You are on page 1of 19

TUGAS 3

Tekanan. 2. pada suhu tetap.  Specific gravity of the solution gas (spesifik grafiti dari campuran gas) Berat jenis campuran gas digambarkan oleh rata-rata specific gravity yang tertimbang yang telah dipisahkan masing-masing.  Gas solubility (kelarutan gas) Merupakan banyaknya volume gas yang terbebebaskan (pada kondisi standard) dari suatu minyak mentah di dalam reservoir. dan spesifik grafiti. Rs akan menurun dengan naiknya temperatur . Komposisi minyak dalam gas. kelarutan gas dalam sejumlah zat cair tertentu berbanding lurus dengan tekanan. Temperatur. 3. kelarutan gas dalam minyak semakin besar dengan menurunnya specific gravity minyak. Faktor yang mempengaruhi kelarutan gas (Rs) adalah : 1.PROPERTIES OF CRUDE OIL  Fluid gravity (gravitasi fluida) Berhubungan dengan densitas.

 Oil density (densitas minyak) Merupakan perbandingan massa setiap satuan volume dari minyak mentah pada tekanan dan suhu tertentu. Bubble-point pressure Tekanan tertinggi dimana gelembung gas pertama dilepaskan oleh minyak. .  Oil formation volume factor (faktor volume pembentukan minyak) Merupakan rasio volume minyak (ditambah gas dalam larutan) pada suhu reservoir yang berlaku dan tekanan dengan volume minyak pada kondisi standar. Biasanya dinyatakan dalam pound per kaki kubik (lb/ft3).

gr/cm3.DENSITAS • Densitas adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. atau CGS (centigram-sekon) = gr/cm3 . • Satuan dalam kg/m3. • Semakin tinggi densitas maka semakin besar massa setiap volumenya • Benda bermassa jenis lebih tinggi (besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripadaa benda bermassa sama yang bermassa jenis lebih rendah (air).

0012 gr/cm3 • Densitas es (pada 0°C) 920 kg/m3 = 0.• Densitas air (pada 4°C) 1000 kg/m3 = 1 gr/cm3 • Densitas udara (pada 27°C) 1.92 gr/cm3 .2 kg/m3 = 0.

 Isothermal compressibility coefficient of undersaturated crude oils (koefisien kompresibilitas isotermal minyak mentah yang belum jenuh) Koefisien kompresibilitas isothermal diperlukan dalam memecahkan banyak masalah pada teknik reservoir. dan juga diperlukan dalam penentuan sifat fisik dari minyak mentah yang belum jenuh. dilambangkan B. akan lebih mudah untuk mengekspresikan hubungan ini dalam hal faktor volume formasi total sebagai fungsi dari tekanan. jika ada). Properti ini mendefinisikan total volume sistem terlepas dari nomor fase hadir. pada tekanan dan suhu yang berlaku per satuan volume dari saham-tangki minyak. termasuk masalah aliran fluida transient. Volume Faktor formasi total. Karena alami sistem hidrokarbon biasanya ada di fase satu atau dua. didefinisikan sebagai rasio dari volume total campuran hidrokarbon (yaitu. Total formation volume factor (total faktor volume formasi) Untuk menggambarkan hubungan tekanan-volume sistem hidrokarbon bawah gelembung-titik tekanan mereka. istilah "duatahap pembentukan Volume Faktor "telah menjadi identik dengan volume formasi total. . minyak dan gas.

Surface tension (tegangan permukaan) . Merupakan ketahanan suatu fluida untuk mengalir.Crude oil viscosity (viskositas minyak mentah) Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida.

• Merupakan ketahanan suatu fluida untuk mengalir. • Untuk fluida cair. viskositas dihasilkan dari gaya tarikmenarik antar molekul cairan.s . • Untuk fluida gas. • Satuan : poise. • Semakin besar nilai viskositas maka fluida tsb semakin kental.VISKOSITAS • Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. centipoise. Ns/m2. Pa. viskositas dihasilkan dari tumbukan antar molekul gas.

488 cP = 0.020x10-4 kp s/m2 = 6.4879 Pa s = 14.• 1 lb/(ft s) = 1.07 P = 9.721x10-2 lb/(ft s) = 0.4191 lb/(ft hr) • 1 kg/(m s) = 1 (N s)/m2 = 0.1517 kp s/m2 • 1 cP (Centipoise) = 10-3 Pa s = 0.6721 lb/(ft s) • 1 kp s/m2 = 9.01 gram/(cm sec) = 2.88 P = 1.76 Pa s .721x10-4 lb/(ft s) = 0.00100 (N s)/m2 = 0.591 lb/(ft s) • 1 reyns = 1 1bf s/in2 = 6894.020x10-2 kp s/m2 = 6.6720 lbm/(ft s) = 10 Poise • 1 P (Poise) = 0.80665 Pa s = 98.1 kg/ms • 1 Pa s (N s/m2) = 10 P (Poise) = 103 cP = 0.807 cP = 6.1 Pa s = 100 cP = 1.1020 kp s/m2 = 0.01 Poise = 1.

Kenaikan suhu 1°C menyebabkan penurunan viskositas 2%. • Berat molekul senyawa Semakin berat molekul senyawa. viskositas semakin besar. Berkaitan dengan temperatur.Faktor yang mempengaruhi viskositas : • Temperatur Semakin tinggi temperatur. . • Tekanan Semakin tinggi tekanan. viskositas semakin tinggi. viskositas semakin rendah.

2. kelarutan gas dalam sejumlah zat cair tertentu berbanding lurus dengan tekanan. Tekanan. pada suhu tetap. Faktor yang mempengaruhi kelarutan gas (Rs) adalah : 1. Komposisi minyak dalam gas. kelarutan gas dalam minyak semakin besar dengan menurunnya specific gravity minyak.• Solubility Gas (Rs) – Kelarutan gas Merupakan banyaknya volume gas yang terbebebaskan (pada kondisi standard) dari suatu minyak mentah di dalam reservoir. Temperatur. Rs akan menurun dengan naiknya temperatur . 3.

kelarutan gas tertentu akan bertambah pada setiap penambahan tekanan. 60 °F) di dalam larutan minyak sebanyak satu barrel stock tank minyak pada saat minyak dan gas berada pada tekanan dan temperatur reservoir. temperatur dan komposisi minyak dan gas. • Pada temperatur minyak yang tetap.7 Psi . • Kelarutan gas dalam minyak (Rs) dipengaruhi oleh tekanan.• Kelarutan gas bumi didefinisikan sebagai cuft gas yang diukur pada keadaan standar (14. . • Pada tekanan yang tetap kelarutan gas akan berkurang terhadap kenaikan temperatur.

Ma Specific gravity. Eg Viscosity. γg Compressibility factor. µg . cg Gas formation volume factor.PROPERTIES OF NATURAL GASES Apparent molecular weight. vg Isothermal gas compressibility coefficient. Bg Gas expansion factor. z Density. ρg Specific volume.

7 psia) • °API minyak mentah pada umumnya memiliki nilai antara 47 °API untuk minyak ringan sampai 10 °API untuk minyak berat. Biasanya tekanan dan temperatur atmosfer (25°C dan 14. .SPECIFIC GRAVITY (SG) • Specific gravity merupakan perbandingan dari densitas suatu fluida dengan densitas fluida standar dan densitas kedua fluida diukur pada kondisi (tekanan dan temperatur) yang sama.

. Harga ini selalu lebih besar atau sama dengan satu. Untuk minyak tersaturasi. °F Rs = kelarutan gas.FAKTOR VOLUME FORMASI MINYAK (Bo) • Faktor volume formasi minyak didefinisikan sebagai volume minyak pada tekanan dan temperatur reservoir yang ditempati oleh satu stock tank barrel minyak dan gas dalam larutan. SCF/STBO C = faktor tambahan seperti perhitungan Rs Faktor volume formasi minyak merupakan fungsi dari tekanan. Standing membuat korelasi berdasarkan persamaan : Dimana : Bo = faktor volume formasi minyak. bbl/STBO T = temperature. Gambar 7 memperlihatkan faktor volume formasi minyak.

yaitu : 1. Setelah Pb dicapai. . disebabkan karena semakin banyak gas yang dibebaskan. sehingga volume sistem cairan bertambah sebagai akibat terjadinya pengembangan minyak.• Terdapat dua hal penting dari gambar 7 diatas. 2. maka Bo akan naik dengan berkurangnya tekanan sampai mencapai Pb. Jika kondisi tekanan reservoir berada diatas Pb. maka harga Bo akan turun dengan berkurangnya tekanan.

maka harga kompressibilitas minyak dapat diperoleh dengan persamaan : .KOMPRESIBILITAS MINYAK • Kompressibilitas minyak merupakan perubahan volume minyak akibat adanya perubahan tekanan. Co didefinisikan sebagai berikut : Dengan menggunakan grafik korelasi. Secara matematis didefinisikan sebagai berikut: Pada kondisi tekanan di bawah bubble point.

API RP 14E • “Recommended Practice for Design and Installation of Offshore Production Platform Piping Systems” atau Desain dan instalasi sistem perpipaan yang direkomendasikan di landasan lepas pantai. .

com/section/technical_info/charts/chart14.MAXIMUM PRESSURE & FLOW Sumber : http://www.pdf .coastalpipco.