You are on page 1of 17

DACRYOCYSTITIS

OLEH : VIVIDDWI RAHMADI S.Ked

Pembimbing : Dr. JUSNI SARAGIH Sp.M

SISTEM LAKRIMASI .

dan meatus inferior. Dari kelenjar ini. air mata diproduksi dan kemudian dialirkan melalui 8-12 duktus kecil yang mengarah ke bagian lateral dari fornix konjungtiva superior dan di sini air mata akan disebar ke seluruh permukaan bola mata oleh kedipan kelopak mata. Sistem lakrimal terdiri dari dua bagian. yaitu 1. Bagian utama kelenjar ini bentuk dan ukuranya mirip dengan biji almond. sakus lakrimalis. Kelenjar lakrimalis terletak pada bagian lateral atas mata yang disebut dengan fossa lakrimalis. yang terhubung dengan suatu penonjolan kecil yang meluas hingga ke bagian posterior dari palpebra superior. sistem ekskresi yang terdiri dari punctum lakrimalis. kanalis lakrimalis. sistem sekresi yang berupa kelenjar lakrimalis 2. . duktus nasolakrimalis.

Penyakit ini sering ditemukan pada anak-anak atau orang dewasa di atas 40 tahun. hanya sekitar 1% dari jumlah kelahiran yang ada dan jumlahnya hampir sama antara laki-laki dan perempuan. sedangkan pada orang dewasa akibat adanya penekanan pada salurannya.DEFINISI Dakriosistitis adalah peradangan pada sakus lakrimalis. terutama perempuan 2.8 dengan puncak insidensi pada usia 60 hingga 70 tahun. misal adanya polip hidung. . Biasanya peradangan ini dimulai akibat adanya obstruksi pada duktus nasolakrimalis.6 Dakriosistitis pada bayi yang baru lahir jarang terjadi.6 Jarang ditemukan pada orang dewasa usia pertengahan kecuali bila didahului dengan infeksi jamur.6. Obstruksi ini pada anak-anak biasanya akibat tidak terbukanya membran nasolakrimal.

DACRYOCYSTITIS .

KLASIFIKASI Berdasarkan perjalanan penyakitnya. Dakriosistitis kongenital yang indolen sangat sulit didiagnosis . hingga kematian. meningitis. Morbiditas yang terjadi berhubungan dengan abses pada sakus lakrimalis dan penyebaran infeksinya. dapat menimbulkan selulitis orbita. yaitu: 1. Dakriosistitis kongenital dapat berhubungan dengan amniotocele. abses otak. sepsis. Kongenital Merupakan penyakit yang sangat serius sebab morbiditas dan mortalitasnya juga sangat tinggi. 2. 3. Akut Pasien dapat menunjukkan morbiditasnya yang berat namun jarang menimbulkan kematian. dakriosistitis dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis . di mana pada kasus yang berat dapat menyebabkan obstruksi jalan napas. Jika tidak ditangani secara adekuat. Kronis Morbiditas utamanya berhubungan dengan lakrimasi kronis yang berlebihan dan terjadinya infeksi dan peradangan pada konjungtiva.

Terjadi kongesti pada dinding duktus. atau koloni jamur yang mengelilingi suatu korpus alienum. sedangkan Coagulase NegativeStaphylococcus merupakan penyebab utama terjadinya infeksi pada dakriosistitis kronis. Bakteri Gram positif Staphylococcus aureus merupakan penyebab utama terjadinya infeksi pada dakriosistitis akut.FAKTOR PREDISPOSISI DAN ETIOLOGI     Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obstruksi duktus nasolakrimalis : Terdapat benda yang menutupi lumen duktus. Dakriosistitis dapat disebabkan oleh bakteri Gram positif maupun Gram negatif. seperti pengendapan kalsium. dari golongan bakteri Gram . Selain itu. Penekanan dari luar oleh karena terjadi fraktur atau adanya tumor pada sinus maksilaris. Obstruksi akibat adanya deviasi septum atau polip.

baru saja terjadi obstruksi pada sakus lakrimalis. atau purulent tergantung pada organisme penyebabnya.  Tahap Infeksi Pada tahap ini. Tahapan-tahapan tersebut antara lain:  Tahap obstruksi Pada tahap ini.  Tahap Sikatrik Pada tahap ini sudah tidak ada regurgitasi air mata maupun pus lagi. yang keluar adalah cairan yang bersifat mukus. mukopurulen. Hal ini dikarenakan sekret yang . sehingga yang keluar hanyalah air mata yang berlebihan. Hal ini dapat diketahui dengan melakukan pemijatan pada sakus lakrimalis.PATOFISIOLOGI Ada 3 tahapan terbentuknya sekret pada dakriosistitis.

bengkak pada .  Pada dakriosistitis kronis gejala klinis yang dominan adalah lakrimasi yang berlebihan terutama bila terkena angin. Jika sakus lakrimalis ditekan. namun jarang disertai nyeri. lunak dan hiperemi yang menyebar sampai ke kelopak mata dan pasien juga mengalami demam. pasien akan mengeluh nyeri di daerah kantus medial (epifora) yang menyebar ke daerah dahi. Sakus lakrimalis akan terlihat edema.GEJALA KLINIS  Gejala umum pada penyakit ini adalah keluarnya air mata dan kotoran. Bila kantung air mata ditekan akan keluar sekret yang mukoid dengan pus di daerah punctum lakrimal dan palpebra yang melekat satu dengan lainnya.  Pada dakriosistitis kongenital biasanya ibu pasien akan mengeluh mata pasien merah pada satu sisi. maka yang keluar adalah sekret mukopurulen. Dapat disertai tanda-tanda inflamasi yang ringan. orbita sebelah dalam dan gigi bagian depan. Pada dakriosistitis akut.

Ketiga pemeriksaan ini menggunakan zat warna fluorescein 2% sebagai indikator. .DIAGNOSIS Beberapa pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya obstruksi serta letak dan penyebab obstruksi. fluorescein clearance test dan John's dye test. Sedangkan untuk memeriksa letak obstruksinya dapat digunakan probing test dan anel test. Pemeriksaan fisik yang digunakan untuk memeriksa ada tidaknya obstruksi pada duktus nasolakrimalis adalah dye dissapearence test.

PENATALAKSANAAN  Pengobatan dakriosistitis pada anak (neonatus) dapat dilakukan dengan masase kantong air mata ke arah pangkal hidung. . Dapat juga diberikan antibiotik amoxicillin/clavulanate atau cefaclor 20-40 mg/kgBB/hari dibagi dalam tiga dosis dan dapat pula diberikan antibiotik topikal dalam bentuk tetes (moxifloxacin 0.5% atau azithromycin 1%) 10 atau menggunakan sulfonamid 4-5 kali sehari .

Dakriosistitis kronis pada orang dewasa dapat diterapi dengan cara melakukan irigasi dengan antibiotik. Bila terjadi abses dapat dilakukan insisi dan drainase . Amoxicillin dan chepalosporine (cephalexin 500mg p. dapat diberikan analgesik oral (acetaminofen atau ibuprofen). Pada orang dewasa. . dakriosistitis akut dapat diterapi dengan melakukan kompres hangat pada daerah sakus yang terkena dalam frekuensi yang cukup sering . Sumbatan duktus nasolakrimal dapat diperbaiki dengan cara pembedahan jika sudah tidak radang lagi. tiap 6 jam) juga merupakan pilihan antibiotik sistemik yang baik untuk orang dewasa . Untuk mengatasi nyeri dan radang. bila perlu dilakukan perawatan di rumah sakit dengan pemberian antibiotik secara intravena. seperti cefazoline tiap 8 jam .o.

Prosedur pembedahan yang sering dilakukan pada dakriosistitis adalah dacryocystorhinostomy (DCR). Dulu. Saat ini. banyak dokter telah menggunakan teknik endonasal dengan menggunakan scalpel bergagang panjang atau laser. DCR merupakan prosedur bedah eksternal dengan pendekatan melalui kulit di dekat pangkal hidung. . Penatalaksaan dakriosistitis dengan pembedahan bertujuan untuk mengurangi angka rekurensi.

 Gambar : Teknik Dakriosistorinostomi .

.maxilla. Bisa juga terkadi abses kelopak mata. nyeri transien pada segmen superior os. Komplikasi tersebut di antaranya adalah perdarahan pascaoperasi.  Komplikasi juga bisa muncul setelah dilakukannya DCR. hematoma subkutaneus periorbita. bahkan selulitis orbita. infeksi dan sikatrik pascaoperasi yang tampak jelas. ulkus.KOMPLIKASI  Dakriosistitis yang tidak diobati dapat menyebabkan pecahnya kantong air mata sehingga membentuk fistel.

jika dilakukan pembedahan baik itu dengan dakriosistorinostomi eksternal atau dakriosistorinostomi internal. Akan tetapi. . sehingga prognosisnya adalah dubia ad malam.PROGNOSIS  Dakriosistitis sangat sensitif terhadap antibiotika namun masih berpotensi terjadi kekambuhan jika obstruksi duktus nasolakrimalis tidak ditangani secara tepat. kekambuhan sangat jarang terjadi sehingga prognosisnya dubia ad bonam.

TERIMA KASIH .