You are on page 1of 66

SALURAN PENCERNAAN

Dr. IFDELLIA SURJADI

TRACTUS DIGESTORIUM

9/12/04

SUBOWO

2

PHARYNX
• NASOPHARYNX (BAGIAN SYSTEMA RESPIRATORIUM)
– MEMBRANA MUCOSA
• EPITEL: SILINDRIS SEMU BERLAPIS DENGAN SILIA, SEL PIALA • EPITEL GEPENG BERLAPIS (BAGIAN YANG BERBATASAN DENGAN OROPHARYNX)

• OROPHARYNX DAN LARYNGOPHARYNX
– BAGIAN TRACTUS DIGESTORIUM – LAPISAN DINDING:
• MEMBRANA MUCOSA
– EPITEL GEPENG BERLAPIS – LAMINA PROPRIA: » JARINGAN PENGIKAT PADAT DENGAN BANYAK SERABUT ELASTIS » KELENJAR MUKOSA MURNI

• TUNICA MUSCULARIS (OTOT SERAN LINTANG)
– STRATUM LONGITUDINALE (DALAM) – STRATUM CIRCULARE (LUAR)

– FUNGSI:
• PENGHUBUNG MULUT DENGAN TRACTUS DIGESTORIUM LAIN

9/12/04

SUBOWO

3

PHARYNX NASOPHARYNX OROPHARYNX LARYNGOPHARYNX 9/12/04 SUBOWO 4 .

TRACTUS DIGESTORIUM SESUDAH PHARYNX GAMBARAN UMUM • STRUKTUR DINDING – MEMBRANA MUCOSA • EPITEL • LAMINA PROPRIA (JARINGAN PENGIKAT) • MUSCULARIS MUCOSAE – TELA SUBMUCOSA: • JARINGAN PENGIKAT TERDAPAT PLEXUS SUBMUCOSUS – TUNICA MUSCULARIS : PLEXUS MYENTERICUS • STRATUM CIRCULARE • STRATUM LONGITUDINALE – TUNICA SEROSA/TUNICA ADVENTITIA • JARINGAN PENGIKAT • SEBAGIAN DILAPISI OLEH SEL-SEL MESOTEL • LOKASI KELENJAR – DALAM DINDING – DILUAR DINDING 9/12/04 5 SUBOWO .

DINDING TRACTUS DIGESTORIUM SESUDAH PHARYNX 9/12/04 SUBOWO 6 .

1/4 TENGAH BERTAHAP DIGANTI OTOT POLOS. JAR. KELENJAR – TUNICA MUSCULARIS (tebal: 0.800 m.4 cm DI BAWAH DIAPHRAGMA – FUNGSI: MENGANGKUT MAKANAN DARI MULUT • STRUKTUR MIKROSKOPIS: – MEMBRANA MUCOSA (tebal: 500  m . LIMFOID.2 mm) • STRATUM CIRCULARE • STRATUM LONGITUDINALE • 1/4 BAGIAN ATAS: OTOT SERAN LINTANG. 1/3 BAGIAN BAWAH OTOT POLOS – TUNICA ADVENTITIA: JARINGAN PENGIKAT 9/12/04 SUBOWO 7 .5 mm . PENGIKAT LONGGAR. JAR. MELIPAT-LIPAT) • EPITEL GEPENG BERLAPIS TIDAK BERKERATIN • LAMINA PROPRIA: JAR.OESOPHAGUS • GAMBARAN UMUM: – PANJANG: SEKITAR 25 cm – LOKASI: SEBAGIAN BESAR DALAM CAVUM THORACIS. 2 . LIMFOID • TUNICA MUSCULARIS MUCOSAE: OTOT POLOS LONGITUDINAL 200 m – TELA SUBMUCOSA • JARINGAN PENGIKAT LONGGAR.2.

OESOPHAGUS BAGIAN 1/4 TENGAH OESOPHAGUS OTOT SERAN LINTANG OTOT POLOS OESOPHAGUS BAGIAN BAWAH 9/12/04 SUBOWO 8 .

GLANDULA OESOPHAGEALIS • GLANDULA OESOPHAGEALIS PROPRIA – STRUKTUR • KECIL. KELENJAR KOMPLEKS – PARS SECRETORIA – KELENJAR MUKOSA TUBULOALVEOLER BERCABANG – DISTRIBUSI: • TELA SUBMUCOSA • GLANDULA OESOPHAGEALIS CARDIACA – STRUKTUR MIRIP GLANDULA CARDIACA VENTRICULI • KELENJAR MUKOSA • TUBULER BERCABANG BERGELUNG – DISTRIBUSI • LAMINA PROPRIA MUCOSAE – 2 KELOMPOK: » DAERAH LEHER » DAERAH BAWAH DEKAT CARDIA VENTRICULI 9/12/04 SUBOWO 9 .

FOVEOLAE GASTRICAE EPITEL SILINDRIS SELAPIS LAMINA PROPRIA (JARINGAN PENGIKAT) TUNICA MUSCULARIS MUCOSAE: – STRATUM CIRCULARE (DALAM) – STRATUM LONGITUDINALE (LUAR) – TELA SUBMUCOSA • JARINGAN PENGIKAT LONGGAR – TUNICA MUSCULARIS • BERLAPIS BERDASARKAN ARAH SERABUT OTOT – TUNICA SEROSA: • JARINGAN PENGIKAT YANG DILAPISI OLEH SEL-SEL MESOTEL 9/12/04 SUBOWO 10 .VENTRICULUS = GASTER • GAMBARAN UMUM: – BENTUK SEBAGAI KANTONG DALAM CAVUM ABDOMINALE – DIBUNGKUS OLEH TUNICA SEROSA – BAGIAN: CARDIA. CORPUS DAN PYLORUS • STRUKTUR MIKROSKOPIS: – MEMBRANA MUCOSA : TIDAK ADA ABSORBSI MAKANAN • • • • KASAR LIPATAN MEMANJANG: RUGAE. FUNDUS.

VENTRICULUS = GASTER 9/12/04 SUBOWO 11 .

DINDING VENTRICULUS • MEMBRANA MUCOSA – TIDAK RATA MEMBENTUK RUGAE – EPITEL • KELENJAR INTRAEPITELIAL • TIDAK ADA SEL PIALA – LAMINA PROPRIA • GLANDULA GASTRICA – BERMUARA DALAM FOVEOLA GASTRICA – LAMINA MUSCULARIS MUCOSAE • OTOT POLOS • TUNICA SUBMUCOSA • JARINGAN PENGIKAT LONGGAR • TUNICA MUSCULARIS – STRATUM OBLIQUM – STRATUM CIRCULARE – STRATUM LONGITUDINALE • TUNICA SEROSA – JARINGAN PENGIKAT DILAPISI OLEH MESOTEL 9/12/04 SUBOWO 12 .

DINDING VENTRICULUS FOVEOLAE GASTRICAE RUGAE TUNICA MUSCULARE 9/12/04 SUBOWO 13 .

PERBATASAN OESOPHAGUS-VENTRICULUS OESOPHAGUS VENTRICULUS 9/12/04 SUBOWO 14 .

GLANDULA GASTRICA • KELENJAR MUKOSA INTRAEPITELIAL – BERMUARA LANGSUNG PADA PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA – DISTRIBUSI: • PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA • PERMUKAAN FOVEOLA GASTRICA • KELENJAR EXTRAEPITELIAL – BERMUARA DALAM FOVEOLA GASTRICA – DISTRIBUSI: • DAERAH CARDIA VENTRICULI – GLANDULA CARDIACA VENTRICULI • DAERAH FUNDUS DAN CORPUS VENTRICULI – GLANDULA FUNDICA VENTRICULI • DAERAH PYLORUS VENTRICULI – GLANDULA PYLORICA VENTRICULI – STRUKTUR: • BERBEDA 9/12/04 SUBOWO 15 .

GLANDULA GASTRICA LAMINA PROPRIA 9/12/04 SUBOWO 16 .

GLANDULA CARDIACA VENTRICULI • LOKASI: – LAMINA PROPRIA MUCOSAE SEKELILING MUARA OESOPHAGUS – MELIPUTI DAERAH MELINGKAR SELEBAR: 1.3 cm • BENTUK: – KELENJAR TUBULER BERGELUNG • PARS SECRETORIA – SEL KELENJAR MUKOSA – TIDAK ADA SEL PIALA • SEL KELENJAR ENDOKRIN: – DI ANTARA SEL-SEL KELENJAR – MENGHASILKAN GASTRIN 9/12/04 SUBOWO 17 .5 .

GLANDULA CARDIACA VENTRICULI 9/12/04 SUBOWO 18 .

GLANDULA FUNDICA VENTRICULI • LOKASI: – TERSUSUN PADAT PADA LAMINA PROPRIA SETEBAL 1.5 JUTA FOVEOLA GASTRICA – DAERAH FUNDUS DAN CORPUS VENTRICULI • BENTUK: – TUBULER BERCABANG – BAGIAN KELENJAR: • ISTHMUS • LEHER • DASAR • JENIS SEL KELENJAR: – – – – SEL MUKOSA LEHER SEL UTAMA SEL PARIETAL SEL ENTERO-ENDOKRIN 9/12/04 SUBOWO 19 . SEBANYAK 15 JUTA YANG BERMUARA DALAM 3.5 mm.

MEMBRANA MUCOSA DAERAH FUNDUS VENTRICULI DAN CORPUS VENTRICULI 9/12/04 SUBOWO 20 .

GLANDULA FUNDICA VENTRICULI FOVEOLA GASTRICA 9/12/04 SUBOWO 21 .

DASAR GLANDULA FUNDICA VENTRICULI SEL PARIETAL SEL ENDOKRIN SEL PRINSIPAL 9/12/04 SUBOWO 22 .

DEKAT MUARA KELENJAR • BENTUK: – SILINDRIS – MEMILIKI MIKROVILI PENDEK PADA PERMUKAANNYA – INTI TERLETAK DI BAGIAN DASAR SEL • PRODUK: – MUKOSA YANG BERBEDA DENGAN PRODUK KELENJAR MUKOSA PERMUKAAN 9/12/04 SUBOWO 23 .SEL MUKOSA LEHER KELENJAR • DISTRIBUSI: – TIDAK BANYAK JUMLAHNYA DI ANTARA SEL-SEL PARIETAL – DAERAH LEHER KELENJAR.

SEL MUKOSA LEHER KELENJAR

9/12/04

SUBOWO

24

SEL UTAMA KELENJAR/SEL ZYMOGEN

• DISTRIBUSI:
– MENEMPATI 1/3 ATAU 1/2 BAGIAN BAWAH PARS SECRETORIA

• BENTUK:
– SEL KUBOID – DALAM SITOPLASMA BAGIAN ATAS: BUTIR-BUTIR ZYMOGEN – INTI BULAT DI BAGIAN DASAR SEL

• PRODUK:
– PEPSINOGEN YANG AKAN DIUBAH MENJADI ENZIM PEPSIN

• FUNGSI:
– MEMECAH MOLEKUL PROTEIN MENJADI LEBIH KECIL

9/12/04

SUBOWO

25

SEL UTAMA KELENJAR/SEL ZYMOGEN

9/12/04

SUBOWO

26

: MEMBRAN SEL BAGIAN ATAS MASUK KE DALAM MEMBENTUK SISTEM KANALIKULI INTRASELULER (SISTEM TUBULOVESIKULER).E. YANG DIPENUHI DENGAN MIKROVILI PANJANG • PRODUK: – ASAM HCl – FAKTOR INTRINSIK LAMBUNG: UNTUK ABSORBSI VITAMIN B12 DI ILEUM 9/12/04 SUBOWO 27 . 25  m) BAGIAN BASAL MENONJOL TIDAK ADA BUTIR-BUTIR SEKRESI SITOPLASMA PENUH DENGAN MITOKHONDRIA (40%) M.SEL PARIETAL/SEL OKSINTIK KELENJAR • DISTRIBUSI: – LEBIH BANYAK DI BAGIAN ATAS PARS SECRETORIA • PENAMPILAN: – – – – – BERBENTUK PIRAMIDAL BESAR (DIAM.

SEL PARIETAL/SEL OKSINTIK KELENJAR 9/12/04 SUBOWO 28 .

SEL ENTERO-ENDOKRIN • DISTRIBUSI: – TERSEBAR DI ANTARA SEL-SEL EKSOKRIN KELENJAR • PENAMPILAN: – TERWARNA KHAS DENGAN GARAM PERAK ATAU KHROMIUM – SEL PIRAMID ATAU OVAL KELCIL – BUTIR-BUTIR SEKRESI DI DAERAH BASAL SEL • JENIS SEL: – SEL ECL: MENGANDUNG BUTIR SEKRESI BESAR (450 nm) – SEL EC: MENGANDUNG BUTIR SEKRESI KECIL (< 300 nm) – SEL G = SEL GASTRIN: BUTIR SEKRESI HETEROGEN (150 .400 nmn) • PRODUK: – HISTAMIN OLEH SEL ECL – SEROTONIN OLEH SEL EC – GASTRIN OLEH SEL G MERANGSANG PELEPASAN ASAM 9/12/04 SUBOWO 29 .

SEL ENTERO-ENDOKRIN SEL GASTRIN 9/12/04 SUBOWO 30 .

GLANDULA PYLORICA VENTRICULI • LOKASI: – LAMINA PROPRIA DAERAH PYLORUS SELEBAR 4 .5 cm – DI DAERAH INI FOVEOLA LEBIH DALAM – KELENJAR MASUK SEKITAR 1/2 KETEBALAN M. MENGHAMBAT HORMON LAIN 9/12/04 31 SUBOWO . MUCOSA • BENTUK: – TUBULER BERCABANG SEDERHANA BERGELUNG – CABANG-CABAG SANGAT BANYAK – LUMEN LEBIH LEBAR • JENIS SEL: – SEL UTAMA • SEPERTI SEL MUKOSA LEHER • SITOPLASMA PUCAT • INTI TERDESAK KE DAERAH BASAL SEL – SEL ENTERO-ENDOKRIN • JENIS SEL GASTRIN • SEL D MENGHASILKAN SOMATOSTATIN.

GLANDULA PYLORICA VENTRICULI 9/12/04 SUBOWO 32 .

PANJANG: 25 cm – JEJUNUM: INTRAPERITONEAL – ILEUM: INTRAPERITONEAL • FUNGSI UMUM: – MELANJUTKAN PENCERNAAN – ABSORBSI MAKANAN • UPAYA PERLUASAN PERMUKAAN ABSORBSI: – TINGKAT SEL: • MIKROVILI PADA PERMUKAAN SEL EPITEL – TINGKAT MEMBRANA MUCOSA: • VILLI INTESTINALES – TINGKAT TELA SUBMUCOSA: • PLICA CIRCULARIS/VALVULA KERCKRINGI 9/12/04 SUBOWO 33 .INTESTINUM TENUE • PANJANG: 4 .8 m • BAGIAN-BAGIAN: – DUODENUM: RETROPERITONEAL.

INTESTINUM TENUE 9/12/04 SUBOWO 34 .

UPAYA PERLUASAN PERMUKAAN ABSORBSI 9/12/04 SUBOWO 35 .

LAPISAN DINDING TERTENTU IKUT DALAM UPAYA PERLUASAN PERMUKAAN ABSORBSI PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI VILLI INTESTINALES MICROVILLI MICROVILLI 9/12/04 SUBOWO 36 .

BATAS GASTER-INTESTINUM TENUE DUODENUM M. SPHINCTER PYLORICA 9/12/04 SUBOWO 37 .

PANJANG: 5 cm • PERUBAHAN UKURAN: – UKURAN PALING BESAR: • DUODENUM: 5 cm DARI PYLORUS DAN PROXIMAL JEJUNUM – SECARA BERTAHAP BERKURANG UKURAN DAN JUMLAHNYA • SEBAGIAN JEJUNUM DAN BAGIAN PROKSIMAL ILEUM – MENGHILANG: • PADA 1/2 BAGIAN DISTAL ILEUM 9/12/04 SUBOWO 38 .PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI • LIPATAN YANG MELUAS SAMPAI 2/3 KELILING LUMEN – LIPATAN MENETAP YANG MELIBATKAN JARINGAN SUBMUCOSA DAN MEMBRANA MUCOSA – LIPATAN TERBESAR: TINGGI 8 .10mm. TEBAL: 4 mm.

PLICA CIRCULARIS KERCKRINGI 9/12/04 SUBOWO 39 .

5 mm JUMLAH: 10 . PROKS • EPITEL – SEL ABSORBTIF – SEL PIALA – SEL ENTERO-ENDOKRIN • CRYPTA LIEBERKUHN = GLANDULA INTESTINALIS – INVAGINASI TUBULER SAMPAI MENCAPAI MUSCULARIS MUCOSAE PADA DASAR VILLUS 9/12/04 40 SUBOWO .MEMBRANA MUCOSA INTESTINUM TENUE • LIPATAN-LIPATAN – VALVULA CIRCULARIS KERCKRINGI (TELA SUBMUCOSA) – VILLUS INTESTINALIS • VILLUS INTESTINALIS – – – – TONJOLAN MEMBRANA MUCOSA MIRIP JARI-JARI TINGGI: 0. JEJUNUM BAG.5 mm .40 DALAM SETIAP 1 mm2 PALING BANYAK PADA DUODENUM.1.

VILLUS INTESTINALIS SEL PIALA 9/12/04 SUBOWO 41 .

BUTIR-BUTIR BESAR: 200 nm: SEKRESI: SEKRETIN • SEL I. SITOPLASMA DAN INTI TERDESAK KE BASAL OLEH TETES-TETES MUSIGEN • FUNGSI: MENGHASILKAN MUSIN – SEL ENTERO-ENDOKRIN • SEL A. TINGGI: 20 .26 m INTI OVOID DI BAGIAN BASAL SEL HUBUNGAN SEL: JUNCTIONAL COMPLEX/ TIGHT JUNCTION PERMUKAAN SEL: MIKROVILI 1 m X 0. MIRIP SEL ALFA DARI PANKREAS.1 m FUNGSI: MENYERAP SARI MAKANAN MELALUI MEMBRAN SEL – SEL PIALA • TERSEBAR DI ANTARA SEL ABSORBTIF: KE ARAH ILEUM SE.EPITEL PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA • JENIS SEL – SEL ABSORBTIF • • • • • BENTUK SILINDRIS. MENGHASILKAN GLUKAGON • SEL L.MAKIN BESAR JUMLAHNYA • BENTUK SEPERTI PIALA. DUODENUM: SEKRESI: CHOLESYSTOKININ 9/12/04 SUBOWO 42 .

BANYAK MITOSIS • BAGIAN DASAR: – – – – KELOMPOK SEL PANETH BERBENTUK PIRAMIDAL INTI BULAT BERADA DI BAGIAN BASAL SITOPLASMA BAGIAN PUNCAK: BUTIR-BUTIR KASAR FINGSI: BELUM DIKETAHUI • LAMINA PROPRIA: – JARINGAN PENGIKAT LONGGAR YANG MEMISAHKAN CRYPTA YANG BERDEKATAN – JARINGAN PENGISI VILLUS INTESTINALIS. MENGANDUNG OTOT POLOS DARI MUSCULARIS MUCOSAE – MENGANDUNG JARINGAN LIMFOID 9/12/04 SUBOWO 43 .CRYPTA LIEBERKUHN • EPITEL: – LANJUTAN EPITEL VILLUS INTESTINALIS – SEL: • 1/2 BAGIAN ATAS: – SEL-SEL ABSORBTIF DAN SEL PIALA • 1/2 BAGIAN BAWAH: – SEL-SEL BELUM TERDIFERENSIASI.

CRYPTA LIEBERKUHN SEL PIALA SEL PANETH 9/12/04 SUBOWO 44 .

20 mm.12 mm INFILTRASI SEL LIMFOID MENCAPAI TELA SUBMUCOSA DI DAERAH TERDAPATNYA BERCAK PEYER.JARINGAN LIMFOID BAGIAN SISTEM IMUN • INTESTINUM TENUE – DIFUS DI SELURUH LAMINA PROPRIA – NODULUS LYMPHATICUS SOLITER : DIAMETER 0. VILLI INTESTINA-LES TIDAK BERKEMBANG 9/12/04 SUBOWO 45 .0.4.3 mm • KHUSUS DI ILEUM: – – – – BERCAK PEYER = NODULUS AGGREGATUS UKURAN DIAMETER PANJANG : 12 . PENDEK: 8 .

JARINGAN LIMFOID BERCAK PEYER = NODULUS AGGREGATUS NODULUS LYMPHATICUS SOLITER 9/12/04 SUBOWO 46 .

5 .0 mm • SEKRET: – LENDIR JERNIH – HORMON UROGASTRON • FUNGSI: – MENGHAMBAT SEKRESI ASAM LAMBUNG – MEMELIHARA SEL-SEL EPITEL DENGAN PROLIFERASI SEL • DUCTUS EXCRETORIUS: – MENEMBUS MUSCULARIS MUCOSAE BERMUARA DALAM LUMEN USUS 9/12/04 SUBOWO 47 .1.TELA SUBMUCOSA • JARINGAN PENGIKAT AGAK PADAT – BANYAK SERABUT ELASTIS – KADANG-KADANG MENGANDUNG SEL LEMAK – PLEXUS NERVOSUS SUBMUCOSUS MEISSNERI • DAERAH DUODENUM: – TERDAPAT GLANDULA DUODENALIS BRUNNER • PARS SECRETORIA: TUBULER BERCABANG BERGELUNG • TERSUSUN DALAM LOBULUS DENGAN DIAMETER: 0.

POTONGAN MEMANJANG DUODENUM POTONGAN MEMANJANG DUODENUM 9/12/04 SUBOWO 48 .

GLANDULA DUODENALIS BRUNNER 9/12/04 SUBOWO 49 .

SPHINCTER ILEOCOECALIS – BERFUNGSI SEBAGAI KATUP MENCEGAH KEMBALINYA ISI – STRATUM LONGITUDINALE • LAPISAN BERKAS OTOT POLOS SEBELAH LUAR – DI ANTARANYA TERDAPAT: • PLEXUS NERVOSUS MYENTERICUS • FUNGSI: – GERAKAN PERISTALTIK USUS 9/12/04 SUBOWO 50 .TUNICA MUSCULARIS • STRUKTUR – STRATUM CIRCULARE • LAPISAN BERKAS OTOT POLOS SEBELAH DALAM • UJUNG ILEUM: MEMBENTUK M.

PLEXUS NERVOSUS MYENTERICUS STRATUM CIRCULARE STRATUM LONGITUDINALE 9/12/04 SUBOWO 51 .

TUNICA SEROSA • SEBAGAI LANJUTAN DARI PERITONEUM VISCERALE • KOMPONEN: – JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS – DILAPISI OLEH MESOTEL • INTESTINUM YANG TERLETAK INTRAPERITONEAL: – DILAPISI PENUH • INTESTINUM YANG TERLETAK RETROPERITONEAL: – LAPISAN BAGIAN DEPAN – BAGIAN BELAKANG: SEBAGAI TUNICA ADVENTITIA. JARINGAN PENGIKAT TANPA MESOTEL 9/12/04 SUBOWO 52 .

HUBUNGAN PERITONEUM DAN INTESTINUM 9/12/04 SUBOWO 53 .

INTESTINUM CRASSUM • CAKUPAN: – COECUM • APPENDIX VERMICULARIS: INTRAPERITONEAL – COLON: • • • • COLON ASCENDENS: RETROPERITONEAL COLON TRANSVERSUM:: INTRAPERITONEAL COLON DESCENDENS: RETROPERITONEAL COLON SIGMOIDEUM:: INTRAPERITONEAL – RECTUM: DALAM CAVUM PELVIS – ANUS • DINDING: – – – – MEMBRANA MUCOSA TELA SUBMUCOSA TUNICA MUSCULARIS TUNICA ADVENTITIA/TUNICA SEROSA 9/12/04 SUBOWO 54 .

INTESTINUM CRASSUM 9/12/04 SUBOWO 55 .

COECUM ET COLON • BAGIAN-BAGIAN – – – – – COECUM COLON ASCENDENS COLON TRANSVERSUM COLON DESCENDENS COLON SIGMOIDEUM • TAMPILAN – DARI LUAR • DIBAGI DALAM PENGGAL-PENGGAL YANG MENGGEM-BUNG DISEBUT HAUSTRA • TERDAPAT TIGA JALUR: TAENIA COLI – DARI DALAM • PERMUKAAN MEMBRANA MUCOSA LICIN TANPA LIPATAN-LIPATAN 9/12/04 SUBOWO 56 .

LAPISAN DINDING INTESTINUM CRASSUM SA 9/12/04 SUBOWO 57 .

MENGANDUNG JAR.MIKROSKOPIK COECUM ET COLON • MEMBRANA MUCOSA: – – – – PERMUKAAN DALAM LICIN TIDAK MEMBENTUK PLICA CIRCULARIS DAN VILLUS INTESTINALIS EPITEL : SEL ABSORBTIF LAMINA PROPRIA: • TIDAK ADA KEKHASAN. CIRCULARE&LONGIT • TELA SUBMUCOSA: TIDAK ADA HAL YANG KHAS • TUNICA MUSCULARIS: – STRATUM CIRCULARE – STRATUM LONGITUDINALE: MEMBENTUK 3 TAENIA SUBOWO 9/12/04 58 .5 mm) TERUTAMA SEL-SEL ABSORBTIF SEL PIALA SANGAT BANYAK TIDAK ADA SEL PANETH SEL ENTERO-ENDOKRIN DALAM JUMLAH LEBIH SEDIKIT – MUSCULARIS MUCOSAE: STRAT. > PANJANG DARIPADA INT. LIMFOID – CRYPTA LIEBERKUHN: • • • • • TUBULER LURUS . TENUE (0.

MIKROSKOPIK DINDING INTESTINUM CRASSUM 9/12/04 SUBOWO 59 .

APPENDIX VERMICULARIS • PENAMPILAN: – BERPANGKAL PADA COECUM. MEMENUHI SELURUH LAMINA PROPRIA – MUSCULARIS MUCOSAE: • KURANG BERKEMBANG – TELA SUBMUCOSA: • JARINGAN PENGIKAT TEBAL. ANYAMAN PEMBULUH DARAH 9/12/04 SUBOWO 60 .8 cm • MIKROSKOPIS: – LAPISAN DINDING YANG SAMA DENGAN BAGIAN LAIN – LUMEN KECIL BENTUK BERSUDUT – CRYPTA LIEBERKUHN: • • • • DENGAN ARAH RADIER SECARA IREGULER PANJANG TIDAK SAMA SEDIKIT SEL PIALA SEL EPITEL SILINDRIS SELAPIS DENGAN MIKROVILI – JARINGAN LIMFOID • MENCOLOK. – SEBAGAI CACING DENGAN UKURAN 2 .

APPENDIX VERMICULARIS NODULUS LYMPHATICUS MESO-APPENDIX 9/12/04 SUBOWO 61 .

7 mm – CANALIS ANI (PANJANG 4 cm) • DIAMETER MENGECIL • MEMBRANA MUCOSA: – – – – MELIPAT LONGITUDINAL COLUMNA RECTALIS MORGAGNI CYPTA LIEBERKUHN MEMENDEK DAN MENGHILANG SEBELUM ANUS EPITEL SILINDRIS SELAPIS BERUBAH MENJADI EPITEL GEPENG BERLAPIS 9/12/04 SUBOWO 62 .RECTUM • PANJANG: 12 cm • BAGIAN-BAGIAN: – AMPULLA RECTI • BENTUK: MEMBESAR • MEMBRANA MUCOSA: – BAGIAN ATAS TERDAPAT 3 LIPATAN MUKOSA TRANSVERSAL – STRUKTUR: SAMA DENGAN PADA COLON – CRYPTA LIEBERKUHN LEBIH PANJANG: 0.

RECTUM AMPULL RECTI CANALIS ANI 9/12/04 SUBOWO 63 .

DINDING RECTUM 9/12/04 SUBOWO 64 .

SPHINCTER ANI EXTERNA (OTOT SERAN LINTANG) • GLANDULA SEBACEA • GLANDULA CIRCUMANALIS (APOKRIN) • LAMINA PROPRIA: – MENGANDUNG PLEXUS VENOSUS BESAR – VENA MEMBESAR MENJADI HEMOROID • TUNICA MUSCULARE – STRATUM CIRCULARE BERAKHIR MENJADI • M.ANUS • EPITEL: – EPITEL SILINDRIS SELAPIS BERUBAH MENJADI EPITEL GEPENG BERLAPIS – EPITEL BERUBAH MENJADI EPIDERMIS KULIT: • SETINGGI M. SPHINCTER ANI INTERNA 9/12/04 SUBOWO 65 .

PERBATASAN RECTUM-ANUS GLANDULA CIRCUMANALE 9/12/04 SUBOWO 66 .