You are on page 1of 14

BAB IV Masalah dan Penyelesaian

Masalah Metode optimal penugasan yang Penyelesaian belum   Menentukan metode penugasan Tim untuk ruang Cempaka Menjadwalkan acara pembahasan tentang managemen keperawatan setiap minggunya Validasi kondisi pasien sebelum operan Pembuatan Job Description KaRu. dan PP Pembuatan SPO pre dan post conference Pembuatan format pelaporan katim saat pre dan post conference Pembuatan standar asuhan keperawatan Peningkatan koordinasi antara KaTim dan PP √ √ √ Proses pre dan post conference belum  optimal      Pelaksanaan operean belum optimal √ √ √ √ √ √ √ √ √  Pembuatan buku untuk setiap tim  Pembuatan SPO operan  KaTim dan PP fokus pada pasien  Melibatkan disiplin ilmu lain dan pasien serta keluarga Belum efektifnya pelaksanaan ronde keperawatan . KaTim.

dan ronde keperawatan ) . operan.Metode Keperawatan (pre dan post conference.

job description Kepala Ruang Perencanaan Pre Intra Post Pengorganisasian Pengarahan Pengawasan 22% 94% 37% 64% 89% 73% 83% 100% 44% 67% 75% 44% 100 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PRE INTRA POST 22 37 44 44 64 67 PERENCANAAN PENGORGANISASIAN PENGARAHAN PENGAWASAN 83 75 73 94 89 .

job description Ketua Tim Perencanaan Pre Intra Post 0% 75% 50% Pengorganisasian 50% 87% 44% Pengendalian 50% 91% 41% 100 90 80 70 75 87 91 60 50 50 40 30 20 10 0 0 PRE INTRA POST 50 50 44 41 PERENCANAAN PENGORGANISASIAN PENGENDALIAN .

job description Perawat Pelaksana PRE PELAKSANAAN 72 INTRA 88 POST 83 PELAKSANAAN 88 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PRE INTRA POST PRE INTRA POST 72 83 .

10.33% prosentase . Membahas data untuk ke pasien Melibatkan pasien dalam pembahasan kondisinya Dilakukan Tidak dilakukan Dilakukan Dilakukan 8. Melibatkan keluarga Membahas kondisi setelah dari pasien Menentukan jalan keluar masalah pasien Tidak dilakukan Tidak dilakukan Dilakukan Tidak Tidak Dilakukan Evaluasi 11. Dokumentasi hasil ronde Follow up kondisi pasien Tidak dilakukan Dilakukan 41. 9. 3.RONDE No Kelengkapan Sebelum roleplay Setelah roleplay Persiapan 1. 4. 2. 7.67% Dilakukan Dilakukan 83. Proses 5. 12. Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain Dilakukan Dilakukan Satuan Acara Ronde ASKEP Absensi peserta Form inform consent Tidak dilakukan Dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Dilakukan Dilakukan Dilakukan Dilakukan 6.

00% 70.00% 80.00% 20.00% 60.00% 10.67% pre (sebelum) intra (roleplay) Post (sesudah) .CHART RONDE Ronde Keperawatan 83.00% 30.00% 50.00% 0.00% pre (sebelum) intra (roleplay) Post (sesudah) 0 41.00% 40.33% 90.

PEMBAHASAN .

Kepala ruang  ► ► Perencanaan Sebelum Kepala ruang  ► mengidentifikasi tingkat ►  ►  ► ► Perencanaan Sesudah Menunjuk ketua tim (-) Bersama katim Bersama katim mengatur penugasan (-) Bersama katim mengikuti visite dokter (-) Pengorganisasian Membuat rincian tugas katim dan anggota tim (-) Pengaturan Mengembangkan unit pendidikan dan latihan diri (-) Bersama ketua tim mengatur dan mengendalikan situasi lahan praktek (-) ketergantungan (-) ► ►  ► ►  ► Bersama katim mengatur penugasan (-) Bersama katim mengikuti visite dokter (-) Pengorganisasian Merumuskan metode penugasan dan tujuan (-) Membuat rincian tugas katim dan anggota tim (-) Pengaturan   ► Pengarahan Membimbing peserta didik keperawatan (-) Pengawasan Mengevaluasi pelaksanaan dan membandingkan renpra () Mengembangkan unit pendidikan dan latihan diri ► (-) ►  ► Mengatur dan mengendalikan askep (-) Pengarahan Memberi pengarahan tentang penugasan kepada katim (-) ►  ► Membimbing peserta didik keperawatan (-) Pengawasan Mengevaluasi pelaksanaan renpra (-) .No 1.

Ketua Tim  ► ►  Perencanaan Ketua Tim  Perencanaan Penerimaan dan mengkaji kebutuhan pasien secara komprehensif (-)  Pengorganisasian Menerima dan mengkaji kebutuhan pasien (-) ► Membuat tujuan dan renpra (-) Pengorganisasian ► Menyiapkan penyuluhan untuk pasien pulang ► (-) Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama praktek ketika diperlukan (-) persiapan penyuluhan pulang (-) sentralisasi obat (-) ronde keperawatan bersama dengan kepala ► Membacakan renpra pasien saat pre dan post ► (-) ► ►  ► Pengaturan Bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap askep pasien (-) ruangan dan perawat pelaksana (-)  ► Pengaturan tanggungjawab penuh ketua tim selama 24 jam terhadap asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien masuk sampai keluar rumah sakit (-)  ►  Pengarahan Supervise terhadap perawat pelaksana (-) Pengawasan  ►  Pengarahan Supervise terhadap Perawat Pelaksana (-) Pengawasan Mengevaluasi keberhasilan askep (-) evaluasi keberhasilan asuhan keperawatan (-) .

Perawat Pelaksana ► Mengevaluasi keperawatan yang Perawat Pelaksana tindakan Mendokumentasikan persiapan pre op (-) telah diberikan (-) ► ► Pendekatan terapeutik (-) Melatih klien untuk menolong dirinya sendiri sesuai kemampuannya (-) ► Penyuluhan PKMRS (-) .

dan pada evaluasi telah dilakukan dokumentasi hasil ronde. Masalah yang timbul ketika roleplay telah dapat ditangani saat ronde dengan penjelasan konsep dan pembuatan SOP ronde keperawatan. serta usulan pemenuhan tenaga keperawatan untuk menutupi kekurangan pegawai akan tingginya kesibukan pelayanan di ruangan. penilaian pelaksanaan ronde post roleplay masih 0% dikarenakan memang belum dilakukan perencanaan dan pelaksanaan ronde post roleplay oleh ruangan • perlu segera diadakan evaluasi terutama oleh kepala ruangan untuk membahas perencanaan. satuan acara ronde.Ronde Keperawatan Hasil analisa proses perbaikan pelaksanaan ronde keperawatan dari sebelum dilaksanakan roleplay ronde dengan saat pelaksanaan roleplay yakni 41. • tahap proses yakni melibatkan pasien dalam pembahasan kondisinya. pengorganisasian dan pelaksanaan ronde keperawatan selanjutnya .67% menjadi 83.33%. askep. • point yang berhasil dilaksanakan • tahap persiapan. dan form consent. absensi peserta.

Analisa Penyelesaian .