You are on page 1of 37

ASSALAMMUALAIKUM WR.

WB

CASE STROKE NON HEMORAGIK
Pembimbing: Dr. Ijun, Sp.S Anggota kelompok : -Ahmad Samsuri - Dyah Fitrah. M - Fithri aini. A - Eliyah - Nova wijaya

Identitas Pasien
 Nama : Ny. R  Umur : 65 tahun  Jenis kelamin : wanita  Pekerjaan : ibu rumah tangga  Agama : Islam  Alamat : Kp. Kabalen, Bekasi  Masuk RS : 13 November 2011

. diare dan sulit untuk menelan.Anamnesis Autoanamnesis dan alloanamnesis dari keluarga pasien pada tanggal 14 November 2011 Keluhan utama tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki sebelah kiri. mual. mulut “mencong”.  Keluhan tambahan pelo.

Keluhan tersebut disertai dengan pelo. . Bekasi dengan keluhan tangan dan kaki sebelah kirinya tidak dapat digerakkan sejak 3 hari yang lalu keluhan dirasakan secara tiba-tiba sesaat ketika bangun tidur pada pukul 04. Selain itu pasien juga mengeluhkan sulit untuk menelan. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke UGD RSUD Kab. mulut “mencong”. dan diare.00 pagi dini hari. menurut keluarga pasien keadaan ini dirasakan sejak 1 hari yang lalu apabila masuk makanan atau minuman pasien selalu tersedak dan muntah. mual.

. Riwayat alergi disangkal oleh pasien. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol.

Status Interna Pemeriksaan umum • KU : tampak sakit sedang • Kesadaran : CM • Gizi : cukup • TD : 200/90 • Nadi : 96x/mnt • Napas : 24x/mnt • Suhu : 370 C • Anemi : (-) • Ikterus : (-) • Sianosis : (-) .

rh -/-. gallop (-) Pulmo : vesikuler +/+. NT (-) Extremitas: akral hangat.Thorax • • • • • • • • Kepala : normocephal Mata : dbn THT : dbn Leher : deviasi trakea (-). supel. datar. wh -/Abdomen: BU (+). sianosis (-) . udem (-). sikattrik (-) Cordis : BJ I-II reguler. murmur (-).

Status Neurologis Kesadaran : CM GCS : E4 M6 V5 = 15 Rangsang meningeal Kaku kuduk : (-) Kernig sign : (-) Kekuatan Otot : Ka Ki 5 1 5 1 .

Refleks fisiologis : • R. achilles : (+/-) Refleks patologis : . patella : (+/-) • R. bisep : (+/-) • R.babinski (-/+) sensibilitas : (+/+) . trisep : (+/-) • R.

III. IV. I : tdk dilakukan N. pelo N. IX. VI : dbn N. II. VII : senyum asimetris terdapat deviasi sebelah kanan N.Pemeriksaan nervus kranial : N. XII : deviasi lidah kesebelah kanan . X : tidak dapat menelan (keselak).

4 % (2-8) .6 g/dl (p: 14-16 w: 12-14) Ht : 30.3 (35-50) Trombosit : 218 rb/mm3 (150-390) Leukosit : 9400/mm (3500-10.Hasil pemeriksaan laboratorium 13 Nov 2011  Laboratorium Hematologi Hb : 9.000) LED : 50 (p<10 w<20) Basofil :0% (0-0) Eosinofil :1% (0-3) Batang :2% (2-6) Segmen : 75 % (43-70) Monosit : 13 % (17-48) Limfosit : 3.

7-1.5 : 15.Laboratorium Kimia Darah SGOT SGPT GDS Ureum Kreatinin : 20.9) .7 (P<38 W<32) (P<41 W<31) (<170) (15-45) (P: 0.5-0.2 . W: 0.4 : 485 : 16 : 0.

Pemeriksaan Penunjang • Pemeriksaan gula darah • HbA1c .Trigliserida • Rontgen thorax . LDL) • CT-Scan kepala .Cholesterol (HDL.

Diagnosis • Diagnosis klinis : 1. IX. hipertensi 3. VII. XII • Diagnosis etiologis : infark cerebri . hemiparese sinistra 2. diare (GE) • Diagnosis topis : parese N. hiperglikemi 4. X.

Terapi • • • • • • • Thrombo aspilets 1x1 CPG 1x1 Pletaal 100mg 2x1 Reatal 300mg 2x1 Amp/drip Brainact 500mg 3x1 Neurotam 4x3gr Advice: Jika tensi ≥ 220/120 mmHg maka berikan kaptopril 25mg sublingual .

PEMBAHASAN .

. dan semata-mata disebabkan gangguan peredaran darah otak non traumatik (Mansjoer. yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian. progresif cepat. 2000). berupa defisit neurologis fokal dan/atau global.Definisi Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak.

000-300. dan menyebabkan kematian 275. 200 dari tiap 100.000 orang di Eropa menderita stroke. • Insidensi menurut usia → semua umur.000 orang Amerika.Epidemiologi • Setiap tahunnya. paling sering pada usia dekade ke – 5 (Harsono 2007) .

Continue… .

Continue… .

Etiologi • Trombosis • Emboli .

.

.

penderita pulih seperti semula < 24 jam (reversible).Klasifikasi SNH Berdasarkan gejala klinis yang tampak stroke non hemoragik terbagi menjadi : • Transient Ischemic Attack (TIA) → defisit neurologis akut < 24 jam (dapat hanya beberapa menit). • Stroke In Evolution (SIE) → defisit neurologis bertambah berat .

• Complete Stroke Ischemic → defisit neurologinya sudah menetap. . pasien dapat mengalami pemulihan sempurna. akan hilang < 3 minggu.• Reversibel Ischemic Neurology Deficit (RIND) → gejala bertahap.

Faktor Resiko MAYOR MINOR • • • • • • • • • • • • TIA Usia Jenis kelamin Peningkatan hematokrit Hiperlipidemia Hiperuricemia Kenaikan fibrinogen Obesitas Merokok Kontrasepsi Stress Faktor genetik .

Gambaran Klinis Gejala neurologi yang timbul tergantung berat ringannya gangguan pembuluh darah dan lokasinya. Gangguan motorik (hemiparese / hemiplegi kontralateral) 4. Hal ini dapat terjadi pada : • Sistem karotis 1. Gangguan penglihatan (Amaurosis fugaks / buta mendadak) 2. Gangguan bicara (afasia atau disfasia) 3. Gangguan sensorik pada tungkai yang lumpuh .

Gangguan sensorik 5. Gangguan motorik 4. Gangguan kesadaran . Gangguan nervi kraniales 3.• Sistem vertebrobasiler 1. Koordinasi 6. Gangguan penglihatan (hemianopsia / pandangan kabur) 2.

dapat memberikan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah fokal 2. Melakukan pemeriksaan fisik neurologik 3.Diagnosis 1. Skoring untuk membedakan jenis stroke . Anamnesa.

somnolen (1). ada(1) .5 x derajat kesadaran ) + ( 2 x vomitus ) + ( 2 x nyeri kepala ) + ( 0. DM (0).Vomitus : tidak ada (0).1 x tekanan diastolik ) – ( 3 x petanda ateroma ) – 12 = Hasil : SS > 1 = Stroke Hemoragik -1 > SS > 1 = perlu pemeriksaan penunjang ( Ct.Nyeri kepala : tidak ada (0). ada (1) . koma (2) .Skor Siriraj : ( 2.Ateroma : tidak ada penyakit jantung.Derajat kesadaran : sadar penuh (0).Scan ) SS < -1 = Stroke Non Hemoragik • Keterangan : . ada (1) .

Diagnosis Banding Stroke Hemoragik .

Trombosit. GDS. Cholesterol. Fibrinogen. Protrombin Time). • EKG (Elektrokardiogram ) • Foto Rontgen Thorax . HB. PTT. Ureum dan Kreatinin.Pemeriksaan Penunjang • Scan tomografik • Angiografi serebral ( karotis atau vertebral) • Laboratorium : Tes koagulasi ( HT.

Prognosis Prognosis pada stroke perdarahan pada umumnya lebih baik dari pada stroke non perdarahan. Dipengaruhi oleh beberapa faktor : • Tingkat kesadaran : semakin rendah tingkat kesadaran • Usia : > 70 tahun • Jenis kelamin : laki – laki > wanita • Tekanan darah tinggi • Lain-lain : lambatnya dan salah penanganan .

– Brain : Menurunkan tekanan intra kranial dan menurunkan udema serebri. pemberian oksigen dari luar – Blood : Usahakan aliran darah ke otak semaksimal mungkin dan pengontrolan tekanan darah pasien. – Bladder : Dengan pemasangan DC – Bowel : Saluran pencernaan dan pembuangan .Penatalaksanaan • Terapi Umum Dengan 5 B – Breath : Oksigenasi.

. Anti agregasi platelet : golongan asam asetil salisilat (aspirin). Memperbaiki perfusi jaringan : Pentoxyfilin : Reotal 2. Manitol 5. Warfarin 3. Anti udema otak : Deksametason.Continue… • Terapi Khusus Stroke Non Hemoragik 1. Sebagai anti koagulansia : Heparin. Melindungi jaringan otak iskemik : Nimodipin 4.

TERIMA KASIH WASSALAM .