PEMBANGUNAN SEKTOR

Oleh : HJ. RAHMATIAH, S.Sos, M.Si

MATA KULIAH

2012

BAB VI PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA (PKMD)
 Tujuan

Instruksional Khusus (TIK) Agar mahasiswa dapat mengenal konsep PKMD sebagai strategi pembangunan kesehatan di pedesaan.

Pendahuluan Pada tahun 1977.  . PKMD secara resmi dinyatakan sebagai suatu strategi untuk meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia  PKMD adalah bentuk operasional dari Primary Health Care di Indonesia  PKMD mencakup serangkaian kegiatan sumberdaya masyarakat berasaskan gotong – royong yang didukung oleh pemerintah melalui koordinasi lintas sektoral dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan.I.

PKMD mempunyai delapan upaya kesehatan dasar yang mencakup :  Pendidikan masyarakat tentang masalah kesehatan dan upaya penanggulangannya  Pemberantasan dan pencegahan penyakit endemik setempat  Program imunisasi  Kesehatan ibu anak dan keluarga berencana  Pengadaan obat esensial  Pengadaan pangan dan gizi  Pengobatan penyakit umum dan cedera  Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan .

R. . Hasil Lokakarya di Tawangmangu Jawa Tengah bulan Maret 1976 yang di prakarsai oleh Dr. Tujuan seminar lintas sektoral adalah meningkatkan pemahaman bersama antar berbagai sektor dan ruang lingkup pengembangan kesehatan masyarakat dan untuk menggali potensi dan kemungkinan kontribusi berbagai organisasi pemerintah dan non-pemerintah dalam pelaksanaan PKMD.B. Soebekti. Sejarah Perkembangan PKMD    Pertama kali diperkenalkan sebagai suatu pendekatan pengembangan masyarakat Rapat Kerja Kesehatan Nasional bulan Januari 1976. MPH menjadi masukan yang berharga dalam seminar lintas sektoral tentang PKMD yang dilaksanakan di Jakarta bulan April tahun 1976.

tujuannya adalah untuk merumuskan kebijaksanaan umum dan strategi untuk pelaksanaan PKMD di Indonesia.a) b) c) d) Sebagai tindak lanjut Rapat Kerja Kesehatan Nasional dilakukan Raker Nasional PKMD dalam bulan Maret 1977. Bupati / Walikota dan Camat PKMD adalah bagian integral pembangunan desa menyeluruh. . Dati II. dan Kecamatan Perlu dilakukan melalui jalur fungsional yakni melalui para Gubernur. Raker merekomendasikan bahwa kebijaksanaan nasional tentang PKMD perlu mempertimbangkan hal – hal berikut : PKMD berdasarkan dan diarahkan oleh GBHN PKMD diselenggarakan dengan pendekatan lintas sektoral Pemantapan koordinasi di Dati I. yang menjadi tanggungjawab Departemen Dalam Negeri.

dan kegiatan pembangunan lain yang serupa Upaya peningkatan produksi pangan harus memperhatikan status gizi masyarakat Kegiatan keluarga berencana perlu dipadukan dengan pelayanan kesehatan dasar dan kegiatan sektor pembangunan lainnya Masyarakat harus terlibat dalam setiap tahap penyelenggaraan . irigasi. yang meliputi : Pembentukan badan koordinasi pada setiap tingkat administrasi untuk menjamin terjadinya koordinasi efektif antara berbagai sektor Alokasi anggaran harus disediakan dari berbagai sektor yang terkait dengan PKMD Setiap pelatihan sektoral harus mencakup segi – segi pemeliharaan hidup sehat Proyek baru yang terkait dengan perumahan. a) b) c) d) e) f) g) Raker selanjutnya menghasilkan kesepakatan terhadap kerangka dasar dari strategi nasional pengembangan PKMD.

. rohani. mencantumkan bahwa kesehatan bukan hanya keadaan bebas dari penyakit dan kelemahan.Kebijaksanaan dan strategi untuk menunjukkan PKMD Pengembangan masyarakat pedesaan termasuk bidang kesehatannya menempati prioritas tinggi di Indonesia seperti dicerminkan dalam kebijaksanaan dan strategi nasional sejak proklamasi kemerdekaan. dan sosial yang utuh.C. namun mencakup pula kesehatan jasmani. Undang – undang nomor 9 tahun 1960 tentang pokok – pokok kesehatan.

D. Kebijaksanaan Depdagri yang menunjang program PKMD adalah ketetapan mengenai pelaksanaan bertahap pembangunan desa jangka panjang. .Kebijaksanaan Depdagri Mengenai Pembangunan Desa Departemen Dalam Negeri sebagai lembaga yang berwenang dalam pembangunan daerah bertanggungjawab atas penyelenggaraan PKMD. dengan tujuan akhir membangun semua desa menjadi desa swasembada (yang modern dan maju).

Untuk meningkatkan kegiatan pembangunan pada tingkat kecamatan dan desa. melalui upaya sinkronisasi dan koordinasi berbagai sektor pembangunan pada tingkat desa. diterapkan pendekatan Unit Daerah Kerja Pembangunan. Tujuannya adalah untuk mempercepat tercapainya kemandirian dalam proses pembangunan desa. .

pelatihan. bimbingan dan supervise kepada tenaga sukarela masyarakat dalam program PKMD. Penggabungan dari lebih 20 kategori perawat menjadi “Perawat Kesehatan” (PK) adalah tenaga serbaguna berwawasan kemasyarakatan yang memberikan pelayanan kesehatan dasar. . Departemen Kesehatan menetapkan kebijaksanaan nasional yang mewajibkan setiap lulusan dokter mengabdikan diri selama 2 – 5 tahun di puskesmas.E. Kebijaksanaan Departemen Kesehatan (Depkes) Kerjasama Depdikbud dan Depkes menghasilkan masuknya mata ajaran Kedokteran Komunitas dalam kurikulum pendidikan fakultas kedokteran di banyak perguruan tinggi.

F. Sesuai dengan asa adil dan merata Semua warga negara sama kedudukannya dalam hukum dan wajib menjunjung tinggi dan mentaati segala ketentuan peraturan perundang – undangan dalam bidang kesehatan. 5. 6. suasana keluarga. Setiap warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang optimal agar dapat bekerja dan hidup layak Pemerintah dan masyarakat bertanggungjawab dalam pemeliharaan dan mempertinggi derajat kesehatan rakyat. 2. Sistem Kesehatan Nasional Dasar – dasar pembangunan kesehatan nasional adalah : 1. 3. rakyat banyak dan bukan kepentingan golongan atau perorangan Sikap. kegotongroyongan serta semua potensi yang ada diarahkan dan di manfaatkan sejauh mungkin untuk pembangunan di bidang kesehatan. Penyelenggaraan upaya kesehatan diatur oleh pemerintah dan dilakukan secara serasi dan seimbang oleh pemerintah dan masyarakat Setiap bentuk upaya kesehatan harus berasaskan perikemanusiaan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. . Pembangunan kesehatan Nasional harus berdasarkan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri. 7. 4. 8. dengan mengutamakan kepentingan nasional.

Selain itu komitmen dan dukungan politik yang tinggi terutama ditingkat lokal amat bermanfaat dalam mencapai keberhasilan PKMD. berkaitan dengan pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh Prokesa kepada keluarga tentang pentingnya memasak air minum. . Keberhasilan program PKMD dapat dipantau dari beberapa faktor yang kebanyakan bersifat sosiokultural dan politis. Yang pertama adalah fakta bahwa prinsip yang mendasari konsep PKMD adalah falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Unsur – unsur Keberhasilan Suatu kajian yang dilakukan UNICEF pada tahun 1980 mengungkapkan bahwa keberhasilan PKMD yang patut dicatat adalah penurunan bermakna dari angka kejadian diare.G.

BAB VII EVOLUSI POSYANDU  Tujuan Khusus Instruksional (TIK) Agar mahasiswa dapat menjelaskan keberadaan posyandu dalam menunjang pembangunan kesehatan yang terjangkau .

Sejarah program kesehatan ditingkat yang paling bawah diawali dengan berdirinya pos penimbangan untuk balita. pos kesehatan. dan pos vaksinasi. Keterpaduan dari pada pos pelayanan kesehatan ini dikenal sebagai POSYANDU. . pos KB desa.

dalam usaha untuk meningkatkan gizi keluarga dan kelangsungan hidup anak.A. kesehatan. keluarga berencana. pengolahan makanan sehari – hari. Usaha Perbaikan Gizi Keluarga  Program UPGK merupakan program lintas sektoral yang mengintegrasikan kegiatan dan pesan – pesan mengenai gizi. serta pesan keagamaan. .

Taman Gizi Untuk mengatasi masalah – masalah tidak naiknya berat badan di banyak desa di bangunlah taman gizi. Pos Penimbangan Titik berat dari perbaikan gizi adalah pos penimbangan. sekarang disebut posyandu. yang merupakan tempat penimbangan setiap bulan. . C.B. atau kelompok gizi RT. Kegiatan ini mendorong terjadinya komunikasi antara para ibu dalam situasi yang sesuai dengan budaya setempat.

Dalam program KB-Gizi.D. kelompok akseptor dan pos KB Desa berfungsi sebagai sumber utama kader dan peserta bagi kedua program. Pengelolaan serta pelaksanaan program di integrasikan dengan kegiatan rutin KB Desa . Pos KB Desa Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merintis pengembangan dan penerapan sistem pelayanan kontrasepsi bersumber daya masyarakat selama pelita II (1974 – 1979).

       . dan Pelayanan KB sederhana untuk para wanita kawin.   Kegiatan Gizi ditingkat desa terdiri atas : Penimbangan bulanan balita Penerangan dan penyuluhan KB dan gizi bagi para ibu Demonstrasi masak untuk mengajar para ibu tentang cara – cara menyiapkan makanan murah dengan menu seimbang Pengadaan paket pertolongan gizi seperti pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada anak (1 – 4 tahun) setiap 6 bulan Terapi rehydrasi oral Pemberian zat besi tambahan untuk ibu hamil dan menyusui Rujukan anak gizi buruk ke petugas puskesmas untuk memperoleh perawatan Penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan.

 Prosedur pelaksanaan posyandum mengikuti system 5 meja atau lima langkah dasar. sebagai berikut : Langkah Pertama Kedua Ketiga Keempat Kegiatan Pendaftaran Penimbangan Balita Pengisian KMS Penyuluhan perorangan tentang kesehatan / gizi Kelima Pelayanan Kesehatan Petugas kesehatan professional seperti KB. Imunisasi. Pelaksana Kader Kader Kader Kader . dll.

. supervisiteratur. dan dukungan yang kuat serta partisipasi kepemimpinan masyarakat yang berkemampuan dan penuh minat. Kader Kesehatan Tiga unsur utama telah terbukti membawa pengaruh besar pada efektifitas kader yaitu kualitas pelatihan yang biasanya berlangsung lama dengan metode yang baik.E.

Menggalakkan partisipasi setempat dalam program – program tertentu Mengumpulkan. dan mengolah data sederhana Pelayanan langsung. 3. 2. mencatat. 4.Tugas – tugas dari para kader kesehatan digolongkan dalam 4 kategori : 1. Kegiatan penyuluhan dan pendidikan. .

F. . Peran Serta Masyarakat melalui Dasa Wisma Dalam penunjang kegiatan masyarakat termasuk kegiatan kesehatan yang dilakukan oleh PKK dan dasa wisma akan ditempatkan bidan di tingkat desa untuk memberikan bimbingan dan petunjuk teknis kepada pemuka masyarakat. sekaligus untuk menangani kasus – kasus yang dirujuk dari tingkat rumah tangga ke puskesmas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful