You are on page 1of 28

Ketersediaan Air

• Jumlah air (debit) yg diperkirakan terus menerus ada di suatu lokasi (bendung atau bangunan air lainnya) di sungai dengan jumlah tertentu dan dalam jangka waktu (periode) tertentu. (Direktorat Irigasi, 1980)

Debit andalan
• Untuk pemanfaatan air, perlu diketahui informasi ketersediaan air andalan (debit, hujan). • Debit andalan adalah debit minimum sungai dengan besaran tertentu yg mempunyai kemungkinan terpenuhi yg dapat digunakan untuk berbagai keperluan • Keperluan irigasi debit minumum sungai untuk kemungkinan terpenuhi ditetapkan 80%, sedang utk keprluan air baku biasanya ditetapkan 90%. • Misalnya debit andalan 80% = 3 m3/d, artinya ada kemungkinan terjadinya debit sebesar 3 m3/d atau lebih adalah 80% dari waktu pencatatan data; atau dengan kata lain 20% kejadian debit adalah < 3 m3/d

• Debit andalan dapat ditentukan dengan menggunakan kurva massa debit yg dibentuk dengan menyusun data debit.Debit andalan berdasarkan data debit • Analisis debit andalan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan data • Ketersediaan air dapat dilakukan dengan melakukan analisis frekuensi terhadap data debit yg tersedia. • Susunan data dpt dinyatakan dalam bentuk gambar kurva massa atau bentuk tabel. yg bersifat runtut waktu (time series). . dari debit maksimum sampai minimum.

ordinat adalah debit aliran sedang waktu (hari) atau % waktu sebagai absis. (lihat gbr. 1) • Kurva menunjukan besarnya debit yg disamai/ dilampaui utk beberapa persen waktu yg diinginkan • Dalam bentuk tabel.persen keandalan diperoleh dari nilan m/n yg dinaytakan dalam % di mana m adalah nomor urut da n adalh jumlh data . data debit harian diurutkan dari yg terbesar hingga terkecil.• Pada kurva massa debit.

Gambar 1 Hidrograf debit harian Bengawan Solo tahun 1994 (B. Tri) .

2 m3/d berdasarkan debit harian Bengawan Solo tahun 1994 Gambar.2 sebelah menunjukan cara menentuan debir andalan. Terlihat nilai Q andalan 80% sangat kecil sehingga sulit terbaca • Utk itu nilainya dapat dilihat dengan tabel. diperoleh Q andalan 80% = 7.2 Kurva massa debit harian .• Gambar .

Hidrograf debit rerata dua mingguan B. Solo tahun 1994 .3 sebelah ini menunjukan denit rerata dua mingguan dari data debit harian Bengawan Solo tahun 1994 Gambar 3.• Kurva massa debit dapat juga digambarkan dgn menggunakan debit rerata dua mingguan atau rerata bulanan. yg diperoleh dari data debit harian runtut waktu. • Gambar .

3 m3/d Gambar 3. dan hasilnya sebesar 7. sebelah ini.• Dengan cara yg sama dibuat kurva massa debit dua mingguan seperti ditunjukan gamabar 4. • Debit andlan 80% dapat ditentukan dengan cara yg sama pada debit harian. Kurva massa debit dua mingguan .

dengan cara menghubungkan antara data debit dan data hujan pada waktu yang sama. dsb . model regresi.Penurunan data debit berdasar data hujan • Digunakan apabila data debit tak tersedia • Analisis menggunakan model hujan aliran. model Mock. model tangki. Selanjutnya dengan hasil hubungan tersebut dibangkitkan data debit berdasarkan data hujan yg tersedia • Ada beberapa metode untuk mendapatkan hubungan antara data dedit dan data hujan.

Skema penurunan data debit berdasarkan data hujan Data hujan (p) tahun 1990-2005 Hubungan Q-p tahun yg sama (2000 – 2002) Data debit (Q) tahun 2000-2002 Q = f(p) Bangkitan debit Q tahun 1990-2005 .

berikut.Contoh soal • Diketahui data hujan rerata dua mingguan DAS Winongo Yogyakarta seperti pada Tabel 1. Turunkan data debit dari tahun 1989 sampai 1999. Data debit di titik kontrol DAS tersebut tersedia untuk tahun 1993 seprti tertera pada Tabel 2. .

Tabel 1. Data hujan dua mingguan DAS Winongo (1989 – 1999) .

Data debit debit DAS Winongo tahun 1993 .Tabel 2.

dibuat persamaan regresi yang memberikan hubungan antara hujan (mm) sebagai absis dan debit (m 3 / d) sebagai ordinat seperti ditunjukkan dalam Gambar 4......Penyelesaian • Dari data hujan dan data debit pada tahun yang sama... pers... ..1 ...0055 p  0. yaitu tahun 1993.... Persamaan garis tersebut mempunyai bentuk sebagai berikut: Q  0....602 .

Ketika hujan turun aliran meningkat. 1. . masih terdapat debit aliran yang berasal dari aliran dasar.Berdasarkan pers. sementara untuk debit terukur aliran berkurang dengan waktu. aliran dasar adalah konstan. menunjukkan perbandingan antara debit hasil pengukuran dan hasil hitungan pers. 1 dan data hujan pada tahun 1993 dapat dihitung debit aliran. Gambar 5. Gambar tersebut menunjukkan bahwa pada saat tidak terjadi hujan. Untuk debit hasil hitungan.

Gambar 4. Hubungan debit Q dan Hujan p .

Perbandingan antara Debit Pengukuran dan Hitungan .Gambar 5.

1 dan data hujan dari tahun 1989 sampai 1999.• Selanjutnya dengan menggunakan pers. Hasil hitungan ditunjukkan dalam Tabel 3. dan Gambar 6. . dapat diturunkan debit aliran pada tahun tersebut.

Tabel 3. Cek ulang hitungannya . Hitungan Debit berdasarkan data hujan dari Tabel 1.

Debit Bangkitan Tahun 1989-1999 .Gambar 6.

1. penentuan debit andalan dapat dilakukan berdasar debit tahunan atau debit bulanan (sekitar 2 mingguan). dihitung debit tahunan dan selanjutnya debit andalan didasarkan pada debit tahunan tersebut. Berdasar debit tahunan Untuk cara berdasar debit tahunan.Debit andalan berdasar data debit bulanan. Seperti contoh 1. dibuat urutan nomer seperti ditunjukkan dalam kolom 3. . kolom 2. dihitung debit tahunan yang hasilnya diberikan dalam Tabel 4. • Apabila data debit bulanan tersedia dalam beberapa tahun.

Tabel 4. debit andalan berdasarkan debit tahunan .

• Setelah diurutkan debit dari tertinggi ke terndah.82% terjadi pada tahun 1990. ditentukan persentase keandalan dengan cara nilai m/n • Misal dicari debit keandalan 80%. yang mendekati 80% adalah 81. lihat Tabel.Debit andalan 80%≈ 81.5 Tabel 5.82% .

Debit andalan 80% (tahun 1990) . • Nilai debit tersebut disadur dari hasil debit bangkitan seperti tertera pada Tabel 3.• Dengan demikiandebit dua mingguan dengan keandalan 80% adalah debit yang terjadi pada tahun 1990. yang nilainya seperti pada tabel 6. Tabel 6.

Dengan cara yg sama dilakukan hitungan untuk debit dua mingguan kedua. Debit andalan 80% didekati nilai 81. adalah data debit setengah bulanan pertama dari data debit bangkitan Tabel 1. Debit dua mingguan pertama untuk masing-masing bulan (Jan s. dibuat urutan seperti pada kolom 1.d Des) diurutkan dari yg terbesar ke terkecil (kolom 3 s. Hitungan debit andalan setengah bulanan pertama dilakukan dgn menggunakan Tabel 8.   . Hasil hitungan seperti tertera pada Tabel 9. Berdasarkan debit bulanan/2 mingguan    Hitungan berdasarkan debit setiap bulan atau setiap dua bulan Pada Tabel 7. Diperoleh nilai debit seperti tertera pada baris ke 9 (kolom 1).82% (kolom 2).d 4).2. persen keandalan diperoleh dari nilai m/n yg dinyatakan dalam % di mana m = nomor urut dan n= jumlah data.

Debit dua mingguan pertama (dari Q bangkitan Tabel 1) .Tabel 7.

Tabel 8.28 . Hitungan debit andalan ½ bulanan pertama 1.33 1.

Tabel 9. Debit andalan dua mingguan pertama dan kedua .