PENDIDIKAN PANCASILA

Drs. Kushariyadi, SE, MM AKADEMI MINYAK DAN GAS BUMI – STEM CEPU

Oleh :

1

PENDIDIKAN PANCASILA

Tujuan mempelajari Pancasila Mengetahui Pancasila yang benar serta dapat dipertanggungjawabkan secara yuridis-konstitusional, karena Pancasila sebagai dasar negara untuk mengatur/menyelenggarakan pemerintahan negara.

LANDASAN YURIDIS PENDIDIKAN PANCASILA

UUD Tahun 1945 Pembukaan UUD Tahun 1945 Alinia ke 4 Batang Tubuh UUD Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) Ketetapan MPR – RI Tap MPR No. XVIII/MPR/1998 Pasal 1, bahwa Pancasila sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD Tahun 1945, ….. harus dilaksanakan secara murni dan konsekwen.

IV/MPR/1999. . Bab III tentang Visi dan Misi bangsa Indonesia masa depan. Pasal 13 ayat (2) tentang Pendidikan Pancasila merupakan kurikulum wajib diberikan. 467/DIKTI/KEP/99 tentang Penyempurnaan kurikulum inti mata kuliah umum Pendidikan Pancasila. bahwa pengamalan Pancasila secara murni dan konsekwen dalam kehidupan bermasyarakat.Tap MPR No. 60 Tahun 1999. berbangsa dan bernegara. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. UU No. Keputusan Dirjen. Dikti No.

epistomologis dan aksiologis.LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN PANCASILA Pancasila merupakan suatu sistem filsafat yang mengandung aspek : ontologis. .

Aspek Epistemologis. Causa Formalis. . Causa Efisien dan Causa Finalis.Aspek Ontologis. Pendidikan Pancasila dilandasi oleh prinsip ilmiah tentang hukum kausalitas (causa) Causa Materialis. Pendidikan Pancasila memperjelas keberadaan secara material nilai-nilai Pancasila yang bersumber dari sosio-kultural masyarakat Indonesia yang melekat dalam kehidupannya.

Causa Formalis. unsurnya ada dalam kehidupan bangsa Indonesia sebelum dirumuskan. Causa Materialis. meliputi Tri Prakara (adatistiadat. bahwa Pancasila dibentuk. disusun dan dirumuskan oleh Pembentuk Negara yaitu BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)  . kebudayaan dan ajaran agama).

 Causa Finalis. Pancasila sengaja dirumus-kan dan disahkan dengan tujuan tertentu yaitu : sebagai dasar negara. sebagai sumber dari segala sumber hukum  .Causa Efisien. azas kerohanian merupakan asal mula karya dari Pancasila sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum dalam penyelenggaraan Pemerintahan.

nilai-nilai dasar Pancasila mengandung manfaat.Aspek Aksiologis.  . Ekspresi etika yang berwujud estetika atau seni/keindahan hidup. 3. bangsa dan negara Indonesia Ada tiga kegunaan antara lain : 1. nilai atau kegunaan bagi hidup dan kehidupan masyarakat. Sosio-politik yang berwujud ideologi. pengarah tingkah laku yang berwujud etika. Pedoman. pengatur. 2.

Manfaat no 1 dan 2. Oleh karena itu mempelajari Pancasila haruslah dapat dipertanggung jawabkan pemikiran filsafat secara obyektif ilmiah dan dapat diterima akal sehat. diidentikkan kedudukan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. . Manfaat no 3 diimplementasikan ke dalam sistem ketetanegaraan dan ideologi negara Republik Indonesia.

Mengamalkan Pancasila Mengamankan Pancasila .KEWAJIBAN DALAM MEMPELAJARI PANCASILA    Mengerti Pancasila yang benar.

13-4-1968 Pancasila yang benar sesuai Alinia ke 4 Pembukaan UUD th. 12 th. 1945. 1968 tgl.MENGERTI PANCASILA YANG BENAR Pancasila yang benar dapat dipertanggung jawabkan secara yuridis konstitusional. Dasar Inpres No. .

MENGAMALKAN PANCASILA Setelah mengetahui kebenaran Pancasila dan dapat dipertanggung jawabkan. karena ada dorongan dari dalam hati sanubari. maka secara asasi/kodrat manusia itu ingin mengamalkannya karena nilai yang terkandung dalam Pancasila benar. .

. maka supaya tidak hilang atau dirusak baik dari dalam maupun dari luar maka perlu dijaga atau diamankannya.MENGAMANKAN PANCASILA Karena diyakini bahwa nilai-nilai Pancasila itu benar dan bermanfaat sebagai pandangan hidup.

yang diwujudkan dengan terciptanya aturan-aturan dasar. dipakai sebagai pedoman hidup sehari-hari. Aturan dibuat ada dua kepentingan Aturan tersebut harus ada sebagai penjelmaan yang lebih terinci dari aturan diatasnya. . Aturan tersebut dibutuhkan.PERANAN PANCASILA BAGI BANGSA INDONESIA Pengertian Dasar Negara : Landasan Hukum berdirinya negara.

Undang-Undang Dasar tahun 1945 Tap MPR Undang-undang Peraturan Pemerintah Pengganti UU Peraturan pemerintah Keputusan Presiden Peraturan Daerah . 1. 7. 6. 2. 3.TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANGAN BERDASARKAN TAP MPR NOMOR III/MPR/2000. 5. 4.

. yang diyakini kebenarannya dan bertekad untuk mewujudkan dan menjalankan Dengan berpedoman pada pandangan hidup suatu bangsa akan membangun dirinya.PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP Pandangan hidup : Suatu kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri.

dimatangkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dengan pengalaman dan kehidupan nenek moyang yang berakar sampai sekarang.Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Pancasila lahir tidak secara mendadak. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia berakar dalam kepribadian bangsa yang sudah berurat. melainkan telah melalui proses yang panjang. berakar didalam kebudayaan bangsa Indonesia .

yang mencirikan kepribadian bangsa Indonesia. . tingkah laku serta amal perbuatan.Pancasila sebagai Jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia Pancasila telah ada sejak dahulu kala bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia. Jiwa ini diwujudkan dalam sikap mental.

berdaulat. Pada alenia ke II : mendirikan Indonesia yang merdeka. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. bersatu. adil dan makmur.Pancasila sebagai Cita-cita dan Tujuan yang hendak dicapai Bangsa Indonesia. Pada alenia ke IV : melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. . Cita-cita yang hendak dituju sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD’45.

.Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia. Pengertian perjanjian luhur yang dimaksudkan adalah dirumuskannya Pancasila dalam alenia ke IV Pembukaan UUD 1945 yang merupakan kesepakatan wakil-wakil rakyat Indonesia yang merupakan penjelmaan seluruh bangsa Indonesia yang membuat dan mengesahkan UUD Tahun 1945.

Sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan UUD Tahun 1945 Alenia ke IV. . semua peraturan perundangan harus bersumber pada Pancasila sebagaimana diatur dalam Tap MPR Nomor III/MPR/2000. Untuk mengatur penyelenggaraan negara diperlukan peraturan perundangan.Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum di Indonesia.

Pengertian ideologi dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasangagasan. pengertian dasar. keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut berbagai bidang (sosial. agama dan lain-lain). konsep. Ideologi Negara mengandung arti cita-cita Negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk se!uruh rakyat dan bangsa. budaya. politik. ide-ide. cita-cita ―logos‖ yang berarti ilmu.PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI  Pengertian Ideologi Ideologi adalah kata ―idea‖ (bahasa Yunani) yang berarti gagasan. .

Selain sebagai sumber motivasi ideologi juga merupakan sumber semangat dalam berbagai kehidupan negara. ide-ide yang secara bersama merupakan suatu orientasi yang bersifat dasar. membutukan lembaga bersama yaitu negara. bangsa maupun negara.Makna Ideologi Bangsa dan Negara Manusia untuk mencapai tujuannya dalam meningkatkan harkat dan martabatnya. . Negara sebagai lembaga kemasyarakatan memiliki cita-cita. membutuhkan orang lain. Pada hakekatnya ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat. namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya.

Dimensi Normatif Yaitu Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan norma tertib hukum tertinggi dalam Negara Republik Indonesia.Pancasila sebagal ideologi memiliki tiga dimensi. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam penyelenggaraan negara. b. . yaitu: a. c. 1989). menggugah motivasi pada pendukungnya untuk rnewujudkan apa yang dicita-citakan (Koento Wibisono. optimisme. Dimensi Realistis : Pancasila harus mampu dijabarkan dalam kehidupan bermasyarakat secara nyata/kongkrit. Dimensi Idealistis : Kadar serta idealisme Pancasila mampu memberikan harapan.

sentimentalisme dan unsur-unsur yang tak terkontrol (nafsu) dari manusia. Menurut Willian Ebenstein dalam bukunya ―To Day’s Ism ―.Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain Ideologi Fasisme. . rasional.  Unsur-unsur pokok ajaran fasisme adalah tidak mempercayai pikiran atau rasio karena menekankan pada irrasionalisme. dan imperalis. fasisme adalah pengorganisasian pemerintah dan masyarakat secara totaliter oleh kcdiktatoran suatu partai yang berwatak/bercorak nasionalis.

Fasisme menolak suatu tradisi rasional serta menolak ajaran monotheisme. Misalnya pada pemerintahan Adolf Hitler (Jerman, 1943) ditanamkan suatu kepercayaan bahwa ras Jerman adalah ras yang tertinggi, keturunan Normandia yang ditakdirkan untuk memimpin kemajuan dunia. di Italia, dibawah kepemimpinan Mussolini (1943) dengan slogan ―Mussolini is always right ―. Fasisme berpendapat bahwa yang berhak dan dapat memerintah yang mempunyai garis keturunan dan golongan ―elite‖

Dalam ideologi Fasis, imperialisme merupakan doktrin yang harus dilakukan , Fasisme menghendaki adanya pemerintahan dengan kekerasan, sehingga setiap lembaga internasional yang mengatur hubungan antar bangsa untuk mengatur kehidupan bangsabangsa di dunia merupakan gangguan bagi fasisme.

Ideologi Komunis. Ideologi komunis adalah sistem politik, sosial ekonomi dan kebudayaan yang didasarkan pada ajaran Marxisme dan Leninisme dengan berbagai macam variasi/modifikasinya. Adapun unsur-unsur pokok ajaran komunisme adalah sebagai berikut: a. tidak mempercayai Tuhan b. sistem ekonomi yang sentralisasi c. manajemen diktator Di dalam masyarakat kelas (komunis) tidak ada peribadatan agama. Kebebasan peribadatan dan anti agama dijamin bagi setiap warganegara. Ajaran Marx — Engels — Lenin dianggap kebenaran mutlak yang tidak dapat diubah dan berlaku universal.

. liberal berasal dan bahasa Latin‖liber‖ yang berarti ―free‖ (bebas).Idiologi Liberalis (Liberalism). Ajaran inilah yang kemudian menjadi dasar Declaration of Independence dari Konstitusi Amerika Serikat (USA). yang berarti tidak dibatasi atau tidak terikat pada ajaranajaran yang telah ada bebas dalam berpendapat bersumber pada teori John Locke Huzzer and Stevenson dalam buku ―Political Science‖ menjelaskan bahwa manusia diberi oleh alam hak-hak tertentu yang harus dijamin oleh konstitusi dan dilindungi oleh pemerintah. sehingga pemerintah harus demokratis.

Mengapa Pancasila dijadikan Ideologi Negara? Karena Pancasila diyakini oleh bangsa Indonesia sebagai suatu nilai yang baik yang telah terbukti dan merupakan pelita arah dari apa yang akan dituju untuk terciptanya masyarakat adil dan makmur. .

SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA Dalam sejarah Perumusan Pancasila akan dikupas Pancasila dalam pengertian : Materiil Formil Pengertian materiil. membicarakan tentang isi dari Pancasila secara harfiah. . yang ada pada sila-sila Pancasila.

. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Persatuan Indonesia 4. 5. Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3.Rumusan Pancasila 1.

(Prof. Notonegoro. . Pancasila merupakan suatu pola atau jalan kehidupan bangsa Indonesia sejak jaman dahulu kala.Materi Pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. SH). artinya sila-sila tersebut saling menjiwai timbal balik.

Pengertian Pancasila secara Formil. Masa Penjajahan Jepang. . Tujuannya untuk menarik simpati bangsa Asia. Haruslah membicarakan masa (waktu) sebelum terciptanya rumusan Pancasila tersebut. Propaganda Jepang untuk membebaskan bangsa Asia dari penjajahan bangsa barat.

UU No. 2 antara lain isinya : ―Rakyat Indonesia dilarang untuk mendirikan serikat/organisasi bentuk apapun dan dilarang untuk berkumpul‖ UU No.PERATURAN PERUNDANGAN YANG DIKELUARKAN SEMASA PENJAJAHAN JEPANG. . 2 ditambah dengan dikeluarkannya peraturan tentang larangan membicarakan masalah politik (tgl. 20 Mei 1942).

BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA (BPUPKI) Tgl. tata usaha pemerintah. 29 April 1945 Jepang membentuk BPUPKI. pembelaan negara. kehakiman. ekonomi. yang diperlukan dalam pembentukan negara Indonesia. lalu lintas. . tugasnya : mempelajari dan menyelidiki segala sesuatu urusan yang penting mengenai hal-hal politik.

terdiri 54 orang Indonesia. . 1 orang keturunan Arab Anggota istimewa 7 orang Jepang. KRT. 4 orang keturunan Cina. Ketua muda : Hibangaso Yusio Anggota : 60 orang. 28 Mei 1945 BPUPKI dilantik Ketua : DR. 1 orang keturunan Eropa.Tgl. Radjiman Widyoningrat Ketua muda : R Pandji Soeroso.

Tgl. secara ringkas mengajak berpikir secara Indonesia. 29 Mei s/d 1 Juni 1945.SIDANG-SIDANG BPUPKI Sidang pertama. . Moch Yamin. membicarakan masalah dasar negara. 29 Mei 1945. Mr. tgl. dan mengusulkan dasar negara kebangsaan yang ber Ketuhanan.

Peri Kemanusiaan 3. Kesejahteraan Rakyat . Peri Kebangsaan 2. Peri Kerakyatan :  Permusyawaratan  Perwakilan  Kebijaksanaan 5.Tuhanan 4. Peri Ke.: (disampaikan secara lisan) 1.Lima dasar untuk Negara yang rumusan sbb.

Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. Keadailan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Yamin (usul tertulis) yang rumusannya : 1. 5. Kebangsaan-Persatuan Indonesia 3. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. .Usulan Mr. Moch. Ketuhanan Yang Maha Esa 2.

30 Mei 1945. H Agus Salim. KH Abdulkahar Muzakir) mengusulkan negara didirikan atas dasar ke Islaman (Al Qur an dan Hadist) . Ki Bagus Hadikusumo. anggota yang mewakili golongan Islam (KH Wachid Hasyim.Tgl.

mengusulkan tentang dasar negara untuk semua golongan yang pemimpinnya dipilih oleh rakyat dan harus berhubungan dengan Badan Perwakilan Rakyat. berdaulat dan adil. 31 Mei 1945. Mr Soepomo. Sistem ekonomi Indonesia diatur berdasarkan sifat kekeluargaan. bersatu. agar pimpinan negara bersatu jiwa dengan wakil-wakil rakyat. sistim koperasi dipakai sebagai salah satu dasar ekonomi negara Indonesia yang makmur. .Tgl.

Kesejahteraan sosial 5. Soekarno mengemukakan tetang dasar negara. usulan dasar negara dalam pidatonya : 1. Lima dasar tersebut beliau usulkan diberi nama Pancasila . Mufakat atau demokrasi 4. Ketuhanan yang berkebudayaan. Internationalisme atau peri kemanusiaan 3.Tgl. Kebangsaan Indonesia 2. 1 Juni 1945. pidato Ir.

AA Maramis. Oto Iskandardinata dan Drs.PIAGAM JAKARTA (JAKARTA CHARTER) Setelah sidang BPUPKI pertama selesai. . Soekarno Anggota : KH A Wachid Hasyim. dibentuk Panitia Kecil (delapan) yang terdiri dari : Ketua : Ir. Yamin. Tugasnya menggolongkan (klasifikasi) hasil sidang pertama BPUPKI. Ki Bagus Hadikusumo. Soetardjo. Mr. Moch Hatta. Moch. MR.

KH Wachid Hasyim. Abikoesno Tjokrosujoso.: Ketua : Ir. Soekarno Anggota : Drs. Moch. Tugasnya merumuskan Priambul/Pembukaan UUD.A Agus Salim. Maramis. Mr. Hatta.Panitia Sembilan yang susunannya sbb. Abdul Kahar Muzakar. Mr. Achmad Soebardjo dan Mr. AA. Yamin. Moch. H. adapun rumusan Priambul/Pembukaan UUD dikenal dengan nama Piagam Jakarta yang ditanda tangani tgl 22 Juni 1945 .

10 – 17 Juli 1945. tgl. 11-13 Juli 1945 3. 10 Juli 1945 diumumkan penambahan 6 orang anggota baru BPUPKI 2. diperinci sbb : 1. Pada rapat tgl.Sidang kedua. 10-11 Juli 1945. Rapat Besar/Pleno diadakan tgl. 14-16 Juli 1945 . Rapat perancang UUD tgl. Rapat Pleno tgl.

Soekarno. 2. Hatta.Pada rapat pleno tgl. beranggotakan 22 orang . beranggotakan 18 orang. Panitia Perancang Ekonomi dan Keuangan dengan ketuanya Drs. 11 Juli 1945 diambil keputusan mengenai daerah negara (yang dimaksud negara Indonesia yang akan didirikan) suara memilih daerah Hindia Belanda dulu. Moch. Keputusan lain dibentuk tiga panitia yaitu : 1. Panitia Perancang UUD (Hukum Dasar) dengan ketuanya Ir.

3. . Panitia Pembela Tanah Air dengan ketuanya Abikusno Tjokrosuyoso beranggotakan 22 orang.

2. Bagaimana caranya agar rakyat yang diperintah terlindungi dari kesewenangwenangan dari penguasa.UNDANG-UNDANG DASAR Setiap Undang-Undang Dasar mengatur dua masalah pokok : 1. . Bagaimana pengurus negara yang disebut penguasa dibatasi kekuasaannya dalam mengurus negara.

Undang-Undang Dasar merupakan Hukum Dasar yang tertulis. Aturan yang sederajat dengan UUD. Hukum Dasar yang tak tertulis disebut ―Konvensi‖ yaitu kebiasaan kenegaraan yang telah berlaku dan berjalan baik. .

Konvensi mempunyai sifat sbb. 3.: 1. 2. Bersifat pelengkap sehingga memungkinkan sebagai aturan dasar yang tidak terdapat dalam UUD. . 4. Diterima oleh rakyat. Merupakan kebiasaan yang berulangkali dan terpelihara dari praktik penyelenggaraan Negara. Tidak bertentangan dengan UUD dan berjalan sejajar.

Pembukaan UUD Tahun 1945. 7 tgl. Penjelasan pasal demi pasal Disahkan oleh PPKI tgl. 15 Pebruari 1946.UUD TAHUN 1945 UUD TAHUN 1945. 18 Agustus 1945 dan diundangkan dalam berita Negara RI tahun II No. . yang terdiri dari : 1. 2. Batang Tubuh dan 3.

. setiap Lembaga masyarakat dan juga setiap warga negara Indonesia di manapun mereka serta setiap penduduk yang ada di wilayah RI harus melaksanakan dan mentaati.UUD Tahun 1945 adalah Hukum Dasar yang tertulis mengandung pengertian : bahwa UUD Tahun 1945 mengikat Pemerintah. setiap Lembaga Negara.

UUD TAHUN 1945 BERSIFAT SINGKAT DAN SUPEL. . Supel senantiasa dapat berkembang sesuai dengan perubahan dan tuntutan rakyat. 2. UUD hanya memuat aturan pokok dan garis besar instruksi kepada Penyelenggara Negara untuk menyelenggarakan kehidupan Negara dan kesejahteraan sosial. Hal ini mengandung makna : 1.

Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal‖. merupakan satu kebulatan yang utuh.Yang dimaksud Undang-undang Dasar 1945 . Aturan Tambahan UUD 1945 (amandemen ke 4) berbunyi : ―Dengan ditetapkannya perubahan UndangUndang Dasar ini. .

apakah peraturan perundangan yang tingkatnya lebih rendah telah dilaksanakan sesuai ketentuan. .FUNGSI UUD Fungsi UUD sebagai alat pengecek dan pengontrol.

yang masing-masing alinea mempunyai spesifikasi. Alinea ke 1. . 2 dan 3 memuat pernyataan yang tidak bersifat kausal organis dengan pasal-pasal dalam UUD Tahun 1945. artinya Pembukaan UUD Tahun 1945 yang terdiri dari 4 alinea.MAKNA PEMBUKAAN UUD TAHUN 1945 Hubungan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Tahun 1945 terjalin dalam hubungan yang bersifat kausal organis. Alinea-alinea tersebut memuat keadaan dan peristiwa yang mendasari terbentuknya Negara Indonesia.

.Alinea ke 4 memuat pernyataan mengenai keadaan setelah Negara Indonesia ada dan mempunyai hubungan yang bersifat kausal organis dan pasal-pasal UUD Tahun 1945.

Antara Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Tahun 1945 mempunyai kedudukan yang berlainan.MAKNA PEMBUKAAN UUD TAHUN 1945 Pembukaan UUD Tahun 1945 mempunyai kedudukan di atas UUD nya. namun terjalin dalam hubungan yang bersifat kausal organis. bukan merupakan norma hukum yang tertinggi. . UUD Tahun 1945 merupakan hukum dasar negara yang tertulis.

Alinea pertama. Alinea keempat memuat pernyataan setelah negara Indonesia ada dan mempunyai hubungan yang bersifat kausal organis dengan Pasal-pasal dalam UUD Tahun 1945. dan ketiga memuat pernyataan yang tidak bersifat kausal organis dengan pasal-pasal dalam UUD.Kausal Organis. maksudnya : Pembukaan UUD Tahun 1945 yang terdiri dari empat alinea. masing-masing mempunyai spesifikasi. kedua. .

Pembukaan UUD Tahun 1945 mempunyai sifat fundamental dan asasi bagi kenegaraan dan pada hakekatnya mempunyai kedudukan yang tetap tidak dapat dirubah sebagaimana dijelaskan dalam TAP MPRS No. XX/MPRS/1966. .

TAP MPRS NO. Penyusunan Pembukaan UUD 1945 dilandasi jiwa Piagam Jakarta 22 Juni 1945. 1 Juni 1945 . XX/MPRS/1966 DIRINCI SBB. ialah jiwa Pancasila sesuai dengan penjelasan otentik UUD 1945. piagam Jakarta dilandasi jiwa Pidato Ir. 1945 tidak lain adalah penuangan jiwa Proklamasi 17 Agustus 1945. 2. Sukarno tgl. Pembukaan UUD th. 1.

karena merubah isi Pembukaan berarti sama dengan pembubaran Negara.3. yang tidak dapat diubah oleh siapapun termasuk MPR hasil Pemilu. yang mengandung cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. . Pembukaan UUD 1945 merupakan pernyataan kemerdekaan yang teperinci.

Dalam memorandum DPR-GR tertanggal 9 Juni 1966 menyatakan : ―Pembukaan UUD Tahun 1945 sebagai Pernyataan Kemerdekaan yang terperinci yang mengandung cita-cita luhur dari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan yang memuat Pancasila sebagai dasar anegara. yang berdasarkan Pasal 3 dan Pasal 37 UUD Tahun 1945. merupakan satu rangkaian dengan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan oleh karena itu tidak dapat dirubah oleh siapapun termasuk MPR hasil pemilihan umum. karena merubah isi Pembukaan berarti sama dengan pembubaran Negara‖ .

cita-cita bangsa Indonesia.Dalam Pembukaan UUD 1945 terbagi atas tiga macam pernyataan yaitu : 1. . Mengenai dasar politik negara. dan Politik luar negeri hal ini tertuang dalam Alinea pertama. 2. Karena rachmat Allah bangsa Indonesia telah sampai ke depan pintu gerbang kemerdekaan.

Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdasarkan kehidupan bangsa . Pembentukan negara dengan tugasnya berdasarkan Pancasila.Melindungi bangsa dan tanah air Indonesia . Tugas pemerintah ke dalam adalah : .3.

perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi segala bangsa.Tugas Pemerintah ke luar adalah : Melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan : kemerdekaan segala bangsa. .

3.MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM ALINEA PERTAMA. 2. 4. . 1. Adanya keteguhan pendirian bangsa Indonesia menghadapi masalah kemerdekaan Tekad bangsa Indonesia untuk merdeka Pengungkapan bahwa penjajahan tidak sesuai dengan peri kemanusiaan Menugaskan bangsa / pemerintah Indonesia untuk mendukung kemerdekaan.

Pernyataan kemerdekaan merupakan hak segala bangsa bagi bangsa Indonesia telah dicapai dengan perjuangannya. 2. Perjuangan pergerakan bangsa Indonesia telah sampai pada tingkat yang menetukan dengan memanfaatkan momentum tersebut. 3. 1.MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM ALENIA KEDUA. . tapi harus diisi dengan cita-cita nasional. Kemerdekaan yang dicapai bukan tujuan akhir.

MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM ALENIA KETIGA. Motivasi spiritual yang luhur bahwa kemerdekaan adalah ridho dari Allah SWT. 2. Keinginan segenap bangsa Indonesia terhadap suatu kehidupan yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. 1. Pengukuhan dari Proklamasi Kemerdekaan. . 3.

3. Sistem pemerintahan negara yang berkedaulatan rakyat. 2. 4. Susunan/bentuk negara yaitu republik. 1. Merumuskan fungsi sekaligus tujuan negara Indonesia. . Dasar Negara yaitu Pancasila.MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM ALENIA KEEMPAT.

Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 2. . Negara.POKOK-POKOK PIKIRAN YANG TERKANDUNG DALAM PEMBUKAAN UUD TH 1945 1. melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Negara yang berkedaulatan rakyat berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan 4. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. .

Pembukaan UUD Tahun 1945 sebagai Pernyataan Kemerdekaan yang Terperinci.KEDUDUKAN PEMBUKAAN UUD TAHUN 1945 1. . Proklamasi terdiri dari dua alenia memiliki makna : a. Alenia pertama merupakan pernya-taan tentang kemerdekaan bangsa Indonesia.

. pernyataan tentang tindakan yan harus diselenggarakan berkaitan dengan proklamasi yaitu bangsa Indonesia menyusun negara yang merdeka. Alenia kedua.b. berdaulat untuk mewujudkan cita-cita bersama yaitu masyarakat adil dan makmur.

Dalam Pembukaan UUD Tahun 1945 pernyataan proklamasi maupun tindakan tentang pembentukan negara RI dirinci sejak alenia ketiga dan alenia keempat .

Dalam Pembukaan UUD Tahun 1945 telah memenuhi 4 syarat adanya tertib hukum Indonesia. Memasukan diri dalam tertib hukum Indonesia sebagai tertib hukum yang tertinggi. b. Kedudukan dan Fungsi Pembukaan UUD Tahun 1945 sebagai Dasar dan Tertib Hukum Indonesia. .2. Menjadi dasarnya karena Pembukaan UUD Tahun 1945 faktor mutlak terwujudnya tertib hukum Indonesia. Kedudukan Pembukaan UUD Tahun 1945 dalam kaitannya dengan tertib hukum Indonesia memiliki dua aspek : a.

Ada kesatuan subyek yang mengadakan peraturan hukum 2. Ada kesatuan asas kerohanian meliputi peraturan hukum 3.Empat syarat untuk memenuhi tertib hukum yaitu : 1. 4. . Ada kesatuan wilayah di mana peraturan berlaku. Ada kesatuan waktu dimana peraturan itu berlaku.

PEMBUKAAN UUD 1945 SEBAGAI POKOK KAIDAH NEGARA YANG FUNDAMENTAL. Sesuatu hal mempunyai sifat dan kedudukan sebagai Pokok Kaidah Fundamental apabila telah memenuhi syarat sbb. . Hal terjadinya a. Sesuatu itu merupakan pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendaknya untuk dijadikan dasar negara yang dibentuknya. b. Sesuatu itu harus dibuat oleh pembentuk negara.: 1.

2. Tujuan pokok negara yang dibentuk baik tujuan umum maupun tujuan khusus. Dasar cita-cita politik negara atau asas politik negara. Hal isinya memuat dasar-dasar negara yang dibentuk meliputi : a. . Dasar cita-cita kerohanian negara atau dasar filsafat Negara Pancasila. c. b.

.Pembukaan UUD 1945 telah memenuhi syarat sebagai pokok kaidah negara yang fundamental dibuktikan dengan :  Mengenai hal terjadinya : Pembukaan UUD 1945 dibentuk dan diadakan oleh pembentuk negara yaitu PPKI pada tgl. yang merupakan kehendak untuk dijadikan dasar negara Indonesia. 18 Agustus 1945.

Hal tujuan negara dirumuskan : ―…. .‖.. Mengenai hal isinya : Dasar kerohanian negara yaitu Pancasila yang termuat pada Alenia keempat Pembukaan UUD 1845.negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia ……. Politik negara dirumuskan pada kalimat : Negara RI yang berkedaulatan rakyat.

karena pokok pikiran dijelmakan atau dijabarkan secara normatif dalam pasal-pasal UUD 1945.HUBUNGAN POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN DAN BATANG TUBUH UUD 1945 Pembukaan UUD 1945 mempunyai fungsi atau hubungan langsung dengan UUD 1945 (Batang Tubuh). .

Rangkaian isi. kedua dan ketiga Pembukaan merupakan penyataan yang tidak mempunyai hubungan organis dengan Batang Tubuh. melukiskan rangkaian peristiwa peristiwa dan keadaan berdirinya Negara Indonesia. 1. pengertian yang terkandung dalam masing-masing alenia dalam Pembukaan UUD 1945. . Alenia pertama.

Ditetapkan dasar kerohanian Negara (dasar filsafat Negara).2. Negara Indonesia berbentuk Republik yang berkedaulatan rakyat. Alenia keempat Pembukaan UUD 1945 mempunyai hubungan yang bersifat kausal dan organis dengan Batang Tubuh yang mencakup beberapa segi : UUD mengatur tentang pembentukan pemerintah Negara yang memenuhi persyaratan dan meliputi segala aspek penyelenggaraan Negara.    .

Terdapatnya Pancasila secara formal dapat disimpulkan sbb: 1. .HUBUNGAN ANTARA PEMBUKAAN UUD 1945 DENGAN PANCASILA Pancasila secara formal yuridis terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan norma hukum positif. Rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara RI tercantum pada alenia keempat Pembukaan UUD1945.

. Sebagai dasarnya. Pembukaan memberikan faktor mutlak bagi adanya tertib hukum Indonesia. Pembukaan UUD 1945 merupakan pokok kaidah negara yang fundamental dan terhadap tertib hukum Indonesia mempunyai kedudukan : a. Memasukan dirinya dalam tertib hukum sebagai ketentuan hukum tertinggi. b.2.

Pembukaan UUD 1945 berkedudukan dan berfungsi sebagai Mukadimah UUD 1945 dalam kesatuan yang tidak terpisahkan. Juga berkedudukan sebagai suatu yang bereksistensi sendiri.3. . sifat dan kedudukan serta fungsi sebagai pokok kaidah Negara yang fundamental. 4. Pancasila mempunyai hakekat.

tetap dan tak dapat dirubah/.diubah melekat pada kelangsungan hidup NKRI.5. Pancasila sebagai inti Pembukaan mempunyai kekuatan kuat. .

Hubungan meliputi : -Hukum -Organisasi -Kekuasaan -Fungsi.SISTEM PEMERINTAHAN RI Sistem Pemerintahan. pola pengaturan antara lembaga negara yang satu dengan lembaga negara yang lain (Legislatif. Eksekutif dan Yudikatif). .

wewenang dan saling hubungan antara lembaga negara. Pasal-pasal yang berisi pengaturan sistem pemerintahan negara termasuk pengaturan kedudukan.Materi Batang Tubuh UUD 1945 dapat dibedakan dalam dua bagian besar : 1. tugas. .

Pasal-pasal yang berisi materi hubungan negara dengan warga negara dan pendudukanya.2. . Juga pasal-pasal yang mempertegas amanat Pembukaan UUD 1945 yang berisi konsepsi negara dibidang EPOLSOSBUDHANKAM ke arah mana negara akan bergerak mencapai cita-cita nasional.

2. 3. Menjunjung tinggi HAM (Pasal 28 a s/d j). Negara Indonesia yang berbentuk Republik (Pasal 1 ayat 1).UUD 1945 mengandung prinsip yang harus diperhatikan. Sistem ekonomi disusun usaha bersama atas dasar kekeluargaan (Pasal 33). 1. . Sistem politik atas dasar kesamaan kedudukan semua WN dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27 ayat 1). 4.

Sistem sosial budaya berdasarkan Bhineka Tunggal Ika (Pasal 32). 7. Sistem HANKAM serta upaya Bela Negara berdasarkan hak dan kewajiban bagi semua WN (Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1.5. Sistem Pemerintahan yang berkedaulatan rakyat (Pasal 1 ayat 2) berdasarkan sendi-sendi : .2 dan 3). 6.

.a. Sistem konstitusi Pemerintahan berdasarkan atas sistem konsitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolut. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechstaat) tidak berdasarkan atas kekuasaan (manchtstaat). Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. c. b.

Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak tertabatas.d. . e. Menteri Negara ialah pembantu Presiden. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. g. f.

TUJUH KUNCI POKOK SISTEM PEMERINTAHAN RI. . Sistem Pemerintahan Negara Indonesia dijelaskan secara sistematis dalam Penjelasan UUD Tahun 1945 yang dikebnal dengan 7 (tujuh) kunci pokok sistem pemerintahan Negara.

Artinya : bahwa negara. Negara Indonesia. .1. termasuk di dalamnya Pemerintah dan lembaga-lembaga Negara dalam melaksanakan tindakan Pemerintahan apapun harus dilandasi oleh hukum dan harus dapat dipertanggung jawabkan secara yuridis formal. berdasarkan atas Hukum.

Negara Hukum dalam arti materiil dan formil.Pengertian Negara Hukum menurut UUD 1945. Negara Hukum dalam arti Formil : sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 ―Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia‖ tetapi juga ―Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa‖. .

Negara Hukum dalam arti Materiil: Setiap tindakan negara harus mempertimbangkan dua kepentingan atau landasan yaitu : kegunaannya dan landasan hukumnya. . Harus selalu diusahakan agar setiap tindakan negara selalu memenuhi dua kepentingan/landasan tersebut.

3. sosial. Legalitas dalam arti sesuai dengan peraturan/hukum . Pengakuan dan perlindungan hak-hak azasi yang mengandung persamaan dalam bidang politik. ekonomi dan kebudayaan. Peradilan yang bebas dari pengaruh suatu kekuasaan atau kekuatan lain dan tidak memihak.CIRI-CIRI NEGARA HUKUM 1. hukum. 2.

2. SISTEM KONSTITUSIONAL.
Pemerintah berdasarkan atas sistem konstitusional (hukum dasar), tidak absolut (kekuasaan yang tidak terbatas). Sistem ini memberi ketegasan pengendalian pemerintahan dibatasi oleh ketentuan konstitusi dan hukum lain yang merupakan produk konstitusional.

3. KEKUASAN TERTINGGI DI TANGAN RAKYAT

Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.

4. KEKUASAN PEMERINTAHAN NEGARA.
Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD, dalam melaksanakan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR. Presiden menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan undang-undang.

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama. . hanya untuk satu kali masa jabatan.

apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. korupsi. atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. tindak pidana berat lainnya. penyuapan. .Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR.

Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful