OLEH : BAMBANG EFFENDI NIP.

19670324 200012 1 001 SMA NEGERI MOJOAGUNG JOMBANG

1. Sistem Hukum dan Peradilan Internasional
a. Sistem Hukum Internasional
Sistem hukum internasional, adalah satu kesatuan hukum yang berlaku untuk komunitas internasional (semua negaranegara di dunia) yang harus dipatuhi dan diataati oleh setiap negara. Sistem hukum internasional juga merupakan aturan-aturan yang telah diciptakan bersama oleh negara-negara anggota yang melintasi batas-batas negara.

Kepatuhan terhadap sistem hukum internasional tersebut, adakalanya karena negara tersebut terlibat langsung dalam proses pembuatan dan tidak sedikit juga yang tinggal meratifikasinya.

b. Pengertian Hukum Internasional Hukum internasional (HI) adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional.
1. J.G. Starke, Hukum internasional, adalah sekumpulan hukum (body of law) yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dan karena itu biasanya ditaati dalam hubungan antar negara. 2. Wirjono Prodjodikoro, Hukum internasional, adalah hukum yang mengatur perhubungan hukum antara berbagai bangsa di berbagai negara. 3. Mochtar Kusumaatmadja, Hukum internasional, adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara antara :  negara dan negara  negara dan subjek hukum lain bukan negara atau subjek hukum bukan negara satu sama lain.

c. Asal Mula Hukum Internasional
Bangsa Romawi sudah mengenal hukum internasional sejak tahun 89 SM, dengan istilah Ius Gentium (hukum antar bangsa). Ius Gentium yang kemudian berkembang menjadi Ius Inter Gentium ialah hukum yang diterapkan bagi kaula negara (orang asing), yaitu orang-orang jajahan atau orang-orang asing. Kemudian berkembang menjadi Volkernrecht (bahasa Jerman), Droit des Gens (bahasa Prancis) dan Law of Nations atau International Law (Bahasa Inggis).

 Hukum Publik Internasional. yaitu hukum internasional yang mengatur negara yang satu dan negara yang lain dalam hubungan internasional (hukum antar negara). yaitu :  Hukum perdata Internasional. yaitu hukum internasional yang mengatur hubungan hukum antar warga negara suatu negara dan warga negara dari negara lain (hukum antar bangsa). pemahaman tentang hukum internasional dapat dibedakan dalam 2 (dua) hal.Lanjutan …………. Dalam perkembangan berikutnya. .

.  Perjanjian Internasional tertulis tunduk pada ketentuan hukum kebiasaan internasional dan yurisprudensi atau prinsip-prinsip hukum umum.d.  Menghasilkan suatu perjanjian tertulis yang dikenal dengan nama Vienna Convention on the Law of Treaties. Hukum Tertulis :  Bahwa ruang lingkup hukum internasional hanya berlaku utk perjanjian-perjanjian antar negara. Hukum Internasional Dalam Arti Modern Terwujudnya Hukum Internasional yang kita kenal sekarang mrp hasil konferensi di Wina 1969.

memprotes dan mengadakan tuntutan. contohnya adalah Prancis (1973) mengadakan percobaan nuklir di Atol Aruboa yg banyak menuai protes dari negara lain bahkan. . masalahnya diajukan kepada Mahkamah Internasional di Den Haag.  Dalam perjanjian tidak tertulis (International Agreement Not in Written Form).  Perjanjian-perjanjian antar negara dengan subjek hukum lain. Hukum Tidak Tertulis :  Masih terdapat hukum kebiasaan internasional (hukum tidak tertulis) yg ruang lingkupnya hanya utk perjanjian antar negara. ada pengaturan tersendiri seperti perjanjian antar negara dan organisasi-organisasi internasional.Lanjutan ………….  Selanjutnya negara Prancis tidak lagi melakukan percobaan sejenis dan bila ingkar janji. negara lain dapat menuduh.

e. setiap negara harus memperhatikan asas-asas hukum internasional : 1. Asas-asas Hukum Internasional Dalam menjalin hubungan antar bangsa. Egality rights 3. Pacta sunt servanda 2. Asas Kebangsaan 3. Right sig stantibus . Reciprositas 4. Courtesy 5. Asas Teritorial 2. Asas Kepentingan Umum Asas lain sebagai berikut : 1.

membedakan sumber hukum dalam arti material dan sumber hukum dalam arti formal. SUMBER HUKUM INTERNASIONAL DALAM ARTI MATERIAL : Adalah sumber hukum yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara. DALAM ARTI FORMAL : Adalah sumber dari mana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. Sumber Hukum Internasional Mochtar Kusumaatmadja.f. .

Keputusan-keputusan hakim dan ajaran-ajaran para ahli hukum internasional dari berbagai negara sebagai alat tambahan untuk menentukan hukum. 2. 4.Lanjutan …………. . 3. dan 5. Kebiasaan-kebiasaan internasional yang terbukti dalam praktek umum dan diterima sbg hukum. Asas-asas umum hukum yang diakui oleh bangsabangsa beradab. Sumber-sumber hukum internasional sesuai Piagam Mahkamah Internasional Pasal 38. Perjanjian Internasional (Traktat = Treaty). sebagai berikut : 1. Pendapat-pendapat para ahli hukum terkemuka.

Palang Merah Internasional 4. Pemberontak dan Pihak dalam Sengketa Hukum Internasional .g. Orang Perseorangan 6. Negara Subjek 2. Subjek Hukum Internasional 1. Tahta Suci 3. Organisasi Internasional 5.

Hubungan Hukum Internasional dengan Hukum Nasional Terdapat 2 (dua) aliran (monoisme dan dualisme) yang memberikan gambaran bagaimana keterkaitan antara hukum internasional dengan hukum nasional : 1. yaitu individu-individu yang terdapat dalam suatu negara.h. bahwa antara hukum internasional dan hukum nasional merupakan satu kesatuan. disebabkan :  Walaupun kedua sistem hukum itu mempunyai istilah yang berbeda. Aliran Monoisme (tokohnya Hanz Kelsen dan Georges Scelle). tetapi subjek hukumnya tetap sama.  Sama-sama mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. .

sedangkan HI berdasarkan pada hukum kebiasaan dan kehendak bersama negara-negara dlm masyarakat internasional.2. HN mempunyai kekuatan mengikat yang penuh dan sempurna jika dibandingkan dengan HI yang lebih banyak bersifat mengatur hubungan negara-negara secara horizontal. sedangkan subjek HI adalah negara-negara internasional  Perbedaan Mengenai Kekuatan Hukum.  Perbedaan Mengenai Subjek. Aliran Dualisme (tokohnya Triepel dan Anzilotti). karena :  Perbedaan Sumber Hukum. beranggapan bahwa hukum internasional (HI) dan hukum nasional (HN) mrp dua sistem terpisah yg berbeda. subjek HN adalah individu-individu yg terdapat dlm suatu negara. . HN bersumber pada hukum kebiasaan dan tertulis suatu negara.

h. 24 tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. Proses Ratifikasi Hukum Internasional menjadi Hukum Nasional Dalam UU No. dan posisi pemerintah harus dituangkan dalam suatu pedoman delegasi. saling menguntungkan dan memperhatikan hukum nasional atau hukum internasional yang berlaku. . Harus didahului dengan konsultasi dan koordinasi dengan menteri luar negeri. bahwa dalam pembuatan perjanjian internasional harus didasarkan pada prinsip-prinsip persamaan.

.D dst.C.Tahap-tahap Dalam Pembuatan Perjanjian Internasional Negara B. Negara A Penjajakan Perundingan Penandatanganan Perumusan naskah Penerimaan Penandatanganan suatu perjanjian internasional dapat merupakan persetujuan atas naskah yang dihasilkan dan merupakan pernyataan untuk mengikatkan diri secara definitif.

. Tentang pengesahan perjanjian internasional. dapat dibedakan antara pengesahan dengan undangundang dan pengesahan dengan keputusan presiden.Pengesahan perjanjian internasional mrp tahap penting dalam proses pembuatan perjanjian internasional. karena suatu negara telah menyatakan diri untuk terikat secara definitif.

Pembentukkan kaidah hukum baru. dll. b. pelayaran niaga. kebudayaan. kerjasama penghindaran pajak berganda. DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN Jenis-jenis perjanjian yang pengesahannya melalui keputusan presiden pada umumnya memiliki materi yang bersifat prosedural dan memerlukan penerapan dalam waktu singkat tanpa mempengaruhi peraturan perundang-undangan nasional. Masalah politik. d. Perubahan wilayah atau penetapan batas wilayah. e. Kedaulatan negara. Pinjaman atau hibah luar negeri. Pengesahan perjanjian internasional dilakukan berdasarkan materi perjanjian dan bukan berdasarkan bentuk atau nama perjanjian. f. . di antaranya adalah perjanjian induk yang menyangkut kerjasama di bidang Iptek. Hak asasi manusia dan lingkungan hidup. ekonomi dan teknik.PENGESAHAN PERJANJIAN INTERNASIONAL DENGAN UNDANGUNDANG Apabila berkenaan dengan : a. dan keamanan negara. c. perdagangan. perdamaian. pertahanan.

6. Terdapat kesepakatan para pihak melalui prosedur yg ditetapkan dalam perjanjian. Terdapat hal-hal yg merugikan kepentingan nasional. 7. Terdapat perubahan dasar yang mempengaruhi pelaksanaan perjanjian. 4. Tujuan perjanjian tersebut telah dicapai. .Suatu perjanjian internasional dapat berakhir bila : 1. 2. Dibuat suatu perjanjian baru yang menggantikan perjanjian lama. 5. Salah satu pihak tidak melaksanakan atau melanggar ketentuan dalam perjanjian. 3. Munculnya norma-norma baru dalam hukum internasional. Hilangnya objek perjanjian 8.

.Pasal 11 UUD 1945 menyatakan bahwa “Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang. dan perjanjian dengan negara lain”. 2. perubahan wilayah. 3. perjanjian kerjasma ekonomi. atau penetapan tapal batas. Soal-soal politik atau soal-soal yang dapat mempengaruhi haluan politik negara (perjanjian persahabatan. Soal-soal yang menurut UUD atau menurut sistem perundangan harus diatur dengan undang-undang. Bahwa perjanjian yang harus disampaikan kepada DPR untuk mendapat persetujuan sebelum disahkan oleh presiden ialah perjanjian-perjanjian yang lazimnya berbentuk treaty dan mengandung materi : 1. atau pinjaman uang. membuat perdamaian. seperti soal-soal kewarganegaraan dan soal-soal kehakiman. Ikatan-ikatan yang sedemikian rupa sifatnya dapat mempengaruhi haluan politik negara.

majalah. Berikan penjelasan. internet.Penugasan Praktik Kewarganegaraan 2 Carilah sumber informasi lain baik dari buku. Berikan alasan penjelasan. mengapa suatu ratifikasi (pengesahan) perjanjian internasional ada yang dengan Undang-Undang dan ada yang cukup dengan Keputusan Presiden ! 5. koran. Rumuskan kembali pemahaman tentang proses ratifikasi hukum Internasional menjadi hukum nasional ! 2. Berikan penjelasan bagaimana ratifikasi suatu perjanjian internasional menurut Pasal 11 UUD 1945 ! . mengapa di dalam pelakasanaan perundingan suatu perjanjian internasional terlebih dahulu dilakukan oleh delegasi yang dipimpin serorang menteri ! 3. buletin & sebagainya. Berikan penjelasan makna “penandatangan” suatu perjanjian internasional ! 4. kemudian lakukan hal-hal berikut : 1.

Peradilan Internasional  Komponen-komponen Lembaga Peradilan Internasional  1) Mahkamah Internasion al (The Internation al Court of Justice) Komposisi terdiri dari 15 orang Hakim dan masa jabatan 9 tahun. . Yurisdiksi adalah kewenangan MI untuk memu-tuskan perkaraperkara pertikaian dan memberi opini yang bersifat nasihat.i. menyelesaikan kasus – kasus persengketaan internasional yang subjeknya negara. Dipilih oleh MU & DK (5 ang dari negara anggota tetap DK PBB)   Berfungsi.

. Di samping pengadilan Mahkamah Internasional. Keputusan Mahkamah Internasional. terdapat juga pengadilan arbitrasi internasional. dan keputusan para arbitet tidak perlu berdasarkan peraturan hukum. merupakan keputusan terakhir walaupun dapat diminta banding.Mahkamah Internasional dalam mengadili suatu perkara. Arbitrasi internasional hanya untuk perselisihan hukum. berpedoman pada perjanjian-perjanjian internasional (traktat-traktat dan kebiasaan-kebiasaan internasional) sebagai sumber hukum.

Komposisi 4 Jenis Kejahatan (Pasal 5-8 Statuta Mahkamah) Kejahatan Genosida Kejahatan terhadap kemanusiaan Kejahatan perang Kejahatan agresi . Dipilih berdasarkan 2/3 suara Majelis Negara Pihak.2) Mahkamah Pidana Internasional (The International Criminal Court) Yurisdiksi adalah kewenangan untuk menegakkan aturan hukum internasional terhadap pelaku kejahatan berat.     adalah 18 orang hakim yang masa jabatannya 9 tahun.

3)Panel Khusus dan Spesial Pidana Internasional ( The International Criminal Tribunals/ICT) Berwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen. artinya setelah selesai mengadili. peradilan dibubarkan Contoh : • International Criminal Tribunal for Former Yugoslavia • Special Court for cambodia .

ketegangan dan sengketa internasional yg dapat  Terorisme. Sengketa Internasional dan Faktor Penyebabnya Sengketa internasional adalah sengketa atau perselisihan yang terjadi antar negara baik yang berupa masalah : Faktor politis atau  Wilayah. memicu terjadi perang terbuka.1. faktor potensial timbulnya  Hak Asasi Manusia. perbatasan wilayah. Penyebab Timbulnya Sengketa Internasional oleh Mahkamah Internasional a. mrp  Warganegara. . dll.

Permasalahan Terorisme 5. 6. Hak Atas Suatu Wilayah Teritorial Beberapa Faktor Penyebab : 3. Pengembangan Senjata Nuklir atau Senjata Biologi 4. Adanya Hegemoni (pengaruh kekuatan) Amerika. .1. Ketidakpuasan Terhadap Rezim Yang Berkuasa. Segi Politis (Adanya Pakta Pertahanan atau Pakta Perdamaian) 2.

Adjudikasi berbeda dari arbitrase.b. Peran mahkamah Internasional Dlm Menyelesaikan Sengketa Internasional Dalam prosedur penyelesaian sengketa internasional melalui Mahkamah Internasional. yaitu suatu teknik hukum untuk menyelesaikan persengkataan internasional dengan menyerahkan putusan kepada lembaga peradilan. sementara arbitrase dilakukan melalui prosedur ad hoc. dikenal dengan istilah Adjudication. karena adjudikasi mencakup proses kelembagaan yang dilakukan oleh lembaga peradilan tetap. .

yaitu siapa-siapa saja yang dapat mengajukan perkara ke mahkamah. dan  Wewenang ratione materiae.Lanjutan …………. yaitu hanya dapat terjadi jika negara-negara sebelumnya dalam suatu persetujuan menerima wewenang tsb. Mahkamah Internasional  Wewenang ratione personae. Wewenang wajib (compulsory jurisdiction). yaitu mengenai jenis sengketa-sengketa yang dapat diajukan.  Berdasarkan Ketentuan Konvensional  Klausula Opsional .

yaitu memberikan pendapat-pendapat yang tidak mengikat atau apa yang disebut advisory opinion : 1. Permintaan Pendapat Mahkamah Internasional :  Badan yang dapat meminta pendapat mahkamah  Pemberian pendapat oleh mahkamah . Mahkamah Internasional Fungsi konsultatif.Lanjutan …………. Natur Yuridik Pendapat Hukum (Advisory Opinion) 2.

Beberapa istilah penting yang berhubungan dengan upaya-upaya penyelesaian Internasional.  Suatu putusan dapat bersifat nihil bila peradilan melampaui otoritasnya seperti yang ditentukan oleh pihak yang bersangkutan dalam compromis. 2. 3. Ex Aequo Et Bono. dan  Membuat aturan prosedur yang harus diikuti dalam menentukan kasus. melalui :  Penetapan ihwal persengketaan. Compromis. suatu kesepakatan awal di anatara pihak yang bersengketa yang menetapkan ketentuan ihwal persengketaan yang akan diselesaikan. Advisory Opinion. 1. asas untuk menetapkan keputusan oleh pengadilan internasional atas dasar keadilan dan keterbukaan.  Menetapkan prinsip untuk memandu peradilan. . suatu opini hukum yang dibuat oleh pengadilan dalam melarasi permasalahan yang diajukan oleh lembaga berwenang.

Pemberian Sanksi MAHKAMAH INTERNASIONAL Pemeriksaan Dan Penyeledikan C Komisi Tinggi HAM PBB/ Lembaga HAM Internasional B A Telah Terjadi Pelanggaran HAM Negara-Negara Anggota/Buka n PBB Ada Pengaduan Dari Negara Yang Dirugikan Terjadi Sengketa/ Konflik . Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional Melalui Mahkamah Internasional D E Proses Peradilan s.d.c.

yaitu dapat mengambil tindakan sementara dalam bentuk ordonasi (melindungi hak-hak dan kepentingan pihak-pihak yang bersengketa sambil menunggu keputusan dasar atau penyelesaian lainnya secara defenitif.  Penolakan Hadir di Mahkamah. tidak menghalangi organ tersebut untuk mengambil keputusan. . Beberapa hal terkait dengan prosedur penyelesaian sengketa Internasional melalui Mahkamah Internasional. Jika negara bersengketa tidak hadir di mahkamah. pihak lain dapat meminta mahkamah mengambil keputusan untuk mendukung tuntutannya.Lanjutan …………. bahwa sikap salah satu pihak tidak muncul di mahkamah atau tidak mempertahankan perkaranya.  Wewenang Mahkamah.

analisis mengenai fakta-fakta. suara ketua atau wakilnya yg menentukan. . dan argumentasi hukum pihak-pihak yang bersengketa. Terdiri dari 3 bagian :  Pertama berisikan komposisi mahkamah.Lanjutan …………. Jika suara seimbang. informasi mengenai pihak-pihak yang bersengketa.  Kedua berisikan penjelasan mengenai motivasi mahkamah yang merupakan suatu keharusan karena penyelesaian yuridiksional sering merupakan salah satu unsur dari penyelesaian yang lebih luas dari sengketa dan karena itu.  Ketiga berisi dispositif. Kep Mahkamah Internasional dlm Menyelesaikan Sengketa Internasional Keputusan Mahkamah Internasional diambil dengan suara mayo ritas dari hakim-hakim yang hadir. yaitu berisikan keputusan mahkamah yang mengikat negara-negara yang bersengketa. d. serta wakil-wakilnya. perlu dijaga sensibilitas pihak-pihak yang bersengketa.

AS) tahun 1995 yang mengharuskan pihak Serbia. 3. 2. NATO menempatkan pasukannya guna meneggakkan hukum internasional yang telah disepakati. Perjanjian pemanfaatan Benua Antartika secara damai (Antartika Treaty) pada tahun 1959. Peranan Hukum Internasional Dalam Menjaga Perdamaian Dunia Berikut ini ada beberapa contoh mengenai peranan hukum internasional (berdasarkan sumber-sumbernya) dalam menjaga perdamaian dunia : 1.e. dan Kroasia untuk mematuhinya. Muslim Bosnia. Untuk itu. Perjanjian pemanfaatan nuklir untuk kepentingan perdamaian (Non-Proliferation Treaty) tahun 1968. Perjanjian damai Dayton (Ohio. .

Persamaan hak menentukan nasib sendiri bg setiap bangsa. Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai Berdasarkan Persamaan Derajat Prinsip penyelesaian sengketa internasional secara damai didasarkan pada prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku secara universal : 1. Persamaan kedaulatan negara. Bahwa negara tidak akan menggunakan kekerasan yang bersifat mengancam integritas teritorial atau kebebasan politik suatu negara.f. 2. 4. kedaulatan. Keadilan dan hukum internasional. 6. 3. Non-intervensi dalam urusan dalam negeri dan luar negeri suatu negara. . 5. Prinsip hukum internasional mengenai kemerdekaan. Itikad baik dalam hubungan internasional. atau menggunakan cara-cara lainnya yang tidak sesuai dengan tujuan-tujuan PBB. 7. dan integritas teritorial suatu negara.

(Mahwarga desa dengan senjata otomatis kamah internahingga menewaskan sekitar 500 sional belum korban. Pihak-Pihak Yang Terlibat Amerika Serikat di Filipina.2. Keterangan   Para pelaku kejahatan perang telah diajukan ke pengadilan militer. banyak yang disebuah kompi Amerika menyapu bebaskan.000 rakyat Jepang yang tidak berdosa telah terpanggang dengan dijatuhkannya bom atom di Hirosima dan Nagasaki (Jepang). lebih dari 40. dapat berbuat banyak). . Indo China & Jepang  Uraian Kasus atau Kejadian Tahun 1906. tentara Amerika telah melakukan kejahatan perang dengan membunuh warga Filipina (moro massacre). peristiwa yang lebih lama kemudian dikenal dengan My Lai Massacre. Menghargai Keputusan Internasional No 1. Pada tahun 1945. namun tidak Tahun 1968.

1939 Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler telah melakukan pembasmian terhadap lawan politik maupun orang-orang Yahudi serta penyerbuan terhadap negara Austria. Polandia dan Cekoslowakia dengan cara-cara yang sangat biadab (holocaust).000 rakyat hilang dan tidak pernah kembali selama berlangsungnya romusha tersebut. Sebelum Perang Dunia II. selama pendudukan Jepang Tidak kurang dari 10. . Korea maupun di China yang sangat kejam selama pendudukan. Jerman & Jepang dalam aksinya di Eropa dan Asia.  Pasukan Jepang baik di Indonesia. Baru setelah sekutu membuka Pengadilan Nuremberg (19451946) untuk Nazi dan Jepang.  Periode antara tahun 1933 s.2. Di Indonesia.d. kolonialisme Barat dengan jutaan korban tidak tersentuh. dimulailah proses pelembagaan untuk kejahatan perang melalui empat Konvensi Geneva tahun 1949.

pasukan Serbia telah melakukan pemmbersihan etnik (etnic cleansing) terutama terhadap warga sipil muslim Bosnia (di Sarajevo) dan daerah-daerah lain serta di Kroasia yang ingin melepaskan diri dari Serbia setelah bubarnya negara federasi Yugoslavia. Tidak kurang 700. . Beberapa nama yang harus bertanggungjawab atas perbuatan kejahatan perang tersebut antara lain : Stanislav Galic.000 warga sipil telah disiksa dan dibunuh dengan kejam.3 Serbia di Kroasia dan Bosnia Herzegovina (Yugoslavia)  Kurun waktu antara tahun 1992-1995. Dragon Zelenovic. dan lain-lain. Tahun 1994 pengadilan terhadap para penjahat perag telah terbukti di Den Haag (Belanda). Banyak yang masih gagal ditangkap. namun hasilnya belum sesuai harapan. Janco Janjic. Gojko Jankovic. Mladic. Proses pengadilan terus berlangsung. Karadzic.

apalagi model ICC. PBB menggelar pengadilan kejahatan perang yang digelar di Arusha (Tanzania). Internasionalisasi pengadilan penjahat perang semakin menjadi penting dengan disetujuinya oleh 91 negara sebuah Statuta Roma 1998. lebih banyak gagal daripada suksesnya.4 Pemerintah Rwanda terhadap etnis Hutu dan Tutsi  Dalam waktu tiga bulan di tahun 1994. Namun. banyak pengamat mengkritik pengadilan di Den Haag saja. Pemerintah Rwanda bertanggung-jawab atas kasus terbunuhnya kedua etnis tersebut. sebuah langkah untuk membentuk ICC (International Criminal Court) yang permanen. tidak kurang 500. Catatan : Berdasarkan modal Pengadilan Rwanda ini.000 etnis Hutu dan Tutsi telah terbunuh. namun hanya mampu menyerat 29 orang yang diadilli. . akhirnya PBB menggelar pengadilan untuk penjahat-penjahat perang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful