You are on page 1of 12

Pemeliharaan Jaringaan Distribusi

By : Adhinta Septya Wisnawan Anisa Heqawati Gustaf Ade Riswanto

.

1. Pole Tap Switch dengan paradaran tanduk api ataun Air Break Switch (ABS) 2. Recloser . Sectionalizer 4. Load Break Switch (LBS) 3.

Hal-hal yang diperiksa saat pemeliharaan yaitu : • Pipa-pipa transmisi mekanik handle (tongkat pengungkit • Kontak-kontak utama rangkaian mekanik • Kontak-kontak bantu rangkaian mekanik • Alat-alat peredam (tanduk api. sirip-sirip pembatas celah udara) • Isi latar tumpu • Kunci • Alat pengaman operator : pentanahan dan alat kaki pengaman (safety mat) .

4. bila perlu adakan penggantian atau perbaikan Periksa pegas dan alat-alat mekanisnya. 6. 9. . 8. 5. berikan lapisan tipis vaseline pada bagian kontaknya. berikan vaselin secukupnya kerjanya lancar Priksa kawat penghubungnya dan kencangkan baut-baut terminalnya Periksa bagian-bagian kontak penghubungnya. Bersihkan isolator-isolatornya. Bila sudah selesai lepaskan ground pengamannya dan laporkan bahwa pekerjaan sudah selesai. 11. Adakah uji coba gerakan mekanik tanpa bertegangan (beban). 2. Periksa lempeng / sirip peredam busur api. 13. 7. 12. Periksa kawat pentanahan adapada handle. Kumpulkan kembali perkakas kerja / peralatan yang dipakai pada pemeliharaan saklar tiang ketempat semula. Betulkan tanduk apinya agar sedikit saling berkaitan. 10. 3. Siapkan perkakas/peralatan kerja untuk kegiatan pemeliharaan saklar tiang Bebaskan saklar tiang dari tegangan Pasang paralatan grounding pengamannya pada kedua sisi penghantar Periksa handle dan kunci saklar tiang. pastikan bahwa semua baik. 14. bersihkan dari segala macam kotoran dan debu.Cara memelihara saklar tiang 1.

Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan pemeliharaan rutin. . • 1.Memasukan PTS (by pass). Persiapan : .Pemeliharaan Rutin • Pemaliharaan rutin adalah pemeliharaan langkap setelah recloser mencpai usia kerja (Duty cycle).

.

Siapkan peralatan dan perkakas kerjauntuk kegiatan pemeliharaan kawat penghantar 2. Bebaskan kawat penghantar yang akan dipelihara dari tegangan 3. lepaskan peralatan groundingnya dan beritakan pekerjaan sudah selesai . Periksa kondisi kawat dari benda-benda asing yang dapat mengganggu operasi sistem dan adakan pembersihan dengan galah kayu kering 5. demikian juga pengikat kaeat pada strain clampnya. Perhatikan pengikat pada isolator perlu dilaksanakan dengan cara yang baik. Periksa ruang bebas penghantar dan sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan lakukan pemangkasan pohon bila perlu 6.Cara Memelihara Penghantar 1. Pasang peralatan grounding pengaman pasa kawat penghantar yang akan diperiksa dengan baik 4. Periksa klem sambungan dan klem untuk jumpernya. Pengikat yang kurang baik dapat menyebabkan kawat mudah terlepas dari ikatannya 7. bila sudah selesai dan tidak ada lagi petugas yang bekerja. Pasang repai sleeve atau armour grip untuk setiap penghantar yang uratnya ada yang putus atau mekar 9. lakukan perbaikan bila kurang memadahi dan kencangkan baut-baut pada paralel groupnya dan lakukan pemasangan paralel group sebanyak dua buah untuk setiap jumpernya bila tidak ada 8. Periksa kembali hasil pekerjaan pemeliharaan.

7 10 16 35 50 70 95 120 150 240 300 400 500 90 125 200 250 310 390 440 510 700 800 960 1110 . KHAtersebut dalam tabel ini dikalikan dengan faktor koreksi 0.6 m/detik c. Suhu penghantar maksimum 70o C  Pada keadaan tanpa angin. Arus bolak-balik 50 Hz b.Penghantar Udara Tembaga Telanjang (BCC) Luas Penampang (mm2) KHA Terus Menerus (A) KHA terus menerus dari penghantar tembaga telanjang (BCC) seperti dalam tabel disamping dihitung atas dasar kondisi-kondisi sebagai berikut : a. Kecepatan Angin 0. Pengaruh sinar matahari yang menyebabkan suhu sekeliling 35 o C d.

Arus bolak-balik 50 Hz b. Suhu penghantar maksimum 80o C  Pada keadaan tanpa angin. Pengaruh sinar matahari yang menyebabkan suhu sekeliling 35 o C d.Penghantar Udara Alumunium Telanjang (ACC) Luas Penampang (mm2) KHA Terus Menerus (A) KHA terus menerus dari penghantar Alumunium telanjang (BCC) seperti dalam tabel disamping dihitung atas dasar kondisi-kondisi sebagai berikut : a. KHAtersebut dalam tabel ini dikalikan dengan faktor koreksi 0.6 m/detik c. Kecepatan Angin 0.7 10 16 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400 500 630 800 1000 110 145 180 225 270 340 390 455 520 625 710 855 990 1140 1340 1540 .

Suhu penghantar maksimum 80o C  Pada keadaan tanpa angin.6 m/detik c.7 . Arus bolak-balik 50 Hz b. Pengaruh sinar matahari yang menyebabkan suhu sekeliling 35 o C d. Kecepatan Angin 0. KHAtersebut dalam tabel ini dikalikan dengan faktor koreksi 0.Penghantar Udara campuran alumunium Telanjang (AAAC) Luas Penampang (mm2) 16 25 35 50 ( 7 kawat) 50 (19 kawat) 70 95 120 150 185 240 300 400 500 630 800 1000 KHA Terus Menerus (A) 105 135 170 210 210 255 320 365 425 490 585 670 810 930 1075 1255 1450 KHA terus menerus dari penghantar campuran alumunium telanjang (AAAC) seperti dalam tabel disamping dihitung atas dasar kondisi-kondisi sebagai berikut : a.