padat dan gas. Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai macam limbah yang berupa benda cair. .Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat berfungsi sebagai tempat pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian.

Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit dan upaya penanggulangan penyebaran penyakit. . Sanitasi lingkungan rumah sakit juga perlu diperhatikan secara cermat. Sanitasi lingkungan yang baik akan berdampak kepada penghuni rumah sakit juga kepada masyarakat sekitar.

Unsur-unsur yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pelayanan rumah sakit (termasuk pengelolaan limbahnya). . yaitu3 :  Pemrakarsa atau penanggung jawab rumah sakit.  Pengguna jasa pelayanan rumah sakit.  Para pengusaha dan swasta yang dapat menyediakan sarana dan fasilitas yang diperlukan. pakar dan lembaga yang dapat memberikan saran-saran.  Para ahli.

.  Proses mencegah pencemaran makanan di rumah sakit.Adapun cara-cara pencegahan dan penanggulangan pencemaran limbah rumah sakit antara lain adalah melalui:  Proses pengelolaan limbah padat rumah sakit.

cairan yang sudah diolah mengalir saluran pembuangan ke perembesan tanah atau ke saluran pembuangan kota .Sarana pengolahan/pembuangan limbah cair rumah sakit pada dasarnya berfungsi menerima limbah cair yang berasal dari berbagai alat sanitair. Dari instalasi limbah. menyalurkan melalui instalasi saluran pembuangan dalam gedung selanjutnya melalui instalasi saluran pembuangan di luar gedung menuju instalasi pengolahan buangan cair.

Limbah padat yang berasal dari bangsalbangsal. . penderita dan masyarakat di sekitar rumah sakit dapat terhindar dari kemungkinan-kemungkinan dampak pencemaran limbah rumah sakit tersebut. dapur. kamar operasi dan lain sebagainya baik yang medis maupun non medis perlu dikelola sebaik-baiknya sehingga kesehatan petugas.

Dalam profil kesehatan Indonesia. Departemen Kesehatan. Sedangkan produksi limbah cair sebesar 416. 1997 diungkapkan seluruh RS di Indonesia berjumlah 1090 dengan 121.2 Kg per tempat tidur per hari. Hasil kajian terhadap 100 RS di Jawa dan Bali menunjukkan bahwa rata-rata produksi sampah sebesar 3.996 tempat tidur.8 liter per tempat tidur per hari .

0. beberapa diantaranya membahyakan kesehatan di lingkungannya.Analisis lebih jauh menunjukkan.089 ton per hari dan produksi air limbah sebesar 48.70 ton per hari.2 persen. Rumah sakit menghasilkan limbah dalam jumlah besar.5 . Diperkirakan secara nasional produksi sampah (limbah padat) RS sebesar 376.8 persen dan berupa limbah infektius sebesar 23. produksi sampah (limbah padat) berupa limbah domestik sebesar 76. .6 kilogram per tempat tidur rumah sakit per hari7. jumlah limbah diperkirakan 0. Dari gambaran tersebut dapat dibayangkan betapa besar potensi RS untuk mencemari lingkungan dan kemungkinannya menimbulkan kecelakaan serta penularan penyakit. Di negara maju.985.

Limbah Bukan Klinik  d. Limbah Patologi  c. Limbah Radioaktif . Limbah Klinik  b. Limbah Dapur  e. a.

upaya pertama yang harus dilakukan adalah upaya preventif yaitu mengurangi volume bahaya limbah yang dikeluarkan ke lingkungan yang meliputi upaya mengurangi limbah pada sumbernya. . serta upaya pemanfaatan limbah. Dalam pelaksanaan pengelolaan limbah.

hal ini banyak memberikan keuntungan yakni meningkatkan efisiensi kegiatan serta mengurangi biaya pengolahan limbah dan pelaksanaannya relatif murah. toksisitas dan tingkat bahaya limbah yang akan keluar ke lingkungan secara preventif langsung pada sumber pencemar. . konsentrasi.Reduksi limbah pada sumbernya merupakan upaya yang harus dilaksanakan pertama kali karena upaya ini bersifat preventif yaitu mencegah atau mengurangi terjadinya limbah yang keluar dan proses produksi. Reduksi limbah pada sumbernya adalah upaya mengurangi volume.

Pelaksanaan preventive maintenance  4. Pengaturan kondisi proses dan operasi yang baik  6. Segregasi aliran limbah  3. Penggunaan teknologi bersih . House Keeping  2. 1. Pengelolaan bahan (material inventory)  5.

 4.  2. 1.  3. Pemisahan limbah Penyimpanan limbah Penanganan limbah Pengangkutan limbah Pembuangan limbah .  5.

Terkadang ada beberapa rumah sakit yang membuang hasil akhir dari tangki septik tersebut langsung ke sungai-sungai. . sehingga dapat dipastikan sungai tersebut mulai mengandung zat medis. Tangki septik banyak dipersoalkan lantaran rembesan air dari tangki yang dikhawatirkan dapat mencemari tanah. Keduanya sekarang terbukti memiliki nilai negatif besar. Teknologi pengolahan limbah medis yang sekarang jamak dioperasikan hanya berkisar antara masalah tangki septik dan insinerator.

juga bukan berarti tanpa cacat. Salah satu metode sterilisasi limbah cair . Sedangkan insinerator. Penelitian terakhir menunjukkan zat dioksin inilah yang menjadi pemicu tumbuhnya kanker pada tubuh18. Badan Perlindungan Lingkungan AS menemukan teknik insenerasi merupakan sumber utama zat dioksin yang sangat beracun. yang menerapkan teknik pembakaran pada sampah medis. Yang sangat menarik dari permasalahan ini adalah ditemukannya teknologi pengolahan limbah dengan metode ozonisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful