ANDALUSIA

Pengertian
 Undang-Undang No.14/1967

Bank adalah : lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.  Undang-Undang No.7/1992 pasal 1 ayat 1 Bank adalah : badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.  Undang-undang No.10/1998 pasal 1 ayat 2 Bank adalah: badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentu-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dasar Hukum Perbankan
 Undang-Undang No.14/1967 -Perbankan
 Undang-Undang No.7/1992 -Perbankan  Undang-Undang No.10/1998 –Perbankan

 Undang-Undang No.13/1968 – Bank Indonesia
 Undang-Undang No.23/1999 – Bank Indonesia  Undang-Undang No.3/2004- Bank Indonesia

Sumber Hukum Perbankan
           

UUD 45 (pasal 33) Ketetapan MPR Undang-Undang tentang Perbankan Undang-Undang tentang Bank Sentral (B.Ind) KUHPerdata KUHD dan UU Kepailitan Peraturan Pemerintah Kepres Inpres Keputusan Mentri Keuangan Surat keputusan dan Surat Edaran Bank Indonesia Peraturan lainnya yang berhubungan erat dengan kegiatan perbankan.

UU No.Surat Kep.Modal Ventura .Anjak Piutang .Pasar Uang -Pasar Valas .38/MK/1V/1972 Pengertian.15/1952 tentang Bursa b. -Suatu badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya kedalam masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan-perusahaan -Perusahaan Asuransi -Pasar Modal .Leasing .Kep.Lembaga keuangan   Lembaga Keuangan Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Dasar Hukum pendirian dan usaha : a.Koperasi Simpan Pinjam .Menkeu No.Dana Pensiun .Pegadaian .

Lembaga pembiayaan Pembangunan (Development Finance Corporation) 2. Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan surat-surat berharga (Investment Finance Corporation) . Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank 1.

Dalam menjalankan peranannya bertujuan memberikan kredit dan jasa2 keuangan lainnya. Lembaga Keuangan Bank. .baik dengan modal sendiri atau dengan dana2 yang dipercayakan oleh pihak ketiga maupun dengan jalan memperedarkan alat2 pembayaran baru berupa uang giral.

Bank Umum Swasta Asing. Bank Pembangunan 5. Bank Sekunder .14 tahun 1967. Bank Primer 2. Bank Koperasi  Dilihat dari segi kepemilikannya. Bank Umum Swasta Nasional 3.Jenis-jenis bank  Menurut Undang-undang No. Bank sentral 2.  Dilihat dari segi penciptaan uang giral 1. Bank Tabungan 4. Bank Umum 3. jenis bank dibedakan menurut fungsinya. 1. 1. Bank Umum Milik Negara 2.

Jenis bank hanya dikenal 2 jenis. 7 tahun 1992. Bank Perkreditan Rakyat adalah : Bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka. tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu . 1. Bank Umum adalah : Bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran 2. Menurut undang-undang No.

Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek 10. Kegiatan-kegiatan usaha yang boleh dilakukan oleh bank umum ditentukan dalam pasal 6 dan pasal 7 Undang-undang perbankan adalah : 1.meminjam dana dari.cek atau sarana lainnya 6. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak 9.deposito berjangka. Menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan prinsip syariah 12. atau meminjamkan dana bank lain.baik dengan menggunakan surat.sarana telekomunikasi maupun wesel unjuk.sertifikat tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu 2. Menempatkan dana pada. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku . Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga 8. Menerima pembanyaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga 7. menjual atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya 4.usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat 11. Membeli. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan umum 5. Memberikan kredit 3. Melakukan kegiatan anjak piutang.

 Selain melakukan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pasal 6 bank umum dapat pula. 1. 4. modal ventura. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundangundang dana pensiun yang berlaku . seperti sewa guna usaha. asuransi. perusahaan efek. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit atau kegagalan pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh bank Indonesia. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia 2. serta lembaga kliring 3. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan.

kecuali sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 2. Bank umum dilarang 1. Melakukan usaha lain diluar kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 dan pasal 7 . Melakukan penyertaan modal. Melakukan usaha perasuransian 3.

Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka. sertifikat deposito dan atau tabungan pada bank lain. Kegiatan-kegiatan usaha yang boleh dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat (pasal 13) 1. Memberikan kredit 3. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia 4. deposito berjangka. . tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu 2.

Melakukan usaha perasuransian . Bank Perkreditan Rakyat dilarang melakukan kegiatan usaha (pasal 14) 1. Melakukan penyertaan modal 5. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing 4. Menerima simpanan berupa giro 2. Ikut serta dalam lalu lintas pembayaran 3.

menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat. Mengatur. Tugas Pokok Bank Sentral : 1. 2. .

Menentukan jenis. Melakukan pencabutan dan penarikan kembali uang yang dikeluarkannya dari peredaran . Tempat penukaran uang 6. Penghancur uang yang tidak layak beredar 5. Pelaksanaan tugas dalam rangka kegiatan pengedaran uang sesuai dengan ketentuan pasal 26 sampai 28 bertindak sebagai 1. Pemegang hak tunggal dalam pengeluaran uang kertas dan logam 2.nilai dan ciri-ciri uang yang akan yang akan dikeluarkan dan diberitahukan kpd masyarakat dengan jalan mengumumkannya dlm berita negara 4. Menentukan jumlah maksimum uang yang akan beredar 3.

Menetapkan tingkat dan struktur bunga 3. Dalam pelaksanaan tugas perkreditan 1. Menyusun rencana kredit untuk suatu jangka waktu tertentu untuk diajukan kpd pemerintah melalui Dewan Moneter 2. Menetapkan pembatasan kualitatif dan kuantitatif atas pemberian kredit oleh perbankan .

 Dalam tugasnya menyangkut perbankan 1. Mengadakan pengawasan terhadap urusan kredit 3. Membina perbankan 4. Meminta laporan yang dianggap perlu dan mengadakan pemeriksaan terhadap segala aktifitas2 bank2 dan mengawasi pelaksanaan ketentuan yng telah ditetapkan dlm bidang perbankan . Memajukan perkembangan yang sehat dari urusan kredit dan urusan perbankan 2.

Koperasi d. Perusahaan Daerah c. Perusahaan Perseroan (persero) b. Perseroan Terbatas  Bentuk hukum bank perkreditan rakyat a. Perseroan terbatas d.Bentuk Hukum Bank  Bentuk hukum bank umum a. Perusahaan Daerah b. Koperasi c. Bentuk lain yang ditetapkan dengan (PP) Peraturan Pemerintah .

badan hukum Indonesia.Bank umum dapat didirikan dan menjalankan usaha dengan izin Menteri Keuangan setelah mendengar pertimbangan Bank Indonesia . pemerintah daerah .Dapat didirikan oleh warganegara Indonesia.yakni pertama tahap persetujuan dan kedua berupa izin usaha  Bank Perkreditan Rakyat .Bank tsb dapat didirikan oleh warganegara Indonesia badan hukum Indonesia atau kerjasama diantara warganegara atau badan hukum Indonesia dengan bank yang berkedudukan diluar negeri .Pendirian Bank  Bank Umum .Pemberian izin dilakukan dalam dua tahapan.

memberikan dan mencabut izin kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank. melaksanakan pengawasan bank dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan “ * Dalam menjalankan tugas pembinaan atau pengaturan terhadap bank. Memberikan dan mencabut izin usaha bank b. Memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank d. pasal 31 Undang-Undang Perbankan menentukan bahwa : “ Bnak Indonesia melakukan pemeriksaan terhadap bank. * Dalam melaksanakan tugas yang dibebankan. pasal 27 Undang-Undang Bank Indonesia menentukan bahwa pengawasan bank oleh Bank Indonesia adalah pengawasan langsung dan tidak langsung. (2) pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia Kewenangan-kewenangan Bank Indonesia sebagaimana diatur dlm pasal 26 UUBI : a.Undang-undang Bank Indonesia memberikan kewenang-kewenangan tertentu kepada Bank Indonesia (Pasal 25 UUBI) : (1) Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur bank. penutupan dan pemindahan kantor bank c.Bank Indonesia berwenang menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian. baik secara berkala maupun setiap waktu apabila diperlukan “ . Pembinaan /pengaturan dan pengawasan Bank * Undang-undang perbankan menentukan bahwa pembinaan dan pengawasan bank dilakukan oleh bank Indonesia. Memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu * Berkenaan dengan tugas pengawasan bank yang menjadi tugas bank Indonesia. Memberikan izin dan pembukaan. diatur pada pasal 29 ayat 1 adalah : “Pembinaan dan Pengawasan bank dilakukan oleh Bank Indonesia” Hal itu ditetapkan juga oleh pasal 24 Undang-Undang 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia : “ Bank Indonesia menetapkan peraturan.

b. 2. . Memberikan kesempatan bagi pemeriksaan buku-buku dan berkas-berkas yang ada padanya. Undang_undang Perbankan maupun Undang-Undang Bank Indonesia menetapkan kewajiban-kewajiban tertentu kepada bank-bank. Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang Perbankan mewajibkan Bank menyampaikan kepada Bank Indonesia segala keterangan dan penjelasan mengenai usahanya menurut tata cara yng ditetapkan oleh Bank Indonesia. Memberikan bantuan yang diperlukan dlm rangka memperoleh kebenaran dari segala keterangan. Berkenaan dengan pengawasan bank oleh Bank Indonesia. Pasal 30 ayat (2) Undang-Undang Perbankan menetapkan bahwa bank atas permintaan Bank Indonesia wajib : a. dokumen dan penjelasan yang dilaporkan oleh bank yang bersangkutan. 1.

Bank menjual sebagian atau seluruh harta dan atau kewajiban bank kepada bank atau pihak lain. d. Bank menghapus bukukan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah yang macet dan memperhitungkan kerugian bank dengan modalnya. Bank menyerahkan pengelolaan seluruh atau sebagian kegiatan bank kepada pihak lain g. . Pemegang saham mengganti Dewan Komisaris dan atau Direksi Bank. Bank melakukan merger atau konsolidasi dengan bank lain. Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Perbankan Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan oleh bank Indonesia adalah : a. f. Pemegang saham menambah modal b. e. Penindakan terhadap bank bermasalah. Bank dijual kepada pembeli yang bersedia mengambil-alih seluruh kewajiban. c.

Dalam melaksanakan program penyehatan terhadap bank-bank. Secara langsung atau tidak langsung melakukan tindakan hukum atas atau sehubungan dengan debitor. .menurut pasal 13 Peraturan Pemerintah No.10 tahun 1998 menentukan sbb: “Apabila menurut Bank Indonesia terjadi kesulitan perbankan yang membahayakan perekonomian nasional. Pasal 37 A ayat 1 Undang-Undang no.Kewajiban dalam Rektrukturisasi dan atau kekayaan yang akan diserahkan atau dialihkan kepada BPPN. Bank Dalam Penyehatan. meskipun telah diatur secara lain dalam suatu kontrak. Pasal 37 A Undang-Undang No. b. kewajiban dalam rektrukturisasi dan atau kekayaan milik atau yang menjadi hak dalam Bank dalam penyehatan dan atau BPPN dan c. Pembentukannya telah dilakukan oleh pemerintah dengan Keputusan Presiden RI No.27 tahun 1998.      Dalam rangka pengawasan.10 tahun 1998 oleh Departemen Keuangan telah mendapat persetujuan dari DPR. perjanjian atau peraturan perundang-undangan yang terkait. Pemerintah berkonsultasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat RI dapat membentuk badan khusus yang bersifat sementara dalam rangka penyehatan perbankan”. Aset dalam rektrukturisasi. Membentuk divisi atau unit dalam BPPN dengan wewenang yang ada pada BPPN atau pembentuk dan atau penyertaan Modal Sementara dlm suatu badan hukum untuk menguasai. BPPN menurut pasal 37 ayat 2 Undang-Undang No 10 tahun 1998 mempunyai wewenang : Disamping memiliki kewenangan yang diberikan pasal 37 A Undang-Undang Perbankan. Melakukan tindakan hukum atas asset dalam Restrukturisasi dan kewajiban dalam Rektrukturisasi.17 tahun 1999.mengelola dan atau melakukan tindakan kepemilikan atas asset dalam rektrukturisasi.pembinaan dan upaya penyehatan bank dipandang perlu oleh pemerintah membentuk suatu badan khusus yang disebut dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau disingkat BPPN. atas permintaan Bank Indonesia. dalam melaksanakan tugasnya BPPN dapat : a.

 Akuisisi * Pengambilalihan kepemilikan suatu bank . horizontal merger adalah merger antara beberapa perusahaan dalam tingkatan yang sama yang saling bersaing. Conglomerate merger adalah jenis merger yang tidak termasuk horizontal maupun vertikal. * Ada 3 jenis merger : 1.  Konsolidasi * Penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara mendirikan bank baru.tanggung-jawab dan kuasa atas perusahaan yang meleburkan diri tersebut. Merger * Suatu peleburan dari suatu perusahaan kedalam perusahaan lain dimana terjadi satu perusahaan tetap mempertahankan identitasnya semula. misalnya merger antara bank umum dengan bank perkreditan rakyat 3. dengan melakukan pengambilalihan kekayaan. misalnya merger antara bank umum dengan bank umum 2. dan melikuidasi bank-bank yang ada. Vertikal merger adalah merger antara perusahaan yang tidak setingkat.

. Pengurus bank adalah bertindak mewakili badan hukum bank tersebut berdasarkan ketentuan anggaran dasar perusahaan.Hukum pidana.Hukum Perdata. perbuatan semacam itu dapatlah dikenai tuduhan penggelapan sesuai dengan pasal 372 atau 374 KUHP.Laporan dengan data-data yg tidak benar dr suatu bank kpd Bank Indonesia yg secara langsung dpt merugikan nasabah. Perlindungan nasabah Menyangkut perlindungan nasabah (konsumen) ini kita dapat menggunakan penerapan hukum pidana maupun hukum perdata. Dengan demikian tanggung jawab pengurus terhadap perbuatannya menjadi dua bentuk. * Hal-hal yang menyangkut suatu perbuatan pengurus bank yang secara melawan hukum dengan seenaknya memakai uang nasabah guna kepentingan pribadi dan kelompok perusahaannya. . . * Hal-hal yang bersangkutan dengan usaha perlindungan nasabah ini adalah diantaranya berupa kebenaran laporan dan data-data yang merupakan bahan informasi. perbuatan tsb dapatlah dikenai dngn ketentuan pasal 236 KHUP jo pasal 49 ayat 1 e UU Perbankan . * Masalah tanggung jawab perdata atas kelalaian atau kesalahan yang terjadi dalam bank dapat dihubungkan dengan kepengurusan bank tersebut. yaitu tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab perusahaan.

Skim dana bersama.3/12/PBI/2001 * Pasal 37B Undang-Undang No. setiap bank wajib menjamin dana masyarakat yang disimpan pada bank yang bersangkutan (ayat 1) Untuk menjamin simpanan masyarakat pada bank sebagimana dimaksud dalam ayat 1 dibentu Lembaga Penjamin Simpanan (ayat 2) lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 berbentuk badan hukum indonesia (ayat 3) * Dalam menelenggarakan penjamin simpanan dana masyarakat pada bank. Lembaga Penjamin Simpanan dapat menggunakan : a. Skim asuransi.26 tahun 1998 tentang Jaminan Terhadap Pembayaran Bank Umum * Penjaminan simpanan juga diterapkan bagi BPR berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. atau b. Skim yang lainnya yang disetujui oleh bank Indonesia . Lembaga Penjamin Simpanan * KEPRES No.10 tahun1998. atau c.

kecuali sebagaimana dimaksud dalam pasal 41. Teori yang bersifat nisbi.dan pasal 44 “ * Pasal 40 ayat 1 Undang-undang No 10 tahun 1998 “ Bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.pasal 42. Teori yang bersifat mutlak. yaitu bahwa bank diperbolehkan membuka rahasia nasabahnya.42. kecuali dalam hal sebagaimana dimaksud dalam pasal 41. bila untuk suatu kepentingan mendesak. * Pasal 40 ayat 1 Undang-undang No 7 tahun 1992 “ Bank dilarang memberikan keterengan yang tercatat pada Bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal lain dari nasabahnya yang wajib dirahasiakan oleh bank menurut kelaziman dalam dunia perbankan. misalnya demi kepentingan negara.43. Rahasia bank * segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan. biasa atau dalam keadaan luar biasa 2.41 A. pasal 43. dan hal-hal lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan. yaitu bahwa bank berkewajiban menyimpan rahasia nasabah yang diketahui oleh bank karena kegiatan usahanya dalam keadaan apapun. . pasal 44 dan pasal 44 A. * Teori Rahasia bank 1.

KPK berwenang meminta keterangan kepada bank atau lem. Untuk penyelesaian piutang bank yang sudah diserahkan kepada BPUN (pasal 41 A) 3.baga keuangan lainnya tentang keadaan keuangan tersangka atau terdakwa yang sedang diperiksa (pasal 12 ). yaitu karena adanya suatu kepentingan umum berupa kepentingan : 1. persetujuan dan kuasa dari nasabah penyimpan dana yang dibuat secara tertulis ( pasal 44 A ayat 1 ) 7.25 tahun 2003).* Penerobosan kerahasiaan bank dapat dilakukan. 8. pasal 12 : “ dalam melaksanajan tugas penyelidikan. penyidikan dan penuntutan dalam memeriksa tindak pidana korupsi. Tindak pidana pencucian uang (Undang-Undang No. Untuk kepentingan perpajakan (pasal 41) 2. penuntut umum atau hakim berwenang meminta keterangan dari Penyedia Jasa Keuangan mengenai harta kekayaan setiap orang yang dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tersangka atau terdakwa “ 9. . Menurut pasal 33 ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang : “ untuk kepentingan pemeriksaan dalam perkara tindak pidana pencucian uang. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pembrantasa Tindak Pidana Korupsi. Dalam rangka tukar menukar informasi antar bank ( pasal 44 ) 6. Undang-Undang No. Kepada ahli waris yang sah dalam hal nasabah penyimpan dana telah meninggal dunia ( pasal 44 ayat 2 ). Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana ( pasal 42 ) 4. penyidik. Dalam perkara perdata antara bank dengan nasabahnya ( pasal 43 ) 5. Atas permintaan.

Meningkatkan peredaran lalu lintas uang 3. Degree of risk 4. Meningkatkan hubungan internasional . Meningkatkan daya guna dan peredaran barang 4. Meningkatkan kegairahan berusaha 6. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga dan imbalan atau pembagian hasil keuntungan. Meningkatkan daya guna uang 2.  Unsur-unsur 1. Salah satu alat stabilitas ekonomi 5. Kepercayaan 2.Perkreditan  Pengertian Kredit adalah : penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. Prestasi  Fungsi 1. Meningkatkan pemerataan pendapatan 7. Tenggang waktu 3.

Kredit tanpa jaminan (unsecured loan) 2. Kredit import Dari segi besar kecilnya aktivitas perputaran usaha 1. Kredit eksport 2. Kredit jangka menengah 3. Kredit langsung Dari segi tujuan penggunaan 1. Perpaduan antara kredit konsumtif dan kredit produktif Dari segi dokumen 1. Kredit jangka pendek 2. Kredit besar Dari segi jangka waktunya 1. 2. Jenis kredit Dari segi lembaga pemberi-penerima 1. Kredit Produktif baik kredit investai atau pun kredit eksploitasi 3. Kredit menengah 3. Kredit likuiditas 3. Kredit konsumtif 2. Kredit dengan jaminan (secured loan) . Kredit perbankan untuk kegiatan usaha dan atau konsumsi. Kredit kecil 2. Kredit jangkan panjang Dari segi jaminannya 1.

2. Kredit likuiditas darurat khusus * kredit yang diberikan oleh bank indonesia kepada bank-bank yang mengalami kesulitan didalam faktor-faktor intern. Kredit likuiditas darurat umum * kredit yang disediakan oleh bank indonesia kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas sebagai akibat dari perubahan yang mendadak diluar kekuasaan bank. Kredit Likuiditas darurat dibedakan dalam 2 jenis : 1. Kredit Bank Indonesia Kredit Likuiditas adalah kredit yang diberikan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam fungsinya sebagai “bankers bank” Kredit yang diberikan bentuknya berupa kredit likuiditas gadai ulang dalam rangka pemberian kredit oleh bank yang bersangkutan kepada nasabahnya. Fungsinya sebagai lender of the last resort : memberikan kredit likuiditas guna mengatasi kesulitan likuiditas bank yang mengalami keadaan darurat. .

Condition of economy (kondisi ekonomi) . Capacity (kemampuan) 4. Collateral (jaminan) 5. Character (watak) 2. Capital (modal) 3.Instrumen analisa dalam pemberian kredit “the fives of credit” (5 c) 1.

* Perjanjian kredit diikuti dengan perjanjian jaminan Perjanjian kredit adalah perjanjian pokok Perjanjian jaminan adalah Perjanjian tambahan (assesoir) * Fungsi Perjanjian Kredit 1.Bank-Bank wajib mempergunakan akad perjanjian. * Perjanjian kredit merupakan ikatan antara bank dengan debitut yang isinya menentukan dan mengatur hak dan kewajiban kedua pihak. Perjanjian kredit dapat digunakan sebagai alat atau sarana pemantauan atau pengawasan kredit yang sudah diberikan 3. * Perjanjian kredit merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pemberian kredit. Perjanjian kredit merupakan perjanjian pokok yang menjadi dasar dari perjanjian ikutannya yairu perjanjian pengikatan jaminan 4. Perjanjian kredit sebagai alat bukti bagi kreditur dan debitur yang membuktikan adanya hak dan kewajiban timbal balik antara bank sebagai kreditur dan debitur 2. Perjanjian kredit sebagai alat bukti biasa yang membuktikan adanya hutang debitur artinya perjanjian kredit tidak mempunyai kekuatan eksekutorial atau tidak memberikan kekuasaan langsung kepada bank atau kreditur untuk mengeksekusi barang jaminan apabila debitur tidak mampu melunasi hutanfgnya (wanprestasi) . Perjanjian kredit. * Istilah perjanjian kredit ditemukan dalam instruksi Presedium Kabinet nomor 15/EK/10 tanggal 3 oktober 1966 jo Surat Edaran Bank Negara Indonesia unit I No.2/539/UPK/Pemb tanggal 8 Okt 1966 yang menginstruksikan kepada masyarakat perbankan bahwa dalam memberikan kredit dalam bentuk apapun.

. Kepala adalah bagian dari awal atau permulaan dari pembuatan perjanjian. Komparasi/penghadapan 4.yang bertanda tangan dibwh ini : b. Isi perjanjian . Setiap membuat perjanjian kredit pada umumnya mempunyai komposisi sebagai berikut : 1. Akta otentik berbunyi.di Jkt.. Judul 2. Bunyi kepala perjanjian kredit dalam bentuk : a.. 3.. Defenisi 6. Akta dibawah tangan berbunyi : Pada hari ini selasa tgl.. Konsiderans atau pertimbangan 5.

* Pasal 8 UU Perbankan ditentukan bahwa : “Dalam memberikan kredit. apabila debitur tidak melunasi hutangnya pada waktu yang telah ditentukan. Bank Umum wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi hutangnya sesuai dengan yang diperjanjikan “ . * fungsi jaminan adalah memberikan hak dan kekuasaan kepada kreditur untuk mendapatkan pelunasan dari hasil penjualan barang2 jaminan tsb. Jaminan Kredit adalah : segala sesuatu yang mempunyai nilai mudah untuk diuangkan yang diikat dengan janji sebagai jaminan untuk pembayaran dari hutang debitur berdasarkan perjanjian kredit yang dibuat kreditur dan debitur.

pada umumnya berupa sertifikat tanah dari BPN. Jaminan tambahan dapat berupa : 1. dan tagihan langsung berhubungan dengan aktivitas usahanya yang dibiayai dengan kredit.BPKB dan surat-surat bukti kepemilikan lainnya. . Pembedaan jenis jaminan : a. Jaminan pokok yang terdiri dari barang-barang bergerak maupun tidak bergerak. b. Jaminan pribadi atau jaminan perusahaan yang dibuat secara notariil 2. Barang-barang tidak bergerak dan barang-barang bergerak yangv tidak dijaminkan sebagai jaminan pokok.

o Pengamanan tersebut dilakukan dengan menjamin pinjaman tersebut melalui penutupan asuransi. o Asuransi ini merupakan asuransi wajib yang ditangani oleh PT. sehinggga apabila pinjaman tidak dikembalikan kepada bank. khususnya kepada golongan pengusaha kecil. o Pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan kredit yaitu berupa ketentuan yang secara otomatis terutama bagi kredit kecil yang disalurkan akan mendapat perlindungan asuransi. o Tujuan perbankan Indonesia yang tercantum dala m pasal 4 UU perbankan adalah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. maka PT Askrindo akan menanggung sebagian dari jumlah pinjaman. dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Asuransi Kredit. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) o Askrindo bertugas membantu pengamanan pinjaman yang diberikan oleh bank kepada para peminjam. .

o Kurang lancar o Kredit diragukan yaitu apabila kredit yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria lancar dan kurang lancar. Tidak memenuhi kriteria lancar. tetapi dalam jangka waktu 21 bulan sejak digolongkan diragukan belum ada pelunasan atau usaha penyelamatan kredit atau c. Memenuhi kriteria diragukan. kurang lancar dan diragukan atau b. Kredit tersebut penyelesaiannya telah diserahkan kepada Pengadilan Negeri atau Badan Urusan Piutang Negara (BPUN) . tunggakan bunga. yaitu apabila : a. o Kredit macet. Kredit Macet o Lancar yaitu secara umum dapat dikatakan kredit yang diberikan tidak mengalami tunggakan angsuran pokok.

 Penyelamatan kredit macet. Penanaman dana bank dan atau b. dan konversi seluruh atau sebagian dari pinjaman menjadi equity perusahaan. 3. jangka waktu dan atau persyaratan lainnya sepanjang tidak menyangkut perubahan maksimum saldo kredit. pengnanan terakhir kredit macet dapat dialkukan melalui beberapa uapaya hukum yaitu : 1. Penataan kembali (restructuring) yaitu perubahan syarat-syarat kredit menyangkut : a. Penjadwalan kembali (rescheduling) yaitu perubahan syarat kredit yang menyangkut jadwal pembayaran dan atau jangka waktu termasuk masa tenggang. Konversi seluruh atau sebagian dari kredit menjadi penyertaan dalam perusahaan. Gugatan Perdata 3. baik meliputi perubahan besarnya angsuran maupun tidak.  Selain bentuk penyelamtan diatas. 2. 1. Melalui Badan Urusan Piutang Negara 2. Arbitrase . Persyaratan kembali (reconditioning) yaitu perubahan sebagian atau keseluruhan syarat-syarat kredit yang tidak terbatas pada perubahan jadwal pembayaran. Konversi seluruh atau sebagian tunggakan bunga menjadi pokok kredit baru dan atau c.

. tindak kejahatan bank terhadap bank lain ataupun kejahatan bank terhadap perorangan.Tindak Pidana di bidang perbankan terdiri atas perbuatan-perbuatan yang berhubungan dengan kegiatan dalam menjalankan usaha pokok bank. Tindak Pidana Perbankan. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis juga norma-norma kebiasaan pada bidang perbankan . -Tindak pidana perbankan terdiri atas perbuatan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam UU Perbankan.Dimensi tindak pidana perbankan. berupa tindak kejahatan seseorang terhadap bank. . pelanggaran mana dilarang dan diancam dengan pidana yang dimuat dalam UndangUndang itu sendiri. .Ruang lingkup tindak pidana perbankan.sehingga pelanggarannya biasanya diancam dengan ketentuan pidana yang termuat diluar UU Perbankan. meliputi keseluruhan lingkup kehidupan dunia perbankan.

Pelanggaran terhadap peraturan-peraturan keuangan. 1. Penggelapan dana-dana masyarakat 3. Penyelewengan atau penyalahgunaan dana-dana masyarakat 4. Penipuan atau kecurangan dibidang perkreditan. . 2. Bentuk kejahatan dan pelanggara yang sering terjadi dibidang perbankan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful