You are on page 1of 35

KOLITIS ULSERATIFA, CHRON DISEASE, CA KOLON

RONAULY KT 0910211009

KOLITIS ULSERATIF
• Definisi • Merupakan penyakit radang usus besar (kolon dan rektum) nonspesifik yang umumnya berlangsung lama disertai masa remisi dan eksaserbasi yang berganti-ganti. • • Epidemiologi • Antara usia 15 dan 40 tahun. • Perempuan = laki-laki. • 1 per 10.000 orang dewasa kulit putih. • • Etiologi • Tidak diketahui. • Beberapa teori, yang paling sering : • Sistem imun. • - infeksi virus atau bakteri. • - autoimun. • Faktor genetik turut berperan.

• • • • • • • • • • • • •

Faktor Risiko Usia Sering pada usia 30an. Etnik. Kulit putih> berisiko. Riwayat Keluarga. Orangtua atau saudara dengan riwayat kolitis. Tempat Tinggal. Daerah kota dan daerah perindustrian> berisiko. Peradangan Saluran Empedu ( primary sclerosing cholangitis ) Penggunaan Isotretinoin (Accutane). merupakan obat yang sangat kuat yang terkadang digunakan untuk menangani scarring cystic acne or acne yang tidak berespon terhadap obat lain.

• • Patogenesis • Lesi patologis awal terbatas pada lapisan mukosa berupa abses dalam kriptus Lieberkuhn  edema dan kongesti mukosa  kerapuhan hebat  trauma ringan (gesekan)  perdarahan  abses kriptus pecah menembus dinding kriptus dan menyebar dalam lapisan submukosa, menimbulkan terowongan dalam mukosa  mukosa terkelupas  tukak tersebar dan dangkal  menjadi luas sekali sehingga kehilangan jaringan, protein, dan darah dalam jumlah banyak. •

• . • • Proctosigmoiditis • . . • . BB turun. dan tenesmus.kebanyakan pasien hanya bergejala perdarahan rektum ringan yang intermiten. Gejala diklasifikasikan berdasarkan lokasi dan luasnya peradangan : Ulcerative proctitis . Dan demam.GEJALA • • • • • • • • • • • Gejala Perdarahan rektum. • .peradangan terbatas di rektum.pasien lainnya : nyeri rektum. dan tenesmus. Diare. • . urgensi.gejala : perdarahan rektum.beberapa pasien lain : diare berdarah dan kram. urgensi. Kram perut.peradangan terdapat pada rektum dan kolon sigmoid.

nyeri perut berat. • • Pancolitis • . • .bentuk parah pancolitis.berisiko ada komplikasi serius ( ruptur kolon dan toxic megacolon ). nyeri dan kram perut. diare berdarah yang berlanjut. • . dan syok. • .gejala : sakit parah dengan dehidrasi. • . dan nyeri perut sebelah kiri.jarang.peradangan pada seluruh kolon. kehilangan BB.GEJALA • Left-sided colitis • .peradangan berawal dari rektum sampai kolon kiri ( kolon sigmoid dan kolon desenden ). dan keringat malam. • • Fulminant colitis • . demam. • .gejala : diare berdarah. lelah. kram perut.gejala : diare berdarah. kehilangan BB. • .

. dan bagian usus halus. . memperlihatkan mukosa yang rapuh dan sangat meradang disertai eksudat. . . Flexible sigmoidoscopy.tidak seakurat colonoscopy. . .barium disuntikkan ke dalam usus besar  terlihat siluet rektum. . Colonoscopy. .risiko terjadi perforasi kolon dan perdarahan.periksa anemia  tanda infeksi. Barium enema. . bukan kolitis ulseratif.untuk evaluasi usus besr dengan X-ray. . kolon.untuk melihat bagian usus kecil yang tidak dapat dilihat dengan colonoscopy.membantu menentukan luas perubahan pada kolon yang lebih proksimal. .sebaiknya tidak dilakukan pada serangan akut karena dapat mempercepat terjadinya megakolon toksik dan perforasi.ada granuloma  crohn’s disease.periksa antibodi  untuk mengetahui tipe infeksi. Small bowel X-ray.dapat membedakan antara kolitis ulseratif dengan crohn’s disease.TES DAN DIAGNOSIS • • • • • • • • • • • • • • • • • • Tes Darah. .

dan mata.KOMPLIKASI • • • • • • Toxic megacolon  paling serius Karsinoma kolon Perforasi kolon Dehidrasi berat Penyakit hati Peradangan pada kulit. sendi. .

• .untuk nyeri ringan  acetaminophen (Tylenol. ibuprofen (Advil. San. Motrin. • Suplemen besi. others). others) or naproxen (Aleve)  memperburuk gejala. Laxatives. Cyclosporine (Neoral. Penghilang nyeri. Balsalazide (Colazal). Rowasa) and olsalazine (Dipentum).(NSAIDs) such as aspirin. Immune system suppressors : Azathioprine (Imuran) and Mercaptopurine (Purinethol). .PENATALAKSANAAN • • • • • • • • • • • • • • • • • Obat2 anti inflamasi : Sulfasalazine (Azulfidine). Mesalamine (Asacol. . Infliximab (Remicade). Kortikosteroid. Obat-obatan lain : Anti diare. dimmune).

• . • . your surgeon constructs a pouch from the end of your small intestine.PENATALAKSANAAN • Pembedahan .after this surgery you would wear a small bag over an opening in your abdomen (ileostomy) to collect stool.removing your entire colon and rectum (proctocolectomy). Instead. This allows you to expel waste more normally. • . The pouch is then attached directly to your anus.a procedure called ileoanal anastomosis eliminates the need to wear a bag. • • 25 – 40 % penderita pada akhirnya membutuhkan pembedahan. although you may have as many as five to seven soft or watery bowel movements a day because you no longer have your colon to absorb water.

• . jeruk. • Makan sedikit tapi sering. • Serat. • Stres dapat memperburuk gejala. nyeri perut dapat membaik. brokoli. • .PENATALAKSANAAN • • Perubahan gaya hidup • Diet supaya tidak memperburuk gejala : • Batasi produk susu. • Hindari makanan-makanan : buncis. • Multivitamin. kafein. alkohol.diare. popcorn. • Minum cukup air. • . . kol. makanan pedas.serat dapat memperburuk diare dan nyeri perut. coklat.membantu absorbsi nutrien. soda.

Faktor genetik turut berperan. . • • • • • • • Etiologi Tidak diketahui.autoimun. Beberapa teori. • Dapat menyerang dari mulut sampai anus tetapi yang paling sering adalah ileum. . yang paling sering : Sistem imun.CROHN DISEASE Definisi • Merupakan peradangan pada traktus digestivus. .infeksi virus atau bakteri.

Merokok Penggunaan Isotretinoin (Accutane) Merupakan obat yang sangat kuat yang terkadang digunakan untuk menangani scarring cystic acne or acne yang tidak berespon terhadap obat lain. Riwayat Keluarga Orangtua atau saudara dengan riwayat crohn’s disease. Etnik Kulit putih> berisiko.FAKTOR RISIKO • • • • • • • • • • • usia Sering pada usia 20 dan 30. Tempat Tinggal Daerah kota dan daerah perindustrian> berisiko. .

• Ulkus • . • Nafsu makan dan BB turun • .makanan bergerak di usus  jaringan yang radang berdarah.GEJALA • Diare • .peradangan  sel2 pada area yang terinfeksi mensekresi banyak air dan garam kolon tidak mampu mengabsorbsi seluruhnya  diare. .karena nyeri dan kram perut.serta reaksi inflamasi mempengaruhi nafsu makan dan kemampuan mencerna dan mengabsorbsi makanan.dan abses. • Fistula atau abses • .lesi awal kecil  melebar  jadi ulkus yang menembus dinding usus. VU) menyebabkan fistula.peradangan dan ulserasi  dinding usus membengkak dan dan akhirnya menebal karena jaringan parut  mempengaruhi pergerakan usus  nyeri dan kram. • Nyeri dan kram perut • .peradangan dapat menembus dinding usus ke organ yang berdekatan (vagina. • Darah di feses • .

. Colonoscopy . kolon.periksa antibodi  untuk mengetahui tipe infeksi.periksa anemia  tanda infeksi. Flexible sigmoidoscopy Barium enema .melihat lokasi dan luasnya penyakit atau untuk melihat komplikasi yang terjadi (abses.TEST & DIAGNOSIS • • • • • • • • • • Tes Darah . .dapat membedakan antara kolitis ulseratif dengan crohn’s disease. Computerized tomography (CT) . . Capsule endoscopy . . .ada granuloma  crohn’s disease.bila gejala mengarah ke crohn’s disease tetapi tes diagnosis negatif. Small bowel X-ray .untuk evaluasi usus besr dengan X-ray. bukan kolitis ulseratif. • • • • • • • • • . dan bagian usus halus.lebih detail daripada x-ray. . fistula).untuk melihat bagian usus kecil yang tidak dapat dilihat dengan colonoscopy.tidak seakurat colonoscopy tetapi dapat dilakukan bila colonoscopy tidak dapat dilakukan.risiko terjadi perforasi kolon dan perdarahan.barium disuntikkan ke dalam usus besar  terlihat siluet rektum.

• Retakan di anus atau di kulit sekitar anus. • Malnutrisi. . dan kram dapat mempersulit makan dan absorbsi nutrien. • Fistula. nyeri perut. • Anal fissure.Crohn's disease mempengaruhi ketebalan dinding usus  semakin lama dapat memblok isi usus yang lewat. • Diare. • .KOMPLIKASI • Obstruksi. • Ulkus.

Rowasa).Infliximab (Remicade). ibuprofen (Advil.(NSAIDs) such as aspirin. Methotrexate (Rheumatrex).Cyclosporine (Neoral. Obat-obatan lain Anti diare Laxatives. Mesalamine (Asacol.. Penghilang nyeri. Suplemen besi Nutrisi. Suplemen kalsium dan vitamin D . ..Adalimumab (Humira). Natalizumab (Tysabri). Sandimmune). Motrin. others). Immune system suppressors Azathioprine (Imuran) dan mercaptopurine (Purinethol). & Ciprofloxacin (Cipro). Vitamin B-12 shots. . Antibiotik Metronidazole (Flagyl). others) or naproxen (Aleve)  memperburuk gejala.PENATALAKSANAAN • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Obat-obat anti inflamasi :ulfasalazine (Azulfidine) .untuk nyeri ringan  acetaminophen (Tylenol.Certolizumab pegol (Cimzia).Kortikosteroid.

as many as half will need a second procedure. At the least. During surgery.PENATALAKSANAAN • Pembedahan If diet and lifestyle changes. your surgeon removes a damaged portion of your digestive tract and then reconnects the healthy sections. Nearly three of four people with Crohn's disease eventually need some type of surgery. a procedure that widens a segment of the intestine that has become too narrow. Laparoscopic surgery using small incisions can lead to improved outcomes and shorter hospital stays for some people with Crohn's disease. • In Crohn's disease. drug therapy or other treatments don't relieve your signs and symptoms. and still others may require a third operation. your doctor may recommend surgery to remove a damaged portion of your digestive tract or to close fistulas or remove scar tissue. One of the most common surgeries for Crohn's is strictureplasty. He or she may also close fistulas or drain abscesses. • Even so. The disease often recurs. surgery can provide years of remission at best. it may provide a temporary improvement in your signs and symptoms. the benefits of surgery for Crohn's are only temporary. • . frequently near the reconnected tissue or elsewhere in the digestive tract. Of those. The best approach is to follow surgery with medication to minimize the risk of recurrence.

. rektum. • Di negara maju. dan menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. dan appendix (usus buntu). kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi.KANKER COLON • suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon.

GEJALA • Mula-mula gejalanya tidak jelas. . gejala umum. seperti berat badan menurun (sebagai gejala umum keganasan) dan kelelahan yang tidak jelas sebabnya. Gejala tersebut terbagi tiga. Makin dekat lokasi tumor dengan anus biasanya gejalanya makin banyak. dan gejala penyebaran (metastasis). Setelah berlangsung beberapa waktu barulah muncul gejala-gejala lain yang berhubungan dengan keberadaan tumor dalam ukuran yang bermakna di usus besar. yaitu gejala lokal.

GEJALA LOKAL • Adanya benjolan pada perut yang mungkin dirasakan oleh penderita • Timbul gejala-gejala lainnya di sekitar lokasi tumor. dll). karena kanker dapat tumbuh mengenai organ dan jaringan sekitar tumor tersebut. vagina (keputihan yang berbau. Gejala-gejala ini terjadi belakangan. menunjukkan semakin besar tumor dan semakin luas penyebarannya . dll). timbul gelembung udara. seperti kandung kemih (timbul darah pada air seni. muncul lendir berlebihan.

biasanya berhubungan dengan terjadinya perdarahan di saluran pencernaan bagian atas • Timbul rasa nyeri disertai mual dan muntah saat buang air besar. terjadi akibat sumbatan saluran pembuangan kotoran oleh massa tumor . (masih ingin tapi sudah tidak bisa keluar) dan perubahan diameter serta ukuran kotoran (feses).GEJALA LOKAL • Perubahan kebiasaan buang air • Perubahan frekuensi buang air. berkurang (konstipasi) atau bertambah (diare) • Sensasi seperti belum selesai buang air. Keduanya adalah ciri khas dari kanker kolorektal • Perubahan wujud fisik kotoran/feses • Feses bercampur darah atau keluar darah dari lubang pembuangan saat buang air besar • Feses bercampur lendir • Feses berwarna kehitaman.

pasien tampak pucat • Sering merasa lelah • Kadang-kadang mengalami sensasi seperti melayang .GEJALA UMUM • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas (ini adalah gejala yang paling umum di semua jenis keganasan) • Hilangnya nafsu makan • Anemia.

lebih sering pada bagian kanan atas.GEJALA PENYEBARAN • Penyebaran ke Hati. . biasa tampak pada pemeriksaan fisik oleh dokter • Timbul suatu gejala lain yang disebut paraneoplastik. menimbulkan gejala : • Penderita tampak kuning • Nyeri pada perut. berhubungan dengan peningkatan kekentalan darah akibat penyebaran kanker. di sekitar lokasi hati • Pembesaran hati.

namun yang akan saya jabarkan klasifikasinya adalah sebagai berikut (mirip dengan klasifikasi Dukes) : • Stadium 1 : Kanker terjadi di dalam dinding kolon • Stadium 2 : Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot kolon • Stadium 3 : Kanker telah menyebar ke kelenjar-kelenjar limfa • Stadium 4 : Kanker telah menyebar ke organ-organ lain . klasifikasi Dukes. ada klasifikasi TNM.STAGING TUMOR • Terdapat beberapa macam klasifikasi staging pada kanker kolon.

STAGING TUMOR .

khususnya polip jenis adenomatosa. • Faktor keturunan : • Sejarah adanya kanker kolon khususnya pada keluarga dekat. • Riwayat kanker. dan jarang di bawah usia 50 kecuali dalam sejarah keluarga ada yang terkena kanker kolon. Dengan dihilangkannya polip pada saat ditemukan turut mengurangi resiko terjadinya kanker kolon di kemudian hari. • Adanya polip pada kolon. Resiko meningkat dengan bertambahnya usia. Kebanyakan kasus terjadi pada usia 60 – 70 an. bila tidak diobati.FAKTOR RESIKO • Usia. Wanita yang pernah mengidap kanker ovarium (indung telur). dan kanker payudara memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena kanker kolorektal. • Penyakit lain dalam keluarga. atau sindroma Lynch . seperti HNPCC (Hereditary Non Polyposis Colorectal Cancer) – penyakit kanker kolorektal non polip yang menurun dalam keluarga. kanker uterus. memiliki resiko 100% untuk terjadi kanker kolorektal sebelum usia 40 tahun. Seseorang yang pernah terdiagnosis mengidap atau pernah dirawat untuk kanker kolon beresiko untuk mengidap kanker kolon di kemudian hari. • Penyakit FAP (Familial Adenomatous Polyposis) – Polip adenomatosa familial (terjadi dalam keluarga).

• Kebiasaan merokok. sayuran. • Kebiasaan makan. serta ikan turut meningkatkan resiko terjadinya kanker kolorektal. Orang yang beraktivitas fisik lebih banyak memiliki resiko lebih rendah untuk terbentuk kanker kolorektal. Perokok memiliki resiko jauh lebih besar untuk terkena kanker kolorektal dibandingkan bukan perokok.FAKTOR RESIKO • Penyakit kolitis (radang kolon) ulseratif yang tidak diobati. • Sedikit beraktivitas. . Virus tertentu seperti HPV (Human Papilloma Virus) turut andil dalam terjadinya kanker kolorektal. • Inveksi Virus. Pernah di teliti bahwa kebiasaan makan banyak daging dan sedikit buah.

pemeriksaan ini tidak selalu menemukan adanya kelainan. khususnya kanker yang terjadi di kolon saja dan belum menyebar hingga rektum. • CAT Scan. memeriksa keadaan dinding rektum sejauh mungkin dengan jari. misalnya ketika menemukan polip endoskopi ini dapat sekaligus mengambilnya untuk kemudian dilakukan biopsi.DIAGNOSIS • Pemeriksaan rektal dengan jari (Digital Rectal Exam). • Pemeriksaan kadar CEA (Carcino Embryonic Antigent) darah. . Sementara ini adalah pemeriksaan diagnostik yang paling akurat untuk mendeteksi kanker kolorektal rekuren (yang timbul kembali). • Pemeriksaan darah dalam tinja. • Endoskopi. Pemeriksaan ini sangat bermanfaat karena selain melihat keadaan dalam kolon juga bisa bertindak. • Virtual Colonoscopy. • Pemeriksaan barium enema dengan double contrast. • Pemeriksaan DNA Tinja. • Whole-body PET Scan Imaging.

maka kemungkinan sembuhnya pun akan jauh lebih sulit. atau ditemukan pada stadium dini dan tidak diobati. Terapi akan jauh lebih mudah bila kanker ditemukan pada stadium dini. . opsi Operasi masih menduduki peringkat pertama. Tingkat kesembuhan kanker stadium 1 dan 2 masih sangat baik. • Di antara pilihan terapi untuk penderitanya.TERAPI • Perawatan penderita tergantung pada tingkat staging kanker itu sendiri. dengan ditunjang oleh kemoterapi dan/atau radioterapi (mungkin diperlukan). Namun bila kanker ditemukan pada stadium yang lanjut.

mengingat pasien tidak mungkin tidak makan sehingga usus juga tidak mungkin tidak terisi makanan / kotoran.BEDAH CURATIVE • dikerjakan apabila tumor ditemukan pada daerah yang terlokalisir. Intinya adalah membuang bagian yang terkena tumor dan sekelilingnya. Biasanya pada keadaan ini diperlukan suatu kantong kolostomi. sementara ada bagian yang sedang memerlukan penyembuhan . yaitu suatu tindakan yang membuang usus dalam jumlah yang signifikan. • Pada keadaan ini mungkin diperlukan suatu tindakan yang disebut TME (Total Mesorectal Excision). sehingga kotoran yang melalui usus besar dapat dibuang melalui jalur lain. • Pilihan ini bukanlah suatu pilihan yang enak akan tetapi merupakan langkah yang diperlukan untuk tetap hidup. • Akibatnya kedua ujung usus yang tersisa harus dijahit kembali.

. sehingga dokter mungkin memilih teknik bedah bypass atau fecal diversion (pengalihan tinja) melalui lubang. dengan tujuan membuang tumor primernya untuk menghindari kematian penderita akibat ulah tumor primer tersebut. • Bila penyebaran tumor mengenai organ-organ vital maka pembedahan pun secara teknis menjadi sulit. Terkadang tindakan ini ditunjang kemoterapi dapat menyelamatkan jiwa.BEDAH PALIATIF • dikerjakan pada kasus terjadi penyebaran tumor yang banyak.

kemudian di tutup kembali. kemudian secara de facto melihat keadaan sudah sedemikian rupa sehingga tidak mungkin dilakukan apa-apa lagi atau tindakan yang akan dilakukan tidak memberikan manfaat bagi keadaan pasien.TERAPI BEDAH • Pilihan terakhir pada kondisi terburuk adalah openand-close. di mana dokter membuka daerah operasinya. Tindakan ini sepertinya sudah tidak pernah dilakukan lagi mengingat sekarang sudah banyak tersedia laparoskopi dan radiografi canggih untuk mendeteksi keberadaan dan kondisi kanker jauh sebelum diperlukan operasi .

Radioterapi lebih sering pada kanker rektal saja.TERAPI NON BEDAH • Kemoterapi dilakukan sebagai suatu tindakan untuk mengurangi terjadinya metastasis (penyebaran). • Imunoterapi sedang dikembangkan sebagai terapi tambahan untuk kanker kolorektal. atau memperlambat pertumbuhannya. • Radioterapi jarang digunakan untuk kanker kolon karena memiliki efek samping dan sulit untuk ditembakkan ke bagian yang spesifik pada kolon. Terapi lain yang telah diujicoba dan memberikan hasil yang sangat menjanjikan adalah terapi Vaksin. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan sistem imun penderita untuk melawan penyakitnya . Ditemukan pada November 2006 lalu sebuah vaksin bermerek TroVax yang terbukti secara efektif mengatasi berbagai macam kanker. perkembangan sel tumor. mengecilkan ukurannya.

suami/istri. kerabat. • Diagnosis kanker sangat sering menimbulkan pengaruh yang sangat besar pada kejiwaan penderitanya. keluarga. social support group sangat penting bagi penderitanya . dokter.TERAPI SUPORTIF. Karenanya dorongan dari rumah sakit.

• TERIMA KASIH .