Medan Elektromaknetik

Buku Referensi :
1. Electromagnetic Theory, Umesh Sinna, Smt Sumitra Handa,third edition , New Delhi, 1980. 2. Electromagnet Field Theory, Bo Fidé, Second Edition, Swedish Institute of Space Physics Uppsala, Sweden, 2012.

3. Engineering Electromagnetics, Fifth
Edition, McGraw Hill Book, 1989

Materi :

1. Vector Analysis 2. Electrostatics 3. Stationary Currents 4. Magnetostatics 5. Electromagnetics Induction 6. The varying Fields 7. Reflection and Refraction of Plane Waves.

BAB I Analisa Vektor
 Skalar dan Vektor  Aljabar Vektor  Sistem kordinat Cartesian  Medan Vektor  Perkalian Titik  Perkalian Silang  Sistem Kordinat Lain ; Koord. Tabung dan Bola

BAB I Analisa Vektor
1.1 Skalar dan Vektor
 Skalar : Besaran yang dinyatakan dengan sebuah bilangan nyata (besaran yang mempunyai besar (magnitude) saja. Contoh : suhu, panjang, waktu, massa kelembaban, resistivitas, dll.  Vektor : Besaran yang mempunyai besar (magnitude) dan arah. Contoh : medan listrik, medan magnet, gaya, kecepatan mobil, kecepatan angin, percepatan, dll

Medan
Medan secara definitif diartikan sebagai daerah pengaruh. Medan secara lebih luas diartikan sebagai besaran fisis dan merupakan daerah pengaruh besaran fisis. Medan skalar, daerah pengaruh besaran skalar. Medan vektor, daerah pengaruh besaran vektor.

1.2 Aljabar Vektor

Gambar : Penjumlahan 2 vektor secara grafis

1.3 Sistem Koordinat Cartesian

Sistem Koordinat Cartesian
 Suatu titik P = ( X0, Y0, Z0 ), berarti titik P berada pada jarak : x0 dari bidang x = 0 y0 dari bidang y = 0 z0 dari bidang z = 0  Titik P ini menunjukan perpotongan antara bidang-bidang x = x0, y = y0, z = z0

Sistem Koordinat Cartesian

Sistem Koordinat Cartesian Contoh :
 Titik P berjarak 2 dari bidang x = 0 berjarak -3 dari bidang y = 0 berjarak 2 dari bidang z = 0  Titik Q berjarak 1 dari bidang x = 0 berjarak 2 dari bidang y = 0 berjarak 2 dari bidang z = 0

Sistem Koordinat Cartesian Besaran Vektor dapat ditulis :

A = 3ax + 4ay + 4az
Perhatikan :  A, ax, ay, az ditulis dengan huruf tebal Atau vektor A dapat ditulis:

A, ax, ay, az ditulis dengan huruf tipis dengan tanda panah diatasnya

Sistem Koordinat Cartesian

Sistem Koordinat Cartesian

1.4 Komponen Vektor dan Vektor Satuan

B

r = x + y + z atau B= Xax + Yay + Zaz

Komponen Vektor dan Vektor Satuan

 A(3,4,4)  Vektor dari titik pusat ke titik A(3,4,4) adalah : A = 3ax + 4ay + 4az
Atau dapat ditulis:

Komponen Vektor dan Vektor Satuan

 Vektor A = 3ax + 4ay + 4az

 Besar (magnitude) vektor A adalah Vektor satuan pada arah A adalah aA

Komponen Vektor dan Vektor Satuan

Komponen Vektor dan Vektor Satuan

Komponen Vektor dan Vektor Satuan

Komponen Vektor dan Vektor Satuan

Komponen Vektor dan Vektor Satuan

 Vektor
 Besar (magnitute) G adalah

 Vektor satuan pada arah G adalah

Komponen Vektor dan Vektor Satuan  Vektor Px , Py , dan Pz adalah komponen-komponen vektor pada arah sumbu x, y, dan z

merupakan vektor-vektor satuan pada arah sumbu x, y, dan z.
Besar (magnitute)

adalah

=

1.5 Penjumlahan dan Pengurangan vektor

1.6 Perkalian Vektor

Perkalian Vektor

Perkalian Vektor

Dua macam perkalian sebuah vektor dengan vektor yang lain :  Skalar atau dot product (perkalian titik) Vektor atau cross product (perkalian silang) 1.6.1 Perkalian Titik (Dot Product) Misalkan dua buah vektor A dan B, perkalian skalarnya atau perkalian titiknya didefinisikan sebagai perkalian besar A dan besar B dikalikan dengan kosinus sudut antara kedua vektor tersebut.

Perkalian Titik

Tinjau dua vektor A dan B, perkalian skalarnya atau perkalian titiknya didefinisikan sebagai perkalian besar A dan besar B dikalikan dengan kosinus sudut antara kedua vektor tersebut.

Misal:

Perkalian Titik
Mencari komponen sebuah vektor dalam arah tertentu

Komponen skalar vektor B pada arah vektor a adalah:

Vektor komponen B dalam arah vektor satuan a ialah (B.a)a

Perkalian Titik

Perkalian Titik

 Hukum Distibutif :

Perkalian Titik

1.6.2 Perkalian Silang (Cross Product)

= vektor normal

Arah A x B ialah arah majunya sekrup putar kanan.

Perkalian Silang

Perkalian Silang
Beberapa ciri menonjol dari perkalian silang vektor adalah :
1.

2. Tidak mengikuti hukum asosiatif;

3. Tidak mengikuti hukum distributif;

Perkalian Silang 4. Perkalian silang dengan vektor itu sendiri ,hasilnya = 0

5. Perkalian dua vektor satuan menghasilkan vektor satuan ketiga

Perkalian Silang

Perkalian Silang

Perkalian Silang

=

Perkalian Silang

Komponen Vektor Pada Arah Tertentu

Komponen Vektor Pada Arah Tertentu

1.7 Sistem Koordinat Tabung

 Ketiga bidang saling tegak lurus dalam koordinat tabung.

Sistem Koordinat Tabung

 Ketiga vektor satuan

dalam koordinat tabung.

Sistem Koordinat Tabung
 Volume diferensial dalam koordinat tabung.

Sistem Koordinat Tabung
 d, dz : Dimensi panjang d : Bukan dimensi panjang

 Luas Permukaan Tiap Sisi: dd, ddz, ddz
 Volume: dddz

Sistem Koordinat Tabung
Perubah dalam koordinat cartesian dan koordinat tabung Dicari hubungannya melalui:

Sistem Koordinat Tabung

Sistem Koordinat Tabung

Sistem Koordinat Tabung

Sistem Koordinat Tabung

 Perkalian titik dan vektor satuan dalam sistem koordinat tabung dan koordinat cartesian

1.8 Sistem Koordinat Bola

Sistem Koordinat Bola

Sistem Koordinat Bola

 dr : dimensi panjang
 d, d : bukan dimensi panjang  Luas Permukaan Tiap Sisi: rdrd, rsindrd, r2sindd  Volume: r2sindrdd

Sistem Koordinat Bola
 Transformasi skalar dari sistem koordinat bola ke cartesian.

Transformasi skalar dari sistem koordinat bola ke cartesian.

Sistem Koordinat Bola

Sistem Koordinat Bola

Sistem Koordinat Bola

Sistem Koordinat Bola

Ringkasan 1:

Ringkasan 2:

Ringkasan 2:

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful