You are on page 1of 20

Anestesi umum

Oleh Dian IPN 1110221007

Definisi
Ketidak

sadaran yang reversibel yang disebabkan oleh zat anestesi, diserta ihilangnya sensasi nyeri pada seluruh tubuh1 Hilangnya sensasi nyeri disertai hilangnya kesadaran2

Trias anestesi umum1,2


Hipnotik Relaksasi Analgesik

Dicapai oleh satu macam obat


Eter Balance anestesi (pakai obat untuk tiap komponen)

STADIUM ANESTESI2
I

(analgesi) II (delirium/eksitasi) III (Pembedahan), terbagi 4 plane. Plane 2 utk pembedahan IV (paralisis medulla oblongata)

Jenis1,2
Inhalasi
Gas:

Intravena
Penthotal Propofol Midazolam

NO2, sikloprofan, etilen Cair: Halotan, Enfluron, Isofluran, Desfluran, Savopluran Onset lambat Menggunakan sungkup

Diazepam
Etomidat Ketamin

Onset

lebih cepat Pemberian perintravena

Jenis cara pemberian


Berbagai cara pemberian:2 Sistem tetes terbuka (open drop system) Tetes setengah terbuka (semi open drop system) Semi tertutup/sistem mappleson (semi-closed system) Tertutup (closed)

Balance anestesi1,2
Hipnotik Inhalasi N2O, halotan, enfluran, isofluran TIVA Propofol, pentothal, midazolam, ketamin Narkotik

Analgetik
Relaksasi

N2O, narkotik, regional Muscle relaxant Muscle relaxant

Indikasi1,2
Infant

dan anak-anak Operasi luas dan lama Dengan gangguan mental Menolak anestesi regional Dengan anestesi regional tidak praktis dan tidak menguntungkan Dalam terapi antikoagulan Alergi terhadap obat anestesi lokal

Anestesi intravena2
Onset

ditentukan oleh perfusi

Propofol + etomidat detik Benzodiazepin menit

Durasi

ditentukan oleh kecepatan redistribusi Tidak memiliki efek relaksasi otot dan analgesik (kec. Ketamin)

Anestesi intravena1,2
Prinsip:

balance anestesi Hipnotik: Pentothal: 4mg/kgBB Propofol: 23mg/kgBB Diazepam: 0,5mg/kgBB Midazolam Ketamin

Relaksasi:

kolin Pavolon Morcuran Tracurium esmeron Analgesik: Petidin Morfin Fentanyl/subfentanyl

Suksinil

Obat anestesi IV ideal1,2


Larut

dalam air Tidak mengiritasi Tidak ada anta analgesik Onset cepat Tidak sakit ditempat suntikan Depresi kardioveskuler dan respirasi minimal pada dosis klinis

Cara dan teknik1,2


Bolus tunggal Bolus intermitten Kontinyu Pentothal 4-6 mg/kgBB Tiap 15 menit 0,5mg/kgBB 1-5mg/kgBB/ jam Ketamin 1-3mg/kgBB Tiap 15 menit 0,5-1mg/kgBB 1mg/kgBB/jam

Efek samping2
Ketamin

mimpi buruk, amnesia, analgetik Tiopental depresi nafas, mekan ambang nyeri Diazepam depresi nafas Midazolam depresi CVS, amnesia Etomidat nyeri lokal daerah injeksi, mual, muntah, HT, laringospasme, aritmia Propofol depresi nafas dan CVS Opioid depresi nafas, mual muntah, hipotensi pada pemberian cepat, kekakuan otot nafas

Anestesi inhalasi 2
Sempurna:

Masa induksi dan masa pemulihannya singkat dan nyaman Peralihan stadium anestesinya terjadi cepat Relaksasi ototnya sempurna Berlangsung cukup aman Tidak menimbulkan efek toksik atau efeksamping berat dalam dosis anestetik yang lazim

Jenis jenis anestesi inhalasi 2

N2O Siklopropan Halotan Isofluran Enfluran Metoksifluran Desfluran Sevofluran Eter

Faktor yg menentukan kecepatan transfer anestesi di jaringan otak:2


Kelarutan

zat anestetik Kadar anestetik dalam udara yang dihirup pasien atau tekanan parsial anestetik Ventilasi paru Aliran darah paru Perbedaan antara tekanan pasien anestetik didarah arteri dan didarah vena

Anestesi inhalasi 2
Metabolisme

di hepar Ekskresi via paru-paru Potensi anestesi inhalasi MAC 50%, semakin kecil MAC, semakin poten MAC lebih tinggi pada orang dewasa daripada bayi MAC menurun jika diberikan bersama dengan obat depresan pernafasan

Anestesi inhalasi2
ES:

muntah, depresi pusat pernafasan Menurunkan kontraksi jantung (paling ringan: N2O, paling berat: halotan) Gangguan fungsi hati (terutama halotan) Toksik thd ginjal (metoksifluran>enfluran) Hipertermi maligna (halotan, suksinilkolin) Anemia megaloblastik (N2O)

Premedikasi 2
Mengurangi

ansietas, memperlancar induksi, mengurangi kegawatan anestesi, mengurangi hipersalivasi, bradikardi & muntah selama dan sesudah anestesi. Ada 4 golongan obat premedikasi:

Analgetika opioid mengurangi ansietas, nyeri &takikardi (morfin, petidin, atau fentanil IM, IV). Sedatif sedasi (golongan benzodiazepin atau barbiturat). Antikolinergik mengurangi hipersalivasi (atropin). Antiansietas.

Referensi
1. 2.

Donny Sulifan Fadillah. Catatan kuliah anestesi edisi 1. Sinan, September 2000. Sulistia Gan Gunawan et al. Farmakologi dan terapi edisi 5. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Gaya Baru, Jakarta, 2007.