Ravel Adhy Purna

Lahir di jerman pada (8January 1632 – 13 October 1694) Hidup pada masa perang 30 tahun ((16181648) di jerman Sseorang ahli Hukum, filusuf, negarawan, ekonom, dan sejarawan Pemikiran nya banyak di pengaruhi oleh Hugo Grotius, Thomas Hobbes, Rene Descartes

Adalah hasil rasio manusia, yang lahir karena kehendak untuk melindungi diri sendiri di satu pihak dan saat bersamaan untukk tidak mengganggu hak orang lain (kedamaian). ”jangan mengganggu orang lain, sampai orang tersebut mengeluh bahwa haknya benar-benar telah terampas”.

Hukum alam berasal dari pemikiran murni dalam hal ini unsur naluriah manusia berperan. Akibatnya ketika manusia hidup bermasyarakat timbul pertentangan satu dengan lain maka untuk mencegah nya di buat perjanjian sukarela antar masyarakat, setelah itu di adakan perjanjian berikutnya berupa perjanjian penaklukan oleh raja dengan adanya perjanjian itu tidak ada kekuasaan absolut

State of nature atau lingkungan internasional adalah state of natural liberty di mana selflove sejalan dengan kehidupan sosial dan kewajiban dan di mana kedamaian adalah kondisi alami umat manusia–berkebalikan dengan pemikir Inggris Hobbes yang mengatakan bahwa perang adalah kondisi alami manusia dan bahwa hidup itu soliter, menyedihkan, menjijikkan, miskin, dan begitu singkat (Hobbes 1651).

Untuk mencapai keamanan negara yang baik tidak saja hanya membentuk masyarakat yang saling membantu untuk mencapai tujuan bersama tapi di butuhkan sesuatu yang lebih kuat untuk menekan keinginan alami manusia(unsociable) itu maka dari situ munculah sebuah negara yang berdaulat

When the supreme sovereignty is vested in a council which consists of all the citizens each of whom has the right to vote, one obtains the case of democracy. When the supreme sovereignty is vested in a council consisting of selected citizens, one obtains the case of an aristocracy. Monarchy or kingdom has the supreme sovereignty vested in one man

Meletakkan dasar yang penting bagi organisasi internasional modern. Ia menyatakan negara sebagai perseorangan dengan intelejen dan keinginan, melakukan aksi-aksi yang tidak biasa pada dirinya sendiri dan terpisah dari individual lainnya, (Pufendorf 1935 [1672]: 983) Ungkapan tersebut melegalkan negara bagi kedaulatannya dan bagi komunitas global mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful