Limbah Padat dan Limbah Berbahaya

• Setiap tahun dihasilkan limbah padat sekitar 12 milyar ton atau 40 ton/orang di USA. Prancis.5% berupa limbah padat domestik atau municipal solid waste. • Sekitar 98. • Negara penghasil limbah padat terbesar di dunia adalah USA diikuti Australia. .• Limbah padat (solid waste) adalah semua bahan atau material yang dibuang dan tidak diinginkan yang tidak berbentuk cair maupun gas. 3) pertanian dan 4) industri yang memproduksi barang kebutuhan manusia.5% dari penduduk dunia. Sisanya 1. Swiss.5% dari limbah padat tersebut berasal dari – – – – 1) kegiatan pertambangan. dan Norwegia. • USA dengan penduduk hanya 4. 2) kegiatan produksi minyak dan gas. menghasilkan limbah padat sekitar 35% dari limbah padat dunia. Canada.

karsinogenik. atau • mampu menyebabkan korosi pada container. • reaktif atau tidak stabil sehingga mudah meledak atau melepaskan asap toksik (asam. pestisida. basa. drum yang terbuat dari logam (cairan pembersih). mutagenik atau teratogenik pada tingkat batas yang ditentukan (meliputi berbagai jenis solvent. ammonia. dan solvent). • mudah terbakar (minyak. dan bahan pengelupas cat). . cat.• Di USA secara hukum yang disebut limbah berbahaya (hazardous waste) adalah semua bahan baik padat maupun cair yang dibuang yang: • mengandung satu atau lebih dari 39 bahan toksik. klorin).

. kesehatan.• Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup. kelangsungan hidup manusia. 18 Tahun 1999. dan makhluk hidup lain. yang dimaksud dengan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung B3 yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sesuatu limbah dikatakan sebagai limbah B3 apabila masuk daftar pada lampiran 1 PP No 18 Tahun 1999 yang terdiri atas: • Daftar limbah B3 dari sumber tidak spesifik.• Usaha atau kegiatan dilarang untuk membuang limbah B3 secara langsung ke dalam media lingkungan hidup tanpa pengolahan terlebih dahulu. pencegahan korosi. tetapi berasal misalnya dari kegiatan pemeliharaan alat. . adalah limbah B3 yang pada umumnya berasal bukan dari proses utamanya. • Daftar limbah B3 dari bahan kimia kedaluwarsa. dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi. limbah B3 sisa proses suatu industri atau kegiatan yang secara spesifik dapat ditentukan. bekas kemasan. tumpahan. pencucian. • Daftar limbah B3 dari sumber spesifik. dan lain lain.

ekploitasi.• Limbah tertentu khususnya dari kegiatan eksplorasi. pertambangan serta PLTU bahan bakar batu bara harus melalui pengujian TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Procedure) untuk menentukan apakah termasuk limbah B3 atau tidak. . dan produksi minyak dan gas.

adalah limbah yang pada suhu dan tekanan standar (25 oC 760 mmHg) dapat meledak melalui reaksi kimia dan atau fisika. uap atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya. – Limbah yang berupa cairan yang mengandung alkohol kurang dari 24% volume dan atau pada titik nyala tidak lebih 60o C (140o F) akan menyala apabila terjadi kontak dengan api. – Limbah yang apabila bercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan. penyerapan uap air atau perubahan kimia secara spontan dan apabila terbakar dapat menyebabkan kebakaran yang terus-menerus. limbah yang mempunyai salah satu sifat-sifat sebagai berikut: – Limbah yang pada keadaan normal tidak stabil dan dapat menyebabkan perubahan tanpa peledakan. – Limbah yang dapat bereaksi hebat dengan air. yang pada temperature dan tekanan standar (25o C dan 760 mmHg) dengan mudah menyebabkan terjadinya kebakaran melalui gesekan. Bersifat reaktif. dikatakan sebagai limbah B3 apabila setelah melalui pengujian memiliki salah satu atau lebih karekateristik berikut ini: • • Mudah meledak. 760 mmHg) – Limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepas atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi. uap atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. menghasilkan gas. – Merupakan limbah sianida. percikan api atau sumber nyala lain pada tekanan udara 760 mmHg. – Limbah yang dapat mudah meledak atau bereaksi pada suhu dan tekanan standar (25o C.Limbah tertentu yang tidak termasuk dalam ketiga Daftar limbah B3 di atas. – Merupakan limbah yang bertekanan yang mudah terbakar. • . sulfida. Mudah terbakar. atau amoniak yang pada kondisi pH antara 2 dan 12.5 dapat menghasilkan gas. – Merupakan limbah pengoksidasi. – Limbah yang bukan berupa cairan.

limbah yang mengandung pencemaran yang bersifat racun bagi manusia atau lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan.5 untuk yang bersifat basa.• Beracun. . – Mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk limbah bersifat asam dan sama atau lebih besar dari 12. • Menyebabkan infeksi. • Bersifat korosif. – Menyebabkan proses pengkaratan pada lempeng baja (SAE 1020) dengan laju korosi lebih besar dari 6. cairan dari tubuh manusia yang terkena infeksi. limbah dari laboratorium atau limbah lainnya yang terinfeksi kuman penyakit yang dapat menular. bagian tubuh manusia yang diamputasi. Apabila LD50 lebih besar dari 15 gram per kilogram berat badan maka limbah tersebut bukan limbah B3.35 mm/tahun dengan temperatur pengujian 55 o C. Yang dimaksud dengan LD50 adalah perhitungan dosis (gram pencemar per kilogram) yang dapat menyebabkan kematian 50 % populasi makhluk hidup yang dijadikan percobaan. • Memiliki LD50 di bawah nilai ambang batas. limbah yang mempunyai salah satu sifat sebagai berikut: – Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit. kulit atau mulut.

penimbunan akhir. simbol dan label limbah B3 diatur dalam Surat Keputusan Kepala Bapedal berikut ini: Keputusan Kepala Bapedal No. 68/Bapedal/05/1994. pengumpulan. pengoperasian alat pengolahan. pengolahan. dan Surat Keputusan Kepala Bapedal No. .• Kegiatan pengelolaan Limbah B3 yang meliputi penyimpanan.5/Bapedal/09/1995. 1 sampai dengan No.

.Memproduksi Sedikit Limbah dan Sedikit Pencemaran • Terdapat dua cara yang dapat dilakukan untuk memproduksi sedikit limbah dan sedikit pencemaran yaitu: • melakukan pengelolaan limbah (waste management) • mencegah pencemaran (limbah).

dan digunakan kembali (reuse). dengan low-waste approach. • • • • • • . Pendekatan ini melakukan pengelolaan terhadap limbah yang dihasilkan agar tidak berbahaya terhadap lingkungan melalui: mengubur limbah. pendekatan melalui mencegahan pencemaran atau limbah. reuse (menggunakan kembali) sebanyak mungkin limbah recycle (daur ulang) dan compost limbah sebanyak mungkin mengolah secara biologis dan kimiawi atau membakar limbah yang tidak dapat di-reduce. composting. Secara hirarki pendekatan ini harus dilakukan dengan urutan sebagai berikut: reduce (mengurangi) limbah atau pencemaran. Menguburnya pada landfill atau tempat pembuangan limbah. Kedua. Sehingga cara ini hanya memindah limbah padat dan berbahaya dari satu lingkungan ke lingkungan lain. yaitu pendekatan yang memandang bahwa limbah merupakan produk yang tidak dapat dihindari dalam pertumbuhan ekonomi. reuse.• • Pengelolaan limbah dapat dilakukan melalui dua pendekatan. Pendekatan ini memfokuskan pada kegiatan yang sekecil mungkin memproduksi limbah atau mencegah timbulnya limbah. Pertama high-waste approach. Pendekatan ini memandang bahwa limbah padat dan limbah berbahaya merupakan suatu sumber daya potensial sehingga perlu didaur ulang (recycle). membakar limbah dan mengapalkannya ke tempat atau negara lain (Sejak 1995 berdasarkan Konvensi Basel telah dilarang). recycle dan compost.

industri dan lingkungan maka diperlukan revolusi ekoindustri. • • Tujuan dari konsep ini adalah produksi yang lebih bersih (cleaner production) atau ekologi industri (industrial ecology). 2) dimanfaatkan untuk menghangatkan lahan pertanian sistem greenhouse dan mengairi kolam-kolam ikan. • . yaitu sebagai suatu jaringan dimana limbah dari satu industri menjadi bahan baku industri lainnya.Memproduksi Secara Lebih Bersih • Untuk mencapai keberlanjutan (sustainability) pembangunan. reparasi dan di-remanufactur. dan lain lain. Dalam konsep ini semua proses industri harus diintegrasikan sebagai suatu sistem tertutup aliran materi. dan industri wajib mengambil kembali kemasan atau produk bekasnya dari konsumen untuk di reuse. recycle. Sebagai contoh. Demikian halnya dengan sulfur yang di-recovery dari pabrik peleburan tembaga dijual pada industri asam sulfat. daripada limbah air panas yang berasal pembangkit tenaga listrik dibuang ke perairan lebih baik dimanfaatkan untuk 1) pemanas pada instalasi penyulingan minyak atau industri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful