OLEH IRMAWATI (F1F212018) & SULDIANA (F1F212004

)

Definisi

Bila sel-sel atau jaringan tubuh mengalami cedera atau mati, selama hospes tetap hidup, ada respon yang mencolok pada jaringan hidup disekitarnya, respon tersebut itulah yang dinamakan dengan peradangan.

RADANG ADALAH RESPON VASCULER DAN SELULER DARI JARINGAN HIDUP TERHADAP CEDERA .

Respon Radang Respon Vasculer Cedera aktivasi media inflamasi vasodilatasi kapiler -------------------------------------------------------------Respon Seluler Aktivasi Leucosit fagositosis .

Functio laesa (perubahan fungsi) . 1.Gambaran Mikroskopis Peradangan Akut  Peradangan akut adalah respon langsung dari tubuh terhadap cedera atau kematian sel. Kalor (panas) 3. Dolor (nyeri) 4. Tumor (pembengkakan) 5. Rubor (kemerahan) 2.

Tumor / edema .

.Aspek Cairan pada Peradangan  peristiwa penting dari peradangan akut adalah perubahan permeabilitas pembuluh-pembuluh yang sangat kecil yang menyebabkan kebocoran protein dan diikuti pergeseran keseimbangan osmotik dan air keluar bersama protein. sehingga menimbulkan pembengkakan jaringan.

Aspek Seluler pada Peradangan 1. Marginal dan Emigrasi 2. Mediator peradangan ○ Amina vasoaktif ○ Faktor-faktor plasma ○ Metabolit asam arakhidonat . Kemotaksis 3.

Jenis dan Fungsi Leukosit a.  Eosinofil memberikan respon terhadap rangsangan kemotaktik khas tertentu pada reaksi alergi dan mengandung zat-zat yang toksik terhadap parasit-parasit tertentu dan zat-zat yang memperantarai peradangan. . Granulosit  Netrofil mampu bergerak aktif seperti amoeba dan mampu menelan berbagai zat (fagositosis).

. baik rekasi imunologis maupun reaksi nonspesifik. Basofil darah dan sel mast jaringan dirangsang untuk melepaskan kandungan granulanya ke dalam lingkungan sekitarnya pada berbagai keadaan cedera.

dimana makrofag adalah sel yang bergerak aktif yang memberi respon terhadap rangsang kemotaksis. disebut dengan makrofag. Monosit  Sel yang sama.b. yang terdapat dalam pembuluh darah disebut juga dengan monosit. . fagosit aktif dan mampu mematikan serta mencerna berbagai agen. dan jika terdapat dalam eksudat.  Makrofag mempunyai fungsi yang sama dengan fungsi netrofil polimorfonuklear.

c. . Limfosit  Leukosit yang telah dimobilisasi tidak hanya menangkap mikroba yang menyerbu. tetapi juga menghancurkan sisa jaringan hingga proses perbaikan dapat dimulai.

berat jenisnya di atas 1. yang pada dasarnya terdiri dari protein yang bocor dari pembuluh-pembuluh darah saat radang. . Eksudat nonseluler  Eksudat serosa Jenis eksudat nonseluler yang paling sederhana adalah eksudat serosa.Bentuk Peradangan Eksudat : cairan radang ekstravaskular dengan kadar protein yang tinggi dan debris seluler.020. Contoh eksudat serosa adalah cairan luka melepuh. 1.

 Eksudat fibrinosa Terbentuk jika protein yang dikeluarkan dari pembuluh dan terkumpul pada daerah peradangan yang mengandung banyak .

 Eksudat misinosa Jenis eksudat ini hanya dapat terbentuk diatas membrane mukosa. bukan dari bahan yang keluar dari pembuluh darah. dimana terdapat sel-sel yang dapat mensekresi musin. Eksudat ini merupakan sekresi sel. Contoh eksudat ini adalah pilek yang disertai berbagai infeksi pernapasan bagian atas. .

Eksudat seluler  Eksudat netrofilik Disebut juga dengan purulen yang terbentuk akibat infeksi bakteri. .2.

eksudat fibrinopurulen terdiri dari fibrin dan netrofil polimorfonuklear. Eksudat campuran Campuran eksudat seluler dan nonseluler. Misalnya. . dinamakan sesuai dengan campurannya.

Peradangan granulamatosa Jenis radang ini ditandai dengan pengumpulan makrofag dalam jumlah besar dan pengelompokannya menjadi gumpalan nodular yang disebut granuloma.3. .

Jadi.Faktor yang Mempengaruhi Peradangan dan Penyembuhan  Seluruh proses peradangan bergantung pada sirkulasi yang utuh ke daerah yang terkena. jika ada defisiensi suplai darah ke daerah yang terkena. maka proses peradangannya sangat lambat. . infeksi yang menetap dan penyembuhan yang jelek.

penyembuhan luka tidak optimal. . Penyembuhan luka juga diganggu oleh adanya benda asing atau jaringan nekrotik di dalam luka. Pada pasien-pasien yang sangat kekurangan gizi. adanya infeksi pada luka.

bahkan sampai tidak berdaya melakukan apapun.  .Aspek Sistemik dari Peradangan Demam  Kenaikan jumlah suatu leukosit (leukositosis) Gejala: Malaise. anoreksia dan ketidakmampuan melakukan sesuatu yang beratnya berbeda-beda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful