Glomerulonefri tis Akut Pasca Streptokokus pada Anak

Click to edit Master subtitle style

Power point oleh: Charlie Windri
Berdasarkan jurnal karya: Sondang Maniur Lumbanbatu

3/29/13

11

3/29/13

22

3/29/13

33

3/29/13

44

3/29/13

55

3/29/13

66

3/29/13

77

3/29/13

88

3/29/13

99

3/29/13

1010

3/29/13

1111

3/29/13

1212

Faringitis
– –

Streptococcus beta hemolyticus group A tipe nefritogenik
paling sering tipe 12 kadang juga tipe 1,4 ,6 dan 25 Tipe 49 galur 53,55,56,57 dan 58 dapat berimplikasi

Pioderma
– –

Antigen: endostreptosin, antigen presorbing (PA-Ag), nephriticstrain3/29/13 1313

3/29/13

1414

Patogenesis dan Gambaran Histologis

3/29/13

1515

Proses Imunologis

3/29/13

1616

Hipotesis lain…

neuraminidase yang dihasilkan oleh streptokokus akan mengubah IgG endogen menjadi autoantigen. Terbentuknya auto-antibodi terhadap IgG yang telah berubah tersebut, mengakibatkan pembentukan komplek imun yang bersirkulasi, kemudian mengendap dalam ginjal
3/29/13 1717

3/29/13

1818

Glomerulonefritis proliferatif eksudatif endokapiler difus

Istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelainan morfologi penyakit ini Bentuk bulan sabit dan inflamasi interstisial dapat dijumpai mulai dari yang halus sampai kasar yang tipikal di dalam mesangium dan di sepanjang dinding kapiler Endapan imunoglobulin dalam 3/29/13 1919 kapiler glomerulus didominasi oleh Ig

Gambaran Klinis

Lebih dari 50 % kasus GNAPS adalah asimtomatik Kasus klasik atau tipikal diawali dengan infeksi saluran napas atas dengan nyeri tenggorok dua minggu mendahului timbulnya sembab Periode laten rata-rata 10 atau 21 hari setelah infeksi tenggorok atau kulit
3/29/13 2020

Anamnesis

Hematuria

gross hematuria

30-50 % pasien yang dirawat

Mikroskopik

demam, malaise, nyeri, nafsu makan menurun, nyeri kepala, atau lesu Oliguria sampai anuria
3/29/13 2121

Anamnesis

hipertensi

pada hampir semua pasien GNAPS biasanya ringan atau sedang Mendadak tinggi selama 3-5 hari, setelah itu tekanan darah menurun perlahan-lahan dalam waktu 1-2 minggu

Edema

3/29/13

2222

Anamnesis

Edema

wajah sembab edem pretibial gambaran sindrom nefrotik Asites dijumpai pada sekitar 35% pasien dengan edem

takipne dan dispne
3/29/13 2323

Laboratorium

Pemeriksaan urin sangat penting untuk menegakkan diagnosis nefritis akut Volume urin berkurang -> warna gelap atau kecoklatan -> air cucian daging Hematuria makroskopis maupun mikroskopis dijumpai pada hampir semua pasien
3/29/13

Eritrosit khas terdapat pada 60-85%

2424

Laboratorium

LFG berkurang

Penurunan kapasitas ekskresi air dan garam -> ekspansi volume cairan ekstraselular akibat tertutupnya permukaan glomerulus dengan deposit kompleks imun

Peningkatan urea nitrogen darah dan konsentrasi serum kreatinin
3/29/13 2525

Laboratorium

Anemia

sebanding dengan derajat ekspansi volume cairan esktraselular membaik bila edem menghilang pemendekan masa hidup eritrosit

Kadar albumin dan protein serum sedikit menurun

proses dilusi terbalik dengan jumlah 2626

berbanding 3/29/13

Laboratorium

Isolasi dan Identifikasi streptokokus

Pemeriksaan bakteriologis apus tenggorok atau kulit

Uji serologi respon imun terhadap antigen streptokokus

Peningkatan titer antibodi terhadap streptolisin-O (ASTO) terjadi 10-14 hari setelah infeksi streptokokus

Kenaikan titer ASTO terdapat pada 7580% pasien yang tidak mendapat 3/29/13 2727

Laboratorium

Penurunan komplemen C3 dijumpai pada 80-90% kasus dalam 2 minggu pertama

Penurunan C3 sangat nyata, dengan kadar sekitar 20-40 mg/dl (normal 80170 mg/dl)

Kadar properdin menurun pada 50% kasus Kadar IgG sering meningkat lebih 3/29/13 2828 dari 1600 mg/100 ml pada hampir

Laboratorium

Hampir sepertiga pasien menunjukkan pembendungan paru Penelitian Albar dkk., di Ujungpandang pada tahun 19801990 pada 176 kasus Persen

3/29/13

2929

DIAGNOSIS

Curiga apabila:

Hematuria nyata yang timbul mendadak Sembab gagal ginjal akut setelah infeksi streptokokus Tanda glomerulonefritis yang khas pada urinalisis bukti adanya infeksi streptokokus secara 3030

Bukti yang mendukung:

3/29/13

Keadaan yang menyerupai GNAPS

Glomerulonefritis kronik dengan eksaserbasi akut Purpura Henoch-Schoenlein yang mengenai ginjal Hematuria idiopatik Nefritis herediter (sindrom Alport ) Lupus eritematosus sistemik
3/29/13 3131

• • •

Tata Laksana

Penanganan pasien adalah suportif dan simtomatik Perawatan dibutuhkan apabila dijumpai:

Penurunan fungsi ginjal sedang sampai berat (klirens kreatinin <60 ml/1 menit/1,73 m2) BUN > 50 mg anak dengan tanda dan gejala uremia
Muntah
3232

3/29/13 •

Tata Laksana

Pasien hipertensi dapat diberi diuretik atau anti hipertensi

Hipertensi ringan (tekanan darah sistolik 130 mmHg dan diastolik 90 mmHg) umumnya diobservasi tanpa diberi terapi Hipertensi sedang (sistolik > 140 –150 mmHg dan diastolik > 100 mmHg) -> hidralazin oral atau intramuskular (IM), nifedipin oral atau sublingual.
3333

3/29/13

Tata Laksana

Retensi cairan ditangani dengan pembatasan cairan dan natrium

Asupan cairan sebanding dengan invensible water loss (400-500 ml/m2 luas permukaan tubuh/hari ) ditambah setengah atau kurang dari urin yang keluar Bila berat badan tidak berkurang diberi diuretik seperti furosemid 2mg/kgBB, 12 kali/har
3434

3/29/13

Tata Laksana

Pemakaian antibiotik tidak mempengaruhi perjalanan penyakit Pasien dengan biakan positif harus diberikan antibiotik untuk eradikasi organisme dan mencegah penyebaran ke individu lain injeksi benzathine penisilin 50.000 U/kg BB IM atau eritromisin oral 40 mg/kgBB/hari selama 10 hari bila 3/29/13 3535 pasien alergi penisilin

Tata Laksana

Pembatasan bahan makanan

tergantung beratnya edem, gagal ginjal, dan hipertensi Protein tidak perlu dibatasi bila kadar urea N kurang dari 75 mg/dL atau 100 mg/dL azotemia -> asupan protein dibatasi 0,5 g/kgBB/hari 300 mg/hari
3636

Edem berat dan bendungan sirkulasi
3/29/13 – NaCl

Biopsi ginjal
• •

Tidak diindikasikan Dipertimbangkan apabila:

Gangguan fungsi ginjal berat khususnya bila etiologi tidak jelas (berkembang menjadi gagal ginjal atau sindrom nefrotik). Tidak ada bukti infeksi streptokokus Tidak terdapat penurunan kadar komplemen
3737 yang lama dengan hipertensi

3/29/13 – Perbaikan

Perjalanan Penyakit / Pemantauan

Fase awal glomerulonefritis akut berlangsung beberapa hari sampai 2 minggu

anak akan merasa lebih baik, diuresis lancar, edem dan hipertensi hilang, LFG kembali normal

Penyakit ini dapat sembuh sendiri, jarang berkembang menjadi kronik Kronisitas dihubungkan dengan awal 3/29/13 3838 penyakit yang berat dan kelainan

kontrol tiap 4-6 minggu dalam 6 bulan pertama setelah awitan nefritis Pengukuran tekanan darah, pemeriksaan eritrosit dan protein urin selama 1 tahun lebih bermanfaat untuk menilai perbaikan Kadar C3 akan kembali normal pada 95% pasien setelah 8-12 minggu, edem membaik dalam 5-10 hari, 3/29/13 3939 tekanan darah kembali normal

Perjalanan Penyakit / Pemantauan

Perjalanan Penyakit / Pemantauan

Gross hematuria biasanya menghilang dalam 1-3 minggu, hematuria mikroskopik menghilang setelah 6 bulan, namun dapat bertahan sampai 1 tahun Proteinuria menghilang 2-3 bulan pertama atau setelah 6 bulan Kemungkinan nefritis kronik harus dipertimbangkan bila dijumpai 3/29/13 4040 hematuria bersama-sama proteinuria

Prognosis
• • • •

umur saat serangan derajat berat penyakit galur streptokukus tertentu Pola serangan sporadik atau epidemik tingkat penurunan fungsi ginjal gambaran histologis glomerulus
3/29/13 4141

• •

Prognosis

Anak kecil mempunyai prognosis lebih baik dibanding anak yang lebih besar atau orang dewasa GNAPS pada dewasa sering disertai lesi nekrotik glomerulus

3/29/13

4242

Prognosis

Perbaikan klinis yang sempurna dan urin yang normal menunjukkan prognosis yang baik Insiden gangguan fungsi ginjal berkisar 1-30% Kemungkinan GNAPS menjadi kronik 5-10 %; sekitar 0,5-2% kasus menunjukkan penurunan fungsi ginjal cepat dan progresif dan dalam 3/29/13 4343 beberapa minggu atau bulan jatuh ke

PENCEGAHAN

Harus dicegah karena berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal Perbaikan ekonomi dan lingkungan tempat tinggal, mengontrol dan mengobati infeksi kulit

3/29/13

4444

Ringkasan

Glomerulonefritis akut pasca infeksi streptokokus ditandai oleh adanya kelainan klinis akibat proliferasi dan inflamasi glomerulus yang berhubungan dengan infeksi Streptococcus beta hemolyticus grup A tipe nefritogenik. Adanya periode laten antara infeksi dan kelainan-kelainan glomerulus menunjukkan proses imunologis 3/29/13 4545 memegang peran penting dalam

Sumber

Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus pada Anak

Sondang Maniur Lumbanbatu Sari Pediatri, Vol. 5, No. 2, September 2003 Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK USU/RS HAM Jalan Bunga Lau No. 17, Medan.

Telepon: 061-8361721, Fax.: 0613/29/13 4646 8361721

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.