You are on page 1of 18

FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL MODUL 1

Deskripsi Luka

Kelompok 3

Seorang pria 28 tahun dibawa ke puskesmas diantar oleh polisi. Ia mengalami luka pada bahu kirinya, setelah berkelahi dengan geng jalanan. Ia sudah melaporkan kasus tersebut ke pos polisi terdekat

 Bagaimana patomekanisme luka / trauma menggunakan pengetahuannya tentang histologi, anatomi dan fisiologi tubuh manusia  Bagaimana deskripsi karakteristik luka pada skenario?  Bagaimana karakteristik kemungkinan ‘agen’ penyebab luka ?  Bagaimana keparahan / derajat luka sesuai dengan hukum yang berlaku ?

Luka adalah rusaknya kesatuan/ komponen jaringan, akibat suatu trauma

Klasifikasi Luka
• Luka karena kekerasan mekanik (benda tajam, tumpul dan senjata api) • Luka karena kekerasan fisik (luka karena arus listrik, petir, suhu tinggi dan suhu rendah) • Luka karena kekerasan kimiawi (asam organik, asam anorganik, kaustik alkali dan karena logam berat)

Fase Hemostasis
• Proses pembekuan darah

Fase Inflamasi
• eritema, hangat pada kulit, oedema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ke-3 atau hari ke-4.

Fase Proliferatif
• Epitel dermis dan lapisan kolagen telah terbentuk, terlihat proses kontraksi dan akan dipercepat oleh berbagai growth faktor yang dibentuk oleh makrofag dan platelet.

Fase Maturasi
• Penyempurnaan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yang kuat dan bermutu.

Perubahan histologi yang terjadi akibat luka adalah sebagai berikut : 30 menit-4 jam terjadi pengumpulan lekosit PMN pada luka dan terbentuknya benang-benang fibrin. 4-12 jam terjadi udem jaringan dan pembengkakan endotel pembuluh darah. 12-24 jam terdapat peningkatan jumlah makrofag dan dimulainya pembersihan jaringan mati. 24-72 jam terdapat peningkatan jumlah lekosit sampai maksimal sekitar 48jam, perbaikan dimulai, fibroblast muncul. Pembuluh darah baru mulai terbentuk,untuk membuat jaringan granulasi. 3-6 hari, epidermis mulai tumbuh. 10-15 hari, epidermis menjadi tipis dan datar. Minggu-bulan, proses penyembuhan jaringan berlanjut,jaringan granulasi terbentuk.

Luka Pertama
Terdapat 1 buah luka terbuka di daerah punggung kiri atas bagian belakang dengan panjang 5 cm dan lebar ..... cm. Ujung luka atas dan bawah dapat ditentukan berdasarkan axis dan ordinat Pada bagian tepi luka, tampak berbatas tegas dan rata. Ujung luka runcing. Bagian dalam luka, dasar luka tampak kemerahan dan dangkal. Tidak ditemukan adanya jembatan jaringan, benda asing, serta tidak ditemukan pendarahan aktif. Pada bagian luar luka, tidak tampak adanya memar, tidak terlihat benda asing serta tidak ditemukan jelaga.

Kesimpulan : Luka iris

Luka Kedua dan Ketiga
Terdapat 2 buah luka tertutup di daerah lengan kiri atas bagian belakang dengan panjang ... cm dan lebar....cm (luka kedua) dan dengan panjang ... cm dan lebar....cm(luka ketiga). Ujung luka atas dan bawah dapat ditentukan berdasarkan axis dan ordinat Luka tampak kemerahan. Tidak ditemukan adanya jembatan jaringan, dan benda asing Pada bagian luar luka, tidak tampak adanya memar, tidak terlihat benda asing serta tidak ditemukan jelaga.

Kesimpulan : Luka Lecet Gores

Agen penyebab luka pertama Luka Iris  Benda tajam seperti, pisau, skalpel Agen penyebab luka kedua dan ketiga Luka Lecet gores  Benda tumpul (benda runcing) seperti, kuku, kawat.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

A1

1 luka iris dan 2 luka lecet gores A2 : Diskontinuitas/ kerusakan jaringan A3 : Akibat Benda tajam dan tumpul

:

• Seeley-Stephens-Tate. 2004. Anatomy and physiology, Sixth edition. The McGraw-Hill Companies • Histology : A text and Atlas , fourth edition. • DiMaio, Vincent J, Dominick DiMajo. 2001. Forensic Pathology, Second edition . Chapter 4 • Baxter C: The normal healing process. In: New Directions in Wound Healing. Wound care manual; February 1990. Princeton, NJ: E.R. Squlbb & Sons, Inc; 1990. • Kumar,Vinay, Ramsi S. Contran, Stanley L. Robbins. Buku Ajar Patologi. Edisi 7. 2007