You are on page 1of 43

EPILEPSI Entris Sutrisno, S.Farm.,Apt.

PENDAHULUAN
Meluas di beberapa negara  Dianggap dirasuki oleh kekuatan gaib  Berasal dari bahasa Yunani :  “Epilambanein” / “Epilepsia” yang berarti kerasukan atau terkena serangan

EPILEPSI

Definisi Penyakit kambuhan kronis dari kelainan susunan syaraf pusat yang ditandai dengan datangnya seizure (serangan) secara berkala atau tiba –tiba dengan atau tanpa konvulsi

SEIZURE
Merupakan hasil dari pelepasan elektris yang berlebihan, tiba –tiba dan seringkali singkat pada sekumpulan sel (neuron)

EPIDEMIOLOGI
Tidak dibatasi oleh keadaan geografi, ras, jenis kelamin, dan umur  Lebih sering terjadi pada bayi, anak, usia remaja, dan manula.  Siapa saja dapat terserang seizure

EPIDEMIOLOGI

Penyebab kematian – Penyakit dasar otak yaitu tumor dan infeksi – Seizure dalam keadaan berbahaya (banjir, kebakaran, saat mengemudi kendaraan, dll) – Status epileptikus – Penyebab lain (belum diketahui)

ETIOLOGI
Banyak penderita yang belum jelas  Ketidakseimbangan zat kimia tertentu di otak (terutama neurotransmitter) akibat perubahan gas-gas darah, pH, elektrolit, atau availabilitas glukosa  Nilai ambang konvulsi yang rendah  Secara anatomis fokal terlihat normal

ETIOLOGI

Epilepsi primer (idiopatik)
– Tidak terlihat kelainan anatomis – Abnormalitas SSP yang diturunkan (genetis) – Diobati dengan AEDs secara kronis

Epilepsi sekunder(simtomatik)
– Terlihat secara anatomis – Tumor, luka, hipoglikemia, infeksi, penghentian minum alkohol mendadak, dll – Pemberian obat sebelum diketahui penyebab utamanya

ETIOLOGI
•Penyebab umum 1. Gangguan mekanis •Trauma •Kecelakaan pada waktu lahir •Neoplasma •Abnormalitas pembuluh darah 2. Gangguan metabolit •Elektrolit •Lemak •Air •pH •Glukosa •Asam amino

ETIOLOGI
•Penyebab umum 3. Pemberian obat secara mendadak •Alcohol •Antidepresan •Antiepilepsi •Antipsikotik 4. Toksin 5. Infeksi 6. Hereditas 7. Idiopatik

KLASIFIKASI
Berdasarkan ICES1981 (International Classification of Epileptic seizure)

Seizure Parsial atau Fokal • Sederhana : Mulai dari korteks, tidak menyebar • Kompleks : Mempengahuri kesadaran • Berkembang menjadi umum (General)  Serangan Merata atau Umum (Generalized seizures ) • Grand mal : Terjadi fase tonik dan klonik (tonikklonik) • Petitmal/Absences : Melayang antara sadar dan tidak  Status Epileptikus • Serangan terus menerus tanpa jeda antar episode  Serangan tak terklasifikasikan

KLASIFIKASI
FASE TONIK-KLONIK
1. Tonik (10 detik) • Fase kaku atau rigid hasil dari pelepasan elektris neuronal yang cepat, mata terbuka, siku lentur, lengan tangan tertekuk kaku, kaki terjulur, gigi tertekan, pupil terdilatasi, nafas tertahan (sianosis). 2. Klonik(1-2 menit) • Gerakan kejang yang cukup keras hampir di seluruh tubuh, mata berputar kebelakang dan kedepan, lidah dapat tergigit, takhikardia berkembang, akhir fase ini nafas mulai normal.

DIAGNOSIS
Didasarkan pada riwayat pasien sebelum, selama, dan setelah serangan, antara lain:  Background pasien  Faktor-faktor pemicu  Karakteristik serangan  Gejala-gejala setelah terjadi serangan

DIAGNOSIS
Beberapa alat yang digunakan untuk diagnosis epilepsi : 1. Elektroencephalogram (EEG) 2. Teknik-teknik imaging •Computerized tomography (CT) scans •Magnetic Resonance imaging (MRI) •Magnetic Resonance spectroscopy (MRS) •Magnetoencephalography (MEG) •Positron emmision tomography (PET) , dan •Single photon emmission computer tomography (SPECT)

TERAPI
JENIS TERAPI

Terapi Epilepsi Partial dan Epilepsi Umum
1.Terapi Farmakologi  Terapi menggunakan obat antiepilepsi 2.Terapi Non Farmakologi Terapi tanpa menggunakan obat antiepilepsi

Terapi Status Epileptikus
 Terapi farmakologi dengan obat antiepilepsi dan penanganan khusus

TERAPI EPILEPSI
TUJUAN TERAPI
1. Mengontrol / mengurangi frekuensi seizure. 2. Menghilangkan efek samping dan interaksi obat. 3. Mewujudkan kualitas hidup terbaik bagi penderita.

PRINSIP TERAPI
1. Menetapkan diagnosis dan mengesampingkan penyebab yang diakibatkan oleh pemakaian obat. 2. Memilih obat utama yang paling tepat untuk masing-masing tipe epilepsi. 3. Menyesuaikan dosis obat antiepilepsi untuk mencapai respon yang diinginkan. 4. Monoterapi dan politerapi yang rasional. 5. Memberikan pendidikan kepada penderita. 6. Mempertimbangkan penghentian penggunaan obat antiepilepsi.

TERAPI FARMAKOLOGI
Delapan Golongan Obat Antiepilepsi : 1. Golongan Hidantoin • Mekanisme kerja : Menghambat penjalaran rangsang dari fokus ke bagian otak yang lain, mempengaruhi perpindahan ion melintasi membran sel, khususnya menggiatkan pompa Na neuron • Obat antiepilepsi : Obat Dosis Efek Samping Kontraindikasi Fenitoin Dewasa : 300-600 mg/hr Anak2 : -Awal : 250-300 mg/hari -Pemeliharaan : 4-8 mg/kg/hari Insomnia,sakit kepala, mual, muntah, teratogenik,anor eksia, konstipasi, hipotensi Hipersensitif thd hidantoin, depresi pernapasan, wanita hamil dan menyusui

TERAPI FARMAKOLOGI
2. Golongan Barbiturat
•Mekanisme kerja : -Reduksi transmisi monosinaps dan polisinaps sehingga  eksitabilitas sel saraf. - nilai ambang dan stimulasi elektrik dari korteks motorik. -Memperlama terbukanya saluran klorida sehingga efek GABA sebagai neurotransmitter inhibitor lebih baik. • Obat antiepilepsi : Obat Fenobarbital Dosis Dewasa : -Lazim : 100-300 mg/hari -Status epileptikus : 200600 mg/hari (parenteral) Anak2 : 100-400 mg/hr Dewasa : 100-125 mg Anak2 : 50 mg Efek Samping Drowsiness, depresi pernapasan, sindrom nefrotik, hiperaktif pada anak-anak, meningkatkan eritrosit dan asam folat Drowsiness, ataksia, vertigo, lethargi, anoreksia, nausea Kontraindikasi Hipersensitif thd barbiturat, wanita hamil dan menyusui

Primidon

Hipersensitif thd barbiturat, wanita hamil dan menyusui

TERAPI FARMAKOLOGI
3. Golongan Oksazolidindion • Mekanisme kerja : Mereduksi aliran kalsium di saraf-saraf thalamus • Obat antiepilepsi : Obat Trimetadion Dosis Dewasa : 300 mg 3x/hr Anak2 : -<2 thn : 100 mg 3x/hr -2-6 thn :200 mg 3x/hari -6 thn : 300 mg 3x/hr Efek Samping Hemeralopia, reaksi alergi, diskariasis darah, nefrotis, sedatif, kebingungan Kontraindikasi Sensitif thd gol.dion, wanita hamil & menyusui, diskariasis darah, kerusakan ginjal dan hati

TERAPI FARMAKOLOGI
4. Golongan Suksinimid • Mekanisme kerja : Mengurangi nilai ambang arus T-type kalsium yang menyebabkan aktivitas pacemaker di hipotalamus dan mengurangi osilasi talamokortikal. • Obat antiepilepsi : Obat Dosis Efek Samping Kontraindikasi

Etosuksimid

Awal : -3-4 thn : 250 mg/hr -6 thn : 500 mg/hr Pemeliharaan : -250 mg

Anoreksia, sakit lambung, diare, nausea, muntah, drowsiness, sakit kepala, ataksia, iritabilitas, sulit tidur, agresif

Kerusakan ginjal dan hati, hipersensitif terhadap suksinimid

TERAPI FARMAKOLOGI
5. Golongan Karbamazepin • Mekanisme kerja : Menghambat saluran natrium sehingga natrium tidak dapat masuk dan tidak terjadi aktivasi sel. • Obat antiepilepsi :
Obat Dosis Efek Samping Kontraindikasi

Karbamazepin

Dewasa : -Awal : 100 mg/hr -Pemeliharaan : 800mg-1,2 gr/hr Anak2 : -<6 thn : Awal : 10-20 mg/kg Pemeliharaan : 250-350 mg/hr -6-12 thn : Awal : 50 mg/hr Pemeliharaan : 400-800 gr/

Toksisitas SSP, reaksi alergi, diskariasis darah, hipokalsemia, gagal ginjal, depresi sumsum tulang

Kejang atonik, kejang mioklonik, gangguan darah , gangguan fungsi hati, depresi sumsum tulang

TERAPI FARMAKOLOGI
6. Golongan Benzodiazepin • Mekanisme kerja : Memperbesar inhibisi presinaptik, meningkatkan frekuensi terbukanya saluran klorida sehingga memperlama efek GABA sebagai neurotransmitter inhibitor. • Obat antiepilepsi :
Obat Diazepam Dosis Dewasa : -Awal : 5-10 mg(iv) -2-10 mg 2-4x/hr (oral) Anak2 : ->6 bln : 1-2,5mg 3-4x/hr(oral) -1 bln-5 thn:0,2-0,5 (iv) ->5 thn : 1 mg (iv) Dewasa : -Awal : 1,5 mg/hr -Pemeliharaan :maks 20 mg/hr Anak2 : -Awal : 0,01-0,03 mg/kg/hr -Pemeliharaan :maks 0,2mg/kg/hr Efek Samping Ataksia, lelah, pusing,mual, konstipasi, anoreksia, rasa pahit pada mulut Kontraindikasi Wanita hamil dan menyusui, anak<6 bln untuk penggunaan oral, anak<30 hr untuk parenteral

KlonaZepam

Ataksia, halusinasi, sesak napas, konstipasi, diare, rambut rontok, anemia

Alkohol,pengguna an bersama as.valproat, gangguan ginjal & hati, hipersensitif thd benzodiazepin

TERAPI FARMAKOLOGI
7. Golongan Asam Valproat • Mekanisme kerja : Menghambat saluran natrium, manghambat aktivitas GABA-T dan meningkatkan aktivitas GAD yang mengkatalisis pembentukan GABA dan glutamat. • Obat antiepilepsi : Obat Asam Valproat Dosis Dewasa & anak >10thn : 10-15 mg/kg/hr, ditingkatkan 5-10 mg/hr setiap minggu hingga seizure terkontrol Efek Samping Mual,muntah, sedatif, drowsiness, gagal hati, vaginitis, trombositopenia, anemia, depresi sumsum tulang Kontraindikasi Gangguan fungsi hati, hipersensitif thd asam valproat

TERAPI FARMAKOLOGI
8. Golongan Antiepilepsi lain Obat antiepilepsi :
Obat Asetazolamid Mekanisme kerja Menstabilkan influks Na yang patologik pada sel otak Dosis Dewasa : 5-15 mg/kg/hr Anak2 : 12-25 mg/kg/hr ->14 thn : 1,2 g 3-4x/hr -2-14 thn : 15 mg/kg 3-4x/hr Efek Samping Neutropenia, asidosis ringan

Felbamat

-nilai ambang seizure dan mengurangi penyebaran seizure -menginhibisi ikatan reseptor GABA dan reseptor benzodiazepin

Anemia aplastik,  SGOT & SGPT, mual, muntah, anoreksia, diare, sakit kepala, ataksia, tremor, kelelahan, hipokalemia, gagal ginjal

TERAPI FARMAKOLOGI
8. Golongan Antiepilepsi lain Obat antiepilepsi :
Obat Lamotrigin Mekanisme Kerja Memblokade saluran kalsium Dosis Dewasa & >16 thn: 50mg 1x/hr (2 minggu), 100 mg 2x/hr (2 minggu), ditingkatkan 100 mg tiap 1 atau 2 minggu 2-12 thn : 0,6 mg/kg 2x/hr (2 minggu), ditingkatkan 1,2 mg/kg Dewasa & >12 thn : 900 mg-1,8 g 3x/hr Efek Samping Pusing, sakit kepala, ataksia, insomnia, amnesia, gugup, nausea, muntah, pruritus, epitaksis, dismenorea, hipertiroidisme, hiperglisemia, gagal hati

Gabapentin

Berperan secara tidak langsung terhadap sintesis GABA

Ataksia, sakit kepala, insomnia, nausea, muntah, diare, hipertensi, batuk, pneumonia, myalgia

TERAPI FARMAKOLOGI
Obat-obat epilepsi pilihan untuk masing - masing tipe epilepsi :
Tipe Seizure Parsial Sederhana Obat Pilihan Utama Karbamazepin Fenitoin Obat Alternatif Lamotrigin Gabapentin

Parsial Kompleks
Tonik-klonik (Grand mal)

Karbamazepin Fenitoin
Fenitoin Asam valproat Karbamazepin Etosuksimid Asam valproat Fenitoin Fenobarbital Etosuksimid Asam valproat Klonazepam

Lamotrigin Gabapentin
Fenobarbital

Absence (Petit mal) Seizure campuran

Klonazepam Asetazolamid Primidon Karbamazepin Klonazepam Asetazolamid Fenitoin Fenobarbital Benzodiazepin Asetazolamid

Mioklonik, atonik, kejang bayi

TERAPI NON-FARMAKOLOGI
• Pembedahan
Terapi dengan pembedahan dilakukan untuk epilepsi yang susah dikontrol sehingga mengganggu kehidupan dan kegiatan penderita.

• Diet ketogenik
Diet ketogenik dilakukan dengan mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat serta protein.

INTERAKSI OBAT
Interaksi antara obat epilepsi  Interaksi antara obat antiepilepsi dengan obat lain

INTERAKSI ANTARA OBAT ANTIEPILEPSI
Obat Antiepilepsi Fenitoin Interaksi dengan Karbamazepin Metsuksimid Asam valproat Fenitoin Asam valproat Karbamazepin Fenitoin Fenobarbital Fenitoin Primidon Karbamazepin Fenobarbital Primidon Fenitoin Fenitoin Karbamazepin Asam valproat Felbamat Felbamat Efek yang timbul ↓ konsentrasi ↑ konsentrasi ↓ total ↑ konsentrasi ↑ konsentrasi ↑ fenobarbital ↑ fenobarbital ↓ konsentrasi ↓ konsentrasi ↓ konsentrasi ↓ konsentrasi ↓ konsentrasi ↓ konsentrasi ↓ konsentrasi ↓ konsentrasi ↑ konsentrasi ↑ konsentrasi atau metabolit aktif ↑ konsentrasi

Fenobarbital Primidon Karbamazepin

Asam valproat

Lamotrigin

Fenitoin Fenobarbital

INTERAKSI ANTARA OBAT ANTIEPILEPSI DENGAN OBAT LAIN
Obat Antiepilepsi Interaksi dengan Efek yang timbul

Fenitoin

Antasida Disulfiram Isoniazid Kloramfenikol Propoksifen Simetidin Etanol Kontrasepsi oral Bishidroksikumarin Kuinidin Vitamin D Asam folat Kontrasepsi oral Kuinidin Trisiklik Kortikosteroid Klorpromazin Furosemid

↓Absorpsi ↑ konsentrasi ↑ konsentrasi ↑ konsentrasi ↑ konsentrasi ↑ konsentrasi ↓ konsentrasi ↓efektivitas kontrasepsi oral ↓ efek antikoagulasi ↓ konsentrasi vit.D ↓ konsentrasi as.folat ↓efektivitas kontrasepsi oral ↑metabolisme kuinidin ↑metabolisme trisiklik ↑metabolisme kortikosteroid ↑metabolisme klorpromazin ↓ sensitivitas renal

Fenobarbital Primidon

INTERAKSI ANTARA OBAT ANTIEPILEPSI DENGAN OBAT LAIN
Obat Antiepilepsi Interaksi dengan Efek yang timbul

Karbamazepin

Propoksifen Simetidin Isoniazid Eritromisin Warfarin Teofilin Doksisiklin Salisilat

↑ konsentrasi ↑ konsentrasi ↑ konsentrasi ↑ konsentrasi ↓ konsentrasi warfarin ↓ konsentrasi teofilin ↓konsentrasi doksisiklin ↑ konsentrasi bebas

Asam valproat

HASIL TERAPI
Hasil terapi yang diharapkan dari pelaksanaan terapi epilepsi adalah :  Penderita bebas dari serangan epilepsi.  Tidak ada efek samping atau efek interaksi obat yang dialami penderita.  Penderita dan masyarakat telah terdidik tentang epilepsi.  Penderita telah mencapai kualitas hidup terbaik.  Penderita telah menerima terapi yang terbaik dengan biaya yang rendah.  Penderita merasa puas dengan terapi yang disediakan.

PENILAIAN HASIL TERAPI
1. Pemantauan klinik. 2. Pengkajian penggunaan obat. 3. Penilaian kualitas hidup penderita

TERAPI STATUS EPILEPTIKUS
TUJUAN TERAPI
     

Memastikan oksigenasi otak yang cukup dan fungsi kardiorespiratori yang baik. Menghilangkan aktivitas serangan epilepsi klinikal dan elektrikal secepat mungkin. Mencegah terjadinya serangan epilepsi kembali. Mengidentifikasi faktor penyebab. Mengkoreksi ketidakseimbangan metabolik. Mencegah komplikasi sistemik. Evaluasi lebih lanjut dan mengobati etiologi dari status epileptikus.

PERAWATAN YANG MENDUKUNG
Obat antiepilepsi diperlukan untuk menghentikan konvulsi tetapi ada beberapa tanda-tanda vital yang harus diperhatikan pada penderita status epileptikus yaitu :  Menjaga saluran udara penderita dengan ventilasi yang cukup.  Menjaga sistem kardiovaskular yang ditunjukkan oleh denyut nadi dan dan tekanan darah.  Regulasi kadar gula darah, status epileptikus dapat menyebabkan hipoglisemia maka dianjurkan agar penderita diberikan 50 ml larutan 50% glukosa untuk dewasa dan untuk anak-anak 1-2 mL/kg.  Mencegah kenaikan suhu tubuh yang mengindikasikan proses toksik atau metabolik.

TERAPI FARMAKOLOGI
Karakteristik farmakologi dan farmakokinetik “obat ideal ” untuk terapi status epileptikus yaitu : •Efektif dan cepat mengatasi semua tipe status. •Tersedia dalam bentuk sediaan intravena. •Kuat, jadi volume kecil dapat diberikan secara cepat. •Aman, tidak ada depresi kardiorespiratori, tidak ada depresi kesadaran dan tidak ada efek samping sistemik. •Dapat masuk ke otak dengan cepat. •Waktu paruh distribusi yang panjang.

•Waktu paruh eliminasi yang pendek.
•Berguna dalam bentuk sediaan oral sebagai obat antiepilepsi kronis

TERAPI FARMAKOLOGI
Pengobatan pada keadaan darurat - Diberikan benzodiazepin secara iv. - Dan diikuti dengan anti epilepsi lain, biasanya fenitoin secara iv. Ada beberapa pasien yang tidak memberikan respon, maka diberikan fenobarbital,paraldehid, atau bahkan anestetik umum. Obat –obat yang dapat digunakan 1. Golongan benzodiazepin 2. Fenitoin 3. Fenobarbital 4. Paraldehid

HASIL TERAPI
Hasil terapi yang diharapkan : • Aktivitas seizure dihentikan, selanjutnya rencana untuk terapi kronis menggunakan obat antiepilepsi harus dikembangkan. • Penderita menerima perawatan pendukung yang memadai.

PARSIAL SEDERHANA
Abnormalitas di otak :
Korteks asal

Hasil EEG :
Abnormalitas

PARTIAL  UMUM
Abnormalitas di otak :
Korteks asal

Hasil EEG :

Sub korteks

UMUM
Abnormalitas di otak :
Hasil EEG :

Sub kortikal