You are on page 1of 20

BOBATH METHOD

Metode bobath ditemukan oleh Bertha Bobath (Ft’s secara empiris) dan suaminya bernama Dr.Karel Bobath (Neuropsychiolog). Pada perang dunia ke II di London berkembang metode ini. Pada awalnya metode ini diterapkan pada kondisi CP, namun banyak klinis yang menerapkan pada kondisi Hemiplegi. Pada tahun 1970 metode ini dikenal dengan nama NDT (Neouro Developmental Treatment). Penggunaannya pun juga berkembang dan banyak di gunakan pada gangguan motorik dan keseimbangan pada post trauma serebri atau paska immobilisasi lama.
RABU, 30 AGUSTUS 2006 THAHIR, HAMIZA, BU’SRI

RABU, 30 AGUSTUS 2006

Sebelum memasuki Dasar-dasar metode Bobath maka kita harus tahu dulu 2 hal penting yaitu: Motor Delay (Keterlambatan perkembangan motorik) Motor Disorder (kelainan motorik) kedua hal tersebut diatas akan mempengaruhi perkembangan intelektual, emosional, dan sosial.
THAHIR, HAMIZA, BU’SRI

Dan kita pahami bahwa perkembangan kontrol kepala dimulai sejak lahir (0-6 bulan) o/ krn kepala adalah hasil maturasi righting reaction yang merupakan dasar dari perkembangan motorik yang normal. Pola Fleksi . HAMIZA.Perkambangan motorik yang normal secara umum dimulai dari : 1. BU’SRI . 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. Proksimal Ke distal 2.Ekstensi 3. RABU. Total .Discociated 4. Tak disadari – Disadari Dari hal tersebut diatas maka dapat dipahami bahawa perkembangan duduk dimulai dan selesai lebih dahulu dari pada perkembangan berdiri.

Body righting Reaction (action on the RABU. kemudian secara bertahap akan dihambat dan hilang pada usia kurang lebih 5 tahun.Righting Reaction (Reaksi mengangkat menegakkan) Reaksi ini adalah reaksi yang pertama kali timbul dan mencapai puncaknya pada usia 10-12 bulan. HAMIZA.Labirinthine Reaction 3. Yang termasuk reaksi ini adalah .Body Righting reaction (action on the head) 5.Reaksi vestibular 4. BU’SRI .Neck Righting Reaction 2. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. 1.

Reaksi ini muncul pada usia 1 thn 6 bln yang kemudian akan berkembang dan akan menghambat serta memodifikasi rigting reaction. BU’SRI RABU. Reaksi ini bekerjasama dengan reaksi lain yaitu: 1.Reaksi keseimbangan Reaksi ini adalah reaksi kompensasi otomatis yang terjadi akibat adanya kekuatan/pengaruh dari luar.The Postural Fixation 3.The Counter poising 4. . 30 AGUSTUS 2006 THAHIR.Tilt Reaction HAMIZA.The Antigravity Mechanism 2.

Selain reaksi diatas kita harus mengetahui juga reflek yang lain. Positive supporting 5. Refleks ATNR 3. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. HAMIZA. Refleks Landau 2. yaitu : 1. BU’SRI . Refleks Grasp 4. Refleks STNR RABU.

HAMIZA. Lihat pada gambar. RABU. Inhibisi Disini kita berusaha menghambat pola gerakan abnormal maupun sikap tubuh abnormal. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. BU’SRI . yaitu dengan mengatur aktifitas refleks abnormal tertentu. Tehnik ini disebut dengan Refleks inhibisi postur. mis. spastisitas ekstensor dapat dihambat dgn cara mengatur posisi anak dalam posisi fleksi.Prinsip metode bobath 1.

2. Key point of control yang dimaksud disini ialah tempat-tempat tertentu yang paling efektif untuk memberikan inhibisi. 3. Biasanya tempat-tempat tersebut adalah sendi proksimal seperti bahu. Fasilitasi yang dimaksud disini ialah upaya u/ memberi kemudahan. Stimulasi Stimulasi disini biasanya diberikan pada kondisi flaksid/hypotonus. panggul dsb. HAMIZA. tapping atau stroking. RABU. fasilitasi maupun stimulasi. namun beberapa kasus diberikan pula goresan –goresan dengan es 4. Teknik ini dapat berupa kompresi. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. BU’SRI .

HAMIZA.RABU. BU’SRI . 30 AGUSTUS 2006 THAHIR.

HAMIZA. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR.RABU. BU’SRI .

RABU. BU’SRI . 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. HAMIZA.

BU’SRI . HAMIZA. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR.RABU.

BU’SRI .RABU. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. HAMIZA.

BU’SRI . 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. HAMIZA.RABU.

RABU. BU’SRI . HAMIZA. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR.

30 AGUSTUS 2006 THAHIR. HAMIZA.RABU. BU’SRI .

BU’SRI .RABU. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR. HAMIZA.

30 AGUSTUS 2006 THAHIR. HAMIZA.RABU. BU’SRI .

HAMIZA. BU’SRI .RABU. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR.

HAMIZA. 30 AGUSTUS 2006 THAHIR.Selamat mempraktekkan semoga bermanfaat RABU. BU’SRI .