indikator sering terjadinya pemadaman. . Dan Gangguan hubung singkat adalah Gangguanhubung singkat dapat terjadi antar fasa (3 fasa atau 2 fasa) atau 1 fasa ketanah dan sifatnya bisa temporer atau permanen.Macam-macam Gangguan adalah Gangguan beban lebih adalah Sebenarnya bukan gangguan murni. tetapi biladibiarkan terus-menerus berlangsung dapat merusak peralatan. Tingkat keandalan direpresentasikan antara lain. Indikasi : Frekuensi dan Lama Gangguan Penyebab utama pemadaman adalah gangguan pada sistem tenaga listrik yang tidak dapat dihindarkan.Setiap perusahaan listrik harus berupaya meningkatkan keandalan secara terus menerus.

sebagai contoh overload atau beban lebih. GI berfungsi sebagai pusat proteksi peralatan-peralatan STL dan sebagai pusat proses penormalan terhadap gangguan-gangguan yang ada. PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P3JB) region Jawa Tengah UPT Semarang GI Krapyak yang berada di Jl. Untuk menghindari kejadian gangguan tersebut dan juga untuk mencegah kerusakan transformator maka perlu dilakukan koordinasi proteksi. Selain itu. Sebelum sistem proteksi diimplementasikan.PENDAHULUAN Latar Belakang Alat proteksi pada STL (Sistem Tenaga Listrik) merupakan bagian yang penting dibidang ketenagalistrikan seperti pada PT. GI merupakan tempat pusat pengatur kebutuhan pembebanan. Apabila t idak ada sistem proteksi maka kelangsungan STL tidak selalu tersedia. diperlukan perhitungan dan analisis agar setting rele dapat diketahui supaya rele dapat bekerja secara baik.379 Semarang. hubung singkat antara fasa dengan tanahmaka sistem proteksi akan bekerja sesuai fungsinya sebagai pengaman.Siliwangi No. baik sisi 20 KV penyulang. hubung singkat antara fasa dengan fasa. Misalkan terjadi gangguan dipenyulang 20 KV yang mengakibatkan tripnya PMT (Pemutus Tenaga) incoming 20 KV ataupun sisi PMT 150 KV trafo sehingga mengakibatkan usia atau kinerja trafo menurun dan pemadaman yang luas. Apabila nantinya terjadi gangguan. 20 KV incoming dan sisi 150 KV trafo. sehingga stabilitas tenaga listrik akan berlangsung. .

Rele differensial dan rele-rele yang lain hanya dibahas fungsinya saja. 2. 2. Tujuan Hal-hal yang menjadi tujuan penulisan laporan kerja praktek ini adalah : 1. sehingga proteksi trafo dapat bekerja lebih baik.Perumusan Masalah Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan bagaimana menghitung dan menganalisis setting koordinasi rele OCR dan GFR. 3. Mengamati secara langsung alat yang ada diserandang GI. Menghitung dan menganalisis penyetelan koordinasi rele proteksi OCR dan GFR yang terpasang di GI Krapyak. Pembatasan Masalah Pembatasan laporan ini adalah : 1. Sebagai bentuk aplikasi dan teori yang didapat selama perkuliahan di teknik . Mengenal dan mengetahui cara kerja sistem proteksi terhadap trafo.

b) Melepaskan bagian sistem yang terganggu. Setiap (zone) diamankan oleh suatu relai pengaman dan setiap relai mempunyai kawasan pengamanan yaitu bagian dari sistem yang bila terjadi gangguan didalamnya relai itu dapat mendeteksinya dan dengan bantuan PMT melepaskan zone yang terdapat gangguan itu. Fungsi Proteksi a) Mendeteksi adanya gangguan atau keadaan abnormal lainnya pada bagiansistem yang diamankannya. . sehingga bagian sistem lainnya dapat terns beroperasi.Filosofi Rele Proteksi Pengertian Rele proteksi adalah suatu device atau peralatan pengaman untuk melindungi peralatan – peralatan dalam sistem tenaga listrik. c) Member ita hu operator mengenai adanya gangguan dan lokas inya Kawasan Pengamanan Sistem Tenaga Listrik terbagi ke dalam zone yang satu sama lain bisa dihubungkan atau diputuskan oleh pemutus tenaga (PMT). yang bekerja dengan mengindikasikan unit sinyal alarm jika terjadi gangguan atau kondisi abnormal.

Kriteria Perancangan Rele Proteksi a) Selektivitas Suatu relai bertugas mengamankan suatu alat atau bagian tertentu dari suatu sistem . b) Kecepatan Hal terpenting dari relai proteksi adalah secepat mungkin memisahkan elemen sistem yang terganggu. untuk memberi kesempatan kepada pengaman utama bekerja lebih dahulu.Pengamanan Utama dan Cadangan Karena pengaman cadangan baru perhitungan yang tepat. Suatu relai harus dapat mendeteksi adanya gangguan yang terjadi pada daerah yang diamankan dan bila perlu menjalan pemutusan tenaga (PMT). memisahkan bagian sistem terganggu. penempatan /diharapkan bekerja jika pengaman utamanya gagal bekerja maka pengamanpengaman cadangan selalu disertai dengan waktu tunda(time delay). Kepekaan Pada prinsipnya relai harus cukup peka sehingga dapat medeteksi gangguan di kawasan pengamannya meskipun dalam kondisi yang memberikan rangsangan yang minimum. c) .

Gangguan dari peralatan itu sendiri misalnya faktor umur komponen peralatan yang sudah tua. Gangguan yang disebabkan oleh kesalahan penanganan oleh manusia (operator) seperti pentanahan (grounding) yang kurang baik. burung.Kriteria Perancangan Rele Proteksi Keandalan Hal-hal yang berkaitan erat dengan keandalan pengamanan suatu sistem adalah : Ketepatan pemilihan relay. b) Faktor Internal. . penempatan /pemasangan relay lain dan koordinasi antar relay. Gangguan yang berasal dari alam. c) Human Error. dll. misalnya karena binatang diantaranya gigitan tikus pada kabel. d) Gangguan Macam – macam gangguan a) Faktor Eksternal. perhitungan yang tepat.

Upaya mengatasi gangguan a) Mengurangi terjadinya gangguan  Pemakaian peralatan yang dapat diandalkan. b) Mengurangi akibatnya  Mengurangi besarnya arus gangguan  Pengguanan Lightning Arrester dan koordinasi osilasi  Mempersempit daerah pemadaman .  Penggunaan kawat tanah pada saluran udara. dan tahanan kaki tiang yang rendah pada SUTT.  Penebangan / pemangkasan pohon disekitar saluran / BTS.

OCR biasanya memiliki 2 atau 3 sensor arus (untuk 2 atau 3 fasa) sedangkan GFR hanya memiliki satu sensor arus(satu fasa ). Sebagai alat proteksi maka penggunaa rele harus memenuhi persyaratan proteksi yaitu : cepat. Rele OCR dan GFR dipasang sebagai alat proteksi motor. elemen tunda waktu pada rele ini pada 2.OCR dan GFR Rele arus lebih (OCR) memproteksi instalasi listrik terhadap gangguan antar fasa. Rele harus disetting sedemikian rupa sehingga dapat bekerja secepat mungkin dan meminimalkan bagian dari sistem yang harus padam. elemen low set bekerja ketika terjadi gangguan dengan arus hubungsingkat yang relatif kecil. selektif. trafo. yaitu elemen low set dan elemen high set. Prinsip kerja OCR yaitu ketika suatu trafo mengalami gangguan di feeder (penyulang). maka belum tentu trafo itu akan TRIP. serta handal. tapi bisa juga trip jika arus gangguan itu terlampau besar lalu men TRIPkan PMT 20 Kv/ tingkat xtrem sampai PMT 150 kV. Waktu kerja rele OCR maupun GFR tergantung nilai setting dan karakteristik waktunya. . yang membedakan hanyalah pada fungsi dan elemen sensor arus. Sedangkan untuk memproteki terhadap gangguan fasa tanah digunakan rele Rele Arus Gangguan tanah atau Ground Fault Relay (GFR). ini disebakan karena OCR merupakan backup protection atau relay backup jadi bukan relai/ pengaman utama. Prinsip kerja GFR sama dengan OCR. sedangkan elemen high set bkerja ketika terjadi gangguan dengan arus hubung singkat yang cukup besar. penghantar transmisi. dan penyulang.

Pemanasan yang dialami oleh peralatan tersebut akan dihitung oleh algoritma relay. yaitu alarm1. alarm 2. yg paling fatal adalah TRIP. Karena panas berlebih bisa mengurangi kekuatan isolasi(minyak) trafo. Cara kerja OCR dan OLR sangatlah berbeda. arus yang dibaca akan di analogikan sebagai panas yang sedang dialami oleh suatu peralatan (menggunakan thermal model). Biasanya kasus Over load disertai dengan panasnya suhu trafo yg melebihi dari settingannya. OCR dan OLR sama-sama bekerja berdasarkan input arus.Sedangkan Over Load adalah beban yang berlebih. maksudya suatu trafo memiliki kapasitas tersendiri / kemampuan untuk memikul beban. sedangkan OLR(Over Load Relay) bekerja untuk mengamankan kelebihan arus kerena kelebihan beban. . OCR membaca arus. dan kemudian akan membuat keputusan trip / no trip berdasarkan nilai setting dan besarnya arus yang dirasakan. maka ia akan memberikan perintah trip. maka dibuatlah setingan nilai suhu. jika melebihi settingan tersebut maka ada level2nya. Perbedaannya OCR bekerja untuk mengamankan kelebihan arus yang disebabkan oleh gangguan. Apabila relay menggangap peralatan yang diamankannya sudah kepanasan. Sedangkan OLR.

yang terdiri dari sebuah CT (Current Transformer) dan sebuah PT (Potential Transformer). Gambar Diagram konsep sebuah relay .Gambar Sistem Proteksi Pada Gambar di atas menunjukan sebuah sistem proteksi untuk proteksi relay jarak pada saluran transimisi. sebuah relay dan pemutus tenaga (circuit breaker).komponen dasar tersebut. Setiap sistem proteksi akan mempunyai komponen .

Penahan goncangan 7. Target assembly 3. Kontak tetap 4.High Speed Differential Relay Gambar Konstruksi High Speed Differential Relay Keterangan gambar : 1. Unit induksi cup . Kontak bergerak 5. Pengatur spiral pegas 2. Poros cup 6.

. Rating arus pembawaan dibatasi oleh 2 bentuk target dan restraint coil.5 A terus-menerus tanpa mengalami overheating ( pemanasan lebih ). Sedangkan untuk kontaknya Relay CFD disuplai dengan kontak nonbouncing yang memberikan penutupan positif kontak. Rating arus penutupan kontak untuk tegangan yang tidak melebihi 250 volt adalah 30 A.Gambar Spesifikasi ukuran High Speed Differential Relay Rating dan burden dari relay diatas adalah sebagai berikut: Rating Elemen operasi pada relay ini yakni unit induksi memiliki rating 5 A untuk arus yang mengalir pada restraint coil secara terus-menerus. Operating coil akan membawa 0.

Burden Burden untuk restrain coil dan operating coil dapat dilihat pada tabel debrikut ini : Tabel Burden restrain coil Tabel Burden untuk opertating coil pada minimum pick up Tabel Saturasi operating coil karena kenaikan arus dan impedensi rangkaian .

Penerapan arus.Relay ini akan berfungsi untuk: 1. pada frekuensi kerja dan bentuk gelombang yang baik untuk stud yang diprioritaskan diperlihatkan pada daf tar berikut ini untuk relay dalam pengujian. Gangguan internal mesin kecuali lilitan ke lilitan. 3. Penyetelan High Speed Differential Relay Relay ini telah disetel di pabriknya untuk menutup kontak depannya dengan 0.2 ampere atau lebih pada salah satu arus rangkaian dan tanpa arus pada rangkaian lainnya. Magnitude arus untuk setting pick up adalah ditentukan dari nameplatenya dalam "Minimum Differential Pickup" untuk unit dalam pengujian . Hubung singkat ke tanah pada setiap bagian belitan mesin. Gangguan pada kabel primer yang masih dalam daerah pengamanan. kecuali sangat dekat dengan netral yang mengakibatkan tidak ada nya impedansi netral untuk membatasi arus tanah pada nila i dibawah kalibrasi pickup relay. 2.

Berikut adalah kawasan pengawasan yang ada di GI Krapyak : .

gangguan alam. Sumber DC ini berfungsi untuk menggerakkan peralatan kontrol. motor penggerak CB. Sistem proteksi adalah suatu sistem pengaman terhadap peralatan listrik. 2. Baterai pada Gardu Induk. GI berfungsi sebagai pusat proteksi peralatan-peralatan STL dan sebagai pusat proses penormalan terhadap gangguan-gangguan yang ada. kebersihan dan berat jenisnya. Transformator Daya Berfungsi mentranformasikan daya listrik.KESIMPULAN 1. kesalahan operasi dan penyebab yang lainnya. Sumber DC ini harus selalu terhubung dengan rectifier dan harus diperiksa secara rutin kondisi air. GI merupakan tempat pusat pengatur kebutuhan pembebanan. DS. relay pengaman. yang diakibatkan adanya gangguan teknis. Selain itu.Alat yang menghasilkan sumber tenaga listrik arus searah yang diperoleh dari hasil proses kimia. Tranformator daya juga berfungsi untuk pengaturan tegangan. 4. 3. dengan merubah besaran tegangannya. . sedangkan frekuensinya tetap. dan lain-lain.

3. 2. Sebaiknya relay differential ini dilengkapi dengan Thyrite limiter untuk arus diatas 84 ampere yang melewati sekunder CT agar tidak mengganggu sensitifitas relay. Perlunya pergantian relay yang bekerja secara elektro meknik dengan elektro statik karena lebih kompak dan tidak ada bagian yang bergerak.SARAN 1. . dengan mengadakan berbagai macam kegiatan yang bias bermanfaat bagi mahasiswa pada khususnya dan dunia kerja pada umumnya. Kerja sama dengan lingkungan akademis agar lebih ditingkatkan.

Djiteng.DAFTAR PUSTAKA 1) Kundur. Khana Publisher. New Delhi 1996 3) Marsudi. Power System Stability and Control. MC Graw.Hill Publishing Co.Sistem Pengaman. Pembangkitan Energi Listrik. Prabha. Switchgear an protection.2005 4) Karnoto. Erlangga Jakarta.Semarang: Teknik Elektro FT Undip 5) Karnoto. 1993 2) Rao. Sunil. Limited.S. Semarang:Teknik Elektro FT Undip .Sistem Tenaga Listrik.