You are on page 1of 31

Dr. I B. Eka Utama,Sp.

A

akibat infeksi βStreptococcus hemolyticus grup A, dengan satu atau lebih gejala mayor : Sindrom klinis sebagai • poliartitis migrans akut

• karditis
• korea minor

• nodul subkutan
• eritema marginatum

I.

Faktor pada individu : 1. faktor genetik 2. jenis kelamin 3. golongan, etnik, dan ras 4. umur 5. keadaan gizi, dll Faktor lingkungan : 1. keadaan sosial ekonomi yang buruk 2. iklim dan geografi 3. cuaca

II.

miokardium dan endokardium. .Dasar kelainan patologi demam reumatik ialah reaksi inflamasi eksudatif dan proliferatif jaringan mesenkim.  Radang yang berlanjut menimbulkan badan Aschoff yang meninggalkan jaringan parut di otot jantung.  Eksudasi fibrinosa pada lapisan viseral dan parietal perikardium (keruh tetapi tidak pernah purulen)  adhesi perikardium.  Endokarditis merupakan kelainan terpenting terutama pada katup jantung kiri (mitral dan aorta). Jantung  Irreversibel  Mengenai perikardium.

Infeksi pada katup jantung Edema dan reaksi seluler akut pada katup dan korda tendinae Vegetasi mirip veruka di tepi daun katup (masa hialin) Penebalan dan kerusakan daun katup yang menetap Kebocoran katup Stenosis katup .

dan ganglia basal) Pneumonia dengan tanda-tanda perdarahan Kelainan pembuluh darah dimana-mana terutama pembuluh darah kecil yang membengkak dan proliferasi endotel Glomerulonefritis ringan . serebelum.Organ-organ lain  Reversibel       Peradangan eksudatif dengan degenerasi fibrinoid sinovium Nodul subkutan Jaringan otak terdapat infiltrasi sel bulat di sekitar pembuluh darah kecil (korteks.

kelenjar submandibular membesar berlangsung 2-4 hari semuh sendiri tanpa pengobatan Stadium 2 . batuk. bahkan diare . rasa sakit waktu menelan.  . Stadium 1 . muntah.masa infeksi streptokokus dengan permulaan gejala demam rematik.periode laten berlangsung 1-3 minggu .infeksi saluran nafas bagian atas berupa demam.

 Stadium 3 .fase akut demam reumatik munculnya manifestasi klinis seperti artritis.merupakan stadium inaktif pada penderita demam rematik tanpa kelainan jantung. karditis. korea Stadium 4 .  .

3. 4. 5. Bunyi jantung melemah dengan irama derap diastolik Terdengar bising yang sebelumnya tidak ada Kardiomegali Perikarditis Gagal jantung kongestif pada anak-anak atau dewasa muda tanpa sebab lain .Penderita demam reumatik dikatakan menderita karditis bila ditemukan satu atau lebih tanda-tanda : 1. 2.

umur. jenis kelamin. agama serta suku bangsa. nama orang tua.       Identitas pasien : nama. Keluhan utama Riwayat perjalanan penyakit Riwayat penyakit sebelumnya Riwayat makanan Riwayat tumbuh kembang Riwayat keluarga . pendidikan serta pekerjaan orang tua. alamat.

atau satu kriteria mayor dan dua kriteria minor. menunjukkan kemungkinan besar demam reumatik akut. 1982 .MANIFESTASI MAYOR MANIFESTASI MINOR Karditis Klinik Kriteria Jones ( revisi ) untuk pedoman diagnostik demam reumatik * Poliartritis →Riwayat demam reumatik akut atau penyakit Korea jantung reumatik Eritema marginatum →Artralgia Nodulus subkutan →Demam Laboratorium →Reaktans fase akut →Laju endap darah ( LED ) →Protein C Reaktif →Leukositosis EKG →Pemanjangan interval P-R Ditambah Bukti adanya infeksi Streptokokus →Kenaikan titer antibodi antistreptokokus : ASTO/lain →Biakan faring positif untuk streptokokus grup A →Demam skarlatina yang baru Adanya dua kriteria mayor. jika didukung oleh bukti adanya infeksi streptokokus grup A sebelumnya * Committee on Rheumatic Fever and Bacterial Endocarditis.

.

     POLIARTRITIS MIGRANS KARDITIS KOREA SYNDENHAM (KOREA MINOR/ST.VITUS DANCE) ERITEMA MARGINATUM (KHAS) NODUL SUBKUTAN (3-10MM)PROGNOSIS BURUK .

          DEMAM LESU MUDAH TERSINGGUNG BERAT BADAN TURUN ANEMIA UMUR ERITROSIT<< EPISTAKSIS ATRALGIA SAKIT PERUT (<<DENGAN +SALISILAT ) LED.CRP DAN ASTO MENINGGI .

hepatomegali.    gejala nonspesifik mudah lelah. Terdapatnya gagal jantung kongestif. Takikardia  tanda klinis awal miokarditis. Dapat pula  bising Carey – Coombs   Insufisiensi aorta  bising diastolik dini dekresendo yang dimulai dari komponen aorta bunyi jantung kedua. dan kulit pucat kekuningan. anoreksia. muka sembab. ronki paru. urin sdikit dan bahkan edema pitting Insufisiensi mitral paling sering terjadi pada karditis reumatik bising holosistolik (pansistolik) halus. Irama derap  derap protodiastolik . dengan nada tinggi.

16 .

Artritis reumatik bersifat asimetris dan berpindah –pindah (poliartritis migrans). siku. Sendi perifer yang kecil jarang terlihat. bengkak. dan pergelangan tangan. eritema dan demam  nyeri pada saat istirahat yang menghebat pada gerakan aktif atau pasif biasanya Sendi besar  sendi lutut. .    manifestasi mayor yang paling sering nyeri yang hebat. pergelangan kaki.

. dan dapat bebas digerakkan. • pada umumnya hanya ditemukan pada pasien karditis. ruas jari. • tidak nyeri.• permukaan ekstensor sendi  siku. lutut. dan persendian kaki.

ERITEMA MARGINATUM        BERCAK MERAH MUDA BENTUK CINCIN PUSAT DITENGAH TIDAK GATAL TANDA INDURASI BERPINDAH-PINDAH TERUTAMA DI DADA DAN EKSTREMITAS TAK DIPENGARUHI OBAT ANTI RADANG .

Endokarditis infektif.  Artritis reumatoid juvenil atau penyakit jaringan pengikat lain. .

katup trikuspidal menjadi terlibat hanya pada penderita yang menderita penyakit katup mitral dan aorta yang berarti menyebabkan hipertensi pulmonal.penyakit katup jantung reumatik. Katup mitral (paling sering) katup aorta dan trikuspidal (juga dapat terkena) Biasanya. .

 UJI UNTUK DIAGNOSIS INFEKSI STREPTOKOKUS ◦ Anti Streptolisin ( ASO ) ◦ Antideoksiribonuklease B (anti-DNAase B) ◦ Anti hialuronidase (AH) .

Dasar pengobatan demam reumatik : (1) istirahat (2) eradikasi kuman streptokokus (3) penggunaan obat anti radang (4) Pengobatan Karditis (5) Pengobatan Korea Sydenham (6) pengobatan suportif  .

(1) ISTIRAHAT Pedoman Tirah Baring dan Rawat Jalan Pada Pasien Demam Reumatik * STATUS KARDITIS Tidak ada karditis PENATALAKSANAAN Tirah baring selama 2 minggu dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama 2 minggu dengan salisilat Tirah baring selama 4 minggu dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama 4 minggu Tirah baring selama 6 minggu dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama 6minggu Tirah baring ketat selama masih ada gejala gagal jantung dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama 3 bulan * Markowitz dan Gordis. tidak ada kardiomegali Karditis. 1972 Karditis. dengan kardiomegali Karditis. dengan gagal jantung .

3 atau 4 kali sehari dalam 10 hari 1.Penisilin V oral : 250 mg.Penisilin Pencegahan Infeksi ( Pencegahan Sekunder ) benzatin G IM a.1.200.000 unit untuk pasien < 30 kg a. 0. dua kali sehari 3. 1g untuk pasien < 30 kg Diberikan sekali sehari : 40 mg/Kg/hari dibagi dalam 2-4 kali dosis sehari (dosis maksimum 1g/hari) Selama 10 hari .1.200. Sulfadiazin a.5 g untuk pasien < 30 kg b.000 unit untuk pasien > 30 kg Diberikan tiap 3-4 minggu 1.Penisilin 1.600.(2) ERADIKASI STREPTOKOKUS DAN PENCEGAHAN SEKUNDER Pengobatan Faringitis ( Pencegahan Primer ) 1.Eritromisin V oral : 250 mg.000-900.600. Penisilin benzatin G IM a.000 unit untuk pasien < 30 kg a.000-900.000 unit untuk pasien > 30 kg 1.

minimal 5 tahun Setiap 3 minggu sampai umur 25 tahun. minimal 5 tahun Setiap 4 minggu sampai umur 25 tahun.GEJALA KLINIK Artritis tanpa karditis LAMANYA PENCEGAHAN Setiap 4 minggu selama 5 tahun Karditis tanpa kardiomegali Setiap 4 minggu sampai umur 18 tahun. minimal 5 tahun Karditis dengan kardiomegali Karditis dengan gagal jantung .

salisilat 75 mg/kg BB/hari 2 minggu dan dilanjutkan selama 6 minggu .PENGOBATAN (3) PENGGUNAAN OBAT ANTI RADANG MANIFESTASI KLINIS Artralgia Artritis Karditis PENGOBATAN Hanya analgesik (misal asetaminofen) Salisilat 100 mg/kg BB/hari selama 2 minggu dan 25 mg/kg BB/hari Prednison 2 mg/kg BB/hari selama 2 minggu dan diturunkan sedukit demi sedikit (tappering off) 2 minggu.

 lebih berat  obat antikonvulsan : fenobarbital (6) PENGOBATAN SUPORTIF • diet tinggi kalori dan protein serta vitamin (terutama vitamin C) dan pengobatan terhadap komplikasi.PENGOBATAN (4) PENGOBATAN KARDITIS Digitalis (digoksin)  pasien karditis berat dan gagal jantung. (5) PENGOBATAN KOREA  ringan  tirah baring. . • pengobatan medikamentosa saja gagal  operasi pembetulan atau penggantian katup yang rusak.

   Morbiditas demam reumatik akut  derajat keterlibatan jantung. bahkan pada pasien dengan penyakit jantung yang berat. Mortalitas  karditis berat Profilaksis prognosis yang baik. .

Pendidikan dan Perawatan ◦ Makin muda saat serangan makin besar kemungkinan kambuh. ◦ timbul setelah periode laten sekitar 3 minggu  asimptomatis.   Perjalanan Penyakit ◦ individu tertentu yang rentan. Pentingnya pengobatan yang teratur ◦ Remaja mempunyai masalah khusus terutama dalam ketaatanya minum obat. sehingga perlu upaya khusus mengingat resiko terjadinya kambuh cukup besar. Sebagian besar kambuh pada 5 tahun pertama sesudah serangan terakhir. bahkan seumur hidup kadang diperlukan. ◦ pasien penyakit jantung reumatik kronik  pencegahan sekunder untuk masa yang lama. ◦ Pasien dengan karditis lebih mudah kambuh daripada pasien tanpa karditis . setelah pubertas kemungkinan kambuh cenderung menurun. terutama pada kasus yang berat.