Segment and Interim Financial Reporting

Grupo 6: Adhit, Agung, Ario, Alif, Ucup

Segment Financial Reporting

Pelaporan Segmen
Berdasarkan GAAP/ PSAK : 1. Berlaku untuk perusahaan bisnis publik, yang didefinisikan sebagai perusahaan-perusahaan yang telah menerbitkan surat-surat berharga atau utang yang diperdagangkan di pasar publik, diwajibkan menyediakan laporan keuangan untuk tujuan menerbitkan surat berharga di pasar umum. 2. Mengacu pada PSAK sebagai pendekatan manajemen segmentasi. Pendekatan manajemen segmentasi bergantung pada kepala pembuat yang mengidentifikasikan fungsi alokasi sumber daya dan menilai kerja segmen perusahaan.

Mengidentifikasi Segmen yang Dapat Dilaporkan
3 karakteristik segmen komponen perusahaan : operasi sebagai
1. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); 2. hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan 3. Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

Kriteria Agregrasi
Sebuah perusahaan dapat menggabungkan segmen operasi serupa jika segmen memiliki karakteristik ekonomi serupa. Segmen juga harus serupa dalam setiap bidang berikut :
1. sifat produk dan jasa; 2. sifat proses produksi; 3. jenis atau kelompok pelanggan untuk produk dan jasanya; 4. metode yang digunakan untuk mendistribusikan produk dan penyediaan jasanya; dan 5. jika dapat diterapkan, sifat lingkungan pengaturan, misalnya, perbankan, asuransi atau utilitas publik.

Ambang Batas Kuantatif
Entitas secara terpisah melaporkan informasi tentang suatu segmen operasi yang memenuhi ambang batas kuantitatif berikut : 1. Pendapatan yang dilaporkannya dari segmen, termasuk penjualan ke pelanggan eksternal dan penjualan atau transfer antar segmen, adalah 10% atau lebih dari gabungan pendapatan internal dan eksternal dari semua segmen operasi. 2. Jumlah absolut dari laba atau rugi yang dilaporkan dari segmen adalah 10% atau lebih dari jumlah yang lebih besar dari, dalam jumlah absolut,
a) gabungan laba yang dilaporkan dari seluruh segmen operasi yang tidak melaporkan kerugian, dengan b) gabungan kerugian yang dilaporkan dari seluruh segmen operasi yang melaporkan kerugian.

3.

Memiliki aset 10% atau lebih dari gabungan aset seluruh segmen operasi.

Ilustrasi :*
PT A memiliki 4 segmen operasi. Kepala pengambil keputusan operasional (CODM) mengevaluasi hasil operasi perusahaan yang disegmentasi per industri. Ada tiga tipe pengujian ,materialitas untuk melihat segmen operasi PT yang mana yang akan dilaporkan. 1. Pengujian Pendapatan (Revenue Test) 2. Pengujian Aset (Asset Test) 3. Pengujian Profit.

Ilustrasi : Revenue Test
Yaitu dengan membandingkan setiap pendapatan segmen operasi (external revenue + intersegment revenue) dengan 10% gabungan pendapatan dari semua segmen operasi.
Operating Segment’s Revenue

Reportable Intersegment Test Value Segment Under Revenue (10% × $1,500,000) Revenue Test?

Transportasi $360,000 Oil Refining 405,000 Insurance 95,000 Finance 140,000 Total $1,000,000

$ 0 480,000 20,000

 $150,000  150,000 < 150,000 0 < 150,000 $500,000

Yes Yes No No

Ilustrasi : Asset Test
Tes aset membandingkan total saldo identifiable aset tiap operating segment dengan 10% total aset operating segmennya. Di-review oleh Chief Operating Decision Maker / Kepala Pengambil keputusan.

Suatu Segmen industri merupakan segmen pelaporan jika asetnya adalah =>10% dari aset gabungan dari seluruh segmen industri. Aktiva perusahaan umum dapat dilibatkan /dikecualikan dalam pengukuran, tergantung manajemen.

Operating Segment’s Asset

Test Value (10% × $3,000,000)

Reportable Segment Under Asset Test?

Transportasi $700,000 Oil Refining 950,000 Insurance 180,000 Finance 1,170,000 Total $3,000,000

 $300,000  300,000 < 300,000  300,000

Yes Yes No Yes

Ilustrasi : Profit Test
Suatu Segmen industri merupakan segmen pelaporan jika laba usahanya adalah =>10% dari laba usaha gabungan dari seluruh segmen industri. Pada penerapannya, saldo operasional profit/loss dibandingkan dengan 10% total gabungan profit operating segment.

Operating Segment’s Op. Profit

Operating Loss

Reportable Test Value Segment Under (10% × $270,000) Profit Test?

Transportasi Oil Refining Insurance Finance Total

$(100,000)
$200,000 20,000 50,000 $270,000

 $27,000  27,000 < 27,000  27,000

Yes Yes No
No

$250,000

Revaluasi atas Reportable Segment
Tambahan Segmen industri suatu segmen industri tunggal adalah jika : Gabungan pendapatan suatu segmen pelaporan dari penjualan kepada pihak yg terafiliasi < 75% dari gabungan pendapatan dari pihak tidak terafiliasi seluruh segmen industri. additional operating segment dapat ditambahkan hingga mencapai 75% yang akan membuat informasi menjadi lebih relevan untuk investor.

Segment Disclosures
a) Informasi umum b) Informasi tentang laba atau rugi segmen dilaporkan, termasuk pendapatan dan beban tertentu yang termasuk dalam laba atau rugi segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan dasar pengukuran. c) Rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, laba atau rugi segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur material segmen lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam entitas.

• Pengungkapan Profit/Loss Information Pengukuran profit/loss dan total aset dilaporkan pada setiap reportable operating segment. Ada beberapa informasi yang harus dicantumkan dalam setiap segmen yang dilaporkan. 1. Pendapatan dari pelanggan eksternal; 2. Pendapatan dari transaksi dengan segmen operasi lain dalam entitas yang sama (antarsegmen); 3. Pendapatan bunga; 4. Beban bunga; 5. Penyusutan dan amortisasi;

6. Unsur-unsur material dari penghasilan dan beban; 7. Bagian entitas atas laba atau rugi entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan metode ekuitas; 8. Beban atau pendapatan pajak penghasilan; dan 9. Unsur-unsur material nonkas selain penyusutan dan amortisasi. Semua itu merupakan hal yang dibutuhkan jika saldo sepesifik akan di-review oleh CODM (pengambil keputusan).

Measurement
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya.

Entitas menyampaikan penjelasan pengukuran laba atau rugi, aset dan liabilitas segmen untuk setiap segmen dilaporkan. Paling tidak, entitas mengungkapkan sebagai berikut: 1. Dasar akuntansi untuk setiap transaksi antar segmen dilaporkan. 2. Sifat dari setiap perbedaan antara pengukuran laba/rugi, aset, liabilitas, perubahan periode segmen dilaporkan dengan laba atau rugi entitas sebelum beban atau pendapatan pajak penghasilan dan operasi dihentikan (jika tidak terdapat di rekonsiliasi) 3. Kebijakan akuntansi.

Rekonsiliasi
• Total pendapatan segmen dilaporkan terhadap pendapatan entitas. • Total ukuran laba atau rugi segmen dilaporkan terhadap laba atau rugi entitas sebelum beban pajak dan Discontinued Operation. • Total aset segmen dilaporkan terhadap aset entitas. • Total kewajiban segmen dilaporkan terhadap kewajiban entitas. • Total jumlah dalam segmen dilaporkan untuk setiap informasi unsur material yang diungkapkan terhadap jumlah terkait dalam entitas.

Penyajian Kembali Informasi yang Dilaporkan Sebelumnya
Jika entitas mengubah struktur organisasi internal yang menyebabkan komposisi segmen dilaporkan berubah, maka informasi yang terkait untuk periode sebelumnya (termasuk periode interim) disajikan kembali, kecuali infomasi tersebut tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkannya akan jauh lebih besar. Jika tidak disajikan kembali, maka entitas mengungkapkan pada tahun di mana perubahan tersebut mengakibatkan informasi segmen untuk periode kini dengan segmentasi dasar baru dan dasar lama, kecuali informasi yang diperlukan tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkannya akan jauh lebih besar.

Pengungkapan pada Level Entitas
Informasi tambahan ini hanya diperlukan jika tidak disediakan sebagai bagian dari informasi segmen-operasi yang dilaporkan. • Produk dan Jasa • Informasi Geografis • Pelanggan Utama

Produk dan Jasa
Entitas melaporkan pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa, atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa, kecuali informasi yang diperlukan tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkan akan jauh lebih besar. Jumlah pendapatan yang dilaporkan berdasarkan pada informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan entitas.

Informasi Geografis
Entitas melaporkan informasi geografis berikut, kecuali jika informasi yang diperlukan tidak tersedia dan biaya untuk mengembangkan akan jauh lebih besar: • Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada negara domisili entitas dan yang diatribusikan kepada semua negara asing secara total di mana entitas memperoleh pendapatan. • Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang timbul akibat kontrak asuransi yang berlokasi di negara domisili entitas dan berlokasi di semua negara asing secara total dimana entitas memiliki aset tersebut. Jumlah yang dilaporkan berdasarkan pada informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan entitas.

Pelanggan Utama
Entitas memberikan informasi tentang menyandarkan pada pelanggan utamanya. sejauh mana entitas Jika pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal mencapai jumlah 10% atau lebih dari pendapatan entitas, maka entitas harus mengungkapkan fakta tersebut, total jumlah pendapatan dari setiap pelanggan, dan identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut. Entitas tidak perlu mengungkapkan identitas pelanggan utama atau jumlah pendapatan yang setiap segmen dilaporkan dari pelanggan tersebut.

Kelompok entitas yang merupakan sepengendali dengan entitas pelapor dianggap sebagai suatu pelanggan tunggal, serta pemerintah (nasional, provinsi, lokal atau asing) dan entitas di bawah kendali pemerintah dianggap sebagai suatu pelanggan tunggal.

Segment Disclosure

Interim Financial Reporting

Laporan Keuangan Interim
Laporan keuangan yang disusun di antara dua laporan keuangan tahunan. Harus dipandang sebagai bagian integral dari periode tahunan. Dapat disusun secara bulanan, triwulan, atau periode lain kurang dari setahun dan mencakup seluruh komponen laporan keuangan sesuai standar akuntansi.

Yang Harus Dilaporkan
(APB opinion no 28) 1. a. Penjualan- pendapatan kotor b. Provisi PPh c. Pos luar biasa setelah PPh d. Perubahan kumulatif prinsip akuntansi e. Laba bersih 2. Dilusi Saham 3. Pendapatan, biaya, dan beban musiman 4. Perubahan estimasi PPh 5. Pelepasan segmen bisnis 6. Kontinjensi 7. Perubahan prinsip dan estimasi akuntansi 8. Perubahan posisi keuangan yang signifikan

Modifikasi biaya produk
Bila perusahaan menggunakan metode laba kotor untuk harga persediaan, pengungkapan metode dan rekonsiliasi dengan persediaan tahunan perlu dilakukan. Jika persediaan LIFO dilikuidasi pada masa interim tetapi metode tersebut akan diganti pada akhir tahun, HPP harus dimasukkan dalam biaya pergantian metode dari LIFO, sebagai konsekuensi likuidasi interim. Penurunan nilai pasar persediaan tidak ditangguhkan selama periode interim, kecuali jika ditentukan secara temporer tidak ada kerugian yang akan terjadi selama setahun secara keseluruhan. Rencana varian berdasarkan system biaya standar yang diharapkan akan diserap pada akhir tahun sebaiknya ditangguhkan pada masa interim.

Biaya lain-lain
Biaya yang dibebankan secara tahunan sebaiknya dialokasikan ke periode interim. Biaya-biaya yang timbul dalam periode interim tidak ditangguhkan kecuali jika biaya-biaya tersebut akan ditangguhkan pada akhir tahun. Sebagai contoh, pengakuan dan penangguhan dan pajak property dalam laporan tahunan juga berlaku untuk pengakuan dan penangguhan untuk laporan interim.

Biaya iklan
Biaya iklan tidak ditangguhkan selama masa interim kecuali jika manfaatnya juga dapat dirasakan pada periode sesudahnya

PPh
1.

2.

Pajak penghasilan yang untuk penghasilan dari operasional tidak termasuk item-item yang tidak biasa atau jarang terjadi, Pajak penghasilan untuk ide yang tidak biasa, pemberhentian operasi dan item luar biasa.

Biaya pajak penghasilan untuk masa interim berdasarkan pada estimasi tarif pajak efektif tahunan untuk pendapatan kena pajak yang berasal dari operasi tidak termasuk item-item luar biasa. Estimasi pajak penghasilan tahunan dikurangi dengan pajak penghasilan yang telah diakui pada periode sebelumnya menjadi beban pajak periode kini. Pengaruh pajak untuk item-item yang tidak biasa diperhitungkan secara terpisah dan ditambahkan pada periode interim di mana item ini dilaporkan. Gain dan loss untuk pemberhentian operasi dan item luar biasa dilaporkan dalam laporan tahunan.

Tax rates

Interim taxes on operations are based on estimated effective annual tax rate.

If expected annual taxable income = $120,000 Taxes = $22,250 + .39(120,000 – 100,000) = $30,050 Effective tax rate = 30,050 / 120,000 = 25.042%
The 25.042% rate is used for all four quarters.

Interim Disclosure

¿Hay Preguntas?

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful