• Teknik Akses Vaskular Penatalaksanaan Hemodialisa

Gerard M.A. da Cunha Oktaria Lutfiani

Anatomi Ginjal

Ginjal pada manusia
• Jumlah ginjal pada manusia ada dua buah • Terletak pada bagian kanan dan kiri terletak di belakang rongga perut, ginjal kanan terletak dibawah hati dan berbatasan dengan usus dua belas jari usus besar dan pankreas ginjal kiri berbatasan dengan limfa,usus besar dan lambung • Ukurannya panjang sekitar 11 cm dan lebar sekitar 6 cm • Berat ginjal sekitar 130-150 gram

Ginjal pada manusia • Anatomi ginjal terdiri atas bagian yang disebut korteks dan medula • Unit terkecil pada ginjal yang berfungsi sebagai filtrasi darah adalah nefron yang terdiri darah glomerulus dan tubulus .

Penyakit Penyebab Hemodialisa terbanyak 1. Chronic Kidney Disease 2. Acute Kidney Injury .

obat-obatan dan lain-lain tidak memberi pertolongan yang diharapkan lagi.Gagal Ginjal Terminal Bila faal ginjal yang tersisa sudah minimal sehingga usaha-usaha pengobatan yang konservatif berupa diet. keadaan ini disebut sebagai Gagal Ginjal Terminal (GGT) Pada pasien dengan Gagal Ginjal Terminal maka terapi yang diberikan berupa Terapi Pengganti . pembatasan minum.

Terapi Pengganti 1. •     • 2. • • Dialisis Dialisis peritoneal (DP) DP intermiten (DP) DP mandiri berkesinambungan (DPMB) DP dialirkan berkesinambungan (DPDB) DP nokturnal Hemodialisis (HD) Transplantasi Ginjal (TG) TG donor hidup (TGDH) TG donor jenazah (TGDJ) .

Hemodialisis Hemodialisis adalah proses pemisahan darah dari unsur-unsur yang tidak normal kadarnya dalam darah akibat terganggunya fungsi ginjal. Prinsip dari dialisis adalah penyeimbangan komposisi darah sehingga menjadi normal .

• Dalam pelaksanaan Hemodialisa beberapa hal perlu dipersiapkan terlebih dahulu agar pelaksanaan hemodialisa dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya • Salah satu hal perlu diperhatikan adalah Teknik akses vaskuler pada pelaksanaan Hemodialisa .

Dillard & Scribner (1960)  pertama kali melakukan arterio-vena fistula  infeksi and thrombosis • Brescia-Cimino (1966)  melakukan AVF (radiocephalic)  pilihan prosedur untuk akses vaskular .Sejarah akses vaskuler hemodialisa • Quinton.

subclavia.Indikasi • Penderita hemodialisis rutin (berkala/ kronis) • Akses pembuluh darah untuk dialisis yang biasa dilakukan (femoral. dsb) sudah sulit akibat rusaknya pembuluh darah karena komplikasi kanulasi berulang .

. Darah harus keluar masuk dengan kecepatan 200-400 ml/detik.• Akses Vaskular pada hemodialisa bertujuan untuk melakukan dialisa intermitten dengan jalan masuk vascular yang adekuat.

Jenis Teknik Akses Vaskuler Tehnik-tehnik akses vascular utama pada hemodialisa : 1. Internal (permanen) • Fistula AV/Cimino • Cangkokan AV Umur rata-rata kateter vena subklavia 4 minggu. . Eksternal (sementara).Pirau atau system kanula AV • Kateter vena femoralis (Shaldon atau lumen ganda) • Kateter vena subklavia 2.

.

.

. c. End ( ujung ) to End ( ujung ) adalah teknik penyambungan denganmenyambungkan pembuluh darah vena yang dipotong dengan pembuluh darah arteriyang juga di potong d. End ( ujung ) to side ( sisi ) adalah teknik penyambungan dengan menyambungkanpembuluh darah arteri yang dipotong dengan sisi pembuluh darah vena. Side ( sisi ) to side (Sisi ) adalah teknik penyambungan dengan menyambungkansisi pembuluh darah vena dengan sisi pembuluh darah arteri. Side ( sisi ) to End ( ujung ) adalah teknik penyambungan dengan menyambungkanpembuluh darah vena yang dipotong dengan sisi pembuluh darah arteri. b.Teknik Penyambungan atau Anatomosis Pada AV shunt a.

pungsi vena berulang . leher. ekstremitas atas. dan thorax – Hanya satu arteri yang mensuplai vaskularisasi ke jari dan tangan – Kerusakan pembuluh darah akibat obatobatan iv.Kontraindikasi Absolut • Relatif – Operasi sebelumnya pada arteri atau vena di lokasi pembuatan shunt.

Kontraindikasi Absolut • - Relatif – Aterosklerosis – Kualitas jaringan dan pembuluh darah yang kurang baik akibat penyakit yang mendasari (diabetes. keganasan) – Harapan hidup yang kecil – Hipertensi berat .

• Penderita meremas-remas semua jari tangannya dengan kuat. ulnaris dan a. radialis. tekanan pada arteri ulnaris kemudian dilepaskan dan jika warna kulit kembali normal berarti arteri ulnaris tersebut masih baik. Tes serupa dilakukan pada arteri radialis.Allen Test • Arteri ulnaris sulit dipalpasi • Fungsi : mengetahui patensi dari a. kedua arteri di tekan sampai pucat. .

Allen Test .

. penderita meremas-remas jari-jari tangannya dengan cepat hingga pembuluh vena terisi dengan cepat  nilai pembuluh vena yang cukup lebar dan masih baik USG Doppler : dapat menggambarkan ukuran diameter arteri dan vena yang akan digunakan.Pemeriksaan Vena Pasang torniquet di lengan atas.

Jenis Shunting BresciaCimino (radialcephalic fistula) Brachiobasilica Brachio-cephalica .

Shunt vena cephalica ke arteri radialis kiri .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful