You are on page 1of 12

Mekanisme Trauma

• Langsung :
– Kena pukulan. – Jatuh dari ketinggian.

• Tidak langsung :
– Efek benda lain yg kena trauma (pengemudi terbentur dasboard saat mobil tabrakan).

• Melintir
– Mis : kasus olahragawan gulat,

Akibat trauma pada musculoskelatal • • • • • • • • • Fraktur Dislokasi Amputasi Strain Sprain Putus ligament Ruftur tendon Kerusakan neurovaskuler. Kompartemen sindrome .

Pembidaian. – Mengistirahatkan daerah patah tulang. . • Pengertian : Memasang alat untuk mempertahankan kedudukan tulang. – Mengurangi nyeri. – Mengurangi perdarahan. – Mencegah cedera lebih lanjut. • Indikasi : – Patah tulang terbuka / tertutup • Tujuan : – Mencegah pergerakan tulang yang patah.

–Berikan bantalan yang lunak. –Bila ragu-ragu apakah ada fraktur/tdk sebaiknya lakukan bidai untuk pencegahan. .–Pada angulasi yang besar dan pulsasi (nadi di perifer) hilang lakukan penarikan secara gentle. –Bidai mencakup sendi atas dan bawah cedera. –Luka terbuka tutup dgn kasa steril.

. • Endogenus : cairan keluar dari intravaskuler masuk kedalam ekstravaskuler. luka bakar. gastroenteritis (GE). misal pada kasus DHF atau DSS.Syok Hipovolemi • Eksogenus : cairan keluar dari tubuh misal pada kasus perdarahan.Macam-macam Penyebab Syok a. hal ini terjadi karena adanya peningkatan permeabilitas pembuluh darah.

b. Syok kardiogenik Penyebab : Miokard infark Gagal jantung Aritmia .

c. Syok obstruktif Penyebab : Tamponade pericard Trombus atau emboli Aneurysma aorta .

d. Syok distribusi • Syok neurogenik • Syok anafilaktik • Syok septic .

40 5 . koloid.30 > 100 N 1500-2000 30 . koloid/darah > 35 Tdk ada Bingung & letargik Kristaloid.40 > 120 ↓ > 2000 > 40 > 140 ↓ Klas III Klas IV Respirasi Produksi urine/cc Kesadaran 14 -20 > 30 Agak gelisah 20 -30 20 .KLASIFIKASI SYOK Klas II Klas I Darah hilang /cc Darah hilang /% BV Nadi Tekanan darah < 750 <15 < 100 N 750 .1500 15 .darah Cairan pengganti kristaloid kristaloid .15 Gelisah & bingung Kristaloid.30 gelisah 30 .

Penanganan syok hipovolemik Karena perdarahan. • Hentikan sumber perdarahan • Kaji tanda-tanda vital seperti. untuk pasien yang kadar Hb nya kurang dari 8 gr% beri transfusi. tingkat kesadaran. Bila jumlah perdarahan lebih dari 30% EBV tambahan plasma ekspander 10-20 cc/kgBB. pernafasan. • Kolaborasi dengan dokter tentang jumlah dan jenis cairan yang diberikan RL / NaCl 0. monitor tanda-tanda vital. nadi. perfusi perifer dan produksi urine. • Monitor status cairan tubuh dengan cara menghitung pemasukan dan pengeluaran . kalau perlu pasang CVP dan ukur secara berkala .9% 2 sampai 4 kali jumlah defisit atau perdarahan. tekanan darah.

Kehilangan cairan & elektrolit • Kaji kondisi pasien untuk menentukan tingkat dehidrasi • Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian cairan infus • Pemberian cairan berdasarkan gejala klinik atau derajat dehidrasi: Ringan 2% dari BB (kg=liter ) Sedang 5% dari BB Berat 8% dari BB. Contoh : BB pasien 50 kg mengalami dehidrasi berat maka cairan yang diberikan adalah : 8 x 50 kg = 4000cc (4 liter) 100 .

luas luka bakar 25%. luas luka bakar dengan menggunakan “rule of nine “ • Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian cairan • Pemberian cairan pada luka bakar tergantung formula yang digunakan. dan sisanya diberikan 16 jam berikutnya.1/2 nya(2500cc) diberikan pada 8 jam pertama. 1/2 nya diberikan pada 8 jam pertama. maka cairan yang diberikan 4 x 50 x 25 = 5000cc. 4ccx BB x luas luka bakar. . tekanan darah. nadi. produksi urine. Contoh formula Baxter. tingkat kesadaran. perfusi. • Contoh kasus : • Berat badan pasien 50 kg. ½ nya diberikan 16 jam berikutnya.Kehilangan plasma darah • Kaji kondisi pasien meliputi pernafasan.