LAPORAN KASUS ILMU PENYAKIT SARAF

EPILEPSI
Pembimbing : Dr. Zainal Arifin Sp.S Di Susun oleh : Intan Soraya

IDENTITAS PASIEN
 Nama

: : :

 Jenis Kelamin
 Usia  Alamat


 

04 Bogor, Kel. Cinangka Status Pernikahan Suku Pekerjaan : Pendidikan Terakhir

Nn. NBP : Perempuan 15 Tahun Kp. Cipinang Kaum RT RW 01, Jawa Barat, Kec. Ciampea, : Belum Kawin : Sunda Pelajar SMU : SLTP

ANAMNESIS (Autoanamnesa & alloanamnesa)  Keluhan Utama  Keluhan Tambahan : Kejang : Pusing seperti berputar .

Orang tua pasien mengatakan kejangnya berlangsung kurang lebih 3 menit dan pada saat kejang pasien diam dan mata memandang ke atas serta diikuti gerakan kejang dari tangan sebelah kiri. Pasien juga mengatakan pusing seperti berputar setelah serangan. pada saat kejang pasien mengalami gangguan kesadaran mendadak (tidak sadar). Pasien pernah menderita keluhan kejang seperti ini sejak 9 tahun yang lalu.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG  Pasien perempuan berusia 15 tahun datang ke poliklinik syaraf RSMM Bogor dengan keluhan kejang . Dan rutin berobat ke dokter spesialis saraf dan pernah dirawat diruang ICU atas indikasi . Kejadian ini terjadi ketika pasien sedang menonton televisi.kejang 1 bulan yang lalu.

. Pasien juga menyangkal adanya gangguan ingatan dan gangguan penglihatan ganda. Pasien tidak mengeluhkan adanya kesemutan. Pasien menyangkal adanya nyeri kepala yang dirasa semakin berat. batuk atau pilek. Pasien mengatakan bahwa sebelumnya pasien tidak pernah demam. maupun pingsan. Pasien tidak merasakan mual. Pasien hanya merasa sedikit pusing berputar tapi hilang sendiri beberapa menit setelah kejang. kejang. Pasien menyangkal pernah terbentur sesuatu.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG  Pasien mengatakan sesudah kejadian bicaranya menjadi pelo. muntah.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU  Riwayat keluhan kejang yang serupa sering dialami pasien sejak     usia 6 tahun dan pasien rutin berobat ke dokter spesialis syaraf. . alergi terhadap makanan maupun obat disangkal oleh pasien. karena sering mengkonsumsi Jamu BU. pasien sempat menjalani cuci darah selama 2.5 bulan di RSCM Jakarta. seminggu 2 kali. paru. penyakit jantung. hipertensi disangkal. bangsal Antasena selama 5 hari. Dan rutin mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Riwayat DM disangkal. dirawat di RSMM Bogor. Riwayat gagal ginjal saat pasien berusia 5. Riwayat operasi usus buntu pada 16 Juli 2012 di RSMM Bogor. Pasien memiliki sakit maag (+). Riwayat sering jatuh waktu masih kecil disangkal oleh orang tua pasien.5 tahun. asma disangkal.

paru.RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA  Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarganya yang memiliki gejala penyakit yang sama sepertinya. ginjal maupun alergi terhadap makanan atau obat pada keluarga disangkal oleh pasien. . kencing manis. penyakit jantung. Riwayat hipetensi.

PEMERIKSAAN FISIK  Keadaan Umum : Baik  Tanda Vital  Kesadaran : Compos mentis. GCS E4M6V5 = 15  Tekanan darah : 110/70 mmHg  Nadi : 80x/menit  Suhu : 36.5 kg  TB : 160 cm .5 0C  Pernapasan : 18x/menit  BB : 52.

Spasme (-) Jantung : Bunyi jantung I-II reguler. nyeri lepas (-). ronki (-/-). Tidak ada pembesaran tiroid. Kaku leher (-). murmur (-). Trakea tepat berada ditengah. Sekret AS (-) AD (-) Gigi : Pulpitis (-) gangren pulpa (-) Leher : Tidak ada pembesaran KGB. supel. oedem (-/-/-/-). wheezing (-/-) Abdomen : Datar. nyeri tekan epigastrium (-). bising usus (+) . Status Interna  Kepala  Mata    : Normosefali : Kedua konjungtiva tidak anemis. organomegali (-) Extremitas : Akral hangat (+/+/+/+). Kedua sklera     tidak ikterik THT : Liang telinga lapang kanan dan kiri. sianosis (-/-/-/-) . gallop (-) Paru : Suara napas vesikuler.

N. VI (N. IV. Status Neurologi  Kesadaran : GCS E4V5M6 = 15  Rangsang Meningeal : Kaku Kuduk (-) Brudzinsky (-/-). Opticus) : Tes ketajaman penglihatan tidak dilakukan Refleks Cahaya langsung +/+ Refleks Cahaya Tidak langsung +/+  N III. Endophtalmus (-/-). N.Abdusen) Ptosis (-/-). Olfactorius) : tidak dilakukan  N II (N.Cranialis  N I (N. tepat berada di tengah. Kernig (-)  Pemeriksaan N.Trochlearis. isokor. Gerak bola mata baik kesegala arah . Exophtalmus (-/-) Pupil bulat. Occulomotorius.

Vestibulococlearis) : Tidak dilakukan  N IX. Trigeminus)  Sensorik  Motorik : sensibilitas wajah +/+ : Gerakan membuka dan Menutup mulut baik  N VII (N.Vagus) Posisi uvula tepat berada di tengah Refleks menelan (+) .Glossopharingeus.  Menutup dan membuka mata +/+  Lipatan Nasolabial ( Nasolabial fold) +/+  N VIII (N. N. N V (N.X ( N.Fasialis)  Mengangkat alis +/+.

Sternocleidomastoideus normal  N XII (N. N XI (N. . Hipoglossus) Kedudukan lidah simetris saat dijulurkan. Accesorius) Mengangkat bahu kanan/kiri normal. Kontraksi M.

Inferior B/B : Superior N/N. Inferior N/ N : Superior N/N. Pemeriksaan Motorik  Kekuatan otot  Gerak  Tonus : Superior 5/5. Inferior 5/5 : Superior B/B. inferior N/N . Inferior N/N  Pemeriksaan Sensorik  Raba  Nyeri : Superior N/N.

keringat normal . TPR +/+. Refleks Fisiologis BPR +/+. BAK Normal. KPR +/+. Chaddok (-/-)  Fungsi SSO BAB Normal. APR +/+  Refleks Patologis Hoffman (-/-) Tromner (-/-) Babinski (-/-).

Orang tua pasien mengatakan kejangnya berlangsung kurang lebih 3 menit dan pada saat kejang pasien diam dan mata memandang ke atas serta diikuti gerakan kejang dari tangan sebelah kiri.RESUME  Pada Anamnesis didapatkan  Pasien perempuan berusia 15 tahun datang ke poliklinik syaraf RSMM Bogor dengan keluhan kejang . pada saat kejang pasien mengalami gangguan kesadaran mendadak (tidak sadar). . Pasien pernah menderita keluhan kejang seperti ini sejak 9 tahun yang lalu. Pasien juga mengatakan pusing seperti berputar setelah serangan. Dan rutin berobat ke dokter spesialis saraf dan pernah dirawat diruang ICU atas indikasi epilepsi dan setelah itu pasien merasa sembuh.kejang 1 bulan yang lalu. Kejadian ini terjadi ketika pasien sedang menonton televisi.

5 0C  Pernapasan : 18x/menit  BB : 52.5 kg  TB : 160 cm . GCS E4M6V5 = 15  Tekanan darah : 110/70 mmHg  Nadi : 80x/menit  Suhu : 36. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan :  Keadaan Umum : Baik  Tanda Vital  Kesadaran : Compos mentis.

Kekuatan otot : Superior 5/5. BAK Normal. Inferior N/N Refleks Fisiologis : BPR +/+. Inferior N/N Pemeriksaan Sensorik Raba : Superior N/N.Gerak : Superior B/B. TPR +/+. Inferior 5/5 2. Inferior N/N Nyeri : Superior N/N. keringat normal .Kesadaran : GCS E4V5M6 = 15 Rangsang Meningeal : Kaku Kuduk (-) Brudzinsky (-/-).Cranialis : Dalam batas normal Pemeriksaan Motorik : 1. Kernig (-) Pemeriksaan N. KPR +/+. Chaddok (-/-) Fungsi SSO : BAB Normal. Inferior B/B 3.Tonus : Superior N/N. APR +/+ Refleks Patologis : Hoffman (-/-) Tromner (-/-) Babinski (-/-).

DIAGNOSIS Diagnosis Klinis : Kejang disertai gangguan kesadaran awal kejang Diagnosis Topis : Lobus Temporalis dextra Diagnosis Etiologi : Epilepsi serangan umum lena (absence/ petit mal) .

 DIAGNOSIS BANDING Epilepsi serang lena parsial yang kompleks Sinkope vasovagal attack Vertigo  PEMERIKSAAN ANJURAN Pemeriksaan laboratorium darah Elektroensefalografi (EEG) CT scan .

dan jangan memberikan pasien .PENATALAKSANAAN 1.  Jangan memasukan sesuatu kedalam mulut pasien atau memaksa membuka mulut pasien.  Setelah serangan balikkan pasien pada salah satu sisi dalam posisi setengah telungkup untuk membantu pernafasan pasien dan pemulihan serta berikan bantalan dikepala dengan sesuatu yang lunak.PERTOLONGAN PERTAMA :  Pasien dan anggota keluarga harus diberitahukan dengan jelas tindakan apa yang harus diambil bila menghadapi serangan.  Tidak perlu diusahakan mengekang gerakan kejang karena hanya akan berakibat timbulnya cedera.  Pasien harus dipindahkan ketempat yang aman.  Pasien harus dibiarkan untuk mengalami kejang seperti seharusnya.  Jalan nafas harus diperiksa dan diawasi  Jangan memberikan minuman apapun setelah suatu serangan kejang.

2.MEDIKA MENTOSA Depacote Tablet 3 x 250 mg Carbamazepin Tablet 3 x 200g Ranitidin Tablet 2 x 1 .

 PROGNOSIS  Ad vitam : ad bonam  Ad fungsionam : ad bonam  Ad sanationam : dubia ad malam .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful