Retno Ayu Megawati (H2A008033

)

Pembimbing : dr.Laily Babgei, Sp.A
FK Unimus – RSUD Tugurejo Semarang 2013

KEJANG DEMAM (FEBRILE CONVULSIONS)

Definisi
Adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium
Anak yg sebelumnya pernah mengalami kejang tanpa demam tidak digolongkan sebagai penderita kejang demam

Demam .

Bagaimana Demam terjadi? Obat Infeksi Alergi Radang Suhu Tubuh Menurun Pirogen Do not treat Low grade fever! Infeksi dapat diatasi Mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi Sel Darah Putih Memerangi Infeksi Leukosit Meningkat .

Penyebab Demam INFEKSI   NON-INFEKSI     Virus Bakteri Alergi Trauma Auto-imun Tumbuh Gugi .

pm > am Output Suhu/temperatur tubuh  .6F.Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh Input Ujung saraf & suhu darah  Hypothalamus Hypothalamus Set point  Thermostat Homothermal 37C/98.

Pada Umumnya Suhu dingin Suhu panas set point meningkat m’hasilkan panas: menggigil mengerutkan pembuluh darah > pucat set point menurun  melepas panas:  melebarkan pembuluh darah  b’keringat  nafas lebih cepat .Hypothalamic .

Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun.Kelirumologi Demam? dikompres saja pakai air es agar suhunya turun Fakta: apabila diberi air dingin. otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. melainkan tambah panas .

Kejang .

PERBANDINGAN Kejang demam Demam Kelainan otak Kejang berulang Penurunan kesadaran Pencetus (-) Epilepsi Tidak ada kaitannya (+) Meningitis Ensefalitis Salah satu gejalanya (-) (-) (-) (+) (-) (+) (+) .

25 : 1  1. tertinggi 18 bln Jenis kelamin: – Laki-laki > Perempuan – Lumbantobing S. – Millichap  1. terjadi 2-5 % 6 bln-3 thn.Insidensi Kejang Usia: – Hirtz & Nelson.4 : 1 .M. 1992: usia rata-rata mulainya KD antara 18-22 bln  IDAI : > 1 bulan .

Respon alergik atau keadaan imun yg abnormal oleh infeksi 4. Perubahan keseimbangan cairan atau elektrolit 5. Demam itu sendiri 2. Ensefalitis viral yg ringan yg tidak diketahui atau ensephalopathy toksik sepintas 6.Penyebab Kejang Demam Faktor2 yg berperan: 1. Efek produk toksik drpd microorganisme thdp otak 3. Gabungan semua faktor tersebut diatas .

Penyebab demam pada 297 penderita KD Lumbantobing S.M. Penyebab denam Tonsilitis dan/atau faringitis Otitis media akut Enteritis/gastroenteritis disertai dehidrasi Bronkopneumonia Enteritis/gastroenteritis Bronkitis Morbili Varicella DHF Tidak diketahui Jumlah penderita 100 91 44 38 22 17 12 1 1 66 .

1 .40.1 .0 40.5 41.6 .0 38.6 .38.5 41.41. Suhu yg dapat mencetuskan serangan kejang ialah suhu sebelum terjadinya kejang Tinggi Suhu 37.M.39.6 .39.41.Tinggi suhu badan pada KD Lumbantobing S.5 39.5 1 0.5 18 5 3.38.5 .0 Jumlah penderita 22 58 40 27 36 10 7 Presentase 11 29 20 13.40.1 .8 .5 38.0 39.1 .

3 FEB 2 Kromosom 2 q23-24 FEB 3 Kromosom 5 q 14-15 FEB 4 Kromosom 6 q 22-24 FEB 5 • Diturunkan autosomal dominan dengan penetrasi tidak lengkap Knudsen FU . Tsuboit .Faktor Genetik 20 – 25 % pederita KD mempunyai keluarga dekat (orang tua dan saudara kandung) yang juga pernah menderita KD • Lokus genetik kejang demam : – – – – – Kromosom 8 q 13.21 FEB 1 B Kromosom 19 p 13.

Patofisiologi .

Hipoksemia Hipoksemia Iskemia Iskemia Hipoglikemia Hipoglikemia Gangguan produksi Gangguan produksi ATP ATP Enzym Glutamic Enzym Glutamic Acid Acid Decarboxylase Decarboxylase ↓ ↓ Perubahan permeabilitas membran neuron GABA ↓ Pompa Sodium Potasium gagal Hipokalsemia Natrium ke Natrium kedalam dalam sel>> sel>> Hipomagnesemia Depolarisasi Depolarisasi Pelepasan muatan listrik berlebihan. Excitatory > Inhibitory KEJANG Patofisiologi kejang neonatus 18 .

semakin kecil kemungkinan kejangnya berulang .KARAKTERITIK SEBERAPA SERING? Terjadi pada suhu > 38.3C 6 bulan – 5 tahun. Tersering pada BATITA!! Jarang: < 6 bln atau > 3 thn Hanya dialami oleh 1 dari 25–40 anak demam. Kejang bisa berulang pada 1/3 anak kejang demam Terjadi pada 24 jam pertama Semakin besar anak saat pertama kali serangan.

Fukuyama (1963) IDAI ? . Livingstone (1954) 3. Prichard & Mc Greal (1956) 2.Klasifikasi Kejang Demam 1.

6 thn Kejang berlangsung tidak lebih dari 20 mnt Tidak bersifat fokal 2 Usia: 6 bln .Kejang Demam 1 Prichard & Mc Greal KD Sederhana Kejang bersifat simetris Livingstone KD Sederhana 1 Kejang bersifat umum Fukuyama KD Sedehana 1 Tidak ada riwayat epilepsi dalam keluarga Tidak ada riwayat cidera otak oleh penyebab apapun Serangan KD pertama terjadi antara 6 bln .78'C) atau lebih 3 Usia waktu KD pertama muncul < 6 thn 3 4 Kejang berlangsung < 30 mnt 4 Frekuensi serangan 1-4 kali dalam setahun 4 5 Fungsi saraf normal dan setelah kejang tetap normal EEG setelah tidak demam normal 5 EEG normal 5 6 6 Klasifikasi & Uraian Tidak didapatkan gangguan atau abnormalitas pasca kejang Sebelumnya juga tidak didapatkan abnormalitas neurologis atau abnormalitas perkembangan Kejang tidak berulang dalam waktu singkat 7 8 KD tidak khas 1 KD yg tidak memenuhi butir KD sederhana diatas Epilepsi yg dicetuskan demam 1 Kejang berlangsung lama atau bersifat fokal/setempat Usia penderita lebih dari 6 thn saat serangan KD pertama Frekuensi serangan kejang melebihi 4 kali dalam setahun EEG yg dibuat setelah anak tidak demam lagi adalah abnormal KD Kompleks 1 Bila KD tidak memenuhi kriteria KD sederhana diatas 2 3 4 .4 thn 2 Kejang berlangsung singkat ( <15 mnt ) 2 3 Suhu 100'F (37.

IDAI (2004) .

atau berkedip-kedip dengan cepat. tajam. Teori menyarankan bahwa kejang ini disebabkan oleh hipernatremia yang muncul secara cepat yang berkaitan dengan infeksi virus atau bakteri. yang sering disebut sebagai kejang demam. Kejang Partial 2. mungkin pasien tiba-tiba menghentikan pembicaraan. Pada fase tonik. dan mungkin terdapat predisposisi familial. menatap kosong. atau torso  Kejang mioklonik Kontraksi mirip syok mendadak yang terbatas dibeberapa otot atau tungkai. mata dan kepala mungkin berputar ke satu sisi.  Kejang atonik Hilangnya secara mendadak tonus otot disertai lenyapnya postur tubuh.  Kejang klonik Gerakan menyentak. dan tungal atau multipel di lengan. cenderung singkat. repetitif. . tungkai. paling sering terjadi pada anak berusia kurang dari 5 tahun. Kejang tonik-klonik diawali oleh hilangnya kesadaran dengan cepat. Kejang ini umumnya berlangsung singkat.TIPE KEJANG 1.  Kejang tonik Peningkatan mendadak tonus otot (menjadi kaku.  Kejang tonik-klonik ( grand mal ) Kejang tonik-klonik adalah kejang epilepsi yang klasik. dapat menyebabkan henti nafas. otot-otot berkontraksi dan posisi tubuh mungkin berubah Kejang tonik-klonik demam. lambat. Kejang Generalisata  Kejang absence ( petit mal ) hilangnya kesadaran secara singkat contoh. Pada beberapa kasus. kontaksi) wajah dan tubuh bagian atas. kejang dapat berlanjut melewati masa anak dan anak mungkin mengalami kejag non demam pada kehidupan selanjutnya. fleksi lengan dan ekstensi tungkai.

.

reflex fisiologis. lama kejang •Suhu sebelum/saat kejang. dapat dilakukan atas indikasi EEG Radiologis  Ro kepala. dll) •Riwayat perkembangan. kadar gula darah. Kernique. punksi lumbal . Otitis media akut/OMA. jenis kejang . riwayat kejang demam dan epilepsi dalam keluarga •Singkirkan penyebab kejang yang lain (misalnya diare/muntah yang mengakibatkan gangguan elektrolit. reflex patologis11 Pemeriksaan Penunjang : • • • • Lab  darah tepi. infeksi saluran kemih dan lain sebagainya yang merupakan penyebab demam •Pemeriksaan neurologi: tonus. faringitis. papil edema •Tanda infeksi di luar susunan saraf pusat seperti infeksi saluran pernapasan. Lasuque dan pemeriksaan nervus cranial •Tanda peningkatan tekanan intrakranial: ubun ubun besar (UUB) membonjol. sesak yang mengakibatkan hipoksemia. keadaan anak pasca kejang •Penyebab demam di luar infeksi susunan saraf pusat (gejala infeksi saluran napas akut/ISPA. otitis media. elektrolit. asupan kurang yang dapat menyebabkan hipoglikemia) Pemeriksaan Fisik : •Kesadaran : apakah terdapat penurunan kesadaran •Suhu tubuh: apakah terdapat demam •Tanda rangsang meningeal: kaku kuduk. motorik. kesadaran. frekuensi dalam 24 jam. infeksi saluran kemih/ISK. CT-scan. MRI Kemungkinan kelainan lain  maka lakukanlah pemeriksaan cairan serebrospinalis.Diagnosis Anamnesis : •Adanya kejang. Bruzinski I dan II. interval.

.

ensefalitis. • Menggigil karena demam ex : malaria . • Kejang demam sederhana atau epilepsi yang diprovokasi oleh demam. abses otak dan lain-lain. Oleh sebab itu perlu waspada untuk menyingkirkan dahulu apakah ada kelainan organis di otak. misalnya meningitis.Diagnosa Banding • Penyebab dari kejang itu didalam atau diluar susunan saraf pusat (otak). • Kelainan didalam otak biasanya karena infeksi.

hiperaktifitas • Ggn intelektual dan ggn belajar jarang terjadi. kejang fokal/> 15 mnit . diplegia.5 % • 2-3 kali lebih banyak dari populasi umum • KD berulang 2 kali lebih bayak alami epilepsi dibanding tidak berulang. • Faktor risiko epilepsi: – Ggn neurologi. IQ lebih rendah pd penderita KD yang lama dan alami komplikasi • Kejadian epilepsi pada KD bervariasi sekitar 2.riwayat kejang tanpa demam dalam keluarga.Perjalanan Penyakit • Mortalitas 0.75 % • Perkembangan mental dan neurologi normal bila sebelumnya normal • Gejala sisa hemiparesis. regiditas deserebras. koreoatetosis.65-0.

9-17 %.Serangan berulang: Satu episode KD dapat terdiri dari satu. riwayat epilepsi pada keluarga. . risiko berulang kejang pada anak > 1 tahun : 28 % Risiko berulang lebih sering pada anak dengan perkembangan abnormal . 75 % berulang dalam 1 tahun) 50 % berulang pada anak < 1 tahun. tiga atau lebih serangan kejang. 30 -35% alami kejang berulang ( berulang lebih dari 3. dua.

Penatalaksanaan Penderita KD • Terapi pada fase akut • Pengobatan profilaksis terhadap kambuhnya KD .

5.2 dosis • Hari berikutnya sampai demam reda : 4-5 mg/kgBB/hr . keadaan jantung. Bila masih kejang: – Diazepam IV atau per rectum • 5 mg bila BB < 10 kg.Terapi pada fase akut 1. selimut dan pembungkus badan harus dibuka – Pemberian obat penurun panas: asetaminofen atau antipiretik lainnya 7. kesadaran. mencegah aspirasi ludah atau lendir dari mulut Jalan nafas dijaga agar tetap terbuka Bila perlu berikan oksigen Fungsi vital. 4. tekanan darah. 10 mg bila > 10 kg – Fenobarbital dgn dosis awal IM • 30 mg untuk neonatus • 50 mg untuk usia 1 bln – 1 thn • 75 mg untuk usia > 1 thn Bila masih kejang : • 15 mnt kemudian – ulangi pemberian diazepam dgn dosis yang sama • 4 jam kemudian berikan fenobarbital dengan dosis • Hari pertama dan kedua : 8-10 mg/kgBB/hr . diikuti seksama Perhatikan kebutuhan dan keadaan cairan.2 dosis . Penderita dimiringkan. 2. 6. kalori dan elektrolit Suhu yang tinggi harus segera diturunkan: – Kompres dingin. 3.

APRC 2007 .

Dosis Antikonvulsif .

namun bersifat hepatotoksik 3. karena serangan kejang merupakan pengalaman yg menakutkan dan mencemaskan bagi keluarga 3 upaya yang dapat dilakukan: 1. Diazepam oral atau rectum. Mengatasi segera bila terjadi kejang Phenitoin dan karbamazepin tidak efektif Pengobatan jangka panjang dipertimbangkan pada kejang demam komplek dengan faktor risiko Diberikan selama 1 tahun . Dosis per rectum 5 mg pada usia < 3 thn. 10 mg pada usia > 3 thn 2. dengan obat antikonvulsan tiap hari 1. Obat lain yg dapat digunakan ialah asam valproat (20-40 mg/kgBB/hr) Asam valproat lebih sedikit mengakibatkan gangguan atau perubahan tingkah laku. Profilaksis intermiten. 1. Dosis per oral 0.5 mg/kgBB/hr dibagi 3 dosis 2. 2. Profilaksis terus menerus. Pemberian fenobarbital rumatan dapat mengurangi kambuhnya KD 2. Obat antikonvulsan segera diberi begitu diketahui anak demam. pada waktu demam 1.Pengobatan profilaksis terhadap kambuhnya KD Kambuhnya KD perlu dicegah.

.ggn neurodevelopmental .usia < 18 bulan .suhu tubuh saat kejang. .kejang demam komplek .lama demam saat awitan kejang.Langkah promotif / preventif • Faktor risiko berulang .lebih dari 1 kali kejang demam kompleks • .riwayat kejang dalam keluarga .riwayat epilepsi dalam keluarga Faktor risiko epilepsi .epilepsi dalam keluarga .

Rujukan • Perlu rawat inap  Kejang demam komplek  Hiperpireksia  Usia < 6 bulan  Kejang demam pertama  Dijumpai kelainan neurologis .

jangan memasukan sesuatu ke dalam mulut. Berikan diazepam rektal. Walaupun kemungkinan lidah tergigit. Dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti. Tetap bersama pasien selama kejang. observasi dan catat lama dan bentuk kejang.Edukasi • • • Beberapa hal yang harus dikerjakan. Ukur suhu. • • • • . Tetap tenang dan tidak panik. posisikan anak terlentang dengan kepala miring. bila kembali kejang . Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher Bila tidak sadar. Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful