DASAR PERENCANAAN

PAJAK
(BAB I)

JENIS PUNGUTAN…….
ENTITAS
BISNIS
PAJAK
PENGHASILAN
PBB PPN & PPnBM BEA MATERAI
CUKAI
BEA MASUK
PAJAK
DAERAH
RETRIBUSI
ENTITAS
BISNIS
PERATURAN PEMERINTAH UU PERPAJAKAN
KEP. MENKEU KEP. / SE DIRJEN PAJAK
PEDOMAN MANAGEMENT PAJAK
×ETIKA PRAKTIK PERPAJAKAN

o PADA DASARNYA , TIDAK SEORANG PUN SENANG MEMBAYAR
PAJAK DAN MEMPUNYAI POTENSI UNUK BERTAHAN TERHADAP
PEMBAYARAN PAJAK

o ASUMSI LEON YUDKIN:

BAHWA WAJIB PAJAK SELALU BERUSAHA UNUK MEMBAYAR
PAJAK YANG TERUTANG SEKECIL MUNGKIN, SEPANJANG HAL ITU
DIMUNGKINKAN OLEH KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN PERPAJAKAN

BAHWA WAJIB PAJAK CENDERUNG UNUK MENYELUNDUPKAN
PAJAK (TAX EVASION), SEPANJANG WP MEMPUNYAI
ALASAN YANG MENYAKINKAN BAHWA AKIBAT DARI
PERBUATANNYA KEMUNGKINAN BESAR MEREKA TIDAK AKAN
DIHUKUM SERTA YAKIN BAHWA REKAN-REKANNYA MELAKUKAN
HAL YANG SAMA


o WAJAR BILA KEMUDIAN PEMERINTAH MENGAMBIL BEBERAPA
KEBIJAKAN YANG MENDORONG KEPATUHAN WAJIB PAJAK
MEMENUHI KEWAJIBAN PERPAJAKANNYA
YANG KESEMUANYA BERTUJUAN MEMINIMALKAN BEBAN
PAJAK YANG MELIPUTI :
- PENGECUALIAN-PENGECUALIAN
- PENGHASILAN YANG BUKAN MERUPAKAN OBYEK PAJAK
- PENANGGUHAN PENGENAAN PAJAK
- PAJAK DITANGGUNG PEMERINTAH

o UKURAN KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN
PERPAJAKAN BIASANYA DIUKUR DENGAN BESAR KECILNYA:
- TAX SAVING
- TAX AVOIDANCE
- TAX EVASION


SELF-ASSESMENT SYSTEM
WP
Menghitung
Memperhitungkan
Membayar
Melaporkan
SPT
Tarip x DPP Pajak Terutang
Pelunasan Pajak Kredit Pajak
PT - KP
PT < KP PT = KP PT > KP
SKPKB SKPN SKPLB
SKPKBT
PERENCANAAN PAJAK
(TAX PLANNING)

PENGORGANISASIAN USAHA WAJIB PAJAK ATAU
SEKELOMPOK WAJIB PAJAK SEDEMIKIAN RUPA
SEHINGGA UTANG PAJAKNYA, BAIK PAJAK
PENGHASILAN MAUPUN UTANG PAJAK YANG
LAINNYA, BERADA DALAM POSISI YANG PALING
MINIMAL, SEPANJANG HAL INI DIMUNGKINKAN
BAIK OLEH KETENTUAN PERUNDANG –
UNDANGAN PERPAJAKAN MAUPUN SECARA
KOMERSIAL

o SUATU PERENCANAAN PAJAK YANG TEPAT AKAN
MENGHASILKAN BEBAN PAJAK YANG MINIMAL YANG MERUPAKAN
PENGHEMATAN PAJAK/ PENGHINDARAAN PAJAK YANG DAPAT
DITERIMA FISKUS DAN BUKAN PENYELUNDUPAN PAJAK YANG
TIDAK BISA DITERIMA FISCUS.

o PANDANGAN AHLI PADA TAX AVOIDANCE/TAX SAVING :
LARD SIMON: TAX AVOIDANCE SEBAGAI PERBUATAN AKAL
BULUS/LICIK,SAMA HALNYA DENGAN MELEPASKAN KEWAJIBAN
SEORANG WARGA NEGARA YANG BAIK

PENDUKUNG TAX PLANNING : TAX AVOIDANCE MERUPAKAN
IMPLEMENTASI HAK HAK WAJIB PAJAK DAN UANG HASIL TAX
AVOIDANCE MERUPAKAN SUMBER PEMBIAYAAN BARU JUGA
KEMUNGKINAN AKAN MERUPAKAN JUMLAH YANG AKAN
DITANAM KEMBALI DALAM RANGKA MEMPERLUAS USAHNYA = +
PAJAK
• KERUGIAN PAJAK (TAX LOSSES)

o TAX LOSSES = SELISIH POTENSI PAJAK – REALISASI
PENERIMAAN PAJAK

o SEBABNYA ADA 3 :
- KERUGIAN KARENA KETENTUAN PERATURAN
PERUNDANG UNDANGAN PERPAJAKAN
- KERUGIAN KARENA APARAT PERPAJAKAN
- KERUGIAN KARENA WAJIB PAJAK

o DARI SEGI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
PERPAJAKAN, KETIGA KERUGIAN TERSEBUT DAPAT
DIKLASIFIKASIKAN SBB:
a. KERUGIAN KARENA MATERI UU
b. KERUGIAN KARENA PELAKSANAAN UU
c. KERUGIAN KARENA PELANGGARAN UU

KERUGIAN KARENA MATERI KETENTUAN PERUNDANG-
UNDANGAN PERPAJAKAN

o PEMBERIAN INSENTIF, SUBSIDI, DAN LAIN - LAIN YANG
TERDAPAT DALAM UNDANG-UNDANG
- BUKAN OBYEK PAJAK
- PENGECUALIAN PENGECUALIAN
- PENGURANG-PENGURANGAN
- TARIF KHUSUS
- PAJAK DITANGGUNG PEMERINTAH
- PENGGUHAN PENGENAAN PAJAK
- PERANGSANG PENANAMAN MODAL
- PENYUSUTAN DIPERCEPAT
- KAWASAN KHUSUS (BONDED AREA)
- MENGURANGI , MENUNDA ATAU MEMBEBASKAN
PEMBAYARAN PAJAK TERHADAP IMPOR BARANG MODAL
DAN BAHAN BAKU YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK
PROSES PRODUKSI

KERUGIAN KARENA PELAKSANAAN KETENTUAN
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERPAJAKAN

o KETERBATASAN APATUR PERPAJAKAN SEHINGGA SULIT
MENJANGKAU SELURUH SUBYEK PAJAK&OBYEK PAJAK
o APARATUR TERPERANKAP DALAM KEGIATAN TAX EVASION
KERUGIAN PAJAK KARENA PELANGGARAN KETENTUAN
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERPAJAKAN

o PENYELUNDUPAN PAJAK

o KELALAIAN MEMENUHI KEWAJIBAN PERPAJAKAN YANG
DISEBABKAN KETIDAKTAHUAN , KESALAHAN,
KESALAHPAHAMAN DAN KEALPHAAN.

TAX AVOIDANCE VS TAX EVASION

PENDAPAT:

- HARRY GRAHAM BALTER
- ERNEST R. MORTENSON
- N.A. BARR R. JAMES, A.R. PREST
- ROBERT H. ANDERSON

TAX EVASION ADALAH USAHA YANG DILAKUKAN OLEH WAJIB PAJAK –
APAKAH BERHASIL ATAU TIDAK- UNTUK MENGURANGI ATAU MENGHAPUS
UTANG PAJAK YAG BERDASARKANKETENTUAN YANG BERLAKU SEBAGAI
PELANGGAN TERHADAP PERUNDANG-UNDANGAN PERPAJAKAN

TAX EVASION TIDAK HANYA TERBATAS PADA KECURANGAN DAN
PENGGELAPAN DALAM SEGALA BENTUK TETAPI JUGA MELIPUTI KELALAIAN
MEMNUGI KEWAJIBAN PERPAJAKAN YANG DISEBABKAN OLEH:

- KETIDAKTAHUAN , WP TIDAK SADAR/TAHU ADANYA
TETENTUAN PERATURAN PERPAJAKAN TERSEBUT

- KESALAHAN, WP PAHAM DAN MENGERTI MENGENAI KETENTUAN
PERUNDANG-UNDANGAN PERPAJAKAN , TETAPI SALAH HITUNG
DATANYA

- KESALAH PAHAMAN, SALAH DALAM MENAFSIRKAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDAGAN YANG BERLAKU

- KEALPHAAN, WP LALAI UNTUK MENYIMPAN BUKU SERTA BUKTI-
BUKTI SECARA LENGKAP
KATEGORI TAX EVASION...
¯ IGNORANCE ( KETIDAKTAHUAN )
¯ ERROR ( KESALAHAN )
¯ MISSUNDERSTANDING ( KESALAHPAHAMAN )
¯ NEGLIGENCE ( KEALPAAN )
TAX EVASION = UU NO. 28 TAHUN 20007PASAL 38 DAN 39

- TIDAK DAPAT MEMENUHI PENGISIAN SPT TEPAT
WAKTUNYA
- TIDAK DAPAT MEMENUHI PEMBAYARAN PAJAK TEPAT
WAKTUNYA
- TIDAK DAPAT MEMNUHI PELAPORAN PENGHASILAN DAN
PENGURANGAN SECARA LENGKAP DAN BENAR
- TIDAK DAPAT MEMENUHI KEWAJIBAN PEMELIHARAN
PEMBUKUAN
- TIDAK DAPAT MEMENUHI KEWAJIBAN PENYETORAN PAJAK
PENGHASILAN PARA KARYAWAN YANG TELAH DIPOTONG DAN
PAJAK-PAJAK YANG TELAH DIPUNGUT
- MELAKUKAN TINDAKAN PENYUAPAN TERHADAP APARAT
PERPAJAKAN DAN ATAU TINDAKAN INTIMIDASI LAINNYA
- TIDAK MENDAFTARKAN DIRI ATAU MENYALAHGUNAKAN
ATAU MENGGUNAKAN TANPA HAK NPWP

TAX AVOIDANCE MERUPAKAN USAHA YANG SAMA, YANG TIDAK
MELANGGAR KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
PERPAJAKAN


TAX SAVING

YAITU SUATU CARA YANG DILAKUKAN OLEH WAJIB PAJAK MENGELAKKAN
UTANG PAJAKNYA DENGAN JALAN MENAHAN DIRI UNTUK TIDAK MEMBELI
PRODUK-PRODUK YANG ADA PAJAKNYA
CONTOH :
SPY TIDAK DIKENAI PPN & PPn BM MENAHAN DIRI UNTUK
TIDAK MEMBELI PRODUK-PRODUK YANG ADA PAJAKNYA

ATAU DENGAN SENGAJA MENGURANGI JAM KERJA ATAU
PEKERJAAN YANG DAPAT DILAKUKANNYA SEHINGGA
PENGHASILANNYA MENJADI LEBIH KECIL DAN DENGAN
DEMIKIAN TERHINDAR DARI PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN
YANG BESAR.

STRATEGI PERPAJAKAN
PERENCANAAN PAJAK & PROSES
MANAGEMENT

MANAGEMENT ADALAH PROSES PERENCANAAN,
PENGORGANISASIAN,PEMIMPINAN (PENGIMPLEMENTASIAN) , DAN
PENGENDALIAN SUMBER DAYA PERUSAHAAN UNTUK MENCAPAI
TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN

PERENCANAAN ADALAH SALAH SATU FUNGSI MANAGEMENT

EMPAT LANGKAH DALAM PERENCANAAN:
i. TETAPKAN SASARAN ATAU PERANGKAT TUJUAN
ii. TENTUKAN SITUASI SEKARANG
iii. IDENTIFIKASI PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT
TUJUAN
iv. KEMBANGKAN RENCANA ATAU PERNAGKAT
TINDAKAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN

STRATEGI DASAR :

- PEMAHAMAN MENGENAI MASALAH PERPAJAKAN = UU
PAJAK

- PEDOMAN BENAR / SALAH ADALAH UNDANG- UNDANG
PAJAK

- INTERPRESTASI YANG TEPAT MENGENAI PENGGUNAAN
BAHASA DALAM UNDANG-UNDANG PAJAK

- PERENCANAAN PAJAK MERUPAKAN ILUSTRASI SEDERHANA
NOT BLUE PRINTS
LANGKAH –LANGKAH POKOK

MENETAPKAN SASARAN/TUJUAN MANAGEMENT
PAJAK
- USAHA EFISIENSI PAJAK TIDAK MELANGGAR UU
- MEMATUHI SEGALA KETENTUAN ADMINISTRATIF
- MELAKSANAKAN SECARA EFEKTIF SEGALA KETENTUAN
UU
SITUASI SEKARANG DAN IDENTIFIKASI PENDUKUNG DAN
PENGHAMBAT TUJUAN
- IDENTIFIKASI FAKTOR LINGKUNGAN PERENCANAAN
PAJAK JANGKA PAJAKNG
- MANAGEMENT PERPAJAKN PERUSAHAAN
PENGEMBANGAN RENCANA ATAU PERANGKAT TINDAKAN
UNTUK MENCAPAI TUJUAN
- SISTEM MANAGEMENT PERUSAHAAN YANG
TERINTEGRASI MENYANGKUT MASALAH MONITORING
& CONTROLING
- SISTEM INFORMASI DAN DATA BASE PERPAJAKAN YANG
MEMADAI
INDENTIFIKASI TRANSAKSI PERUSAHAAN YANG
MENYANGKUT MASALAH PERPAJAKAN , CONTOH :
KONTRAK BISNIS, DLL
TAX PLANNING
TAX
POLICY
TAX
LAW
TAX
ADMNST
ENTITAS BISNIS
STRUKTUR TAX PLANNING
TAX POLICY
´ PAJAK YANG DIPUNGUT
¯ PAJAK PENGHASILAN BADAN DAN PERORANGAN
¯ PAJAK CAPITAL GAINS
¯ WITHOLDING TAX (GAJI, DIVIDEN, SEWA, BUNGA, dst)
¯ PAJAK IMPOR, EKSPOR DAN BEA MASUK
¯ PAJAK UNDIAN / HADIAH
¯ CAPITAL TRANSFER / TRANSFER DUTIES
¯ BUSINESS LICENCE DAN TRADE TAXES
SIAPA SUBJEK PAJAK
× BADAN USAHA VS PEMEGANG SAHAM
OBJEK PAJAK DAN TARIF PAJAK
SELF ASSESMENT SYSTEM & PAYMENT SYSTEM
TAX LAW
× UNDANG - UNDANG PERPAJAKAN
¯ TIDAK MENGATUR SEMUA PERMASALAHAN PAJAK
¯ KETENTUAN BERTENTANGAN DENGAN UU
¯ PENYESUAIAN KEBIJAKAN TERTENTU
× PERATURAN PEMERINTAH, KEPMENKEU, SE DIRJEN PAJAK
¯ TIDAK MENGATUR SECARA TEKNIS
× ANALISIS CELAH (LOOPHOLES)
¯ PERBEDAAN TARIF PAJAK (TAX RATES)
¯ KESEMPATAN PENGHEMATAN PAJAK
¯ PERBEDAAN PERLAKUAN OBJEK PAJAK SEBAGAI
DASAR PENGENAAN PAJAK (TAX BASE)
TAX ADMINISTRATION
× PERSYARATAN ADMINISTRASI PAJAK
¯ MENGHINDARI SANKSI ADMINISTRASI & PIDANA
¯ PENGISIAN SPT DAN PEMBAYARAN PAJAK
¯ PENGAWASAN IMPLEMENTASI TAX PLANNING
PELAKSANAAN TAX PLANNING
× PRINSIP DEDUCTIBLE MENJADI TAXABLE
× PEMECAHAN USAHA
O BIAYA DAPAT DIKURANGKAN
O PENGHASILAN TIDAK OBJEK PAJAK
O PEMBENTUKAN ENTITAS BARU--HOLDING COMPANY
× PENYEBARAN PENGHASILAN DAN BIAYA
O ALTERNATIF KEBIJAKAN MANAJEMEN & AKUNTANSI
× FAKTOR PAJAK
O PENINGKATAN BIAYA YANG DAPAT DIKURANGKAN
O PERUBAHAN PENGERTIAN PENGHASILAN YANG TIDAK
KENA PAJAK
× PRINSIP FORMULA PAJAK PENGHASILAN
O UNSUR PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN
PELAKSANAAN TAX PLANNING
× PRINSIP DEDUCTIBLE MENJADI TAXABLE
× PEMECAHAN USAHA
O BIAYA DAPAT DIKURANGKAN
O PENGHASILAN TIDAK OBJEK PAJAK
O PEMBENTUKAN ENTITAS BARU--HOLDING COMPANY
× PENYEBARAN PENGHASILAN DAN BIAYA
O ALTERNATIF KEBIJAKAN MANAJEMEN & AKUNTANSI
× FAKTOR PAJAK
O PENINGKATAN BIAYA YANG DAPAT DIKURANGKAN
O PERUBAHAN PENGERTIAN PENGHASILAN YANG TIDAK
KENA PAJAK
× PRINSIP FORMULA PAJAK PENGHASILAN
O UNSUR PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN
FORMULA PAJAK PENGHASILAN
NO KOMPONEN PERHITUNGAN KETENTUAN
1 Jumlah seluruh penghasilan Pasal 4 ayat 1
2 Penghasilan tidak objek pajak penghasilan ( - ) Pasal 4 ayat 3
3 Penghasilan bruto ( = ) ( 1 - 2 )
4 Biaya fiskal boleh dikurangkan ( - ) Pasal 6 ayat 1
Koreksi : Pasal 11
Biaya yang tidak boleh dikurangkan ( - ) Pasal 11A
Pasal 9 ayat 1 dan 2
5 Penghasilan neto ( = ) ( 3 - 4 )
6 Kompensasi kerugian ( - ) Pasal 6 ayat 2
7 Penghasilan Tidak Kena Pajak ( Wajib Pajak ( - ) Pasal 7 ayat 1
Orang Pribadi )
8 Penghasilan Kena Pajak ( = ) ( 5 - 6 - 7 )
9 Tarip pajak ( x ) Pasal 17
10 Pajak Penghasilan Terutang ( = ) ( 8 - 9 )
11 Kredit pajak ( - ) Pasal 21; 22, 23, 24
dan pasal 25
12 Pajak Penghasilan Kurang Bayar / Lebih Bayar / ( 10 - 11 )
Nihil Bayar Pasal 28, 28 A dan 29
BIAYA DAPAT DIKURANGKAN
³ BIAYA UNTUK MENDAPATKAN PENGHASILAN
³ PENYUSUTAN DAN AMORTISASI
³ IURAN DANA PENSIUN YANG DISAHKAN MENKEU
³ KERUGIAN PENJUALAN HARTA
³ KERUGIAN SELISIH KURS
³ BIAYA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
³ BIAYA BEA SISWA, MAGANG DAN PELATIHAN
³ PIUTANG YANG TIDAK TERTAGIH, syarat :
a. TELAH DIBEBANKAN SEBAGAI BIAYA
b. DISERAHKAN BADAN URUSAN PIUTANG DAN LELANG
NEGARA (BUPLN)
c. DIPUBLIKASIKAN DALAM PENERBITAN
d. MENYERAHKAN DAFTAR PIUTANG TIDAK TERTAGIH
KEPADA DIRJEN PAJAK
PENGHASILAN TIDAK OBJEK PAJAK
¯ BANTUAN ATAU SUMBANGAN
¯ WARISAN
¯ SETORAN TUNAI PENYERTAAN SAHAM DITERIMA BADAN
¯ IMBALAN DALAM BENTUK NATURA
¯ PENERIMAAN ASURANSI KEPADA ORANG PRIBADI
¯ DEVIDEN YANG DITERIMA BADAN, syarat :
a. BERASAL DARI LABA DITAHAN
b. BAGI PT, BUMN DAN BUMD PENERIMA DEVIDEN PALING
RENDAH 25% DAN MEMPUNYAI USAHA AKTIF DILUAR
KEPEMILIKAN SAHAM
¯ IURAN PENSIUN
¯ PENGHASILAN MODAL YANG DITANAMKAN
¯ BAGIAN LABA YANG TIDAK TERBAGI ATAS SAHAM
¯ BUNGA OBIGASI DITERIMA PERUSAHAAN REKSADANA
¯ PENGHASILAN YANG DITERIMA PERUSAHAAN VENTURA
PRINSIP TAXABLE & DEDUCTIBLE
× MERUBAH DEDUCTIBLE MENJADI TAXABLE
¯ BEBAN YANG TIDAK DAPAT DIKURANGKAN MENJADI
DAPAT DIKURANGKAN
¯ PENGHASILAN SEBAGAI OBJEK PAJAK MENJADI BUKAN
OBJEK PAJAK
× ILUSTRASI !!
PT. DHANA MEMPEROLEH PENGHASILAN Rp10,000,000 RIBU
DAN BEBAN KOMERSIAL Rp7,500,000 RIBU, TERMASUK
KEBIJAKAN MENYEDIAAN DOKTER DAN OBAT-OBATAN
SEJUMLAH RP180,000,000 RIBU
PERHITUNGAN FISKAL
KETERANGAN TANPA PERENCANAAN TAX PLANNING
Penghasilan 10,000,000,000.00 10,000,000,000.00
Beban komersial (7,500,000,000.00) (7,500,000,000.00)
Laba sebelum pajak 2,500,000,000.00 2,500,000,000.00
Koreksi :
Biaya tidak boleh
dikurangkan 180,000,000.00
Laba Fiskal 2,680,000,000.00 2,500,000,000.00
Pajak penghasilan (786,500,000.00) (732,500,000.00)
Laba setelah pajak 1,893,500,000.00 1,767,500,000.00
PENGHEMATAN PAJAK Rp54,000,000.00
Pemecahan usaha
× PEMANFAATAN TARIF PAJAK
¯ PERGESERAN PENGHASILAN AGAR TIDAK TERMASUK
TARIF PAJAK TERTINGI (TOP RATE BRACKETS)
¯ PENGHEMATAN TARIF PAJAK RATA-RATA


¯ ILLUSTRASI !!
LABA SEBELUM KENA PAJAK Rp450,000,000.00
10% X Rp 50,000,000.00 = 5,000,000.00
15% X Rp 50,000,000.00 = 7,500,000.00
30% X Rp 350,000,000.00 = 105,000,000.00
Pajak pajak terutang 117,500,000.00
ENTITAS DIPECAH MENJADI 2 BADAN HUKUM DENGAN
MASING-MASING Rp225,000,000.00

× ENTITAS “ A “

10% X Rp 50,000,000.00 = 5,000,000.00
15% X Rp 50,000,000.00 = 7,500,000.00
30% X Rp 125,000,000.00 = 37,500,000.00
Pajak pajak terutang 50,000,000.00
10% X Rp 50,000,000.00 = 5,000,000.00
15% X Rp 50,000,000.00 = 7,500,000.00
30% X Rp 125,000,000.00 = 37,500,000.00
Pajak pajak terutang 50,000,000.00
× ENTITAS “ B “

Penyebaran penghasilan & biaya
× PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PENGENAAN PAJAK
¯ PENJUALAN SECARA ANGSURAN / KREDIT
¯ PERPENDEK JANGKA WAKTU BIAYA YANG DAPAT
DIKURANGKAN


¯ PEMBELIAN TUNAI MENJADI LEASING
¯ BIAYA LEASING LEBIH BESAR PENYUSUTAN
FISKAL
× DIVERSIFIKASI USAHA PENUNJANG
¯ PEMBENTUKAN ENTITAS BISNIS BARU
MIS. PERUSAHAAN LEASING ATAU SEWA (RENTAL)