIK
Perawatan keadaan abnormal dari jaringan pulpa & periapikal (Shankel, 1968). meliputi tindakan preventif, diagnosis, terapi penyakit serta luka pada jaringan pulpa dan periapikal (Jensen dan Serene, 1974). perawatan yang ditujukan untuk mempertahankan vitalitas serta adanya gigi di dalam rongga mulut, perawatan mulai dari perlindungan pulpa sehat sampai implant endodontik (Harty, 1976).

Tujuan
menghilangkan sumber iritan dari intracanal terutama untuk memperbaiki keadaan periapikal termasuk menghilangkan sumber inflamasi yang disertai rasa sakit, bengkak dan kehilangan fungsi untuk membantu penyembuhan pulpa dan jaringan periapikal

~Alfred, 1983~

Pembagian endodontik
Endodontik konvensional Endodontik bedah

Keberhasilan Perawatan Endodontik Dpt Ditinjau dari :

Kriteria klinis Kriteria radiografi Kriteria biologik

Kriteria klinis

Mukosa bukal dan lingual normal Jaringan periodontal normal

Respon jaringan lunak normal terhadap palpasi

Kriteria RADIOGRAFIS
Salah satu keberhasilan perawatan endo dpt dilihat dr gambaran radiografik.
Berhasil : tdk ada lesi periapikal yang resorptif; mengecil atau hilang setelah 1-4 th. Gagal : kelainan menetap/membesar secara persisten.

Kriteria biologik
Proses inflamasi dikontrol dengan mengurangi kontaminasi bakteri dan iritan melalui instrumentasi dan pengisian saluran akar Integritas jaringan periapikal-periodontal dilindungi dari trauma fisik-kimia seperti overinstrumentasi atau overmedikasi Integritas hubungan oklusal dijaga dengan penempatan tumpatan sementara yang baik

Keberhasilan perawatan endodontik dipengaruhi oleh :

1. Umur 2. Kesehatan 3. Diagnosis preoperatif 4. Morfologi saluran akar 5. Intrumentasi saluran akar 6. Mikroba saluran akar 7. Komplikasi klinis 8. Material pengisi saluran akar 9. Teknik pengisian saluran akar 10.Komplikasi teknik

Morfologi pulpa
Pulpa Jar lunak yg terletak di tengah gigi Jar ikat yg kaya pembuluh darah dan saraf di dalam rongga gigi. Membentuk, mendukung & dikelilingi dentin 2 bagian : koronal & radikular

Pulpa mahkota
Pulpa mahkota, terbagi menjadi : 1. Tanduk pulpa Perpanjangan pulpa mahkota ke dalam tonjol gigi Gigi post : di bwh tonjol. Insisivus : di mesial & distal 2. Kamar pulpa Bag rongga pulpa yg ada di mahkota Bentuk & ukuran kamar pulpa dipengaruhi oleh : a)Bentuk & ukuran permukaan gigi b)Usia c)Stimulus spesifik

Pulpa saluran akar


Rongga pulpa yang ada disepanjang akar Dr orifis hingga foramen apikal penampang bisa bulat sampai oval Semakin lebar akar, semakin besar kemungkinan terdapat 2 saluran akar terpisah

Foramen apikalis
lubang keluar-masuk utama bagi pembuluh darah & saraf pulpa. 0,3-0,6 mm. diameter terbesar ?? Jumlah dpt lebih dari satu. Selama pembentukan akar, terletak di ujung akar anatomis. resorpsi sementum terjadi pada dinding foramen yg terjauh dr tekanan. Aposisi gigi terjadi pada dinding yang terdekat dengan tekanan.

Lateral canal
Kanal komunikasi antara pulpa & ligamen periodontal Besar/kecil; tunggal/jamak Dpt terletsak dimana saja (sering : apikal & area furkasio) Terdapat delta apeks Dpt dilalui penyakit pulpa lalu meluas ke jaringan periradikular atau sebaliknya

Apa sajakah perawatan endodontik ?


VITAL PULP THERAPY 1. Pulp protection, pulp capping, 2. Pulpotomy 3. Pulpectomy
NON VITAL PULP THERAPY 1. Conservative Endodontic Treatment PSA 2. Surgical Endodontic Treatment 3. Treatment Of immature non vital teeth apexification

Pulp protection perawatan dg pemberian bahan2 yg ditujukan guna pemeliharaan vitalitas pulpa. Menjaga kesehatan pulpa dr penyakit, kerusakan mekanis & chemis Pulp capping Perawatan endodontik pada gigi vital dengan pulpa yang sudah terbuka atau pulpa dilapisi selapis dentin tipis, tetapi pulpa belum mengalami keradangan yang persisten

Pulpotomy Pengambilan sebagian atau seluruh pulpa di kamar pulpa yang meradang, dengan meninggalkan jaringan pulpa yang masih hidup di saluran akar, diikuti peletakan obat-obatan diatas pulpa tersebut guna mempertahankan vitalitas gigi.

Pulpectomy perawatan gigi yang mengalami peradangan pulpa dengan cara mengambil seluruh jaringan pulpa yang terinfeksi baik di kamar pulpa maupun di seluruh akar, dan mengisi mengobturasi seluruh sistem saluran akar dengan bahan pengisi saluran akar

Conservative Endodontic Treatment Dilakukan pada jaringan pulpa yang mengalami peradangan. Tanpa pembedahan.

Surgical Endodontic Treatment Insisi untuk drainase, bedah apekss, apikoektomi, hemiseksi, amputasi akar, reimplantansi gigi, intensional replantasi, transplantasi, endodontik implant.

Insisi Abses

Apicoectomy Bedah Apeks

Treatment Of immature non vital teeth apexification : proses pembentukan apeks gigi yang belum tumbuh sempurna tetapi sudah mengalami kematian pulpa dengan merangsang pembentukan suatu jaringan keras pada apeks gigi tersebut. pd permanen muda

PENYEBAB KEGAGALAN PERAWATAN ENDODONTIK

Secara umum penyebab kegagalan yang paling sering : (1). Kesalahan diagnosis dan rencana perawatan (2). Kebocoran tambalan di mahkota (3). Kurangnya pengetahuan anatomi pulpa (4). Debridement yang tidak memadai (5). Kesalahan selama perawatan (6). Kesalahan dalam obturasi (7). Proteksi tambalan yang tidak cukup (8). Fraktur akar vertikal

30