Diphenhidramin HCl (Difenhidramin Hidroklorida

)

C17H21NO.HCl BM: 291,82 Pemerian: Serbuk hablur putih tidak berbau rasa pahit disertai rasa tebal Kelarutan: Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) dan dalam kloroform, sangat sukar larut dalam eter, agak sukar larut dalam aseton Jarak Lebur: 167° - 172° Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya Khasiat dan penggunaan: Antihistaminikum Dosis Maksimum: Sekali 100 mg, sehari 250 mg Kompatibilitas: Atropin, Butorphanol, Klorpromazin, Simetidin, Diatrizoat, Amikacin, Aminofilin, Injeksi Asam Askorbat, Lidokain HCl, Vitamin B kompleks dan C. Inkompatibilitas: Diatrizoate Meglumine 52% Dan Diatrizoate Sodium 8%, Amobarbital, Amphotericin B, Dexamethasone Sodium Phospate Dengan Lorazepam Dan Metoclopramide HCl, Thiopental Sodium

ALCOHOLUM CETYLICUM (Setil Alkohol)

CH3(CH2)14CH2OH BM: 242,44 Pemerian: Serpihan putih licin, granul, atau kubus, putih, bua khas lemah, rasa lemah. Kelarutan: Tidak larut dalam air, larut dalam etanol dan dalam eter, kelarutan bertambah dengan penambahan suhu Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik Penggunaan: Coating agent, emollient (2-5%), emulsifying agent (25%), stiffening agent (2-10%), water absorption (5%) Stabilitas: Stabil dengan adanya asam, basa, cahaya dan udara; serta tidak menjadi tengik. Inkompatibilitas: Inkompatibel dengan bahan pengoksidasi kuat.

PROPYLENGLYCOLUM (Propilen Glikol)

CH3CH(OH)CH2OH BM: 76,09 Pemerian: cairan kental, jernih, tidak berwarna, rasa khas, praktis tidak berbau, menyerap air apda udara lembab Kelarutan: Dapat bercampur dengan air, dengan aseton, dan dengan kloroform; larut dalam eter dan dalam beberapa minyak essensial; tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak Penyimpanan: Dalam wadah tertutup rapat Kegunaan: antimikroba; pengawet; desinfektan; humektan, plasticizer, pelarut; stabilizer untuk vitamin, water-miscible cosolvent Stabilitas: Propilen glikol secara kimiawi stabil bila dicampur dengan etanol (95%), gliserin, atau air; larutan air dapat disterilkan dengan autoklaf. Inkompatibilitas: Tidak kompatibel dengan reagen oksidator, seperti kalium permanganat

PROPYLPARABEN (Propil Paraben/ Nipasol)

C10H12O3 BM: 180,20 Pemerian: Serbuk putih atau hablur kecil, tidak berwarna Kelarutan: Sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan dalam eter, sukar larut dalam air mendidih Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik Kegunaan: antimikroba, zat pengawet Stabilitas: Stabil pada pH 3-6 pada suhu kamar Inkompatibilitas: Aktivitas pengawet berkurang dengan adanya surfaktan non ionik, hasil miselasasi Mg Aluminium Silikat, Mg Trisiklat, Yellow non oxide dan ultramarine birumengabsorbsi propilparaben sehingga efikasi menurun

UJI EVALUASI
• Uji Organoleptis Uji Organoleptis dilakukan dengan cara mengamati bentuk, bau, warna, dan rasa dari suatu sediaan. Pada sediaan ini, haruslah berwarna putih, berbentuk krim yg tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental, tidak berbau.

• Uji Aseptabilitas Uji Aseptabilitas dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan pada kulit, dan di evaluasi apakah krim/ointment tersebut mudah dioleskan atau tidak, memberikan rasa dingin pada kulit atau tidak, dan teksturnya yang lembut atau kasar pada kulit

• Uji pH Uji pH dilakukan untuk mengetahui derajat keasaman dari suatu sediaandenganmenggunakan pH meter atau pH universal. Syarat pH untuk sediaan cream/ointment ini adalah 4,5-6,5