TEKNIK WAWANCARA DAN OBSERVASI

Imam Arya Kharistiyan

teknik wawancara
 Wawancara

adalah tanya jawab untuk memperoleh informasi atau keterangan akan suatu hal.  Dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh secara langsung antara pewawancara dengan narasumber.

Ø Model Wawancara  1. chating. .  2. Wawancara langsung –bertatap muka (face to face) langsung dengan narasumber. dan email (wawancara tertulis). Wawancara tidak langsung –misalnya melalui telefon.

Ø Jenis-JenisWawancara    1. yaitu wawancara untuk memperoleh data tentang diripribadi dan pemikiran narasumber –disebut juga wawancara biografi. Wawancara eksklusif (exclusive interview). Wawancara berita (news-peg interview). 3. konfirmasi. yaitu wawancara yang dilakukan untuk memperoleh keterangan. yaitu wawancara yang dilakukan secara khusus –tidak bersama wartawan dari media lain. 2. atau pandangan intervieweetentang suatu masalah atau peristiwa. . Wawancara pribadi (personal interview).

yaitu wawancara “secara kebetulan”. 7. Wawancara jalanan (man-in-the street interview) –disebut pula “wawancara on the spot”– yaitu wawancara di tempat kejadian dengan berbagai narasumber. 6. 5.    4. Wawancara tertulis –dilakukan via email atau bentuk komunikasi tertulis lainnya. misalnya mewawacarai seorang pejabat sebelum. setelah. atau di tengah berlangsungnya sebuah acara. tidak ada perjanjian dulu dengan narasumber. Wawancara sambil lalu (casual interview). misalnya di lokasi kebakaran. . misal tersangka korupsi yang baru keluar dari ruang interogasi KPK. Wawancara “cegat pintu” (door stop interview). yaitu wawancara dengan cara “mencegat” narasumber di sebuah tempat.

Persiapan  2. Pelaksanaan  3. Pasca-Wawancara .Ø Teknik-Teknik Wawancara  1.

Menentukan topik atau masalah  2. Membuat janji –menghubungi narasumber atau “mengintai” narasumber agar bisa ditemui. Menyiapkan pertanyaan. Memahami masalah yang ditanyakan – wawancara yang baik tidak berangkat dengan kepala kosong.  3.  4. .Ø Tahap Persiapan Wawancara  1. Menentukan narasumber  5.

Kenalkan diri –jika perlu tunjukkan ID/Press Card. . atau sesuaikan dengan suasana. Datang tepat waktu –jika ada kesepakatan dengan narasumber. rapi. Perhatikan penampilan –sopan.Ø Pelaksanaan Wawancara  1.  2.  3.

Bila perlu. Pertanyaan tidak bersifat “interogatif “ atau terkesan memojokkan.  6.  5. terutama nama (nama lengkap dan nama panggilan jika ada). Catat! Jangan terlalu mengandalkan recorder. minta narasumber menuliskan namanya sendiri agar tidak terjadi kesalahan. Kemukakan maksud kedatangan – sekadar “basa-basi” dan menciptakan keakraban. 4. . Awali dengan menanyakan biodata narasumber.  7.

apalagi ingin “unjuk gigi” ingin terkesan lebih pintar atau lebih paham dari narasumber.Ingat.Gunakan “mengapa” (why). Jawaban atas pertanyaan “Mengapa Anda mundur?” tentu akan lebih panjang ketimbang pertanyaan “Apakah Anda mundur?”. 10. bukan “apakah” (do you/are you). Jadilah pendengar yang baik. bukan “menggurui” narasumber. Hindari pertanyaan “yes-no question” – pertanyaan yang hanya butuh jawaban “ya” dan “tidak”. tugas wartawan menggali informasi. Ajukan pertanyaan secara ringkas. Hindari pertanyaan ganda! Satu pertanyaan buat satu masalah.    8. 11. 9. .

Merangkaikan pokok-pokok pembicaraan ke dalam beberapa paragraph denganmemerhatikan keefektifan kalimatkalimatnya. antara lain: 1. Adapapun langkah-langkah untuk membuat rangkuman hasil wawancara. .Ø Merangkum Isi Pembicaraan dalam Wawancara     Rangkuman adalah penyajian singkat dari suatu pembicaraan atau tulisan. Mencatat pokok-pokok pembicaraan 3. Menyimak seluruh pembicaraan dalam wawancara 2.

 3. Menggunakan kalimat efektif.Selain langkah-langkah. Anda juga harus memerhatikan hal-hal penting dalam membuat rangkuman.  2. Mempertahankan susunan topik pembicaraan. . diantaranya adalah:  1. Jumlah paragraf dalam rangkuman tergantung pada banyaknya pertanyaan dan jawaban kegiatan wawancara.

Beberapa hal yang dapat dijadikan panduan untuk mengikuti wawancara. dan bahasa tubuh kedua belah pihak yang terlibat dalam wawancara  4. Menentukan inti dari setiap jawaban  6. Menentukan inti dari setiap pertanyaan  5. Menjelaskan Hasil Wawancara tentang Tanggapan Narasumber . Merangkum inti pertanyaan dan jawaban sebuah simpulan wawancara  B. Mengidentifikasi topik wawancara  2. Memusatkan perhatian  3. mimik. yaitu:  1. Memerhatikan intonasi.

sebagai berikut:  a. baik pewawancara maupun narasumber  3. . Apa yang dibicarakan atau masalah yang dibahas dalam wawancara  b. Menyimak wawancara dengan seksama dari awal hingga akhir  2. Mencatat isi pokok pembicaraan dalam wawancara.Cara mencatat isi pokok pembicaraan dalam wawancara sebagai berikut:  1. Mencatat orang yang melakukan wawancara.Tanggapan atau pendapat narasumber: berupa pendapat tentang penyebab masalah dan penanggulangan masalah yang diabahas dalam wawancara.

memahami pengaruh latar belakang fisik terhadap para pembuat keputusan. Melalui observasi penganalisis dapat memperoleh pandangan-pandangan mengenai apa yang sebenarnya dilakukan. melihat langsung keterkaitan diantara para pembuat keputusan di dalam organisasi. serta memahami pengaruh para pembuat keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya.Teknik Observasi   Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. . menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh pembuat keputusan lewat tata letak kantor.

Unsur-unsur ini meliputi :  Lokasi kantor  Penempatan meja pembuat keputusan  Alat tulis kantor  Properti seperti komputer dan kalkulator .Unsur-unsur Teknik Observasi  Beberapa unsur konkret di lingkungan pembuat keputusan bisa diamati dan diterjemahkan.

. Dengan kata lain. yaitu peneliti melakukan penelitian dengan cara terlibat langsung dalam interaksi dengan objek penelitiannya.Jenis Observasi   observasi partisipan. Misalnya peneliti ingin meneliti pola interaksi pekerja bangunan terjun langsung di lapangan menyamar sebagai pekerja bangunan. observasi nonpartisipan. yaitu peneliti melakukan penelitian dengan cara tidak melibatkan dirinya dalam interaksi dengan objek penelitian. peneliti ikut berpartisipasi sebagai anggota kelompok yang diteliti. peneliti tidak memposisikan dirinya sebagai anggota kelompok yang diteliti. Sehingga.

 observasi partisipan-membership. . Contoh yang dapat dikaji misalnya seorang wartawan meneliti pola interaksi dalam proses manajemen media di tempatnya bekerja. artinya peneliti adalah anggota dari kelompok yang diteliti.

yang berisi tentang suatu gejala atau peristiwa. daftar yang berisi catatan setiap factor secara sistematis. Misal: tingkah laku manusia. . Daftar cek ini dipersiapkan sebelum observasi dan dibuat sesuai dengan tujuan khusus dalam observasi.Teknik Observasi  membuat catatan anekdot¸ catatan informal yang diguakan pada waktu mengadakan observasi.  membuat daftar cek.

pencatatan yang dilakukan melalui pengamatan dengan menggunakan alat. misal: kamera. membuat skala penilaian. skala yang digunakan untuk menetapkan penilaian secara bertingkat dan untuk mengamati kondisi data secara kualitatif.  memcatat dengan menggunakan alat. . Misal: meniliti siswa dalam proses belajar mengajar. redorder. dan lainlain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful