PENGGUNAAN BINDER ALAMI PADA PROSES FINISHING KULIT

Disusun oleh: SRI SUMARNI

PENDAHULUAN
Latar Belakang

Kemajuan Indutri berkembang dgn pesat, kulit mrpk komoditas non migas  Bhn baku & bhn pmbantu Inds kulit 65% masih import (Ditjen Industri Aneka,1998) Binder adalah bhn perekat yg dgnk pd proses finishing kulit/ cat tutup Binder ditinjau dr bhn dasarnya : binder alami & binder sintetis

lanjutan
 Binder dengan bahan dasar alami (telur, susu, darah, gelatin). Bhn ini mudah didapat dan cara pembuatan sangat mudah  Binder Sintetis (Ethyl cellulose, poli vinil alcohol, asam poli acrylic), mrpk binder patent yang diimpor

Binder alami, besar artinya bagi industri penyamakan kulit yang berada di daerah pedesaan Menambah wawasan bagi industri/pengrajin penyamakan kulit.

TINJAUAN PUSTAKA
TELUR
 Albumen atau putih telur, merupakan 60% dr total brt telur tdr dr laps putih telur bag dlm, laps putih telur cair,laps putih telur padat, dan chalaza (Stadelman dan Cotterill,1977, Triyuwanta, 1983)  Komposisi telur : air 66,74 % , protein 12-13%, lemak 10,5%, abu 5% dan Ca serta pospor masing-masing 0,5%  Putih telur mudah menggumpal pada suhu 55°C , sehingga penambahan asam karbol (fenol) sebagai pengawet  Protein mengalami denaturasi pada suhu 65°C, denaturasi yaitu terjadinya perubahan fisik dari protein yang ada pada putih telur karena pengaruh suhu dan pH tinggi, serta pemanasan di atas suhu 60°C

SUSU SAPI
 Susu sapi : hasil sekresi kelenjar susu sapi yang sedang laktasi atau ternak yang sedang laktasi, dan pemerahan dilakukan secara sempurna, tanpa ditambah atau dikurangi oleh sesuatu komponen  Kandungan susu segar: 87 % air, 4 % protein , 3% lemak, 4 % karbohidrat, vitamin dan mineral 2%. Protein utama susu adl kasein 80% dan whey 20% , kasein menggumpal pd pengasaman dan atau disertai pemanasan.  Kasein dapat menggumpal pada pH optimum 4,6 dengan suhu pemanasan 40° C. Kasein digumpalkan dgn asam atau enzim proteolitik dengan menambahkan ke dalam susu.  Penggumpalan dgn asam pd pH protein mencapai titik iso elekteris , yaitu pH 4,6. Titik iso elektris adl terjadinya keseimbangan antara muatan positif dan negatif pada protein, sehingga apabila diletakkan pada medan listrik ion-ionnya tidak akan bergerak Kasein akan menggumpal dengan optimum pada suhu antara 34 - 46°C (Plummer,1979).

Binder
Binder merupakan bahan perekat atau pelapis pada proses finishing penyamakan kulit, sehingga permukaan kulit halus dan rata (Sharphouse, 1971). 1. Binder alami - Binder protein (dari putih telur, albumin darah sapi dapat larut di dalam air, binder kasein mudah larut dalam alkali lemah seperti amoniak dan etanolamin. 2. Binder Sintetis Binder Sintetis (Etil Selulose) yaitu produk larutan sebagai bahan pembentuk film ia mampu bersifat kuat elastis/lentur, daya olesnya mampu lebih luas serta tahan terhadap sinar langsung, dapat juga digunakan untuk pelapis plastik. Etil selulose dapat dicampur dengan hydrogen etil selulose untuk pelapis finishing, hasilnya cukup kuat pada film tahan terhadap minyak. (Sarkar, 1995).

Finishing Kulit
• Proses finishing kulit adalah suatu pengelolaan kulit dengan cara mencat tutup dengan maksud untuk memperoleh penampilan yang baik (Koentoro, 1991).  Komposisi bahan kimia cat tutup secara umum terdiri atas : 1. Zat warna (Pigment, aniline) 2. Perekat (Binder) 3.Pelunak (Softener, plastizer) 4. Pengkilap warna (brightener) 5. Pelarut (solvent). 6. Pengencer (diluent). 7. Anti gesekan (antifriction) 8. Pengisi (filler)

TEORI
 Finishing : dlm penyamakan memp peranan penting  Binder alami : dpt digunakan untuk berbagai macam penyamakan, mudah didapat, cara pembuatannya mudah, harganya murah  Binder sintetis : dapat digunakan untuk berbagai penyamakan, tidak semua toko menyediakan (khusus bn penyamak), harganya reletive lebih mahal (impor)

Sampel
a. Binder patent
b. Putih telur c. Kasein

: konsentrasi 10% (b/b)
: konsentrasi 5%, 10%, 15% (b/b) : konsentrasi 5%, 10%, 15% (b/b)

CARA KERJA
1. Pembuatan Binder dari putih telur

dan kasein : Binder dari putih telur dengan konsentrasi : 5,0%, 10%, 15,0% Binder dari kasein dengan konsentrasi : 5%, 10%, 15%

Cara pembuatan binder
Binder Putih telur
Putih telur ↓ Ditimbang ( b/b) ↓ Diencerkan dgn air panas (40°C)→ Sesuai konsentrasi ↓ Cek pH (apabila blm tercapai 8-9 + amonia)→0,5% fenol

Binder Kasein
Susu sapi segar ↓ Dipanaskan (34-46°C) ↓ Ditambahkan asam formiat (pH 4,6)→ mgpl semua ↓ Disaring dan ditiriskan ↓ Dioven ( kadar air ± 9,08%) ↓ Digiling dan disaring (saringan 30 mesh) ↓ Ditimbang (b/b) ↓ Pengenceran dengan ammonia 20% ↓ Cek pH (8- 9)→ (0,5% fenol)

Skema Proses penyamakan kulit kaki ayam dari bahan baku segar
Kulit kaki ayam segar ↓ Pencucian ↓ Pengapuran ↓ Pembuangan sisik ↓ Pembuangan daging ↓ Pembuangan kapur ↓ Pelarutan lemak ↓ Pengikisan protein

Pengikisan protein ↓ Pengasaman ↓ Penyamakan khrom ↓ Pemeraman ↓ Pencucian ↓ Penetralan

Penetralan ↓ Penyamakan ulang ↓ Peminyakan ↓ Pengeringan ↓ Peregangan ↓ Pengecatan tutup (dengan Binder) ↓ Pengkilapan ↓ Kulit siap pakai (leather)

Uji Kulit tersamak
Setelah diaplikasikan ke kulit, kemudian di uji ketahanan gosok cat, Kekuatan tarik, ketahanan sobek

Related Interests