You are on page 1of 14

Oleh

:
Ayu Nirarai Putri

.5. Tanah yang subur adalah tanah yang mempunyai profil yang dalam (kedalaman yang sangat dalam) melebihi 150 cm. mempunyai aktivitas jasad renik yang tinggi (maksimum).Kesuburan Tanah adalah : kemampuan tanah untuk dapat menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup dan berimbang untuk pertumbuhan dan hasil tanaman. strukturnya gembur remah. Kandungan unsur haranya yang tersedia bagi tanaman adalah cukup dan tidak terdapat pembatas-pembatas tanah untuk pertumbuhan tanaman. pH 6-6.

Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organiknya rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). struktur. tekstur. Kesuburan Fisika • Sifat fisik tanah yang terpenting adalah solum. warnah tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat di dalam tanah berbentuk Fe2+. Semakin gelap warna tanah semakin tinggi kandungan bahan organiknya. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik. • Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah.Kesuburan tanah ditentukan oleh keadaan fisika. . Di daerah yang mempunyai sistem drainase (serapan air) buruk. kimia dan biologi tanah sebagai berikut : a. kadar air tanah. drainase dan porisitas tanah.

kejenuhan basa (KB). Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. b. Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. • Sifat kimia tanah meliputi kadar unsur hara tanah. Disamping itu aplikasi pemupukannya juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus karena akan segera hilang terbawa air atau menguap. Pengetahuan tentang sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah ditebarkan ke tanah. dan kemasaman. Kesuburan Kimia • Sifat kimia tanah berhubungan erat dengan kegiatan pemupukan.• Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan. Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. . terutama jika pupuk diberikan lewat tanah. reaksi tanah (pH). kapasitas tukar kation tanah (KTK).

7 bakteri jamur pengurai organik dapat berkembang dengan baik.5 . interaksi mikroorganisme tanah dengan tanaman (simbiosa) dan polusi tanah. fungi dan Algae). Pada pH 5. flora dan fauna tanah (khususnya mikroorganisme penting seperti bakteri. − Tanah dikatakan subur bila mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi. . Kesuburan Biologi − Sifat biologi tanah meliputi bahan organik tanah. c.− pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah.

Berikut merupakan tabel jumlah maksimum biomassa dari organisme tanah pada tanah subur yang berada pada padang rumput : .

Organisme (mikroorganisme) tanah penting dalam kesuburan tanah karena : • berperan dalam siklus energi • berperan dalam siklus hara • berperan dalam pembentukan agregat tanah • menentukan kesehatan tanah (suppressive / conducive terhadap munculnya penyakit terutama penyakit tular tanah-soil borne pathogen) .

yang biasanya susunan kationnya didominasi oleh unsur K (Kalium). maka tanah dikatakan kesuburannya semakin baik. sehingga nilai pH tanah normal (berkisar 6. dan ini secara langsung mencerminkan kemampuan tanah melakukan aktifitas pertukaran hara dalam bentuk kation.INDIKATOR KESUBURAN TANAH 1. adalah kemampuan tanah untuk mengikat/ menarik suatu kation oleh partikel-partikel koloid tanah (partikel kolloid itu terdiri dari liat dan organik).5). Ca (Calsium) dan Mg (Magnesium). Peningkatan nilai persen kejenuhan basa mencerminkan semakin tingginya kandungan basa-basa tanah pada posisi nilai pH tanah yang menyebabkan nilai kesuburan kimiawi optimal secara menyeluruh. . Nilai kesuburan kimiawi secara sederhana dicermnkan oleh nilai pH. karena nilai pH akan mampu mempengaruhi dan mencerminkan aktifitas kimiawi sekaligus aktifitas biologis dan kondisi fisik di dalam tanah. 2. Kapasitas Absorbsi Kapasitas Absorbsi dihitung dengan milli equivalent. Tingkat Kejenuhan Basa Nilainya dalam bentuk persen. mencerminkan akumulasi susunan kation. Semakin tinggi nilai kapasitas absorbsi.

terutama yang diakibatkan oleh kation-kation mikro seperti Co (Cobalt). B (Boron). Cu (Cuprum/ tembaga). . sumber Enzim (katalisator reaksi-reaksi persenyawaan dalam metabolisme kehidupan) dan Biocide (obat pembasmi penyakit dan hama dari bahan organik). Kandungan liat yang tinggi menyebabkan perkolasi. permeabilitas. Namun jika kandungan liat pada komposisi dominan atau tinggi menjadi tidak ideal untuk budidaya maupun pengolahan tanah. Kandungan Liat Kandungan liat. Bahan organik juga dapat merubah sifat kimia tanah. aerasi tanah menjadi lebih rendah sehingga menyulitkan peredaran air dan udara. 4. yaitu mampu merubah sifat fisik. Kandungan Bahan Organik Kandungan BO merupakan indikator paling penting dan menjadi kunci dinamika kesuburan tanah. Partikel dengan ukuran ini (kolloid) akan mempunyai luas permukaan dan ruang pori tinggi sehingga mempunyai kemampuan absorbsi juga tinggi serta diikuti kemampuan saling tukar yang tinggi pula diantara partikel kolloid. merupakan ukuran kandungan partikel kolloid tanah. inlfiltrasi. dan lain-lain dengan membentuk ikatan khellat. sifat kimia dan sifat biologi tanah.3. Bahan organik mempunyai peran yang multifungsi. Kemampuan absorbsi ini bisa untuk air maupun zat hara. sehingga menjadi cermin peningkatan kesuburan tanah. Selain itu bahan organik juga mampu berperan mengaktifkan persenyawaan yang ditimbulkan dari dinamikanya sebagai ZPT (zat pengatur tumbuh). yaitu melalui proses dekomposisi yang dilakukan oleh mikroba yang memang selalu menempel pada bahan organik serta mampu mengeliminir bahan-bahan racun.

P dan K) dan uji vegetatif tanaman dengan melihat pertumbuhan tanaman. Kandungan unsur hara di dalam tanah sebagai gambaran status kesuburan tanah dapat dinilai dengan beberapa metode pendekatan yaitu : (1) Analisa contoh tanah. Analisa tanaman meliputi analisa serapan hara makro primer (N. P dan K) dalam tanah. Sedangkan analisa tanah meliputi analisa ketersediaan hara makro primer (N. yaitu melalui pengamatan gejala defisiensi pada tanaman secara visual. analisa tanaman dan analisa tanah. . (2) Mengamati gejala-gejala (symptom) pertumbuhan tanaman.Evaluasi Kesuburan Tanah (Kebutuhan Pupuk)   Evaluasi kesuburan tanah dapat dilakukan melalui beberapa cara. dan (5) Percobaan lapangan. (3) Analisa contoh tanaman. (4) Percobaan pot di rumah kaca.

PERBAIKAN KESUBURAN TANAH Pengukuran kualitas tanah merupakan dasar untuk penilaian keberlanjutan pengelolaan tanah yang dapat diandalkan untuk masa-masa yang akan datang. penurunan ketersediaan hara atau penurunan kesuburan. 2. pemadatan. Bencana Alam .  Urgensi peningkatan kesuburan tanah : 1. Pertimbangan ekonomis 4. karena dapat dipakai sebagai alat untuk menilai pengaruh pengelolaan lahan. Pencemaran lingkungan 7. Kendala status kesuburan tanah 3. Pengikisan sub-soil 6. Pendayagunaan tanah bagi usaha tani 5. Perkembangan produksi dan konsumsi kayu. kehilangan bahan organik tanah dan lain lain. Pada umumnya proses degradasi tanah dalam sistem pertanian dapat disebabkan oleh erosi.

1. mantap secara ekologis. air. manusia (tenaga. tumbuhan dan hewan). adil secara sosial dan sesuai dengan budaya lokal. 2. Low Ezternal Input Sustainable Agriculture (LEISA) Pertanian dengan masukan rendah tetapi mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam (tanah. pengetahuan dan keterampilan) yang tersedia ditempat dan layak secara ekonomis.Ada tiga konsep untuk memperbaiki kesuburan tanah yaitu yang berwawasan lingkungan atau berkelanjutan adalah: Low External Input Agriculture (LEIA) sistem yang memanfaatkan sumberdaya lokal yang sangat intensif dengan sedikit atau sama sekali tidak menggunakan masukan dari luar sehingga tidak terjadi kerusakan sumberdaya alam. .

3. Umumnya berupa bahan-bahan agrokimia konvensional yang memang disengaja dibuat untuk input produksi. zat pengatur tumbuh). Dapat berpengaruh buruh pada keseimbangan lingkungan dan kesehatan manusia . Sistem ini sangat tergantung senyawa kimia sintetis (pupuk. Pertanian moderen yang tergantung dengan bahan kimia adalah High External Input Agriculture (HEIA) sistem pertanian yang menggunakan masukan dari luar (secara berlebihan). pestisida.